Istri Kecil CEO Muda Tampan Yang Menggemaskan

Istri Kecil CEO Muda Tampan Yang Menggemaskan
Ep. 06


__ADS_3

suara alarm terdengar nyaring membangunkan sang empunya yang masih tertidur nyaman berlapiskan selimut. sang empunya pun menggeliat dan merogoh alarm berniat mematikannya. dia perlahan bangun dan menguap sembari sesekali mengucek ke dua matanya yang masih lengket. sang empunya itu adalah Tasya.


serasa matanya sudah terbuka dia melihat jam dinding yang beraada di seberang tempat tidur. menunjukkan pukul 06.30 dia pun terkejut.


"tuhan, sudah jam segini.... aku telat.... ini hari senin dan ada upacara pastinya.... Ahhhh apalagi sekarang giliran guru killer yang jaga gerbang bisa mati kena hukuman aku kalu telat". racau Tasya sambil melenggang turun dari kasur dan mengambil handuk yang tergantung di sebelah pintu kamar mandi dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


tak berselang lama dia pun keluar dari kamar mandi dan mengambil seragam sekolah nya yang tergantung dalam lemari dan mengenakannya.


*visual seragam sekolah tasya:



setelah memakai serangannya iya menuju meja riasnya, iya merias wajahnya tipis menambahkan lipgloss berwarna peach rose pada bibirnya yang mungil. dan untuk rambut nya dia gerai dengan sedikit kepangan di samping. iya sempurna sekali penampilannya.


* kalian bayangkan saja dengan imajinasi masing masing bentuk penampilannya ya Wkwkwkwk.


setelah semua dirasa selesai. Tasya segera melenggang pergi meninggalkan kamarnya menuju ruang makan disana sudah ada Alex ,Dion ,dan Gio.


Tasya yang melihat disana ada Gio pun terkejut dan secara refleks menghentikan langkahnya sebentar setelah itu lanjut lagi.


"omo, ini kok ada kak Nio disini..... gue gak mimpikan.... omg... omg... mana ganteng banget lagi". gumam Tasya dalam hatinya.


"pagi yah. pagi dek, Emmm pagi kak nio". sapa Tasya pada Alex. Dion, dan Gio.


"pagi kak" sapa dion kembali


"pagi sayang, ayo sarapan" ajak Alex pada Tasya. Tasya pun duduk di samping dion. dan memakan sarapannya


Gio yang mendengar panggilan kak Nio dari Tasya pun tertegun. panggilan yang sudah lama tak ia dengar dan sangat ia rindukan. Gio pun hanya tersenyum menjawab sapaan Tasya.


"omg, senyumnya manis banget, gak berubah ternyata".batin Tasya.


selama sarapan tak ada yang bersuara, hanya dentingan sendok yang terdengar, sesekali Tasya melirik ke arah Gio bergiliran dengan Gio yang sama sama melirik ke arah Tasya yang sedang memakan sarapannya.


tanpa sengaja saat mereka saling melirik pandangan mata mereka pun bertemu dan secara refleks Tasya tersedak karena malu dia ketahuan curi curi pandang pada Gio....


Alex dan Dion yang menyadari Tasya tersedak pun segera memperhatikan Tasya dan memberikannya air minum. sedangkan gio hanya mengulum senyum melihat tingkah tasya sambil terus memakan sarapannya.


"sya hati hati makannya. jangan buru buru" ucap Alex pada Tasya.


"iya yah maaf, heheheh." ucap Tasya sambil menggaruk tengkuknya dan nyengir kuda.


Dion yang disampingnya hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kakak nya ini. sedangkan Gio entah kenapa malah merasa gemas dan lucu melihat tingkah tasya.


tanpa sengaja Tasya melirik jam dinding di seberang meja makan yang menunjukan pukul 07.00 dan seketika dia berteriak.


"ya tuhan,,, ayah sudah jam 7 tasya harus berangkat.... Ahhh Tasya kesiangan.... hari ini ada upacara..... ayah Tasya berangkat dulu ya" ucap Tasya panjang kali lebar sambil merapihkan tasnya dan mengenakannya.


