Istri Kecil CEO Muda Tampan Yang Menggemaskan

Istri Kecil CEO Muda Tampan Yang Menggemaskan
Ep. 10


__ADS_3

Alex yang baru selesai mengerjakan dokumen kantornya pun menghampiri ke dua anak nya yang berada di ruang keluarga yang masih fokus pada ponsel masing masing.


tak berapa lama bi Sri menghampiri ke tiga majikannya untuk memberitahukan bahwa makan malam sudah siap. Alex, Dion, dan Tasya pun menghentikan kegiatan mereka dan langsung beralih ke ruang makan untuk makan malam.


seperti biasa dengan posisi Alex duduk di tengah dan di sisi kiri dan kanan ada Tasya dan Dion. mereka pun memakan makan malam dengan khidmat tanpa mengobrol. karena keluarga mereka masih menjunjung tinggi larangan makan sambil berbicara.


Alex, Tasya, dan Dion pun kini telah menyelesaikan makan malam nya dan beranjak kembali keruan keluarga dan mengobrol disana.


"Gimana sekolah Kalian?" tanya Alex membuka percakapan.


"baik ayah" ucap Tasya.


"not bad" ucap Dion juga.


"sya.... gimana soal perjodohan waktu itu. kamu sudah membuat keputusan?? " tanya Alex


"Hhhhmmmmmm.... sudah ayah" jawab Tasya.


"bagus. malam minggu nanti keluarga Gio akan makan malam bersama kita sambil membahas masalah perjodohan kamu sya" terang Alex.


"secepat itu ayah? apa keputusan ku itu akan diterima oleh mereka ayah? aku mendadak merasa takut" ucap Tasya sedangkan Dion hanya menyimak.


"Yahhh ayah akan mendukung setiap keputusan yang kamu buat sya. ikuti saja kata hatimu. ayah yakin mereka tak kan memaksakan kehendak jika memang kamu tidak mau" terang Alex kembali.


"Hmmmmm ya ayah aku berharap keputusan ku nanti tak akan mengganggu tali persahabatan ayah dan om Arthur" ucap Tasya berharap.


"hmmmmmmmm" jawab Alex.


setelah percakapan itu Tasya pamit untuk kembali ke kamar dan beristirahat, begitupun disusul oleh Dion dan Alex.


 


beberapa hari kemudian.


Jum'at, 16.30.


Tasya baru saja kembali dari sekolah setelah mampir sebentar ke toko kue milik nya. dia memasuki kamar dan menyimpan tas nya di atas meja belajar. dan dia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


dia keluar dari kamar mandi dan melangkah menuju lemari, ia berencana tidak kemana mana dan tidak melakukan apa apa jadi dia memutuskan memakai sweeter berukuran Over size yang mencapai paha dan mengenakan celana pendek sepaha untuk **********.



...contoh outfit Tasya...


namun sepertinya rencana nya untuk tidak melakukan apa apa harus gugur, karena Dion baru saja memberitahu jika Zara menunggu nya dibawah.


"tumben Zara kesini, ngapain" batin Tasya.


Tasya pun keluar dari kamar nya menuju keberadaan Zara diruang tamu.


"zara, ada apa tumben lo kesini!" tanya Tasya sambil duduk di seberang sofa tempat Zara.


"mau ngajak lo ke cafe nya Hana, dia butuh bantuan kita katanya" jelas Zara.


"emang si hana kenapa? " tanya Tasya lagi.


"tau tuh anak" jawab Zara sambil mengedikan bahunya.


"hah..... Yaudah tunggu bentar gue siap siap dulu" ucap Tasya yang diangguki Zara.


Tasya pun beranjak pergi kemar nya untuk bersiap siap, meninggalkan Zara sendiri yang menunggu di ruang tamu.


sesampainya di kamar, Tasya mencuci mukanya terlebih dahulu, setelah itu mengganti bajunya yang asalnya memakai sweeter dan celana pendek, kini ia berganti dengan memakai dress selutut, tak lupa ia menghias wajah nya dwngan makeup tipis dan sedikit menata rambut panjang nya yang ia pakaikan jepitan kecil. terlihat imut dan manis



visual outfit dress tasya.


setelah dirasa sempurna, ia pun kembali menemui Zara di ruang tamu kebetulan ayah nya pun sedang mengobrol dengan Zara. jadi ia bisa langsung meminta izin tanpa harus cape mencari keberadaan ayah nya.


