
"Sorry, lama nunggu ya? barusan gue piket dulu soalnya" ucap Tasya meminta maaf pada Dion and... Gio mungkin🤔
"it's ok ka" jawab Dion.
"Hmmm, eh kak Nio kok ada disini? " tanya Tasya pada Gio. bukan Gio yang menjawab melainkan Dion.
"gue yang minta ka Nio kesini kak! " ucap Dion.
"hah kenapa?" tanya Tasya.
"ya... buat nganterin lu balik lah, apalagi" jelas Dion.
"hah... ko gitu, ko lu ngerepotin ka Gio sih Ion," ucap Tasya pada Dion.
"ya kan lu gak bawa mobil kak terus lo balik mau naik apa?" ucap Dion.
"gue kan bisa pesen Ojol Ion" terang Tasya.
"eh iya juga ya" gumam Dion.
"gak papa lah kak, biar bang Gio yang nganterin lo, tanggung.. soalnya gue udah minta tolong dan bang gio juga udah ada disini" jelas Dion sembari menggaruk lehernya yang tak gatal.
"heh, kak Nio sorry jadi ngerepotin" ucap Tasya pada Gio.
"Gak papa sya, no problem." ucap Gio.
setelah perdebatan antara Tasya dan Dion selesai, Tasya pun memutuskan untuk pulang dengan diantar Gio.
Tasya pun pamit untuk pulang pada Zara dan Hana yang berdiri di belakang nya, tepat nya di dekat mobil nya masing masing.
"Zara, Han, gue balik duluan ya! " ucap Tasya pada Zara dan Hana.
"Ok. TTDJ sya" ucap Hana.
"hah apaan tuh" beo Tasya.
"Hati-Hati Di Jalan sya, kudet diamah ihhh" ucap hana.
"Hehehe sorry sorry, Yaudah.... bye zar, bye han" pamit Tasya sambil melambaikan tangannya. dan beralih mendekati Gio.
"Yuk kak pulang" ucap Tasya yang tak disadari Tasya menggenggam tangan Gio sambil berjalan ke arah mobil Gio yang terparkir. Gio Ngeblush dong Guys.
saat sampai di mobil Tasya baru menyadari jika sedari tadi dia menggandeng tangan Gio. dia pun melepaskan dengan canggung dan segera masuk kedalaman mobil.
Tasya melihat kearah Dion yang masih bersandar pada mobil teman nya bersama teman teman nya.
"Ion lo gak balik? " ucap Tasya pada Dion.
"gak kak. gue gak balik sekarang. ada urusan sama anak anak" ucap Dion pada Tasya.
"Ohhh ok. jangan malem malem pulang nya" ucap Tasya.
"heh, jagain adek gue ya. jan ampe lecet loh. kalo sampe lecet gue pakein dress ama dandanin lo pada kayak barbie" ucap Tasya pada teman teman Gio sambil menunjuk mereka semua.
mereka yang mendengar itu meringis sedangkan Dion dan Gio hanya mengulum senyum.
"iya siap boss, gue jamin gak akan lecet" ucap salah satu teman Dion.
Tasya dan Gio pun melajukan mobilnya meninggalkan area sekolah, begitupun dengan Dion dkk. saat dalam perjalanan tak ada yang bersuara Gio yang fokus mengemudi dan Tasya yang fokus pada ponsel nya.
setelah bosan bermain ponsel dia pun mengedarkan pandangan nya ke luar mobil, terlihat jelas gedung gedung pencakar langit berjejer. dia mengedarkan pandangan lagi kearah Gio dan menelisik penampilan Gio yang baru ia sadari memakai pakaian formal.
"kak Nio! " panggil Tasya. setelah lama tak bersuara.
Gio yang mendengar Tasya memanggilnya pun melirik Tasya.
"kenapa sya? " jawab gio.
"kak Nio abis dari kantor?" tanya Tasya lagi.
"Hmmm iya. kenapa? " jawab Gio.
"gak papa, kak Nio lebih ganteng aja kalo pake pakaian formal kayak gini" ucap Tasya.
Gio yang mendengar Tasya memujinya pun melirik Tasya dan tersenyum.
"kamu gombal sya" ucap Gio.
"No kak, itu fakta" jawab Tasya.
"Hmmm makasih pujiannya " ucap Gio sambil mengacak pucuk kepala Tasya tanpa mengalihkan pandangan dari depan.
