Istri Kecil CEO Muda Tampan Yang Menggemaskan

Istri Kecil CEO Muda Tampan Yang Menggemaskan
Ep. 05


__ADS_3

Gio yang sudah berpakaian pun menghampiri ranjang nya dan duduk, tak lama dia berbaring telentang dengan posisi kaki menjuntai di sisi ranjang.


dia membuka layar ponsel nya... mengscroll setiap aplikasi yang ada di dalam nya. sampai ia tertuju pada aplikasi galeri foto dan membuka aplikasi tersebut. tak lama terlihat deretan foto, foto foto seorang gadis cantik *yaaaaa siapa lagi jika bukan potret seorang tasya🤭.


dia membuka satu persatu foto itu, "Tasya , ku kira aku tak akan pernah bisa bertemu dengan mu lagi" gumam nya. dia terus memperhatikan semua foto foto itu sampai perhatian nya teralihkan oleh ketukan pintu.


tok.... tok..... tok..... terdengar suara pintu di ketuk. dan sebuah panggilan mengiringi ketukan itu.


"den..... den Gio..... " terdengar suara perempuan memanggil gio


"ya? siapa? " tanya Gio sambil berdiri dan berjalan menghampiri pintu dan membukanya.


"ini bibi den" jawab perempuan itu. dan tak lama Gio pun membuka pintu kamarnya. dan terpampang lah seorang wanita separuh baya... kisaran 45 tahunan mungkin 🤔.


"ah, bi ayu.... ada apa bi?" tanya Gio pada perempuan itu.


yang ternyata seorang asisten rumah tangga lebih tepat nya kepala asisten rumah tangga dan pengasuh gio saat masih kecil.


"maaf den bibi ganggu, itu... den Gio di panggil sama tuan Arthur untuk makan malam bersama". tutur bi Ayu .


"ah, iya... nanti Gio menyusul.". tutur gio


"ya sudah kalau begitu den, bibi pamit dulu mau melanjutkan pekerjaan bibi. mari.... permisi den" ucapnya.


"iya bi mari... Silahkan" tutur nya sopan pada bi Ayu. bi ayu pun tersenyum dan melenggang pergi meninggalkan gio yang masih diam di depan pintu.


gio menghela nafas dan menutup pintu kamarnya, dia pergi menuruni tangga ke arah ruang makan. *kamar Gio berada di lantai 2 ya Guys


*visual kamar gio:



tak berselang lama gio pun tiba di ruang makan. disana sudah ada Arthur dan Indah yang menunggu gio.


"malam pih, mih" sapa nya


"malam sayang, ayo sini kita makan". ucap Indah pada Gio.


*guys, gio ini meskipun author nyantumin sifat nya yang dingin cuek tapi


dia adalah sosok laki laki yang hangat bila dengan orang orang yang iya anggap sangat sangat berarti contohnya keluarga nya dan mungkin termasuk calon keluarga kedua nya Wkwkwkwk😋


sedangkan Arthur hanya diam. mereka berdoa sebelum memulai makan dan setelah berdoa, mereka pun saling mengambil makanan satu persatu yang sudah tersedia di meja makan dan melahap nya.


tak ada yang bersuara saat mereka makan. *khusyu sekali ya. bagus patut di contoh. hanya dentingan sendok dan piring yang terdengar di ruangan itu.


"Gio, ada hal penting yang mau papih bicarakan sama kamu setelah selesai makan. jadi jangan dulu kemana mana! " ucapnya membuka suara setelah lama suasana hening.


sedangkan Indah hanya menatap Arthur dan Gio bergantian sambil melahap makanan nya.


"hal penting apa yang mau dibicarakan? " tanya Gio penasaran


sebelum Arthur menjawab pertanyaan Gio. Indah terlebih dahulu menyela.


"nanti sayang, setelah makan kita bicaranya kamu juga akan tahu. sekarang habiskan dulu makanan kalian" jelas indah pada Gio.