"ayah".panggil Tasya sambil menghampiri Alex. alex dan Zara pun menoleh pada Tasya.


"ayah kapan pulang?" tanya Tasya.


"belum lama, baru saja" jawab Alex.


"Ohhh. ayah Tasya izin pergi sama Zara ya" ucap Tasya.


"kalian mau pergi kemana?". tanya Alex.


"ke kafe nya Hana ayah" jujur Tasya.


"baiklah ayah izinkan. jangan terlalu larut pulang nya sya" ucap Alex.


"siap ayah. makasih. Yuk ra" ucap Tasya pada Alex dan mengajak Zara untuk segera berangkat menuju kafe Hana.


"Ra, gue bareng lo ya. males bawa mobil gue " ucap Tasya pada Zara saat berada di depan rumah.


"iya, lagipula kalo lo bawa mobil terus ngapain gue dateng kesini sya" ucap Zara.


"eh, iya juga ya" ucap Tasya.


"ada ada aja" ucap Zara.


mereka pun memasuki mobil, dengan Zara yang mengemudi. mereka meninggalkan kediaman Tasya menuju kafe milik Hana. sepanjang perjalanan tak ada yang mengobrol, Zara fokus mengemudi sedangkan Tasya polis pada handphone nya.


perjalanan ke kafe Hana memakan waktu setengah jam. kini mereka telah sampai di kafe milik Hana. Tasya dan Zara pun keluar dari mobil setelah mobil terparkir. mereka masuk kedalam kafe disana mereka di sambut oleh Hana yang sudah menunggu nya sedari tadi.


"akhirnya kalian dateng juga. udah gue tungguin dari tadi juga" ucap Hana.


"sorry, nih gara gara Bocil lama" ucap Zara menunjuk Tasya.


"kok gue" ucap Tasya cengo.


"udah udah malah salah salahan lagi. gue minta kalian kesini itu buat bantuan gue, bukan buat adu bacot apalagi baku hantam" terang Hana.


"lo mau kita bantuan apa" tanya Zara.


"wait Guys, btw kita gak duduk dulu nih? pecel gue dari tadi berdiri mulu" celetuk Tasya.


hana yang baru peka pun mengajak mereka duduk di ruangan khusus Hana.


"so... gini Guys. gue butuh bantuan kalian buat bikin ide rencana lamaran nanti" tutur Hana.


"maksud lo? lo mau lamaran han? ko kita baru tau!!" ucap Zara menebak


"parah lo, masa ngasih tau nya mendadak" ucap Tasya so tau lagi.


"heh... bukan gue yang mau lamaran!!! " jelas hana.


"Lahhh terus siapa?" tanya Zara.


"pelanggan gue" tutur Hana.


"maksud lo? kita masih gak ngerti loh han" tutur tasya.


"ya ampun kalian ini lila tau gak.... jadi gini Zara sayang Tasya sayang..... tadi siang itu ada pelanggan gue yang minta gue buat bantu dia ngasih momen lamaran yang terkesan buat cewek nya" jelas Hana pada Tasya dan Zara.


"terus? " ucap Zara.


"nah gue terima dong gue sanggupin permintaan dia. tapi yang gue sesalkan gue gak tau harus bikin konsep apa buat bikin momen lamarannya dia.... makanya gue nyuruh kalian kesini buat bantu gue mikir" jelas Hana agak frustasi


"pelanggan lo ada disini sekarang?? " tanya Tasya.


"ada. dia lagi nunggu cewek nya 1 jaman lagi cewek nya kesini" terang Hana.


"panggil dia kesini" titah Tasya. Hana pun memanggil pelanggan nya itu.

__ADS_1


"HI, lo yang mau bikin acara lamaran itu? " tanya Tasya


"iya, gimana apa bisa? " tanya cowok pelanggan hana


"bisa, btw nama lo siapa?" tanya Tasya.


"fatir" jawab cowok pelanggan yang bernama fatir.


"ok fatir, gue ada rencana buat bikin momen lamaran lo. tapi sebelum nya ada beberapa hal yang perlu gue tau tentang cewek lo yang mau lo lamar" ucap Tasya, sedangkan Zara dan Hana hanya menyimak.


"apa kesukaan cewek lo? " tanya Tasya pada fatir.