"yak.... jangan di acakin rambutnya" ucap Tasya. dia pun merapihkan kembali rambutnya setelah Gio melepaskan tangan nya dari pucuk kepalanya sambil memanyunkan bibirnya sedikit.
"kak, mampir dulu ke Supermarket yang di depan" ucap Tasya.
"Hmmm mau ngapain?" tanya Gio
"mau berenang, " jawab Tasya.
"hah serius? " tanya Gio lagi.
"ya enggak lah, kenapa sih pertanyaan kakak absurd banget. ke supermarket kan mau belanja kak ya kali berenang di Supermarket yang ada disangka gila ntar" ucap Tasya tak habis pikir.
"hehe bercanda sya" ucap Gio sambil mengacak rambut Tasya kembali.
"yak.... dibilangin jangan acakin rambut aku kak" ucap Tasya kesal pada Gio.
setelah melihat supermarket yang dimaksud Tasya. Gio pun meninggikan mobil nya dan mencari tempat parkir.
__ADS_1
"kakak mau nunggu disini atau ikut aku kedalam?? " tanya Tasya pada Gio.
"ikut aja, sekalian kakak mau beli minum" jawab gio.
"Ohhh ok, ayok" ucap Tasya.
merekapun turun dari mobil dan memasuki supermarket, Tasya membawa trolly dan berjalan menghampiri rak rak makanan, minuman, dan bahan bahan pokok lainnya. sedangkan Gio hanya mengekor Tasya seperti anak itik.
tak terasa trolly yang tadi nya kosong sekarang sudah terisi penuh dengan aneka snack dan minuman.
"eh udah penuh trolly nya kak, kayak nya ada yang kurang deh tapi apa ya?" tanya nya sambil mencoba berpikir.
"masih mau ngambil lagi? ini udah penuh loh sya!" tutur gio sambil mengangkat sebelah alisnya.
"eh Hehehe Yaudah sih cukup deh kalo gitu. aku ke kasir dulu!" ucap Tasya sambil melangkah. sedangkan Gio hanya bisa menggelengkan kepalanya dan seketika menyusul Tasya ke kasir.
kasir pun menghitung total belanjaan Tasya.
"ada lagi kak? " tanya sang kasir pria pada Tasya.
"Hmmm apa ya?". bingung Tasya. dia pun melirik ke arah Gio yang memegang 1 botol minuman. dia pun mengambil minuman itu. dan menyodorkan nya ke kasir.
"sama ini kak 1" ucap nya.
"ada lagi? " tanya sang kasir lagi.
"Emmm udah itu aja" jawab Tasya.
"total nya Rp.550.000 ribu kak". ucap sang kasir.
Tasya pun mengambil dompet dari Tas nya dan mengeluarkan uang berwarna merah dengan nilai Rp. 100.000 lima lembar dan uang berwarna biru dengan nilai Rp. 50.000 1 lembar.
"baik. uang nya pas ya kak, terimakasih " ucap kasir tersebut sambil menyodorkan 2 kantong belanjaan Tasya yang di terima oleh Tasya.
"sama sama kak" ucap Tasya.
Tasya dan Gio pun keluar dari supermarket menuju mobil nya yang terparkir di depan. mereka masuk ke dalam mobil dan menaruh kantong belanjaan itu di belakang kursi penumpang.
Tasya menyodorkan 1 botol minuman yang tadi di pegang Gio untuk di bayar kekasir..
"berapa sya? biar uang yang tadi kakak ganti" ucap Gio sambil menerima botol minuman itu.
"eh, gak usah kak. gak papa. gak usah diganti. anggap aja itu sebagai ucapan terimakasih aku karena kakak udah mau nganterin aku sama nemenin aku" ucap Tasya pada Gio.
"tapi maaf cuma itu yang Tasya kasih, lain kali Tasya traktir kakak deh" ucap nya lagi.
"Hmmmm ok. kakak tunggu traktiran nya" ucap Gio sambil tersenyum.
Gio pun menjalankan mobil nya kembali. saat setengah perjalanan tasya menyuruh gio untuk meminggirkan mobilnya. karna iya melihat anak jalanan di lampu merah.
Tasya memusingkan mata nya menelisik salah satu anak jalanan yang terlihat sedang mengamen diantara mobil mobil yang berhenti di sana karena lampu berwarna merah.
