
Terlihat begitu banyak gaun dan dress ter jejer rapih, Tasya pun memilih pakaian apa yang harus ia kenakan. setelah memilih, pandangan nya pun terjatuh pada sebuah dress selutut berwarna lilac berbunga pink kecil dan sedikit berenda dia pun mengenakannya sambil melihat di cermin pantulan dirinya.
Tasya memiliki warna kulit putih seputih susu, rambut yang panjang dan cukup lebat berwarna hitam, tinggi tubuh nya mungkin sekitar 150cm dengan badan yang body goals, hingga dia akan terlihat cocok mengenakan pakaian apapun.
Setelah puas melihat penampilan nya di cermin, dia beranjak ke meja rias untuk merias diri dengan riasan yang tipis, hanya memakai pelembab dan lipstik berwarna nude pink, dengan rambut yang di tata dengan hiasan bunga kecil senada dengan dress nya. dia memang sudah terlahir cantik bahkan tanpa riasan pun dia memang cantik. dia memiliki iris mata berwarna coklat agak terang, mata yang cukup besar dan bulat seperti boneka barbie, bulu mata lentik, bibir atas yang tipis dengan lengkungan sempurna dan bibir bawah agak tebal. yah intinya dia pantas dijuluki boneka hidup.
Dia pun bangkit dan keluar dari kamar untuk turun ke bawah dan segera makan siang karena dia memang cukup lapar karna tadi pagi tidak sarapan.
Saat menuruni tangga dia berjalan agak pelan seperti ada efek slowmo dan angin kecil yang mengibaskan sedikit rambut nya * kaya drakor aja ya gasih... padahal dia jalan biasa banget, mungkin efek orang cantik begitu ya hahaha.
Semua yang ada di ruang tamu pun menoleh dan tersenyum yang di balas senyuman kembali oleh Tasya.
Ketiga tamu itu pun berdecak kagum akan kecantikan Tasya, yang menurut mereka sangat berbeda dari penampilan Tasya yang tadi. *ya iyalah orang tadi kan baru bangun tidur langsung bobrok. sekarang mah udah kaya seorang putri hahaha. seorang wanita yang melirik kearah pria muda di sampingnya malah diam diam tersenyum saat melihat pria tersebut menatap Tasya tanpa berkedip.
"ekhemmm, Pah liat ada yang terpesona tuh..... natap nya gitu amat... bahkan gak ngedip sama sekali...;" tutur sang wanita sambil menyiku lengan pria yang seumuran Alex, yang ternyata itu adalah suaminya sambil melirik pria muda disampingnya.
Pria muda yang dimaksudpun hanya menatap datar pada wanita itu.
Tasya segera menghampiri mereka di ruang tamu.
"loh, ko kalian masih disini, bukannya kita mau makan siang bersama?? Tasya kira kalian sudah makan siang duluan". ucap Tasya sambil mendudukan tubuh nya di samping Dion adiknya.
"kami menunggu mu. kakak sangat lama. kami sudah lapar tau". ucap Dion dengan sedikit mengerucutkan bibirnya.
"Ohh. maaf tadi kakak siap siap dulu. Oh ya ayah ngomong ngomong mereka siapa??". tanya Tasya pada ayah nya.
"haha ayah lupa memperkenalkan" ucap nya sambil mengaruk tengkuk nya yang tak gatal.
"kenalkan, ini Om Arthur azkania twirdzik, sebelah nya tante Indah rosalinda, mereka teman ayah. Di sebelah lagi itu putra tante indah dan om arthur namanya Giovani Arthuro azkania twirdizik dia lebih tua dua tahun dari kamu, ".tutur nya panjang.
"ohhh. Hallo tante, om, kak. salam kenal saya Tasya. Emmmh maaf atas sikap saya tadi yang kurang sopan". sapa nya sambil tersenyum. tak berselang lama.......
"Ayah..... Tasya laper..... makan Yuk..... ". ucap nya malu pada ayah nya. ayah nya hanya menggelengkan kepala dan menjawab...
"baiklah ayo. semuanya mari kita ke ruang makan. jarang jarang kita bisa makan bersama. Arthur, Indah, nak Gio, ayo" tuturnya beruntun mengajak satu keluarga itu untuk makan bersama yang di angguki dan di ikuti oleh mereka.
Tak lama mereka tiba di meja makan yang sudah tertata rapi berbagai macam makanan. mereka pun mengambil tempat masing masing dengan posisi Alex berada di tengah disamping nya ada Dion dan Tasya, sedangkan Arthur berada di sebrang berhadapan dengan Alex, disamping Arthur ada Indah dan Gio mereka duduk berhadapan dengan Dion dan Tasya.