*scane makan nya kita skip ya.


kini mereka semua sudah menyelesaikan makan nya. dan mereka pun beranjak meninggalkan ruang makan menuju ruang keluarga. dan hendak membicarakan hal penting yang ingin di katakan Arthur pada Gio.


setelah sampai mereka pun duduk saling berhadapan.


"hal penting apa yang mau kalian bicarakan? " ucap nya penasaran.


"apa masalah tentang perusahaan? " sambung nya lagi.


"bukan itu" sanggah arthur.


"lantas apa? ".tanya Gio


"Gio..... bagaimana pendapat mu tentang Tasya? " tanya arthur pada Gio.


Gio yang di dilontarkan pertanyaan seperti itu hanya mengernyitkan dahi karena bingung.....


"bukannya ada masalah penting? kenapa sekarang papih menanyakan soal tasya?!" batinnya bingung.


"maksud papih apa? Tasya? kenapa tasya? " tanya Gio heran pada Arthur.


"jawab saja sayang, bagaimana pandangan mu terhadap Tasya?" tanya indah lagi.


Gio masih mengeryit heran.


"menuruti Tasya gadis yang baik. kenapa kalian menanyakan tasya pada ku? bukannya ada hal penting yang mau kalian katakan padaku.... kenapa sekarang malah membahas tasya" ucapnya panjang lebar.


Arthur dan Indah hanya tersenyum kecil sambil menatap Gio.


"Gio... apa kau tertarik dengan Tasya?? " tanya Indah to the point.

__ADS_1


Gio yang mendapatkan pertanyaan itu membelalakkan matanya dan terkejut. dia bingung harus menjawab apa.


"tidak.... biasa saja. kenapa mamih menanyakan itu" jawab nya agak dingin pada Indah. walau sebenarnya dia memang tertarik bahkan menyukai tasya hanya saja dia malu untuk berkata jujur pada Indah.


Indah yang mendengar pernyataan putranya hanya terdiam sambil memperhatikan Gio yang ada di depan nya. meski Gio berkata tidak tertarik... tapi Indah tau jika putranya itu berbohong.... karena terlihat dari raut wajahnya sekilas dia memerah saat indah menanyakan perihal gio tertarik pada Tasya.


seketika muncul di pikiran indah untuk menjahili Gio. Indah pun mengkode Arthur untuk ikut menjahili Gio yang dibalas tatapan datar dari Arthur.


Arthur memang diam saja sejak tadi karna indah lah yang terus nyerocos kepada Gio.


"Yahhh..... sayang sekali kan pih. mamih harus mengikhlaskan tasya.... padahal mamih sangat menyukai Tasya dan berharap Tasya menjadi mantu mamih....." ucap Indah pada Arthur sambil mengedipkan sebelah matanya.


Arthur yang melihat itu pun hanya tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya yang sedang menjahili Gio.


Dari awal Arthur memang diam. tapi walau begitu Arthur


terus memperhatikan Gio. bahkan saat Gio menjawab tidak tertarik pada Tasya, arthur juga tahu jika dia berbohong. *orang tua yang peka sekali ya readers, jadi pengen.


"maksud mamih apa?" tanya Gio pada indah


Sebelum indah menjawab, Arthur memotong nya...


"Gio, kamu tau kan dengan permintaan oma yang ingin melihat kamu menikah? " tanya Arthur pada Gio.


"iya, Gio tau, apa hubungannya sama tasya?" tanya Gio lagi


"papih mau jodohin kamu dengan Tasya, gio!" jelasnya pada Gio.


Gio yang mendengar itu terkejut.


"papih serius? papih gak bercandakan? " tanya Gio pada Arthur.


"papih serius Gio, apa kamu melihat papih bercanda? tidak kan.". jelas arthur pada Gio.


"tapi pih, Tasya masih sekolah? apa enggak papa kalau dia dijodohkan dan menikah secepat itu? " tanya Gio pada arthur.


"soal tasya masih sekolah itu bisa di urus, lagipula sebentar lagi dia lulus jadi tak masalah jika kalian menikah." jelas arthur pada Gio.


"dan papih juga sudah membicarakan hal ini dengan om Alex! " ucap nya lagi.


"apa pendapat om Alex tentang ini?" tanya Gio.