"lif...... alif..... " teriak Tasya.
anak yang merasa terpanggil pun mengedarkan pandangan nya mencari orang yang memanggil nya. setelah berhasil menemukan orang yang dimaksud. dia pun setengah berlari menghampiri Tasya.
"wah, ka Tasya.... kirain alif siapa...... ada apa ka? " tanya alif pada Tasya.
"nih kakak bawain snack buat kamu sama temen temen kamu" ucap Tasya sambil menyodorkan 1 kantong belanjaan yang tadi.
"wah, makasih.... ini.... beneran buat alif" tanya nya lagi memastikan.
"iya dong. itu semua buat alif. bagi bagi juga sama temen nya yah" tutur Tasya lagi.
"iya pasti kak. makasih kak. kakak baik banget sama alif sama temen temen juga" tutur alif.
"sama sama. itu rezeki nya alif sama temen temen alif yang tuhan tutup ke kakak. karena alif sama temen temen alif udah jadi anak yang baik". ucap Tasya.
"hehehehe iya. sekali lagi makasih ya kak" ucap alif.
"iya alif bawel. sana ajak temen temen buat makan nya. alif belum makan kan itu di dalam sana itu ada roti juga buat ganjal perut kalian". tutur Tasya.
"iya kak" jawab alif.
"Yaudah kamu sama temen temen yang lain hati hati disini. kakak pamit pulang dulu. dahhhhhhhh" ucap Tasya pamit pada alif.
"iya kak dahhh, hati hati kak". ucap alif sambil membalas lambaian tangan Tasya.
Gio pun melajukan kembali mobilnya meninggalkan alif yang masih berdiri di trotoar. sedangkan Tasya sedang menatap alif yang sedang memakan snack yang iya berikan bersama teman teman nya lewat kaca spion mobil.
"kamu kenal anak jalanan itu sya? " tanya Gio setelah lama terdiam.
"emmmhhh iya" jawab Tasya.
"kamu sering ngasih mereka snack atau makanan semacam nya kemereka? " tanya nya lagi.
"enggak bisa dibilang sering juga sih kak. tapi kadang aku suka kasih mereka" jelas Tasya.
"kenapa?" tanya Gio.
"kenapa apanya? " tanya Tasya balik pada Gio.
"kenapa kamu mau bantu mereka?" tanya Gio.
"ngebantu sesama kan gak harus ada alasan nya kak"jawab Tasya.
"Hmmmm iya juga sih. salut kakak sama kamu, tak hanya cantik di rupa, tapi hatipun sama cabulnya seperti bidadari" ucap Gio.
"hahaha, kakak muji aku? emang kakak tau rupa bidadari kayak gimana? ". tanya Tasya diselingi tawa.
__ADS_1
"bukan muji, tapi ngehujat" ucap Gio pura pura sinis. "tau, seperti kamu " lanjutnya lagi.
"hahaha makasih kalau gitu pujiannya" ucap Tasya.
mobil pun kembali hening. Tasya merogoh kantong belanjaan nya dan mengambil satu cup ice cream rasa cookies and cream dan membuka nya.
"Hmmmmm panas gini enak makan ice cream" ucap nya sambil memakaikan satu sendok ice cream ke mulutnya.
Gio pun melirik Tasya yang menurutnya lucu ketika dia memakan ice cream nya. Tasya yang sadar jika Gio memperhatikannya pun menatap Gio.
"kak Gio kenapa curi curi pandang ke arah aku?" tanya Tasya.
"hah siapa? kamu percaya diri sekali" elak Gio.
"Hih, gak ngaji lagi" ucap Tasya.
"kalo kakak mau ice cream tinggal bilang kak gak usah curi curi pandang kayak gitu" ucap Tasya.
"eng.... nggak. kamu ini sotoy" ucap Gio masih mengelak.
"Hih, nih aaaaa buka mulutnya aku suapin!!!". ucap Tasya sambil menyodorkan ice cream ke dekat mulut Gio.
"enggak.... enggak usah sya... buat kamu aja" ucap Gio.
"kenapa? kakak gk suka ice cream.... padahal enak loh" ucap Tasya.
"suka.... tapi gak usah itu buat kamu aja" ucap Gio lagi.
"Yaudah kalo emang suka, nih cobaan satu suap aja kak" ucap nya lagi pada Gio.