"sya sarapannya belom abis loh" ucap Alex.


"nanti aja yah Tasya lanjutin sarapan dikantin setelah upacara." Tasya pun melirik kearah dion. " dek mau ke sekolah bareng gak? ayok" ajak Tasya.


Tasya dan Dion memang satu sekolah hanya berbeda gedung saja. maka tak heran jika seragam nya terlihat sama.


"iya iya, santai aja kak. lagipula upacara kan jam 07.30. sekarang masih jam 07.00. masih ada waktu" ucap Dion pada Tasya.


sedangkan gio dan Alex hanya diam memperhatikan mereka sambil terus melanjutkan sarapan nya.


mendengar jawaban Dion Tasya pun merasa gemas, adik nya ini memang terlalu santai saking santai nya dulu dia pernah pergi sekolah bareng Dion dan kesiangan hingga ia dihukum oleh guru BP. mengingat itu pun Tasya jadi kesal dan refleks menjitak kepalanya....


ctak.... terdengar suara jitakan dari Tasya pada kepala dion. Alex dan Gio yang melihat itu terkejut dan agak menganga... sedangkan Dion....


"Hey kak, sakit" ucapnya sambil mengusap kepalanya yang habis dijitak tasya


"santai santai kepala mu ..... gak inget waktu terakhir kali kamu bilang gitu, kita kesiangan sampe sekolah dan dihukum ngebersihin lapangan sama guru BP killer" ucap Tasya...


"kakak gak mau ya kalo harus di hukum lagi. apalagi hari ini si guru BP killer yang jaga gerbang" sambungnya lagi


Dion yang mendengar itu pun teringat saat dia dan Tasya dihukum membersihkan lapangan yang luasnya tak terhitung oleh bayi Wkwkwkwk. dia pun merasa merinding apalagi saat tau kalau hari ini guru itu yang jaga gerbang dia pun terkejut dan sontak berdiri dari duduknya.


"apa!!! kenapa kakak gak bilang dari tadi..... ah pantas saja aku malas bangun ternyata hari ini guru killer yang jaga gerbang. mati kita.... ayok berangkat sekarang". ucapnya pada Tasya.


"makanya jangan santai santai. untung kamu adik ku kalau bukan sudah ku tendang kamu ke kandang buaya" manyun Tasya yang merasa kesal pada adiknya.


sedangkan Gio dan Alex hanya bisa saling menggelengkan kepala melihat perdebatan kakak beradik itu. gio pun taktersadari jika dia mengembangkan senyum saat melihat Tasya yang kesal dia merasa gemas.


Dion dan Tasya pamit dan meninggalkan ruang makan menuju garasi untuk mengemudi mobil. yang mengemudi itu Tasya karna Tasya sudah mempunyai sim sedang Dion hanya menumpang walau usianya sudah 17 dan sudah mendapatkan sim namun dia lebih suka menumpang ke mobil Tasya.


saat tiba di garasi.... Tasya mencoba menyalakan mobil kesayangannya tapi mobilnya tak mau menyala, dia mencoba mengecek tapi tak mengerti soal mesin mobil.


*visual mobil Tasya :



dia pun bingung.... mana sempat untuk mengeluarkan mobil Dion, karna mobil Dion terhalangi mobil Tasya.


"haisss kenapa harus sekarang sih kamu error nya" ucap Tasya pada mobil kesayangannya.


"pake mobil Dion juga gak akan bisa keluar" ucapnya lagi....


*visual mobil Dion:



"gimana nih...... minta ayah nganterin tapi arah kantor sama sekolah beda arah". tanya nya pada dion.


Dion yang mendengar penuturan dan pertanyaan dari kakak nya hanya menggelengkan kepala. mungkin Dion sudah pasrah jika harus dihukum lagi oleh guru killer.


saat bingung Alex dan Gio yang tadi sempat berbincang pun keluar untuk menjalankan aktivitas masing masing dan melihat Dion dan Tasya masih berada di garasi mereka pun menghampirinya...


"loh sya, ion, ko belum berangkat.... katanya udah telat" ucap Alex pada Tasya dan Dion.