"Alex awalnya menolak, tapi setelah papih jelaskan alasannya karena oma. om Alex mencoba mempertimbangkan perjodohan ini dan mungkin sekarang alex pun sedang membahas nya dengan tasya" jelas arthur pada Gio.


"pih ini...... terlalu cepat Gio belum siap!" tuturnya pada arthur. sebelum arthur menjawab indah kembali menyela dan bahkan masihh menjahili gio yang diawal berbohong.


"terlalu cepat apanya. lagipula rencana perjodohan ini akan mamih dan papih batalkan! " ucap indah pada Gio.


"kenapa? " ucap Gio pada indah.


"Hey, bukannya kamu bilang tidak tertarik pada tasya? jadi untuk apa kami menjodohkan kamu dengan tasya jika kamu tak tertarik!" jawab Indah pada gio dengan sedikit menggoda.


indah sebenarnya tidak tega menjahili gio seperti ini tapi.... jiwa kejahilannya sedang kambuh. indah pun sekarang sebenarnya sedang mati matian menahan tawa melihat ekspresi gio.


"tidak, kenapa kalian main menjodohkan dan membatalkan perjodohan seenaknya. apa kalian meminta pendapat ku dulu atau tasya?" sanggah nya.


Sebenarnya saat Gio mendengar jika dia akan dijodohkan dengan tasya hati Gio merasa senang dan bahagia, dia tak menyangka jika orang tua nya akan menjodohkan Tasya dengan nya. walau alasannya karena oma nya. tapi dia masih merasa senang karena dengan begitu dia jadi bisa terus dekat dengan tasya.


tapi saat indah bilang akan membatalkan perjodohannya dan mengungkit gio tidak tertarik pada Tasya. gio sedikit kesal dan kecewa. dia tak mau sampai perjodohan ini benar benar di batalkan.


"kenapa harus meminta pendapat mu, bukannya tadi kamu bilang tidak tertarik? " ucap indah masih menahan tawa di hatinya melihat ekspresi Gio.


"siapa bilang, gio tertarik dengan tasya ok. kalian puas...... jadi jangan dulu mengungkit pembatalan perjodohan itu" ucap Gio tegas


arthur dan indah pun tersenyum dan saling memandang.


"baiklah baiklah, lagipula siapa yang ingin membatalkan perjodohan.... jika pun kamu mau atau tidak dengan perjodohan ini kami tetap akan menjodohkan kamu dengan tasya apapun yang terjadi". jelas indah pada Gio sedikit nada tertawa.


gio yang mendengar itu pun tersadar.... dia masuk kedalam perangkap indah soal perasaannya pada Tasya.


"kalian........ ah sudahlah" jeleous gio pada arthur dan indah.


sedangkan arthur dan indah hanya tertawa kecil melihat gio yang sedang kesal.


"jadi masalah penting nya sudah beres. intinya kamu menerima perjodohan ini. sekarang tinggal menunggu kabar dari Alex dan tasya" ucap arthur pada Gio.


"ya.... semoga saja Tasya mau menerima perjodohan ini ya pih! ". ucap indah berharap.


sedangkan gio hanya diam.


setelah pembicaraan selesai... gio pun pamit pada Arthur dan indah untuk kembali ke kamar. dia merasa cukup lelah setelah pembicaraan panjang tadi dengan arthur dan indah.


dia berbaring di ranjang nya yang berukuran king size sambil memainkan ponsel nya. saat membuka akun media sosialnya dia teringat dengan tasya.... dia kembali membuka galeri fotonya dan memperhatikan potret tasya..... dalam potret dia sangat cantik.....


›Pov memories


gio teringat saat dulu masih kecil dia sering bermain dengan tasya sebelum dia meninggalkan negara ini dan ikut orang tuanya.... saat itu Gio berusia 6 tahun dan Tasya 4 tahun.

__ADS_1


meskipun saat itu Gio dan Tasya masih kecil.... saat Gio akan pergi..... gio dan Tasya pernah membuat janji. *haiss sudah seperti orang dewasa aja kalian ini masih Bocil juga.