"cewek gue suka bunga, bunga mawar, lalu dia suka idol korea "


"Hmmm idol?? siapa?" tanya Tasya.


"bts, lebih tepatnya dia suka member bernama jimin" terang fatir.


"ok gue tau apa yang harus gue lakuin" ucap Tasya.


"ini rencana nya, karena waktunya mepet kita bagi tugas.


pertama kita bikin kue lamaran, eh btw lo udah bawa cincin buat Ngelamar nya kan? " tanya Tasya pada fatir.


"iya gue bawa" jawab fatir


"bagus, cincin nya lo kasih ke gue. karena nanti itu cincin bakal gue taruh di atas kue yang udah gue buat. tapi pertama setelah cewek lo dateng lo bawa cewek lo ke meja yang yang udah kita siapin khusus buat lo. nanti gue bakal nyanyi salah satu lagu idol favorit cewek lo yang judul nya with you lo tau lagu itu kan? tanya Tasya pada fatir.


"ya gue tau, cewek gue sering dengerin itu kalo lagi bareng gue, sampe gue pun hapal lirik nya". terang fatir.


"bagus, gue bakal nyanyi lagu itu. saat lirik terakhir nanti gue kasih kode ke lo dan lo harus ikut nyanyi dan setelah lo selesai nyanyi lo harus berlutut di depan cewek lo.... nah pas momen lo berlutut hana bakal nyorot lo pake Floodlight *Lampu sorot* saat itu lo ungkapin perasaan lo ke cewek lo. dan tugas lain kalian Han, Zar... kalian stay di belakang ceweknya dia dengan membawa kue yang udah kita siapin dan buket bunga mawar, kalian paham dengan penjelasan rencana gue?? tanya tasya pada fatir, Zara dan Hana.


mereka bertiga pun mengangguk paham dengan penjelasan Tasya.


"Good, kalau gitu kita mulai sekarang" ucap Tasya.


mereka pun membubarkan diri, Tasya yang berkutat dengan bahan dan alat membuat kue, hana dan Zara merangkai buket bunga, dan fatir yang menunggu ceweknya datang.


setengah rencana yang di susun Tasya pun telah berjalan.


Tasya kini telah selesai membuat kue begitu pun Zara dan Hana yang telah selesai merangkai buket mawar.



...visual kue yang dibuat Tasya, anggap aja diatas nya ada cincin



...


...visual buket yang dirangkai Zara dan Hana...


Begitupun dengan Arif, kekasih nya yang akan ia lamar kini sudah datang, Arif pun menjemput kekasihnya di depan cafe lalu membawanya masuk ke dalam, mereka pun duduk di tempat yang di rencanakan tadi.


Tasya yang melihat itu kembali beraksi. iya berdiri di sebuah podium atau panggung yang lumayan besar yang di sediakan Hana untuk musisi kafe.


Tasya menyapa semua pelanggan Hana, dan bernyanyi.


"hallo selamat malam semua" ucap nya menyapa pengunjung kafe memakai mic.


"selamat malam" jawab semua pengunjung.


"gimana kabar kalian malam in? baik baik saja kah? " tanya nya sambil sedikit tersenyum.


"ya, kami baik" jawab semua pengunjung.


"syukurlah kalau begitu" ucap Tasya.


"Malam ini merupakan malam yang istimewa untuk salah satu teman kita yang berada disini. dia ingin berbagi momen yang istimewa bersama kita, apa kalian ingin bergabung untuk menyaksikan momen tersebut? " ucap Tasya pada pengunjung.


pengunjung cafe pun merasa penasaran akan apa yang akan terjadi dengan maksud Tasya mereka saling memutar pandangan tapi tak menemukan yang spesial.


"baiklah, tapi sebelum itu aku akan mempersembahkan sebuah lagu untuk memulai, aku harap kalian menyukainya " ucap Tasya.


Tasya kini berada di depan sebuah piano, ia meletakan mic yang tadi iya pegang ke tempat mic. dan ia menyetel nada nada piano setelah mendapat nada yang iya inginkan ia pun memulai memainkan setiap nada yang mengalun.


setiap nada yang dimainkan Tasya sangat indah itu seperti mampu menyihir setiap telinga yang mendengar kannya. setelah Intro nada selesai Tasya pun menyanyi dengan sangat merdu mengcover lagu solo anggota idol favorit kekasih arif dan termasuk favoritnya juga.