"gak usah sya" ucap Gio lagi.
tanpa mereka sadari di depan jalan sana terdapat lubang dan mobil yang di jalan kan Gio pun menginjak lubang yang menyebabkan mobil yang mereka kendarai sedikit bergetar menyebabkan ice cream yang Tasya sodorkan terjatuh ke pakaian Gio tepat diatas perut.
Tasya yang menyadari pun langsung merasa bersalah dan mengambil tisu dari dalam tas sekolah nya untuk mengelak ice cream yang terjatuh di pakaian Gio.
"uh, ma... maaf kak. Tasya gak sengaja" ucap Tasya sambil mengambil tisu.
"gak papa sya. " ucap Gio.
"gak papa gimana, pakaian ka Gio kotor gara gara aku" ucap Tasya merasa bersalah
"gak papa sya kalian ini cuma baju. dirumah aku punya banyak" tutur Gio.
"cih sombong. sini aku bersihin dulu" ucap Tasya. sambil mencondongkan tubuhnya dan membersihkan ice yang ada di pakaian Gio.
posisi Tasya sekarang jika dilihat bisa menimbulkan kesalahpahaman netizen, tapi untung saja kaca mobil Gio jika dilihat dari luar kedalam itu tak akan terlihat jelas. jadi Gio merasa lega.
*author gak tau istilah nama lainnya dari kaca mobil yang kalo dilihat dari luar kedalam gak keliatan apa apa, sedangkan dari dalam keluar itu keliatan jelas banget. anak otomotif atau yang punya mobil mungkin tahu ya istilah itu.
Gio dapat mencium aroma strawberry dari rambut Tasya, karna Tasya saat ini setengah membungkuk.
"aroma yang manis" batin Gio.
Tasya yang sadar akan posisinya pun, mendongak membuat wajahnya dekat dengan gio.... mungkin hanya 1inci lagi jarak antara wajah Gio dan Tasya.
beberapa detik mereka saling menatap dengan posisi itu dengan wajah memerah bak kepiting rebus dan jantung yang memompa lebih cepat.
Gio dan Tasya saat menyadari itu pun langsung memalingkan wajahnya.
"uh sekali lagi maaf ya kak" ucap Tasya canggung atas apa yang barusan terjadi
" gak papa sya" jawab gio lagi.
mereka pun tetap melanjutkan perjalanan nya.
mobil Gio memasuki pekarangan rumah Tasya. ya setelah perjalanan yang dirasa sangat panjang dan penuh drama, padahal jarak sekolah dan rumah Tasya hanya 1/2 jam tapi tadi Tasya merasakan seperti berjam jam. mereka pun sampai dimension Tasya.
"kak mau mampir dulu? " ucap Tasya menawarkan.
"Emmmh nggak dulu deh sya. kakak mau langsung pulang aja" ucap gio.
"emmmhhh Yaudah. makasih kak udah nganterin pulang dan maaf sekali lagi udah ngerepotin" ucap Tasya.
"iya sama sama. kakak duluan ya. sampai ketemu lagi sya".
"iya... dah... hati hati kak." ucap Tasya sambil melambaikan tangan kepada Gio yang perlahan lahan keluar dan meninggalkan mansion Tasya.
setelah Gio tak terlihat lagi. Tasya pun memasuki mansion nya. dan bertemu dengan bi Sri.
"Bi tolong simpan snack snack ini ke kulkas ya... Tasya mau mandi dulu gerah" ucap Tasya.
"siap atuh non" ucap bi Sri sambil menerima 1 kantong belanjaan Tasya.
"makasih bi" ucap Tasya.
"sama sama non" jawab bi Sri.
Tasya pun melanjutkan langkah nya menuju kamar. setelah sampai ia melegakan tasnya di meja belajar, dan beranjak mengambil handuk lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
beberapa saat kemudian Tasya keluar dari kamar mandi berjalan menuju lemari dan mengambil piyama tidurnya. karna waktu menunjukan pukul 18.00. dan sebentar lagi dia akan makan malam.
diapun turun kebawah dan melihat dion berada di ruang keluarga sendiri.
"baru balik lo" tanya Tasya.
"iya" jawab Dion singkat.
Tasya pun membalas dengan manggut manggut saja setelah itu Tasya fokus pada ponselnya.
__ADS_1