Istri Kecil CEO Muda Tampan Yang Menggemaskan

Istri Kecil CEO Muda Tampan Yang Menggemaskan
Ep. 04


__ADS_3

Gio yang masih terkejut hanya diam. setelah mendengarkan penjelasan dion tentang tasya. entah kenapa gio semakin tertarik dan ingin mengetahui lebih dalam tentang tasya.... apa iya benar benar sudah jatuh hati dengan tasya? dia masih ragu dan dilema dengan perasaan nya sendiri.


ada rasa ingin memiliki tapi juga takut kehilangan. ada apa sebenar nya dengan gio. dia tak pernah merasakan hal seperti ini sebelum nya. bahkan dengan mantan mantan pacarnya atau dengan teman perempuannya gio merasa biasa saja.


tapi entah kenapa saat bertemu tasya, Tasya bisa memporak porandakan perasaannya seperti ini.


"kakak membangun panti asuhan dan panti jompo itu dengan uang sendiri. uang yang iya dapat dari hadiah perlombaan tingkat nasional bahkan tingkat internasional" lanjut Dion memberi penjelasan.


gio yang keadaannya masih terkejut dengan penjelasan Dion yang pertama sekarang tambah terkejut lagi....


"kau lihat piagam bahkan sertifikat penghargaan kakak mencantumkan hadiah uang? kakak gak pernah membelanjakan uang uang yang iya dapat. justru uang itu ia tabung dan kumpulkan sampai bisa membangun 2 gedung itu" jelas Dion pada Gio.


gio dari penjelasan Dion yang pertama sampai sekarang masih terdiam. dia masih mencerna hal hal yang iya dengar tentang Tasya. gio melirik kearah Tasya yang tertidur...... "Tasya, kau benar benar gadis yang cantik.. bukan hanya cantik di rupa... tapi hatimu juga seperti malaikat. aku menyukai mu" batin Gio.


saat Gio dan Dion saling menatap tasya yang tertidur. Dion berkata


"kak, Dion bersyukur karena lahir menjadi adik kakak. kakak yang hebat dan berhati malaikat". ucapnya pelan.


"gue bahkan ngerasa bangga walau gak tau dari awalnya. tapi biar ngedenger cerita tentang Tasya dari lo ion. gue ikut ngerasa bangga sama tasya". ucap Gio pada Dion.


gio dan Dion saling melemparkan senyum. dan tak lama mereka berbalik hendak meninggalkan Tasya yang tidur. Tasya tidur damai sekali. bahkan suara ocehan dion dari awal tak mampu menggubris tidur damainya seorang Tasya.


*hahahahah Tasya Tasya benar benar kebo. author sampe bingung Tasya ngerasa panas gak ya kuping nya. dari tadi di omongin adek sama calon suaminya Hahahahaha.


gio dan Dion pun meninggalkan Tasya, mereka keluar dan tak lupa menutup pintu kamar Tasya kembali. saat pintu akan tertutup sempurna Gio melirik kedalaman menatap tasya sekali lagi sambil bergumam


"mimpi indah putri tidur". gumam nya.


saat hendak melangkahkan kaki kembali. langkah kaki Gio dan Dion terkadang oleh Alex, Arthur, dan Indah yang menghampiri nya.


"ya ampun Gio dari tadi mamih nyariin, ternyata masih disini. gimana calon mantu mami .... udah kamu pindahin? " tanya nya


gio, Alex, Dion, dan arthur pun terkejut mendengar ucapan indah tentang Tasya.


"mihhh apaan sih, jangan manggil Tasya sembarangan... gak enak sama om Alex." sanggah gio pada indah.


Alex yang mendengarkan hanya mengulum senyum. jika Alex pikir kembali mungkin perjodohan ini tak begitu buruk. dia bisa mempunyai menantu seperti gio, gio berusia 21 tahun seorang mahasiswa tapi mempunyai jabatan Ceo muda dia memegang perusahaan milik keluarganya twirdzik .... kejeniusannya setara dengan putri nya Tasya.


