Istri Kriteria Mami

Istri Kriteria Mami
lamunan nakal sinta


__ADS_3

ku ajak semuanya makan makanan yang sudah di masak tiba-tiba Adrian menggebrak meja


"apa-apaan ini kenapa makanan nya seperti ini mbok kenapa tak ada rendang,steak atau yang enak lainnya kenapa cuma ada daging ayam bumbu kecap?" tanya nya marah


"maaf mas tadi aku belanjanya hanya ini saja mbok memasak apa yang ada saja,jangan salahin si mbok,kalau mau marah sama aku saja mas!" jawab ku


ku tau Adrian sedang berakting mempermasalahkan apa saja agar bisa keluar dari rumah itu lalu pulang bersama intan!.


"oh jadi kamu, kenapa kamu cuma belanja itu bukankah tadi sudah ku bilang mami papi mau datang kenapa cuma ada makanan seperti ini?" teriaknya


"mas aku belum tahu kesukaan mami sama papi,lagipula ini pun semuanya enak kok mami dan papi pasti kangen masakan Indonesia jadi menurutku ini tak masalah, benarkan mih, pih" tanyaku meminta pembelaan


"iya ga apa apa-apa kelihatanya enak juga nih, makan saja yuk" kata mami menenangkan Adrian


"aaaaahhh selera ku sudah hilang aku mau mandi saja karena malam ini ada pesta temanku, kamu sinta ga usah ikut, aku berangkat sama intan saja dan kemungkinan ga pulang karena mau langsung pergi ke Bandung ada proyek yang harus di survey besok pagi nya,jadi jangan tunggu aku pulang ok!" katanya sambil berlalu ke kamar namun mami tahan


"Adrian mami tidak pernah ngajarin kamu seperti ini lalu kenapa kamu jadi begini kenapa kamu kasar dan kamu acuh kan istri mu?" tanya mami


"aku nikahin dia karena kriteria mami ada di dia semua


1.dia apa adanya(ga bisa dandan)


2.dia patuh( nurut aja suruh apa juga)


3.ga suka pakai sepatu hak tinggi


4.dia hemat alias ngirit


mami lihat penampilan dia dari kepala sampai kaki nggak banget mih, aku perjelas aku nikahin dia karena mami aja bukan karena aku cinta sama dia!


pamerin tuh mantu kriteria mami ke orang!! kini dia benar-benar pergi ke kamar!


"oh my God kenapa dia jadi seperti itu dosa apa aku, ya Allah" tangis mami pun pecah


"sudah mih ga usah nangis mungkin mas Adrian sedang ada masalah di kantornya sampai dia uring-uringan ga jelas gitu,mending mami makan dulu yah" kata ku menenangkan mami


papi hanya memperhatikan saja namun terlihat ia pun kecewa melihat anak nya seperti ini


"apa setiap hari kamu di perlakukan seperti ini?" tanya mami


"tidak kok mih biasa nya mas Adrian baik, kalem, ga banyak ngomong hanya saja sekarang mungkin dia sedang tertekan saja!" jawab ku


"apa tidak sebaiknya kamu temui dulu Adrian nak"kata mami

__ADS_1


terlihat raut wajahnya yang khawatir


"aku coba tersenyum dan tetap tenang mas Adrian sedang emosi mih kalau aku banyak bicara akan semakin marah mih,kita makan saja dulu nanti aku akan coba bicara sama mas Adrian" jawabku


akhirnya mami papi pun makan


"sinta, mami gak tenang kalau Adrian belum ada di sini makan pun rasanya gak enak,tolong bujuk Adrian dulu yah" mami meminta


"baiklah mami tunggu yah aku temui mas Adrian dulu" jawab ku


Akupun pergi ke kamar kupikir Adrian sudah selesai mandi ternyata dia masih rebahan!