******


I wanna be with you


And I wanna stay with you


Just like the stars shining bright


You're glowing once more


Right here beside you


I'm still walking wherever you go


You will live forever in me


Breathing deeply, within me


Just take it all


I'm nothing without your love


I promise I'll never leave your love


My heart is beating 'cause of you


Forever and ever and ever


Only you can take my heart


Dear my love, love, love


I wanna stay with you


추억은 늘 여기 마음이란 방에


너와의 얘기들로 가득 차 있어


언제부터였는지 나도 잘 모르지만


너에게 말하고 싶어 나의 모든 얘기를


"buat yang tau lagunya bisa kita nyanyi sama sama ya" ucap tasya.


Just take it all


I'm nothing without your love


I promise I'll never leave your love


My heart is beating 'cause of you


Forever and ever and ever


Only you can take my heart


Dear my love, love, love


I wanna stay

__ADS_1


Tasya memberikan kode pada arif lewat matanya, arif pun mengerti, ia ikut bernyanyi menyanyikan akhir lirik dan berdiri lalu berlutut di depan kekasih nya.


Tore my heart, now I'm in the dark


Will we meet in our dreams?


Breaking my heart, here, we are apart


I wanna stay near you.


*********


saat arif berlutut lampu cafe pun mati membuat suasana di dalam cafe riuh dan gelap, sedetik kemudian lampu sorot menyala hanya menyorot ke meja arif, kekasih arif pun kaget dan tertegun ia menutup mulutnya menggunakan telapak tangan. arif mengungkapkan perasaan nya untuk melamar di iringi zara dan hana yang membawa kue serta cincin dan buket mawar.


"Sayang....... aku ingin melamar mu malam ini, maaf mungkin kejutan ini tidak seperti keinginan mu tapi percayalah akan keinginan aku yang sangat tulus ini untuk menjadikan mu bagian hidupku" ucap arif yang dibalas rasa haru kekasihnya


"sayang, Will You Marry Me?". tanya arif pada kekasih nya.


kekasih nya pun terharu sampai menitikkan air mata, ia tak menyangka jika ia akan dilamar oleh sang kekasih. pengunjung yang lain pun merasa terharu dan iri apa lagi bagi pengunjung wanita.


mereka pun bersorak meminta sang wanita menerima lamaran arif.


"Terima... Terima.... terima...... terima" sorak semua pengunjung


sang wanita kekasih arif pun membuka mulut nya dan mengangguk menerima lamaran arif.


"Yes, I will" jawab nya. jawaban itu seketika menuai tepuk tangan para pengunjung dan arif pun tersenyum lebar dan memeluk kekasihnya. ia pun mengambil dan memasangkan cincin yang ada di atas kue ke jari manis kekasih nya.


Tasya menghampiri pasangan yang sedang berbahagia itu dan memberikan ucapan selamat begitupun Zara dan Hana.


"Selamat ya, semoga hubungan kalian langgeng sampai kakek nenek" ucap Tasya.


"selamat ya" ucap Zara di ikuti juga dengan Hana.


"Thank ya, ini berkat kalian juga yang udah bantu gue buat bikin momen ini jadi lancar" ucap arif lagi.


"sama sama" ucap Tasya, Hana, dan Zara. mereka pun pamit meninggalkan pasangan itu.


kini Zara, Hana, dan Tasya berada di ruang privat Hana.


"Hah akhirnya selesai juga... deg deg An banget gue takut rencana nya gagal" ucap Hana.


"Hmmmmm sama, dia yang dilamar gue yang baper" ucap Zara menimpali


"tapi dari pada itu gue lebih suka pas bagian lo nyanyi sya, Ahhhh suara lo lembut banget bikin gue terpesona" ucap hana penuh drama yang diangguki setuju oleh Zara.


"lebay lo, Biasa aja kali suara gue mah" ucap Tasya.


"cih merendah untuk meninggi" ucap Hana


"kalo suara lo yang segitu bagus nya lo anggap biasa aja, terus apa kabar sama suara gue yang cempreng ke begini" ucap Hana agak sinis.


"tau deh" ucap Tasya mengedikan bahunya.


mereka bertiga masih mengobrol dan bercanda, Tasya melihat jam di tangannya menunjukan pukul 20.00.


"Zar lo mau balik sekarang? " tanya Tasya


"kenapa sya? baru juga jam 8 udah mau balik lagi aja lo" ucap Hana yang diangguki Zara.