"ayah mobil Tasya gak mau nyala". ucap Tasya pada alex


gio yang tak tahu jika Tasya bisa mengemudi mobil cukup terkejut. tapi dia memilih diam.


"kenapa gak pake mobil nya dion? mobil Dion kan masih bisa nyala?" tutur Alex lagi.

__ADS_1


"gak bisa yah. mobil Dion gak bisa keluar karna kehalang mobil ka Tasya tuh" tunjuk Dion pada mobil nya yang berada di pojok garasi.


"ayah gimana nih.... Tasya gak mau dihukum.... " tutur tasya pada Alex.


"ion, sya, kalau kalian tidak keberatan gimana kalau kalian bareng saya saja... kebetulan arah kampus dan arah ke sekolah kalian sama" tawar gio pada tasya dan dion.


Dion mengangguk, sedang tasya masih diam menimang nimang dia masih merasa kesal dengan Gio. tapi... demi tidak dihukum Tasya pun mengangguk.


"kak Nio, apa tidak merepotkan kakak jika kami ikut mobil kakak? " tanya Tasya dengan nada agak manja bertujuan untuk menjahili gio.


gio yang melihat perubahan sikap Tasya hanya bisa merasa gemas.


" tidak akan merepotkan lagipula aku yang menawari bukan kalian yang memaksa" jelas gio sambil tersenyum manis.


"uhk, senyum nya tuhan. tidak tidak sadar Tasya sadar. kamu masih kecewa sama kak nio" batinnya sambil menggelengkan kepala. Dion yang memperhatikan Tasya dan Gio pun hanya diam "sepertinya aku akan jadi obat nyamuk selama perjalanan ke sekolah" batinnya.


Gio pun meminta izin pada Alex dan segera menuju ke mobilnya yang terparkir di depan rumah dekat gerbang masuk yang di ikuti dion dan Tasya.,


*visual mobil gio



Gio pun membukakan pintu mobil depan untuk Tasya, sedangkan Dion di belakang membuka pintunya sendiri dan masuk. Gio yang sudah selesai dengan tasya segera berlari kecil menuju samping membuka pintu mobil kemudi, dan masuk.


Gio segera menyalakan mobil nya namun dia melirik Tasya, dan mendekatkan tubuh nya ke arah Tasya. Tasya yang mendapatkan Gio mencondongkan tubuh nya refleks sedikit mencondongkan tubuhnya juga ke arah belakang.


gio yang mendapatkan reaksi Tasya pun hanya tersenyum dan segera mengulurkan tangan nya meraih set belt di samping tasya dan memakaikannya.


"asya, set belt nya dipake untuk keselamatan " ucap Gio tersenyum sambil memakaikan set belt nya pada Tasya.


Tasya yang mendengar itu pun tertegun dan membeku. "aaaahhhh barusan dekat banget, gw udah mikirin yang enggak enggak padahal cuma mau bantu makin set belt doang. Ahhhh geer banget gue" ucap batinnya yang sudah tersadar atas apa yang terjadi barusan.


Tasya pun tak henti merutuki kebodohan dirinya sendiri sambil menangkup kan kedua tangannya pada pipi nya yang sekarang merah seperti tomat karena malu.


gio yang memperhatikan itu pun hanya bisa tersenyum dan tertawa kecil. sedangkan Dion yang di kursi belakang hanya memperhatikan "haisss nasib nasib, bener bener jadi obat nyamuk gue" batin Dion sambil memainkan ponsel nya.


gio pun segera melajukan mobilnya menuju sekolah tasya, selama perjalanan hanya hening tak ada yang bersuara, Dion sibuk dengan ponsel nya, Tasya sibuk melihat keluar jendela, dan Gio sibuk dengan setirnya.


tak berselang lama mereka pun sampai di sekolah. Gio memasukan mobilnya ke dalam gerbang sekolah dam melihat sekolah nya tertulis plat nama yang besar di atas bangunan sekolah bertuliskan " GreyWhite Michigan school"


dia merasa kenal dengan sekolah ini yang ternyata sekolah itu milik keluarga twirdzik ya keluarga Gio. keluarga Gio bukan hanya mempunyai perusahaan di berbagai negara, mereka juga mempunyai fasilitas sekolah salah satunya sekolah tasya. jadi bisa kalian bayangkan seberapa kaya rasanya keluarga twirdzik.