Setelah mengambil posisi duduk. mereka pun berdoa sebelum mulai makan. selesai berdoa mereka pun segera mengambil makanan masing masing ke atas piring dan langsung melahap nya.
Suasana menjadi hening tanpa ada yang berbicara, hanya suara dentingan piring dan sendok saja yang terdengar.
Indah yang merasa agak sesak dengan keheningan itu pun membuka pembicaraan kepada Tasya.
"Tasya... " panggil nya
__ADS_1
Tasya yang mendengar pun menoleh.
"iya tante, ada yang bisa Tasya bantu?" jawab nya.
"enggak ada, tante cuma mau ngobrol aja sama kamu. gak papa kan?" ucapnya
"Oh, hehe kirain Tasya, tante mau sesuatu tadi nya mau Tasya ambilin, tau nya cuma mau ngobrol aja. iya gak papa tante." tutur nya sambil tersenyum. yang dibalas anggukan dan senyuman oleh indah.
"Sya..... usia kamu berapa? masih sekolah? "tanya nya.
"ya, ah usia aku 19 tahun tante, aku juga masih sekolah, kelas 3 semester akhir". terang nya.
"Ohhh, udah mau lulus dong ya kalo gitu". tanya nya lagi sambil tersenyum.
"hehehehe. iya tante. 2 bulan lagi ujian kelulusan". terangnya lagi.
"sya kalau udah lulus rencananya kamu mau ngapain?". tanya nya lagi.
"emmmhhh, setelah lulus Tasya mau ngurus toko Tasya dulu tante sambil nimbang-nimbang lagi mau nerusin ke Univ atau enggak."terangnya lagi.
Indah pun menautkan alisnya karena bingung, "toko apa? " batin nya.
"toko?? emang Tasya punya toko? toko apa? ". tanya nya heran
"cuma toko bisnis kecil aku karena hobbi aja tante". terangnya.
Sebelum Tasya menjawab, Dion yang hanya menjadi pendengar pun menyela pembicaraan mereka.
"Tante gak tau bisnis nya kak Tasya? padahal udah cukup terkenal loh tan". sela Dion pada indah.
"masa sih ion? tante beneran gak tau tuh". tutur nya lagi.
"iya tante. bahkan Dion pernah liat tuh tante beli desert sama cake di toko nya ka Tasya. kalo Dion gk salah inget itu juga". terangnya.
indah pun mengingat ngingat sambil merasa heran. tak berapa lama indah pun Ngeh dengan ingatannya.
"Ahhhh tante tau. toko desert yang ada di jln. XXX kan!! bener gak sya". terangnya.
Tasya dan Dion pun mengangguk.
"Ahhh pantes aja tante kayak pernah liat kamu di situ. ternyata itu toko punya kamu sya." ucap nya sedikit terkejut. "hebat kamu sya padahal masih sekolah tapi udah punya bisnis yang cukup terkenal loh. tante aja jadi salah satu penggemar desert sama cake di toko kamu. desert sama cake nya enak enak". terang nya. "tante jadi pengen nyobain lagi". lanjut nya.
Tasya pun yang mendengar itu tersipu malu dengan pujian yang diberikan indah pada nya dan toko nya.
"hehe. tante indah bisa aja. Makasih tante atas pujian nya. iya nanti Tasya buatin desert sama cake yang Tasya buat langsung buat tante indah yang cantik". ucapnya dengan malu malu.
__ADS_1
"kamu bisa bikin desert sama cake buat tante?. tanya nya
"bisa tante, gampang itu mah. desert sama cake yang ditoko aja aku yang buat semua". jawab nya jujur agak sombong sedikit.
"kamu serius? hebat..... cocok jadi mantu idaman tante!! ". tutur nya yang membuat Alex, Dion, Arthur, dan Gio memandang indah dengan terkejut. Gio bahkan sampai tersedak mendengarkan perkataan indah barusan.
Sedangkan indah hanya acuh melihat tatapan mereka padanya. indah hanya memperhatikan dengan tertawa kecil Tasya yang salah tingkah oleh perkataan nya barusan.
Mereka pun menyelesaikan makannya dan kembali ke ruang tamu untuk bersantai sejenak sambil mengobrol-ngobrol kecil. Sedangkan Tasya dia tidak ikut ke ruang tamu melainkan dia sedang membantu bi Sri membersihkan meja,piring dan tempat makan kotor lain nya di dapur.
"Non udah gak usah biar bibi aja yang nyuci piring sama bersihin meja nya". ucap bi Sri melarang Tasya untuk membantunya.
