
Tasya kini sedang berada di kelasnya. yang di ikuti oleh 2 sahabat nya.
"sya..... lo gak papa kan? ". tanya Zara.
"iya sya.... lo gak papa kan ya..... lo kenapa ngebiarin si amel itu sih.... dia udah keterlaluan banget sama lo tau gak!!! ". ucap hana.
"gue gk papa Guys. cuma...... kalian bawa seragam cadangan gak.... gue gak bawa soalnya". tutur Tasya.
"gue juga gak bawa sya, sorry. eh lo bawa gak ra?". tanya Hana pada Zara.
"sorry sya.... gue juga gak bawa. Emmmh gimana kalo lo beli seragam nya di ruang koperasi siswa disana bukannya ada seragam ya!!!". saran Zara pada Tasya yang diangguki hana.
"Hmmmm bener juga. gue kesana dulu deh" tutur Tasya pada Zara dan hana.
baru saja Tasya akan melangkah tiba tiba terdengar bel pertanda pelajaran akan di mulai. Tasya pun mengurungkan niat nya untuk pergi membeli seragam.
"yah..... baru juga mau keluar udah bel aja". tutur tasya.
"Yahhh gimana dong. lo izin dulu aja Ntar pas ada guru. gue khawatir kalo lo gak ganti seragam lo Ntar masuk angin. itu seragam basah soalnya" ucap Zara khawatir yang di setujui oleh hana.
"Hmmmm" jawab Tasya singkat.
tak lama seorang guru perempuan pun memasuki kelas, yang membuat semua siswa yang tadi nya masih mengobrol kini hening.
"siang semua" ucap guru itu.
"siang bu" jawab murid.
"hari ini kita ulangan harian ya" ucap guru itu
"yah bu, ko ngedadak..... kita gak sempet belajar ini bu" celetuk salah satu siswa.
"no Komen ya. makanya kalo belajar itu jangan cuma pas ada ulangan aja Tio". ucap guru pada siswa tadi yang diketahui bernama Tio.
"ck. bu.... jangan sekarang dong bu Ihhh ibu mah kan cantik.... baik.... jangan sekarang ya bu... " jawab gio lagi menggoda.
"no no no. gak ada penolakan. sekarang kita mulai ulangan. ibu kasih waktu sejam buat kalian jawab soalnya ok". ucap guru itu tanpa ingin di bantah lagi.
"ck. iya bu iya". jawab Tio sambil memutar bola mata malas.
semua siswa pun mulai mengambil buku dan menyobekan kertas dari buku nya untuk digunakan menulis jawaban.
mereka pun segera menuliska nama mereka dalam selembar kertas dan di ikuti jawaban ulangan.
sudah setengah jam mereka berkutat dengan soal dan jawaban ulangan. mereka ngisi jawaban gak etis banget ya tuhan 🤠ada yang mengocok penghapus untuk mendapatkan jawaban, ada yang menghitung kancing, ada yang mencontek diam diam dari buku, sisanya masih banyak lagi *jangan ditiru ya anak anak.
Tasya pun yang sedang fokus mengerjakan soal tak menghiraukan kelakuan teman sekelasnya. saking fokus nya dengan ulangan dia bahkan lupa untuk izin mengganti seragam nya yang basah kini mulai mengering karna ter terpa angin AC yang dingin.
*penjelasan nya.... sekolah tasya merupakan salah satu sekolah elit yang memiliki fasilitas lengkap. memiliki beberapa gedung antaranya, gedung kantin, gedung untuk labolatorium, gedung untuk berbagai macam jenis olahraga, dan gedung untuk berbagai macam jenis ekstrakurikuler. setiap gedung pelajar disetiap kelasnya difasilitasi dengan 2 AC dan 1 buah unit televisi untuk guru menyampaikan materi jika guru itu sedang berhalangan untuk hadir.
1 jam telah berlalu para siswa kini sudah selesai mengerjakan ulangan nya. termasuk Tasya, Hana, dan Zara. tak lama setelah mereka menyelesaikan dan menyerahkan kertas jawaban nya terdengar suara bel tanda berakhirnya kelas.
semua siswa dan siswi GWM pun terlihat keluar dari kelasnya menuju kendaraan nya masing masing bersiap untuk pulang. tidak sedikit mereka yang membawa kendaraan mulai dari mobil mobil mewah sampai motor yang biasa saja ada di setiap parkiran yang terbilang luas.
begitu pun Tasya dkk segera keluar menuju parkiran disana sudah ada Dion dkk yang menunggu tasya. tak lupa Gio juga ada disana dengan Dion. What? tunggu, Gio? ngapain dia disini??