*twirdzik itu marga keluarga Gio ya Guys. sama halnya dengan marga keluarga Tasya, De-luna adalah marga keluarga Tasya.


mungkin alex benar benar harus membicarakan masalah perjodohan ini dengan tasya. mau di setujui atau tidak... yang penting dia sudah berbicara dengan tasya.


"kenapa? Alex saja tidak protes saat mamih memanggil tasya calon menantu.... tapi kamu... kamu yang malah protes. lagipula bukankah Tasya memang seorang menantu idaman.... sudah cantik, baik hati, pintar, mandiri lagi benar benar idaman". jelasnya pada Gio.


gio yang mendengarnya hanya diam. dia tak bisa berkata kata lagi. ucapan mami nya memang benar. indah yang tau bahwa putra nya tak bisa membalas perkataannya hanya tertawa kecil.


sedangkan Dion, Alex, dan Arthur, hanya menggelengkan kepala melihat perdebatan ibu dan anak itu.


"sudah sudah berhenti lah berdebat. hari sudah mulai sore.... kita harus pulang.... ayo kita pulang bukankah kita akan menjenguk oma kembali". ucap arthur pada Gio dan indah.


indah pun mengangguk, berbeda dengan gio yang merasa resah. entah kenapa Gio merasa tak rela meninggalkan Tasya. "sepertinya aku benar benar sudah menyukai tasya" batinnya.


arthur pun pamit untuk pulang dengan indah dan Gio pada Alex. sebelum keluar rumah arthur kembali mengingatkan alex tentang rencana perjodohan gio dan Tasya yang diangguki oleh Alex.


arthur, gio, dan indah pun segera masuk ke dalam mobil dengan posisi arthur yang mengemudi, indah duduk b di samping arthur, dan Gio duduk di kursi belakang.


arthur pun menyalakan mobil nya dan beranjak meninggalkan kediaman alex. Gio hanya menatap jendela kamar Tasya yang berada di lantai 2 sebelah kiri balkon. sebelum mobil yang ia kendarai pergi melewati gerbang.


dia benar benar merasa tidak rela pergi menjauh dari Tasya. meski ia pertama kali lagi bertemu tasya. Tasya yang tidak mengingat dia sekarang sedangkan gio masih mengingat Tasya saat kecil saat Tasya sering bermain olehnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=/////////////////\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tasya terbangun dari tidurnya saat dia mendengar suara pintu nya yang di ketuk.


"non.... non Tasya..... bangun non...." suara yang memanggil tasya ternyata bi Sri.


"Emmmh.... ya tuhan gue ketiduran". batin tasya.


"iya bi.... ini Tasya bangun ko.... " teriak nya lagi pada bi sri.

__ADS_1


bi Sri yang mendengar Tasya sudah bangun pun beranjak pergi meninggalkan kan kamar Tasya untuk kembali ke kegiatannya. karna bi Sri hanya disuruh Alex untuk membangunkan Tasya saja.


"ya ampun.... gue ketiduran.... eh yang lain kemana?? bentar.... gue ini dilamar kan?? siapa yang mindahin gue kesini? gue bukannya tadi lagi nemenin kak Gio sama Dion? ". gumam nya bingung pada dirinya sendiri.


Tasya pun beranjak dari kasur dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah beberapa menit berperang mulut dengan dirinya sendiri.


setelah selesai mandi, Tasya beranjak ke lemari dan membuka nya mengambil pakaian tidurnya yang berwarna pink bermotif beruang.


*loh kenapa pakaian tidur?? ya karna Tasya bangun saat akan menjelang malam setelah magrib.


dan setelah berpakaian dia menyisir dan mengeringkan rambutnya yang panjang dan masih basah. setelah selesai dia pun pergi meninggalkan kamar nya menuju ke lantai satu mencari keberadaan yang lain.


dia menuju ke ruang keluarga dan disana terdapat alex yang berputar dengan laptop nya sedangkan Dion yang asik dengan hp nya.


"ayah....... Dion....... om arthur, tante indah, sama kak Gio udah pulang?? " tanya nya pada Alex dan Dion sembari mendudukan dirinya di sofa.