"gak papa bi, biar Tasya bantu nyuci nya, Tasya juga bisa ko kalo segini mah kecil bi". ucap nya lagi yang kekeh ingin membantu.
"gak usah non, biar bibi aja. Nanti non kecapean". ucap bi Sri lagi.
"gak papa bi, lagian juga Tasya gak tiap hari bantuan bibi buat beresin ini. udah gini aja bibi yang beresin meja.... Tasya yang nyuci piringnya.... udah fixs bibi gk boleh Nolak lagi". terang nya pada bi Sri yang dibalas helaan nafas dan anggukan kepala oleh bi Sri. Tasya pun tersenyum pada bi Sri.
Perdebatan bi Sri dan Tasya pun tak luput dari pandangan Alex, Indah, Arthur, dan Gio yang merasa lucu dan mereka tertawa kecil melihat nya.
tak berselang lama Tasya pun telah menyelesaikan cuciannya nya dan ikut bergabung di ruang tamu bersama ayah nya.
Mereka yang berada di ruang tamu pun menoleh dan menghentikan obrolan nya sebentar saat Tasya menghampiri mereka. saat Tasya akan mendudukan tubuh nya di dekat sang ayah... Alex pun berkata.
"sya.... ayah sama om arthur dan tante indah ada urusan yang harus di bahas sebentar. jadi kamu sama Dion temenin gio sebentar ya. " ucapnya pada Tasya.
"ayah.... baru juga Tasya mau duduk ih." jawabnya dengan bibir mengerucut karna sedikit kesal.
Dion yang dari tadi fokus bermain ponsel pun merasa terpanggil menoleh dan mengangguk pada ayahnya tanda setuju untuk menemani gio selagi orang tua nya berbicara hal penting itu.
Tasya pun pamit untuk mengajak Dion dan Gio ke ruang keluarga untuk bersantai sejenak.
"Dek, kak Gio ayo, kita ke ruang keluarga dulu. disana kita santai sebentar sambil main game selagi ayah, sama om dan tante membahas urusannya". ajak nya pada Dion dan Gio.
Gio dan Dion pun mengangguk dan mengikuti Tasya ke ruang keluarga.
"bentar ya Tasya ambilin minum dulu buat kalian. dek temenin kak Gio dulu ya sebentar. Kak Gio kalo Bosen kakak bisa main game sama Dion itu di rak ada Ps5 kalian mainin aja". terangnya sambil menunjuk rak yang ada di hadapannya. yang di angguk oleh 2 orang pria beda usia itu.
Tak berselang lama, tasya pun kembali menghampiri Gio dan Dion dengan membawa 3 gelas jus buah dan menaruhnya di meja pinggir sofa. Tasya pun mengambil posisi duduk di karpet depan sofa disamping Gio sedangkan Dion duduk di samping Gio.. *biar gak pusing, intinya Gio duduk di tengah tengah antara Tasya dan Dion ya Guys.
Dion dan Gio pun sedang asik memainkan game nya sedangkan Tasya hanya memperhatikan mereka. di sela itu Tasya sempat mencuri-curi pandang kearah Gio dan menatap Gio sambil membatin "ya tuhan, ganteng dan bening amat sih jodoh orang... ah jadi pengen ku embat" batinnya. sedangkan yang dipandang hanya fokus ke gamesnya dan sesekali tertawa dengan Dion.
Tasya pun mengalihkan pandangannya pada ponsel nya dan fokus ke ponselnya, Saat bermain ponsel Tasya merasa sangat mengantuk, dia pun mencoba menahan rasa kantuk nya tapi matanya malah semakin terasa memberat.
Akhirnya Tasya kalah oleh rasa kantuk nya. dia pun tertidur dan tak sengaja menimpa paha Gio yang sedang asik bermain game. Gio melihat ke arah Tasya yang tertidur dengan tatapan panik begitu pun dengan Dion. mereka menyangka kalau Tasya pingsan. tapi setelah di cek oleh Gio mereka pun mengetahui jika Tasya hanya sedang tertidur.
__ADS_1
Gio yang melihat Tasya tertidur di paha nya pun terdiam..... *guys dia diam bukan karna gak suka atau jijik sama Tasya ya. tapi justru karna Gio udah mulai jatuh hati sama tasya.
Gio mencoba menetralkan detak jantungnya saat dia menatap tasya yang sedang tidur di atas pahanya. "cantik" batin nya. Gio akui Tasya memang cantik, bahkan menurut Gio.. Tasya adalah wanita ter cantik dan ter sempurna. dia baru pertama kali melihat seorang gadis seperti Tasya.