Tasya yang menghampiri Dion pun dengan raut wajah bingung melihat keberadaan Gio di samping Dion.... kehadiran Gio disana tak luput dari mata anak anak GWM membuat Tasya tak nyaman. ingin sekali Tasya mencolok mata mereka.
*POV BACK
Gio Kini Berada di kantin Kampus nya, dia baru saja selesai berkeliling kampus untuk mengenal lingkungan kampus baru nya. dia membeli makan siang nya dan segera memilih tempat duduk.
dia menemukan tempat duduk kosong yang berada di pojok kantin dekat pintu masuk. dia pun segera menempati tempat itu dan memakan makan siang nya.
saat Gio sedang menikmati makan siang nya datang 4 orang Mahasiswa menghampirinya.
"bro, boleh kita gabung disini" ucap 1 mahasiswa
"hmmmmm" jawab gio singkat sambil melirik kearah mereka.
mereka yang mendengar jawaban Gio sempat meringis canggung dan tak lama mereka pun duduk bersama Gio.
"btw, lo anak baru? " ucap salah satu mahasiswa barusan membuka percakapan agar tidak terasa canggung.
Gio melirik sekilas tanpa menghentikan makan nya "Hmmm, ya" jawab Gio dingin sambil menganggukan kepalanya sedikit.
"Ohhh. btw kenalin gue Putra, Putra Aditya" ucap mahasiswa yang bernama Putra.
"gue Langit Andra Wijaya" ucap mahasiswa yang bernama langit
"gue Rayyanza Aditama, dan ini adik kembar gue Revanza aditama" ucap mahasiswa yang bernama Tayangan sambil menunjuk mahasiswa di sampingnya.
Gio mengangguk " Gue Giovanio Arthuro" jawab.
"semoga kita bisa menjadi teman" ucap putra pada Gio.
Gio menganggukan kepalanya. Gio tak ingin menyebut marga nya karna ia tak ingin jika teman teman nya mengetahui jika dia salah satu anggota keluarga twirdzik. Gio tak ingin sampai teman teman nya mengetahui statusnya di keluarga twirdzik karna tak mau jika teman teman nya mendekati nya hanya karena Gio seorang anak milyarder.
setelah sesi perkenalan, tak ada yang bersuara lagi karena mereka tengah fokus pada makanan mereka. saat itu lah 2 orang gadis menghampiri mereka.
"hy.... boleh gabung gak?" ucap salah satu mahasiswi.
Gio, Putra, Langit, Ray dan Rey menoleh ke asal suara. dan berdiri lah 2 orang gadis yang sedang membawa nampak makanan.
"kenapa harus disini? masih banyak tuh kursi yang kosong" ucap putra.
"gue gak nanya sama lo put" jawab mahasiswi itu agak sinis.
sebelum putra menjawab perkataan mahasiswi itu. tanpa ba bi bu be no mahasiswi itu duduk di sebelah Gio di ikuti temannya.
Putra, Langit, Rey dan Ray yang sudah mengenal 2 mahasiswi itu hanya memutar bola malas tergambar dalam raut wajah mereka jika mereka tak suka dengan kehadiran 2 mahasiswi itu. termasuk Gio yang merasa Risih karena tanpa permisi 2 mahasiswi itu duduk di dekatnya.
"hy.... kamu anak baru yang tadi di kelas kan ya.... kenalin nama aku Jessica lim dan dia sahabat aku Rossa Adnan" ucap nya sambil mengulurkan tangan.
__ADS_1
tapi Gio tak merespon perkenalan nya atau pun menjabat tangannya. dan itu membuat Jessica merasa kesal namun tetap tersenyum. dia menarik kembali tangan nya yang terulur dengan perasaan canggung.
tak lama Gio pun berdiri dari duduk nya dan itu tak luput dari pandangan Jessica dan putra dkk.
"put, gue duluan ya" ucap Gio pada putra yang masih memakan makanan nya.
"eh, kamu mau kemana? " tanya Jessica namun tak dihiraukan oleh Gio. Jessica benar benar di buat kesal oleh tingkah Gio yang tak memandangnya atau pun meresponnya.
"Oh ok. sampai ketemu nanti gi" ucap putra dkk.
"hmmmmm" jawab gio dengan singkat padat dan jelas.
