Istri Kecil CEO Muda Tampan Yang Menggemaskan

Istri Kecil CEO Muda Tampan Yang Menggemaskan
Ep. 07


__ADS_3

*guys Maaf author lupa ngasih contoh visual temennya tasya kemarin and


ini ya contoh visualnya.



Zara Anandita Prasetya




si tomboy yang sedikit feminim



Hana Deliana Malik




si tukang load kalo ngobrol tapi dia manis kan ya.


itu dia tadi visualnya.... sekarang lanjut ke story nya ya..... so....check this out.


Happy Reading Guys!!!!!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Gio kini telah sampai di kampus baru nya. saat mobil Gio memasuki gerbang kampus banyak mata yang memperhatikannya karna ya tau lah mobil Gio sangat mencolok.... meskipun banyak mahasiswa dan mahasiswi yang membawa mobil mahal namun sepertinya mobil Gio lebih mahal dari mobil mereka.


merekapun bertanya tanya, siapa kiranya pemilik mobil itu. setelah Gio memarkirkan mobil nya. diapun keluar dari mobil. saat Gio keluar dari mobil seperti ada efek slowmo dengan gaya gio menyapu rambut nya ke belakang yang menambah Damage tampan, keren pokoknya nilai plus untuk Gio.


bagai mana adegannya? readers bisa bayangkan sendiri ko, mulailah berimajinasi hehehehe.


"OMG ganteng banget, siapa dia? " ucap mahasiswi 1


"gak tau, baru liat gue". jawab mahasiswa 2


"gue denger, dikampus kita bakal ada mahasiswa baru jurusan bisnis, jangan jangan dia lagi" ucap mahasiswa 3 menunjuk Gio pelan


"sumpah, beruntung banget anak bisnis kalo itu bener, tiap hari bakal liat yang bening" ucap kembali mahasiswa 1.


dan masih banyak lagi mahasiswa maupun mahasiswi yang berbicara tentang kedatangan gio. Gio tak menghiraukan hiruk pikuk mahasiswa dan mahasiswi yang membicarakannya. dia meninggalkan parkiran dan masuk ke gedung universitas untuk mencari ruangan dosen pengajarnya sebelum pergi ke kelas jurusannya.


sementara Tasya kini telah menyelesaikan upacaranya dan bersiap kembali ke kelas. selama belajar Tasya sedikit tak fokus, dia terus dihantui masalah perjodohannya dia berniat untuk meminta saran dari sahabatnya namun dia mengurungkan niat nya.


saking tak fokusnya, Tasya tak menyadari kalau pelajaran pertama telah selesai dan saat ini terdengar suara Bel yang menandakan ini sudah termasuk jam istirahat. Sesaat bersamaan Hana dan Zara yang memperhatikan Tasya yang melamun pun saling bertukar pandang dan membangunkan Tasya dari lamunannya.


"sya......." panggil Zara tapi Tasya tak bergeming


"Tasya.... " panggilnya agak teriak sambil mengguncang kecil tubuh Tasya.


tasya pun terperanjat dari lamunannya saat merasakan tubuhnya terguncang oleh Zara.


"apa? kenapa? " tanya Tasya bingung.


"malah nanya.... harusnya gue yang nanya... lo kenapa? dari pas mulai pelajaran sampe sekarang ngelamun mulu... awas kesambet lu" terang Zara, sedangkan hana hanya menyimak.


"eh.... hehe sorry sorry. gue gk papa ko. cuma... keinget bunda aja" elak tasya.


"Oh... Yaudah... sabar aja sya. gue yakin bunda lo pasti senang liat lo sekarang" hibur Zara dan hana.


"iya thank ya kalian" jawab Tasya.


"Emmmh. btw gue laper... lo mau ke kantin gak Sya, ra? " ucap hana pada Zara dan Tasya.


"Emmmhh gue mau. lo gimana sya? " tanya Zara pada Tasya.


"ok. gue juga laper. tapi gue kebelet nih mau ke toilet dulu". terang Tasya pada Zara dan hana


"eh, mau kita anter gak?" tanya hana


"dih... gak usah.... kalian duluan aja Ntar gue nyusul. gak tahan nih gue" terang tasya.