"kak Nio, " ucap tasya. *Nio adalah panggilan sayang Tasya pada Gio saat masih kecil guys


"Kak Nio, mau pelgi?.... kalau ka Nio pelgi,,, asya... main sama siapa?? " ucap Tasya sambil terisak.


gio yang memang 2 tahun lebih tua dari Tasya pun hanya bisa menenangkan Tasya yang terisak.


*author ko anak usia 4 tahun udah bisa ngomong kayak Tasya? author cuma mau bilang.... ini novel sayang apapun bisa terjadi Wkwkwkwk.


"Tasya.... jangan sedih.... kak Nio gak akan lama ko perginya.... nanti setelah kak Nio pulang kita bisa main sama sama lagi" ucap Gio pada tasya


"Tasya kan anak baik. lagipula kan ada Dion yang nemenin Tasya main selagi kak Nio pergi!" sambung gio lagi pada Tasya.


"tapi, asya mau main sama kak Nio! " ucap Tasya sembari menangis agak kencang.


gio yang mendengar Tasya menangis kencang pun panik dang bingung.


"Tasya.... dengerin kak Nio..... Tasya gak boleh nangis, nanti kak Nio ikut nangis loh..... " ucap Gio pada Tasya. Tasya yang mendengar itu pun terjebak dan mengendurkan tangisan nya walau masih terdengar isakannya.


"kak Nio jangan ikutan nangis, nanti jelek," ucapnya sambil mengerucutkan bibir.


gio yang melihat Tasya itu pun merasa gemas dan tersenyum.


"Tasya, Tasya mau kan nungguan kak Nio pulang? nanti setelah kak Nio pulang.... kita main sama sama lagi ok?? sama Dion juga!!! " ucapnya.


"iya, asya mau tunggui ka Nio pulang. kak Nio gak bohongkan mau ajak asya main nanti setelah pulang". ucap Tasya meyakinkan.


"iya. kak Nio janji". ucap Gio sambil menakutkan jari kelingking nya pada jari kelingking tasya yang menandakan perjanjian.


"asya sayang ka Nio. kak Nio jangan lama lama ya pelginya" ucapnya lagi pada Tasya.


"iya kak Nio juga sayang sama tasya". balas Gio pada Tasya.


tak berselang lama arthur dan indah pun menghampiri Gio.


"gio sayang, ayo kita berangkat.... pesawat nya udah mau terbang sayang" ucap indah.


"tante.... again kak Nio ya!! " ucap Tasya pada indah yang merasa gemas melihat tingkah tasya yang menitipkan gio pada nya.... padahal Gio itu putra indah tentu saja indah pasti akan menjaganya baik baik.


"tentu Tasya sayang. Tasya juga disini jaga diri baik baik ya. tante, om. dan kak Nio pasti akan rindu sekali sama tasya" ucap indah pada Tasya.


"sayang ayo berangkat, kita hampir terlambat". ucap arthur sambil menepuk pundak indah pelan.


"iya Pah sebentar" ucap indah pada arthur


"Tasya. om, tante, dan kak Nio pamit yah.... dah sayang.... tante sayang Tasya. lex kita pamit ya.... da Hey baby amal Dion tante pamit ya" ucap indah tak lupa pada Dion yang berada di gendongan alex.


"iya ndah, thur, dan Gio. hati hati. semoga sampai tujuan dengan selamat". ucap Alex pada arthur.


"iya tante. om. kak Nio.... dahhhh". ucap Tasya pada mereka yang perlahan lahan meninggalkan bandara. gio masih melirik Tasya yang mulai tak terlihat dan tak disadari dia menangis. indah yang melihat itupun mengusap punggung Gio dan memenangkannya.