Jessica yang melihat kepergian Gio pun benar benar kesal. "berani berani nya di nyuekin gue" ucap Jessica.
"udah jess sabar" ucap Rossa pada Jessica.
"hufttt, untung ganteng" ucap Jessica lagi.
sedangkan putra dkk tak menghiraukan ocehan Jessica. setelah menyelesaikan makan putra dkk pun meninggalkan Jessica dan Rossa berdua.
Gio sekarang berada di parkiran menuju mobilnya. diapun memasuki mobil nya dan duduk di kursi kemudi. "cih, *****" umpat Gio sambil membuka jaket nya karena tadi Jessica menyentuh sedikit jaketnya dan itu membuat gio tak nyaman.
Gio tak suka bila ada wanita selain orang terdekat nya yang menyentuh nya. Maksud orang terdekat disini itu kayak
mamahnya, anggota keluarganya, emhhh pokok nya yang menurut dia berharga.
setelah Gio membuka jaket nya ia pun menurunkan kaca mobil nya bermaksud untuk membuat jaket karena kebetulan di sebelah tempat mobil nya parkir terdapat tempat sampah. tapi setelah Gio pikirkan akan sayang bila jaket nya ia buang begitu saja. ia pun melirik kekanan dan kekiri bermaksud mencari seseorang yang bisa ia berikan jalurnya.
setelah sekian lama mencari ia pun melihat seorang pria paruh baya yang sedang membersihkan parkiran. dia pun memanggil laki laki itu.
"pak, bapak" panggil Gio setengah berteriak pada pria paruh baya itu.
pria paruh baya yang merasa terpanggil pun melihat kesekeliling dan menemukan gio di dalam mobil yang sedang melambai lambaian tangan nya bermaksud menyuruh pria itu menghampirinya.
"eh, saya den" ucap pria paruh baya itu sambil menunjuk dirinya sendiri untuk memastikan.
gio pun menganggukan kepalanya, dan pria paruh baya itu pun menghampiri Gio.
"maaf ada apa den?" tanya pria paruh baya itu pada Gio.
"ini saya mau memberikan ini pada bapak" ucap Gio sambil menyerahkan satu buah paperbag yang berisi jalurnya tadi.
"aduh, apa ini den?" tanya nya sambil membuka paperbag untuk melihat isi nya. setelah mengetahui isinya pria paruh baya itu pun berkati
"aduh den ini jaket? masih bagus loh den, kok dikasih ke saya.... apalagi ini pasti jalurnya harganya mahal" ucap pria paruh baya itu
"gak papa pak. saya ikhlas ngasih bapak lagipula jaket itu sudah tak terpakai oleh saya. dari pada saya buang lebih baik saya kasih kan saja ke bapak. saya harap pemberian saya ini tidak menyinggung perasaan bapak dan dapat bapak terima" ucap gio menjelaskan.
"aduh den ini.... saya tidak akan tersinggung, justru saya sangat berterimakasih pada den karna sudah kasih saya ini.
lumayan untuk anak saya di rumah" ucap pria paruh baya itu.
"iya sama sama pak. semoga bermanfaat ya pak. kalu begitu saya pamit, permisi" ucap Gio.
gio membalas dengan menganggukan kepala, lalu menutup kaca mobilnya dan segera menjalankan mobil nya keluar dari parkiran dan kampusnya.
dia membuka pendeknya yang berada di tempat penyimpanan pendeknya di depan dasbor mobilnya, dia menekan nomor telpon yang bernama Alan dan melakukan panggilan telepon.
"hallo, alan, apa kegiatan saya hari ini dikantor" ucap Gio bertanya pada orang diseberang telepon setelah panggilannya terhubung.
"hari ini anda hanya punya 1 schedul tuan, yaitu meraung dengan tuan besar dan pemegang saham lainnya bermaksud memperkenalkan anda sebai CEO baru perusahaan" ucap alan di seberang telepon.
"Hmmm ok, saya sedang dalam perjalanan menuju kantor, kira kira 15 menit lagi saya sampai" ucap Gio pada alan.
"baik tuan muda" jawab alan yang di ikuti pemutusan telpon oleh Gio.
15 Menit kemudian.........
Gio sampai di parkiran perusahaan dan dia pun mengganti pakaian nya yang kayak dengan pakaian formal nya
...anggap aja ini Gio ya guys,...
dia pun keluar dari mobil menuju ruang meraung, disana sudah ada padanya dan anggota pemegang saham lainnya.