"Yaudah, lo mau pesen apa Ntar gue pesenin" tanya zara.


"Emhhh. samaan aja sama kalian. dah gue ke toilet dulu. bye" ucap Tasya dan melenggang pergi meninggalkan Zara dan hana. tak berapa lama Zara dan hana pun pergi ke kantin sekolah nya.


sementara Tasya.......


"duh gak kuat gue, Hih untung toilet gak penuh" gerutunya sambil masuk.


tak berselang lama diapun selesai membuang bebannya dan segera keluar untuk menyusul sahabatnya di kantin. saat diluar toilet dia dihadang oleh seseorang.

__ADS_1


"tasya... " panggil seseorang itu.


"apa... minggir gue mau lewat" jawabnya dingin.


"sya gue mau ngomong sama lo" ucap seseorang itu.


"ngomong apaan.... penting?" tanya nya dingin


"iya... cowok tadi pagi yang nganterin lo siapa?" tanya seseorang itu


"kepo.... bukan urusan lo. lo gak perlu tau! " terang tasya


"sya....." panggilnya lirih karena menahan emosi


"apa.... kalo lo nahan gue cuma buat bilang ini... mending lo minggir... gue mau pergi" ucap Tasya dingin dengan agak emosi. dia pun hendak pergi namun tiba tiba tangannya di tarik dan dia pun disudutkan ketembok dengan agak kasar.


"akhhhh..... lepasin gue... " ucap Tasya setengah teriak.


"gak... gak akan gue lepasin.... sebelum lo bilang cowok tadi pagi itu siapa? tanya nya.


"bukan urusan lo" ucap Tasya. seseorang yang memegang tangan Tasya pun emosi dan mengerat kan pegangan tangannya pada pergelangan tangan Tasya hingga tasya pun merasakan kesakitan.


"Ahhhh, sakit.... lepasin gue...... " teriaknya namun tak di dengar.


"gue tanya sekali lagi... cowok tadi pagi itu siapa Tasya? "tanya seseorang itu lagi.


"gue bilang bukan urusan lo, lo gak perlu tau.... lepasin tangan gue sakit" ucap Tasya. seseorang itu pun hanya diam dan masih mengerat kan pegangan tangannya dia tak mempedulikan tasya yang kesakitan dan terus meronta. Tasya yang diperlakukan seperti itu pun benar benar emosi.


"lepasin gue EVAN... sakit" teriak nya pada seseorang itu yang ternyata bernama Evan.


EVAN adalah teman seangkatan Tasya, Evan merupakan seorang anak dari pengusaha real estate perusahaan nya bernama Erta Estate. perusahaan nya cukup terkenal dan sukses dibidang estate. tak sedikit yang mengetahui itu. sedangkan Evan sendiri memiliki nama lengkap Evan Erlando Putra, dia anak pertama dari dua bersaudara...


EVAN sendiri merupakan anak laki laki yang cukup tampan *tapi tak setampan gio ya Guys. memiliki tempramen yang cukup kasar, emosional. namun tak menutup kemungkinan dia juga punya sifat positif nya sendiri.


*kalo kalian nanya, kenapa EVAN memperlakukan Tasya kasar seperti cerita diatas... itu sebenarnya karena EVAN cemburu Guys. Evan sebenarnya jatuh hati pada Tasya sejak mereka masuk SMA, dia juga pernah mengutarakan perasaan nya itu pada Tasya. tapi Tasya yang memang anti pacaran itupun menolak perasaan EVAN.


namun penolakan Tasya itu tak membuat Evan goyah dengan perasaannya justru Evan malah semakin jatuh hati pada Tasya sampai sekarang.


"EVAN...." geram Tasya "LEPASIN GUE, SAKIT EVAN" Ucap nya lagi.


EVAN yang sangat emosi itu pun akhirnya tersadar atas apa yang sudah ia lakukan, ia melihat pergelangan tangan Tasya yang ia pegang itu sedikit membiru akibat pegangan tangannya yang kuat.


EVAN akhirnya melepaskan Tasya. dan meminta maaf....