"mas ku pikir kamu sudah selesai mandi nya,kasihan mami sama papi khawatir sama kamu,mereka baru saja datang kangen sama kamu kenapa kamu menjauh dari mereka?" tanyaku


Adrian pun duduk dan memintaku duduk di samping nya


"aku serba salah sin aku kangen sama mami papi tapi intan menyuruhku seperti ini agar aku bisa pulang ke rumahnya,maaf yah tadi aku gak maksud bentak kamu" ucapnya membelai kepala ku


"iya ga apa-apa aku ngerti tapi kamu jangan sakiti hati orang tua mu dong jauh-jauh mereka datang ke sini demi kamu,masa sikap mu seperti ini, mami sama papi belum makan padahal aku tahu mereka lapar dan masakan mbok enak mereka akan makan dengan lahap jika ada kamu di sana" bujuk ku


"aku sudah menenangkan mami,aku bilang mungkin kamu sedang ada masalah di kantor jadi kamu uring-uringan setelah mandi kamu akan lebih segar dan lebih tenang kata ku menenangkan mami tadi" penjelasan ku


Adrian masih terdiam


"aku sebenarnya bosan sin di setir terus sama intan,aku sayang sama dia tapi lama kelamaan dia malah seenak nya sendiri tanpa mikirin hati dan keinginan ku! aku harus bagaimana sin?" tanya nya


"ok"


"jika kamu sakit apa orang tua mu akan merawat mu??"


"pasti"


"kalau intan bagaimana jika kamu sakit apa dia merawat mu?"


"tidak waktu aku sakit dia malah marah-marah dan mengganggap ku beban untuk nya" jawab nya


"jika misalkan kamu bangkrut apa orang tua mu masih akan menerima mu sebagai anak dan membantu mu?"


"iya,pastinya" jawab nya


"kalau intan bagaimana apa dia tetap akan setia jika kamu bangkrut?"


"seperti nya tidak,dia tipe kalau di kasih uang baru baik kalau belum aku kasih dia marah-marah terus apa saja yang kulakukan selalu salah"jawab nya

__ADS_1


"dari situ seharusnya kamu tahu jawaban nya dan seharusnya kamu bisa ambil keputusan,kamu itu pria harus punya pendirian" ucap ku


Adrian terdiam


"sudah mendingan sekarang kamu mandi giih mami nungguin kamu kasihan tauuu!" perintah ku


Adrian pun berdiri dan masuk kamar mandi


Aku sediakan baju ganti untuk Adrian kemeja putih, celana hitam dan jas hitam tak lupa dalaman nya juga!


"sin apa kamu masih di sini" kepala Adrian nongol keluar pintu kamar mandi


"iya kenapa gitu" tanya ku


"tolong ambilkan handuk ku dong aku lupa membawa nya" pintanya


segera ku ambil handuk di lemari ku berikan pada Adrian handuk yang hanya bisa menutupi bagian pinggul ke bawah sedangkan dari perut dan dada nya terlihat kotak-kotak dengan bulu di dada nya seperti sedang menonton film orang barat begitu sisfek


"astagfirullah,ku usap wajahku dan ku sadarkan dari pikiran ku yang sudah mengarah ke sana


"hello,hello Sinta hello,kamu sedang memikirkan apa" tanya Adrian tangan nya melambai depan wajah ku mencoba menyadarkan kan ku namun karena tak kunjung sadar hingga Adrian menggoyang bahu ku menyadarkan ku dari lamunan nakal ku


"Astagfirullah ada apa dengan ku" ucap ku sambil mengusap wajahku


"astagfirullah astagfirullah astagfirullah terus ku ucap istighfar berulang-ulang


"maaf tadi aku melamun" jawab ku


"kamu sedang melamun apa sih kok kayanya enak banget" kata Adrian sambil tersenyum lebar seperti meledek ku


"apaan sih emang tadi aku ngapain" tanyaku sambil ku dekati Adrian Yaang semakin tertawa


"ya sudah yu makan" kata ku


"kok kamu sediakan baju jazz ini kan malam"tanya Adrian


"bukan kah kamu bilang mau kepesta, aku sering nonton sinetron orang kaya kalau mau ke pesta pakaian nya seperti itu"jawab ku


"ah kamu ini udah tau itu cuma pura-pura saja agar aku bisa pulang ke rumah intan" jawab Adrian


"tapi tetap saja mami sama papi tau nya kamu mau ke pesta" kata ku


" udah lah cepat pakai baju nya nanti kamu nyusul yah!" pinta ku

__ADS_1


"iya nanti aku ke sana" jawab nya


*bersambung***


__ADS_2