"Hmmmmm, iya udah tadi sore." jawab alex


"dihh baru bangun ka, dasar kebo..." ledek dion pada tasya


Tasya yang mendengar ledakan Dion pun sedikit mengerucutkan bibirnya.


"Ihhh ya maaf, tadi tasya ketiduran jadi gak tau kalo kak Gio udah pulang." tutur tasya


"gimana mau tau, orang kak tasya tidur kayak kebo susah banget di bangunin" ledek dion lagi.


Tasya hanya diam sambil mengerucutkan bibirnya. Alex yang melihat itu pun hanya bisa mengulum senyum melihat ke dua anak nya itu.


"saking kebo nya bahkan ka Tasya gak tau kan kalo kak Gio sendiri yang mindahin ka Tasya ke kamar" tutur Dion lagi pada Tasya.


Tasya yang mendengar nya pun sontak terkejut.


"What?? really? jadi kak Gio yang mindahin tasya ke kamar yah? " tanya Tasya masih terkejut kepada ayah nya.


Alex pun menganggukan kepalanya tanda yang dikatakan Dion itu benar adanya. Tasya pun tambah terkejut dengan penuturan Alex tanpa sadar dia menutup mulut nya.


"omo.... ini memalukan...." tutur jerit Tasya sambil menangkap kedua pipinya.


Alex ingin membicarakan soal perjodohan dengan tasya saat ini, namun saat akan berbicara, ucapan alex terpotong oleh bi Sri.


"Tasya..... ayah... " ucap nya terpotong


"tuan, makan malam sudah siap" ucap bi Sri memotong perkataan Alex.


"hah... baiklah". ucap Alex pada bi Sri.


"ayah, apa yang ayah katakan barusan" tanya Tasya yang mendengar sekilas


"bukan apa apa. nanti saja setelah makan malam kita lanjut bicara lagi" terang alex pada Tasya.


mereka pun beranjak dari ruang keluarga menuju ruang makan untuk makan malam. setibanya mereka mengambil posisi duduk masing masing dan memulai makannya.


***************** skip*********************


mereka kini telah menyelesaikan makan malam. dan Alex pun memulai pembicaraan yang sempat terpotong tadi. mereka berkumpul kembali di ruang keluarga, ya mereka..... Tasya, Alex, dan Dion.


"Tasya......." panggilnya.


"iya ayah? ada apa?". ucap nya.


"Om Arthur ingin menjodohkan mu dengan Gio, bagaimana menurut mu? ". tanya nya to the point.


Tasya yang mendengar itupun terkejut dan terdiam beberapa saat.


"apa ayah bercanda? ini tidak lucu ayah" ucapnya


"apa menurut mu ayah sedang bercanda sekarang ini? ini bukan candaan Tasya. ayah serius. jadi bagaimana pendapat mu??". tanya nya lagi


"...... ayah.... kenapa harus aku? dan kenapa harus di dijodohkan? aku ingin tahu alasannya!!! ". terang tasya.

__ADS_1


Dion yang ikut mendengarkan percakapan ayah dan kakak nya itupun hanya diam saja. sesekali pandamgan nya tertuju pada 2 orang di depannya itu bergantian.


jujur saja dion pun ikut terkejut saat ayah nya bilang akan menjodohkan Tasya dengan Gio atas permintaan Arthur.


"ibu om arthur sakit keras Tasya, dia ingin melihat gio menikah... itu permintaan terakhirnya pada om Arthur. dan om arthur sebagai anak nya mengatakan permintaan ibu nya untuk memisahkan gio secepat mungkin". jelasnya pada Tasya.


Tasya hanya diam mendengarkan penjelasan Alex.


"dan hari ini, om arthur datang kesini itu untuk meminta bantuan ayah untuk mencarikan gio seorang istri.... tapi saat om arthur melihat mu... dia jadi ingin menikahkan mu dengan Gio.... om arthur meminta persetujuan dari ayah.... tapi ayah ingin meminta pendapat mu lebih dulu soal ini". jelasnya lagi pada Tasya.