"sya.... sorry gue gak bermaksud, gue.... barusan emosi.... sya maafin gue" ucapnya


"sya.... " lirih evan yang emosinya kini terganti rasa menyesal


"gue bilang minggir evan" ucap Tasya geram


evan yang melihat Tasya sudah emosi pun hanya diam, dia memberikan jalan pada Tasya, dia tak menahan nya lagi. saat tasya meninggalkan EVAN, Evan menatap tasya dengan sendu, ada rasa sesal dan sakit dalam hatinya karna telah bersikap kasar pada Tasya.


"hah.... brengsek" ucap EVAN pada dirinya sendiri sambil menatap tangannya.


Evan tak menyadari jika pertengkaran antara mereka dilihat oleh sepasang mata.... pemilik mata itu pun tampak kesal melihat EVAN dan Tasya. ia pun pergi dari sana.


-----------_----------------_--------------------------_-------_-------


sementara Zara dan hana yang sudah berada dilantik dengan makanan mereka terus melirik kearah pintu kantin menunggu seseorang ya siapa lagi kalau bukan Tasya.


"han.... si Tasya kemana? belum nongol nongol juga dari tadi..." ucap Zara pada hana


"Hmmm.... tau tuh, ketoilet aja nyampe seabad" jawab hana.


tak berselang lama orang yang mereka tunggu pun muncul dan menghampiri mereka.


"sya... kemana aja lo... kita nungguan nih dari tadi" ucap Zara agak kesal


"hehe sorry sorry ra, tadi abis dari toilet ada urusan dulu bentar" ucap Tasya ngeles, dia hanya gak mau bikin sahabat nya khawatir.


"tau gitu tadi kita makan duluan.... gak bakalan gue nungguan lu.... mana laper lagiii" ucap hana


"hehe ya sorry han... tok makan sekarang kan gue udah ada" ucap Tasya pada hana dan Zara.


saat tasya menyendok makananmu nya, tak sengaja Zara melihat peegelangan tasya yang membiru diapun bertanya.


"Sya.... Tangan lo kenapa memar gitu?" tanya Zara pada Tasya. hana yang mendengar pertanyaan Zara pada Tasya pun ikut melihat kearah peegelangan tasya.


"omg sya.... tangan lo kenapa..... sakit gak? " ucap hana juga.


"Hmmmm. gak papa ra, han... gue ok ko. ini cuma keseleo aja. udah lanjut makan lagi sana" ucap Tasya masih Ngeles.


"lo yakin sya? mau ke klinik dulu gak... buat cek tangan lo... entar gara gara itu lo kenapa napa lagi! " tutur zara khawatir.


"gak usah ra. gue fine fine aja ok. gk usah ke klinik"ucap tasya menolak

__ADS_1


"tapi sya.... " ucap hana terpotong


"gak papa han, belive Me ok!" jelas Tasya pada Zara dan hana. hana dan Zara hanya bisa pasrah tak memaksa Tasya lagi.


mereka pun melanjutkan memakan makanannya, namun seorang siswi menghampiri tasya dan......


Splashhhhhh....... dia menyiram tasya dengan air yang iya pegang


"akhhhhhhhh..... " pekik Tasya yang membuat para siswa dan siswi disekitarnya seketika melihat kearah nya.


"Hey, apa apaan lo gak sopan.... main nyiram orang sembarangan" teriak Zara yang tak terima tiba tiba Tasya di siram


"apa.... bukan urusan lo ya, ini urusan gue sama dia" tunjuk siswi itu pada Tasya.


"heh. yang lo siram itu sahabat gue, jelas ini jadi masalah gue juga" jelas Zara pada siswi itu. namun siswi itu hanya membelikan matanya pada Zara.


"lo.... "ucap Zara terpotong oleh hana dan Tasya yang coba menenangkan Zara.


"ra.. sabar... udah..... " ucap hana mencoba menenangkan Zara.


"ra tenang ra..... kenapa lo yang emosi... yang disiram kan gue" ucap Tasya pada Zara sambil menepuk bahu Zara pelan.


"sya.... gue emosi karna dia... gak ada angin gak ada hujan main siram aja. lo sahabat gue sya gue gak terima lo diginiin" terang Zara pada Tasya.