saat mobil Gio memasuki area sekolah banyak siswa siswi yang memperhatikan dan melirik kearah mobil Gio. mereka pertama kali melihat mobil Gio yang terasa asing. terlihat gio turun dari mobil dan berlari kecil kearah pintu tempat duduk Tasya dan membukanya.


saat Gio keluar, banyak siswi yang berkata dengan suara agak tinggi mengatakan gio tampan lah, ganteng lah, keren lah... dsb.


"kuasa liat liat cowok itu ganteng banget anjir" ucap salah satu siswi.


"keren. keren, Ahhh bening juga" tampak salah satu temannya.


"siapa tuh, murid baru kah? " tanya satu siswi lagi


sedangkan yang lain hanya menggelengkan kepala.


*visual Gio saat ini



gio segera membuka kan pintu tasya, dan Tasya pun keluar diikuti dion dibelakang.


"kak Nio, makasih udah mau nganterin" ucap Tasya pada gio


"iya sama sama. itu bukan masalah besar" jawab gio.


sedangkan siswa siswi yang melihat Tasya pun heran.... tumben sekali seorang tasya jalan dengan laki laki selain Dion. Tasya di sekolah memang terkenal dingin dan jutek bila berhadapan dengan laki laki.


berbeda dengan reaksi yang diberikan kepada gio saat ini.


"What, gue gak salah liat kan..... itu Tasya kan senior kita kelas 3?" tanya seorang siswi


"iya bener itu Tasya, Ahhhh gak nyangka dia bisa dekat ama cowok selain sama adek nya dion" ucap siswi satunya lagi


"wah kayak nya bakal banyak yang patah hati nih" ucap siswi melirik ke arah kumpulan murid laki laki.


tak lama Tasya pun pamit pada Gio, dan Gio pun juga pamit untuk melanjutkan perjalanan nya ke kampus.


1......2.....3....... darrrrrrr.... seseorang mengejutkan Tasya dari belakang yang ternyata itu adalah 2 sahabat Tasya..... Zara dan Hana


"cerewet yang udah berani bawa cowok ke sekolah" goda zara


"han han.... kita harus ngatain syukuran nih kayak nya.... karena Tasya sekarang gak jomblo lagi hahahha" sambung nya lagi menggoda Tasya kepada hana


"ya ya ya bener banget.... seorang tasya bunga sekolah yang terkenal dingin dan cuek terhadap laki laki sekarang sudah mencair" ucap hama dengan drama yang tak tertinggal nada menggodanya kepada Tasya.


"apaan sih lo pada. udah jangan godaan gue malu. dia cuma temen masa kecil gue doang ko" ucap Tasya agak kesal karena dua sahabat nya terus menggodanya.


"ekhemmm temen masa kecil atau kekasih masa kecil" goda Zara lagi


"enggak dia cuma teman masa kecil gue doang" sanggah Zara kekeh.


"iya deh iya, kita percaya" ucap hana sambil tertawa.


mereka pun berjalan di lorong menuju kelas untuk menyimpan tas karena sebentar lagi mereka akan melakukan upacara hari senin, yang tanpa di sadari pertikaian kecil mereka di perhatikan oleh beberapa pasang mata


*saat upacara skip


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=////////////\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


di lain tempat Gio sedang dalam perjalanan ke kampusnya. sepanjang perjalanan dia terus mengulum senyum karna mengingat Tasya yang salting saat Gio membantu memakaikan set belt nya tadi.


tak sia sia dia datang kerumahh Tasya pagi ini pikirnya, karena dengan begitu dia jadi bisa mengantarkan Tasya kesekolah walau sebentar.