Tasya yang mendengar nya pun hanya menghela nafas dan memijat keningnya. dia masih merasa terkejut dengan perjodohan ini.


"ayah..... aku takut.... aku belum siap jika harus menikah.... apalagi aku masih sekolah. jangan kan menikah, pacaran saja aku tidak pernah". ucapnya lagi.


"ayah tidak memaksa jika kamu tidak mau Tasya. biar nanti ayah akan berbicara pada om arthur jika kamu tidak mau untuk dinikahkan karena belum siap". ucapnya


"ayah... boleh aku bertanya?". ucapnya.


"tentu. apa yang mau kamu tanyakan? " ucap alex


"ayah, sebenarnya oma nya kak Gio sakit apa? sampai sampai meminta permintaan seperti itu?. tanya nya penasaran.


"hah.... ibu nya om arthur mengidap penyakit kanker stadium akhir, dan dokter sudah mendiagnosis hidupnya tak akan bertahan lama. karna itu mungkin ibu om arthur berpesan untuk melihat pernikahan cucu satu satunya itu.". jelas alex pada Tasya


Tasya yang mendengar penjelasan Alex pun terkejut dan menutup mulutnya dengan telapak tangannya. dia tidak menyangka jika sakit nya separah itu.


dia berperang dalam pikirannya.... apa dia harus membantu om Arthur?? apa dia harus menyetujui perjodohan itu? Tasya sangat bingung sekarang.


"dek.... " panggil Tasya pada Dion yang sedari tadi hanya menyimak.


"apa?" jawab Dion.


"bagaimana menurut mu? bantulah aku berpikir jangan hanya diam saja" ucapnya pada Dion.


"Hmmmm. kakak meminta pendapatku? " tanya nya pada Tasya.


"iya, bagaimana menurut mu, dan ayah juga bagaimana menurut ayah... aku sangat bingung..... aku ingin membantu tapi.... aku takut untuk dijodohkan... aku belum siap. " jelasnya pada Dion dan Alex.


Dion dan Alex saling menatap.


"kak. jika kamu meminta pendapat ku maka aku akan menyarankan mu untuk menerima perjodohan ini, bukannya kamu ingin membantu kak Gio? lagipula jika aku perhatikan.... kak Gio sepertinya menyukaimu!!" ucapnya.


"benar kan ayah??" sambung Dion pada Alex.


"ya, ayah juga menyarankan untuk menerima permintaan om Alex. karna sejujurnya ayah juga ingin membantu om arthur memenuhi permintaan ibu nya. karna bagai manapun juga ayah sudah lama berteman dengan om arthur dan bahkan ibunya pun sudah ayah anggap seperti ibu kandung ayah sendiri". jelas alex pada Tasya dan Dion.


Tasya yang mendengarkan hanya bisa merenungkan ucapan Dion dan Alex.


"ayah.... jika aku menerimanya apa akan baik baik saja? " tanya nya


"pasti baik Tasya, ayah akan selalu mendukung apapun keputusan mu". jawab alex


"iya aku pun juga sama". ucap Dion pada Tasya.


"ayah.... boleh kan aku memikirkan ini terlebih dahulu. apa om arthur ingin jawabannya sekarang? atau nanti? " tanya Tasya pada Alex dengan perasaan was was.


"tenang saja sya, om arthur akan kembali lagi minggu depan untuk meminta keputusannmu tentang perjodohan ini secara langsung dari kamu sendiri". jelasnya.


Tasya pun merasa sedikit lega karena tidak dituntut untuk menjawab perjodohan sekarang.


"ah syukurlah. kalau begitu". ucapnya.


sebenarnya Tasya agak tertarik dengan Gio, tapi dia malu untuk mengakui nya....


*cih sama sama tertarik, tapi pada ngumpet di kandang masing masing. dasar ABG.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=//////////////\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pov: kediaman twirdzik

__ADS_1


Gio yang baru saja menyelesaikan mandi nya, bergegas keluar dari kamar mandi mengenakan handuk dan setengah bertelanjang dada. ia menghampiri sebuah lemari dan membukanya. dia memilih pakaian santai nya.


__ADS_2