"iya ra, gue ngerti. makasih lo sama hana udah bela gue. tapi lo denger sendirikan dia bilang ini urusan dia sama gue... gue penasaran urusan yang dia bilang itu urusan apa" ucap Tasya pada Zara tak luput tasya menatap siswi yang menyiram dia.


"heh cewek gatel... gak usah pura pura gak tau deh lo......" ucap siswi itu pada tasya


"pura pura? gue beneran gak tau ya, lo ada urusan apaan sama gue sampe lo berani nyiram gue" tanya Tasya.


"heh masih pura pura lagi" ucap siswi itu


"lo cewek gatel, gak usah ngerasa sok cantik lo...... lo pikir gue gak tau lo ngegoda evan" ucapnya.


"what.... Evan? jadi lo nyiram gue karena Evan? gak ada otak ya emang lo". ucap Tasya dingin pada siswi itu


"mata lo yang mana yang ngeliat gue ngegoda EVAN hah? " sambungnya lagi.


"heh gue liat sendiri ya di depan toilet kalian berduaan" terang siswi itu.


"heh gue bilang ke elo ya.... gue gak pernah ngegoda Evan, ataupun suka sama dia karena dia bukan tipe gue. harusnya lo bilang ke dia sendiri buat jauhi gue" terang Tasya pada siswi itu.


"cih, jangan sok cantik. Evan gak mungkin gangguin lo kalo lo gak ngegoda dia cewek gatel" ucap siswi itu.


"terserah lo mau bilang apa.... karna gue yang jelas gak pernah sekalipun nge goda Evan, tapi EVAN sendiri yang ngedeketin gue" ucap Tasya.


"lo.... " ucap siswi itu terpotong oleh sebuah suara dari seseorang yang berteriak dan memanggilnya dan ternyata itu evan.


"AMEL....."panggil EVAN pada siswi itu yang ternyata bernama Amel. Evan menghampiri amel dengan tatapan tajam dan emosi.


amel merupakan teman sekelas EVAN yang menaruh hati pada EVAN semenjak amel mengenal Evan. menurut amel, EVAN sangat cocok dengan tipe cowok yang amel suka. hingga opini jatuh hati pada EVAN namun EVAN tak pernah menanggapi perasaan amel karna EVAN sudah terlebih dulu jatuh hati pada Tasya.


"apa yang udah lo lalui ke tasya amel" teriak EVAN. amel yang mendengar EVAN berteriak marah padanyamerasa ketakutan.


"ev.... EVAN...... aku.... gak lakuin apa apa ko.... cuma ngasih pelajaran sama cewek gatel ini" ucap amel


"berani beraninya lo amel" ucap evan


"kenapa.... EVAN....... aku lakuin ini karna aku sayang sama kamu.... kenapa kamu bela dia..... sejak lama aku udah suka sama kamu.... kenapa... kenapa kamu gak pernah peka sama perasaan ku.... sedangkan dia...... dia jelas jelas gak pernah ngehargain kamu yang sayang sama dia.... tapi kamu... kamu malah terus ngehargain dia" jelas amel pada EVAN.


EVAN yang mendengar perkataan amel sedikit tertegun. namun dia masih tak terima Tasya diperlakukan seperti itu oleh amel.


"gue suka sama siapapun itu hak gue. mau Tasya ngehargain perasaan gue atau enggak itu urusan gue bukan urusan lo" jawab EVAN pada amel.


sedangkan tasya dia hanya menyimak.


"EVAN...... aku tau aku salah... EVAN tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki ini.... aku... aku bener bener sayang sama kamu van..... tolong terima aku..... Tasya.... dia gak pernah meduliin kamu" tutur amel pada EVAN lagi.


"cukup mel.... gue bilang lepasin sekali lagi... orang yang gue suka itu Tasya... bukan lo.... jadi lebih baik lo minta maaf ke tasya sekarang " ucap EVAN pada amel


"gak... aku gak mau van" ucap amel


"AMEL" geram evan


"enggak EVAN" amel pun pergi Meninggalkan kantin yang masih riuh oleh siswa dan siswi yang sedang bergosip ria.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=////////// \=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


...BONUS VISUAL...


...



Evan Erlando Putra...

__ADS_1



Amel Chandra Trisna


__ADS_2