"Boring gue, mau maraton nonton drakor " jawab Tasya.


"Dihhh dasar bucinnya drakor" ucap hana ketus sambil memutar bola matanya malas.


"ehhh sya, liat sana" ucap Hana


"kenapa? ada apaan emang" tanya Tasya


"gue ko kayak liat my bubu Langit ya" ucap Hana sambil mendekati kaca jendela yang menghubungkan ruang privat Hana dengan tempat bartender cafe.


"eh ada cowok yang waktu itu antar jemput lo sekolah juga sya" ucap Hana lagi setelah menyaksikan


Tasya Zara yang penasaran pun mendekati Hana dan melihat kearah meja yang di tunjuk Hana. Dan benar saja disana ada Langit, Putra, sikembar Ray dan Rev, Gio, dan dua orang cewek.


Tasya yang melihat Gio diapit Cewek pun merasa kesal.


"gue nyium aroma ulat bulu" batin Tasya.


Tasya pun mengalihkan badan dan mengambil tas nya berniat meninggalkan ruangan itu namun langkah terhenti saat Hana memanggilnya.


"Sya, lo mau kemana? " tanya Hana.


"mempertahankan masa depan gue" ucap Tasya sambil melanjutkan langkah nya.


"hah? maksud lo? " tanya Hana lagi tak mengerti.


Tasya tak menggubris rasa penasaran Hana dan Zara yang kini Memandangnya keluar.


"eh sya, tungguin gue. gue ikut" ucap Hana yang di susul Zara.


Tasya terus melangkahkan kakinya sami di depan tempat Gio.


"Kak Nio" panggil Tasya setelah sampai di tempat Gio.


Gio yang merasa ada yang memanggilnya pun menoleh ke arah sumber suara. tampaklah seorang gadis cantik berdiri di depannya. sekejap Gio merasa terpesona melihat penampilan Tasya dan itu tak luput dari pandangan Jessica.


"beneran kak Nio ternyata, aku kira bukan" ucap nya tersenyum sambil melirik ke samping Gio yang ternyata ada Jessica, Tasya pun mengerutkan keningnya.


Gio yang mengerti menelan salivanya, entah kenapa ia merasa seperti seorang suami yang kepergok selingkuh oleh sang istri.


"Btw, boleh gabung gak?" tanya Tasya.


"boleh duduk aja sya" bukan Gio yang menjawab tapi langit.


"eh kalian juga disini, kalian kenal kak Ni... ehmmm maksud gue Gio" tanya Tasya sambil mendudukan dirinya di samping si kembar.


"ehmmm kita satu Univ dan satu bidang kuliah" ucap putra.


"ohhh" ucap Tasya.


"sya, main pergi aja lo gak nungguan kita" ucap Hana yang baru datang dengan Zara.


"eh sorry" ucap Tasya sambil nyengir kuda.


"Ah my bubu, kirain aku salah saat tadi ternyata beneran my bubu langit" pekik Hana sambil nyelonong mendudukan dirinya di samping langit.


"sitrat berisik Na, iya ini aku" ucap langit pada Hana.


"kangen tau my bubu" ucap Hana.


"lebay lo" ucap Zara yang kini telah duduk di samping putra dan Tasya berbarengan.


"cih sirik aja lo jomblo, makanya cari cowok kalian biar bisa ikutan bucin kayak gue, noh bang putra sama si kembar tinggal pilih mereka masih jomblo" ucap Hana sambil memutar bola matanya sinis.


Zara dan Tasya memutar bola mata malas.


"gue? sama bang putra? yang kutu buku!!! gak ya Ntar gue terus di selingkuhin sama buku" tutur Zara sedangkan putra tak terima di katai kutu buku.


"heh nga dong, emang gue juga mau gitu sama lo yang tomboy ke gini ogah Ntar gue kena jotos melulu" ucap putra pada Zara.


"heh udah malah berantem, Ntar kalian jodoh loh" ucap Tasya.


"OGAH" ucap Zara dan putra berbarengan, setelah itu saling menatap dan ya setelah itu saling melempar muka.


"noh kan liat udah berbarengan begitu, tinggal di halaman aja" ucap Tasya menggoda.


"Gak" ucap mereka berbarengan lagi

__ADS_1


Tasya pun tertawa melihat tingkah putra dan Zara.


__ADS_2