›Pov back end


gio tersadar dari ingatannya. dia bertanya apa Tasya masih mengingat nya sekarang..... mengingat bahwa dia akan menunggu gio pulang......


sepertinya Tasya tak mengingat itu..... karna terbukti kemarin saat dia kembali menemui tasya di rumah nya dengan arthur dan indah.... Tasya tak menyapa nya bahkan Alex memperkenalkan Gio padanya bukan kan itu artinya Tasya tak mengingat mereka?.


dia memijat pelipisnya, dan dengan pemikiran yang masih agak kacau mengingat Tasya yang tak mengenalinya bahkan tak mengingatnya Gio perlahan lahan tekantuk kantuk dan tertidur dengan perasaan tak menentu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=!\=!////////////\=!\=!\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


di rumah Tasya....


Tasya kini tak bisa tidur karna masih mengingat pernyataan Alex tentang perjodohan antara dia dan Gio. Tasya masih tak percaya akan perjodohannya. dia masih bingung harus menerima atau menolak.


dia diserang rasa gelisah. karena..... apa Gio akan menerima nya jika Tasya mengatakan perjodohan ini atau Gio akan menolaknya. "Aku takut,tuhan tolong bantu aku untuk memutuskan" doa nya dalam hati.


jujur, Tasya sebenarnya bukan hanya takut gio menolak tapi dia juga takut gio meninggalkan nya lagi seperti dahulu..... ya jika ditanya apa Tasya mengingat gio atau tidak, tentu jawabannya iya... Tasya ingat semua, gio, indah, arthur, dia ingat semua..... dia bahkan ingat janji nya untuk menunggu gio pulang.....


dan saat kemarin Gio datang kerumahh nya dia sangat terkejut, tapi dia mencoba untuk menetralkan rasa terkejutnya. orang yang di tunggu tunggu nya selama beberapa tahun akhirnya kembali.... tapi ada sedikit rasa kecewa dihatinya..... dulu bukankah Gio bilang hanya pergi sebentar tapi saat tasya menunggu dari hari kehari, bulan ke bulan, tahun ke tahun tak ada tanda tanda gio akan pulang.


saat awal awal gio pergi, Tasya sering bertanya pada Alex kapan Gio, om arthur dan tante indah pulang, tapi Alex hanya menjawab sebentar lagi mereka akan pulang. sampai Tasya mulai merasa jenuh menanyakan dan mendengar jawaban yang dari waktu kewaktu selalu sama.


sampai diapun tak pernah bertanya lagi pada Alex, karena itu mungkin Alex menganggap Tasya sudah melupakan gio, indah. dan arthur. yang sebenarnya Tasya tak melupakan mereka, Tasya hanya kecewa saja....


dan kemarin saat Gio ada di hadapannya, rasa bahagia, senang, dan kecewa bercampur saat melihat gio..... kak Nio nya datang, orang yang ditunggu tunggunya ada dihadapannya.... tapi kenapa rasa kecewa dihatinya melihat gio lebih dominan dibandingkan rasa bahagia dan senangnya melihat gio. hingga iya pun berpura pura tak mengenali Gio bahkan arthur dan indah.


dia ingin tahu seperti apa reaksi Gio yang mengira Tasya sudah melupakan nya. dan Tasya cukup puas dengan rasa terkejut yang Gio pancarkan saat tasya bertanya pada Alex siapa mereka dan Alex memperkenalkan nya kembali.


tidak hanya gio, Tasya juga menangkap ekspresi terkejut indah dan arthur saat tasya bertanya pada Alex siapa mereka. tapi tak lama indah dan arthur segera menetralkan rasa terkejutnya digantikan ekspresi tersenyum. berbeda dengan gio yang diam dan berwajah datar dengan mata menyorot tajam pada Tasya.


×_*


"hah...... ini rumit..... apa aku harus menerimanya? tapi aku belum siap!!" gumam nya sambil membaringkan tubuhnya.


memikirkan itu membuat dia merasa ngantuk sekarang. dia memutuskan untuk tidur saja. dan memikirkan masalah perjodohan esok saja. lagipula mau tidak mau dia harus tidur sekarang, karena besok tasya harus kembali sekolah....

__ADS_1


"hah... besok hari senin bukan?... sangat membuat malas?" gunanya sambil memejamkan mata. dan perlahan diapun terlelap.


*tasya dan Gio ini bisa dibilang kekasih masa kecil Wkwkwkwk.


__ADS_2