Gio Pov


pagi ini gio bangun lebih awal dari biasanya, dan dia segera membersihkan tubuhnya. entah kenapa Gio merasa merindukan Tasya hingga ia pun tanpa berpikir panjang langsung berangkat ke rumah Tasya sekalian pergi ke kampusnya.


indah saja yang sedang berada di dapur tak sengaja melihat gio keluar pagi pagi sekali merasa bingung.

__ADS_1


"gio.... " panggil indah.


Gio yang merasa terpanggil pun menghentikan langkah kaki nya sejenak. dan mencari cari sosok yang memanggilnya itu. setelah beberapa detik Gio pun menemukan nya yang ternyata indah lah yang memanggilnya.


"iya, ada apa mih? " jawab gio.


"tumben sekali kamu pagi pagi gini sudah rapi. mau kemana? " tanya indah sambil menghampiri Gio.


"gio mau ke kampus mih" jelas gio.


"kamu yakin sayang mau ke kampus sekarang? ini masih jam 6 loh" tutur indah


"iya, kenapa memang kalo masih jam 6. gak ada salahnya kan kalo aku mau berangkat sekarang? " tanya Gio balik


"gak salah sih. tapi sayang sarapannya belum siap loh... kamu gak mau sarapan dulu? ". tanya indah


"gak usah lah mih, nanti Gio sarapan di kantin kampus "jelas gio.


"Hmmmmm baiklah terserah kamu saja" ucap indah


"gio berangkat dulu ya mih" pamit gio


"iya hati hati sayang" jawab indah


gio pun segera meninggalkan indah menuju garasi untuk mengeluarkan mobilnya yang akan ia kendarai. dan dia pun berangkat.


skip di perjalanan


gio kini sudah sampai di rumah Tasya. dan nampak suasana rumah Tasya masih sunyi *ya itu karna masih jam 6. dia keluar dari mobil dan menghampiri rumah Tasya, dia mengetuk pintu rumah dan sesekali membunyikan bel rumah.


tak berselang lama wanita separuh baya yang ia kenal sebagai bi Sri pun membukakan pintu.


"eh den Gio toh, kirain bibi siapa pagi pagi seperti ini sudah kesini" jelas bi Sri


"iya bi ini saya, " jawab gio tersenyum merasa tak enak hati.


"Silahkan masuk den, sebentar ya den bibi panggilkan tuan Alex terlebih dahulu". tutur bi Sri yang di balas anggukan kepala oleh Gio dan perlahan bi Sri meninggalkan gio di ruang tamu.


gio pun mendudukan tubuhnya sambil menunggu tuan rumah. dan tak berselang lama alex pun datang menghampiri Gio. Gio pun berdiri dari duduk nya saat melihat Alex menghampirinya.


"selamat pagi om" sapa gio pada Alex.


"pagi gio, tumben kamu kesini io? ada apa?". tanya Alex pada Gio yang heran karena Gio tiba tiba datang kerumahh nya.


gio yang mendengar pertanyaan Alex terdiam beberapa detik dan menggaruk kepalanya merasa tak enak hati.


"emmmhhh ada beberapa hal yang mau Gio konfirmasi ke om alex" tutur gio. padahal itu hanya alasan yang di buat buat Gio.... karena kenyataan nya Gio datang kerumahh Alex karena merasa rindu dengan tasya


Alex yang mendengar penjelasan gio pun menganggukan kepala. saat Alex akan kembali berbicara.... ucapan nya terhenti karena Dion datang menghampiri Alex dan Gio. Dion menyapa mereka walau ada sedikit pertanyaan dalam kepalanya saat melihat gio pagi pagi sudah bertemu kerumahh nya.


"ayah... selamat pagi.... kak Gio.... selamat pagi" sapa Dion pada mereka


yang dibalas anggukan oleh Alex dan Gio.


"tumben kak pagi pagi sudah kesini," ucap Dion pada Gio.


"ya ada sesuatu yang ingin saya sampaikan sama om alex" jelas gio pada Dion. sedangkan Dion hanya menganggukan kepala dan ber-Oh saja. setelah itu Dion membuka handphone nya.


tak berselang lama bi Sri datang menghampiri Alex, Dion, dan Gio hingga pembicaraan mereka terhenti.