"selamat siang tuan tuan semuanya, maaf saya terlambat" ucap Gio saat sudah sampai di ruang meeting.
"tak apa nak, kami mengerti" ucap Arthur
baiklah kita mulai meeting nya.....
...Acara meeting SKIP...
meeting pun berakhir setelah 15 menit berjalan, Gio kini berada di ruang kerja CEO barunya. dia melihat jam di tangannya yang bermerek GOCCI menunjukan pukul 15.00.
dia mengingat Tasya dan dia pun bertanya tanya sedang apa Tasya sekarang? apa dia sudah pulang sekolah? saat sedang bergulat dalam pikiran. dia menyadari pendeknya berdering tertera di layar ponsel muncul notifikasi pesan.
dan yang mengirimi nya pesan adalah Dion
Â
.Dion.
Bang..... lagi sibuk gak?
^^^.Bang Gio.^^^
^^^nggak, ada apa??^^^
.Dion.
Mau Minta Tolong buat Nganterin Tasya balik.
__ADS_1
^^^.Bang Gio.^^^
^^^kenapa gak bareng sama lo?^^^
.Dion.
Gue gak bisa nemenin balik Tasya sekarang
ada urusan sama anak anak.
^^^.Bang Gio.^^^
^^^udah pada selesai kelasnya?^^^
^^^Tasya udah keluar?^^^
.Dion.
Iya udah. Tasya masih dikelasnya
bentar lagi keluar.
jadi gimana bang, bisa gak lu nganterin Tasya
balik?
^^^.Bang Gio.^^^
^^^Ok. Gue Otw kesana.^^^
.Dion.
Thank bang. Gue tunggu di sekolah.
Â
begitulah isi pesan nya Guys. Gio memanggil alan lewat Interkom kantor nya.
"al, apa ada jadwal lagi sekarang? " tanya Gio pada alan.
" tidak ada boss, jadwal anda hanya meeting saja dan telah selesai. untuk sekarang tak ada lagi jadwal anda" jelas alan pada Gio.
"Hmmm ok. kalu gitu saya pamit untuk pulang" ucap Gio.
"jika ada perubahan, hubungi saya" ucap Gio pada alan.
"Baik boss". jawab Alan pada Gio
Gio pun berjalan keluar dari kantornya di ikuti oleh Alan Yang Mengantarkan nya sampai lobi lantai 1 setelah sampai Gio pun keluar dari lobi menuju mobilnya dan meninggalkan alan yang memberikan bungkusan badan untuk menghormati boss nya itu.
jarak perusahaan Gio dengan sekolah tempat Tasya tidak terlalu jauh, kemungkinan 15 menit sampai. sama seperti jarak kampusnya ke perusahaan.
15 menit berlalu Gio kini sudah berada di sekolah Tasya, dia sedang berada di parkiran dengan Dion menunggu Tasya keluar sekolah. dan sekitar 5 menit terlihat Tasya yang berjalan ke arah nya.
Gio POV end.
Tasya POV.
Tasya menghampiri Gio dan Dion yang berada di parkiran. banyak siswa dan siswi menatap kagum 2 manusia itu. siapa tak kagum penampilan Gio dan Dion memang 11-12 sama sama tampan. Gio yang memakai pakaian kantoran yang formal terlihat sangat berwibawa, dan elegan. begitupun dengan Dion meskipun dia memakai seragam sekolah tapi tak meluncurkan ketampanannya terlihat campuran bad boy and Good boy dari Dion.
dan kehadiran Tasya antara mereka ber 2 menambah sempurna.
"akhhhhhhhh ya ampun, cowok yang di samping Dion ganteng banget" ucap seorang siswi
"Ahhhh Dion juga ganteng banget tuhan" ucap satu siswi lagi
"duh jodoh gue sempurna banget" ucap 1 siswi lagi
"kedatangan Tasya bikin tambah berdemage gak sih antara mereka? " tanya 1 siswi pada siswi lainnya
"iya lo bener, Duhhh jadi iri sama Tasya. apalah daya aku yang sebongkah upil ini" ucap siswi lainnya
begitulah perkataan siswi yang terdengar jelas oleh Tasya.
-----------------------------------------------------------------------
......BONUS VISUAL TEMAN GIO
Putra Aditya......
...
Langit Andra Wijaya...
...Rayyanza Aditama...
......Revanza Aditama
Jessica Lim......
...Rossa Adnan...
__ADS_1