"permisi tuan, anu maaf.... itu.... sarapannya sudah siap dan sudah saya sajikan di meja ruang makan" ucap nya memberitahu Alex.


"ok. sebentar lagi saya kesana, terimakasih bi" jawab Alex.


bi Sri menganggukan kepalanya dan menjawab " sama sama tuan, saya izin pamit untuk menyelesaikan pekerjaan saya yang lain, permisi tuan" ucapnya.


" ya, silahkan" ucap Alex.


"gio... kamu sudah sarapan? " tanya Alex pada Gio.


"em belum om." jujur gio


"yasudah kalau belum, mari kita sarapan bersama" ajak Alex pada Gio.


"terimakasih om, tapi tak apa saya takut merepotkan. saya bisa sarapan di kampus nanti." ucapnya agak menolak.


"jangan singkat Gio, kamu bisa sarapan disini saja. ayok" ajak Alex lagi sambil berdiri dan melangkahkan kaki ke ruang tamu.


"Dion ajak Gio untuk sarapan" ucapnya lagi pada Dion yang melihat gio


tidak beranjak dari duduknya.


"baik ayah. Hey kak.... ayo kita sarapan... tak perlu malu ok" ajak dion pada Gio.


gio yang sudah diajak oleh Alex dan Dion pun tak enak hati bila terus menolak hingga diapun mengikuti Alex dan Dion untuk sarapan. merekapun duduk di meja makan. dan Alex pun memperhatikan bila Tasya belum turun padahal sudah jam 06.30 tidak seperti biasanya. diapun menanyakan pada Dion.


"Dion, kakak mu mana? tumben jam segini belum turun?" tanya Alex pada Dion


"gak tau, dia belum bangun kali.... dia kan tidur seperti kebo" ucap Dion sambil mengedikan bahunya.


tak berselang lama Tasya pun turun dan menghampiri mereka. Gio yang melihat Tasya pun terpaku..... dia menatap tasya dia merasa jika hari ini Tasya tampak cantik dengan seragam sekolahnya.... tidak, bukan hanya cantik tapi di sangat sangat cantik.


gio pun tersadar dari keterpakuannya saat tasya menyapanya. dan mereka pun memakan sarapannya bersama. selama sarapan gio sempat mencuri curi pandang pada Tasya sampai aksinya itu di ketahui oleh Tasya dan ternyata tidak hanya Gio tapi Tasya pun mencuri curi pandang pada Gio sampai tatapan mata mereka bertemu dan Gio memalingkan wajah nya dengan malu sedangkan tasya tersedak. Gio hanya mengulum senyum.


*ceritanya kita lorong potong ya karna pasti udah tau di Pov tasya.


setelah selesai sarapan gio dan Alex lanjut membicarakan pembicaraan yang sempat terpotong tadi, sedangkan Dion dan Tasya yang sebelum nya sempat cekcok masalah terlambat sekolah sudah pergi keluar.


*pembicaraan gio dan Alex kita skip aja ya. karena mereka hanya membahas perjodohan nya saja


setelah menyelesaikan pembicaraan nya pada Alex gio pun pamit pada Alex untuk berangkat ke kampusnya. dan Alex pun sebaliknya dia akan pergi ke kantornya. saat alex dan Gio beranjak keluar dia melihat Tasya dan Dion masih berada di garasi rumahnya....


"belum berangkat ternyata" batin Gio.


Alex pun bertanya pada Tasya ada masalah apa kenapa mereka belum berangkat, dan Tasya pun menceritakan apa yang terjadi. sedangkan Gio hanya menyimak. ternyata mobil Tasya mogok dan tak bisa dipakai hari ini........ "bukan nya ini kesempatan gue? siapa tahu gue bisa kembali dekat sama Tasya! "ucap batin Gio.


gio pun menawarkan diri untuk mengantar tasya, walau gio tak tahu Dimana tasya bersekolah... tapi dari cerita Tasya ternyata arah kesekolah nya satu arah dengan Gio.

__ADS_1


dan terusan cerita selanjutnya kalian juga tahu.


Pov gio selesai.


__ADS_2