
"bisa di batalkan tidak yah mbak saya ambil merk yang lain saja, sayang uang segitu dapat hp saja bisa beli motor tuh" kataku
"tak bisa teteh barang yang sudah di beli tak bisa di kembalikan ataupun di tukar" jawab petugasnya
" ya sudah lah kalau begitu,bungkuuuus" ucap ku
"jangan di jual yah sin ini kenang-kenangan dari bagja" kata sari
"iya sebenarnya sayang sih tapi ga apa-apa ah gretong ini" ucap ku
"tadi dari intan 5 jt yah,terus dari dara berapa?" tanya sari
"sepertinya 6 juta an deh" jawab ku
"mau dapat uang lebih geude gak teh?" muncul suara dari belakang!
dan ku tengok ternyata itu intan
"kamu yang maksudnya apa nih"
"teh mau gak pura-pura jadi istri Ardian selama sebulan ini aja" kata intan yang berhasil membuat ku dan sari ternganga
"kamu udah bosan sama bule kaya itu Tan?" kata sari
"Enak aja ya nggak lah,justru aku ga mau kehilangan dia" jawab intan ngegas
" lah ga mau kehilangan kok nyuruh Sinta jadi istri sewaan gimana sih kok aku ga ngerti yah" tanya sari kebingungan
"aku pun bingung gagal faham nih, bisa di perjelas gakk maksud nya gimana?" tanyaku yang juga bingung
" beli hp nya sudah belum?? kalau sudah ayo ngobrol nya di tempat lain di kontrakan ku lebih nyaman apalagi anak kalian pada tidur tuh emang gak pegal gendong dari tadi?" jawab intan
"iya pegel juga sih,dan hp nya juga sepertinya sudah selesai tapi sebentar yah, mbak di sini bisa service hp juga ga sih??" tanya ku berbalik ke petugas counter
"bisa teteh di sana ada khusus service" jawab petugas counter sambil menunjuk ke suatu arah di gedung itu.
"iyaa sudah saya ke sana dulu yah ini sudah selesai bukan?" tanyaku lagi
"Sudah teteh,ini barangnya semoga awet yaht, terima kasih teteh" ucap petugasnya
"iya sama-sama" jawab ku
aku berjalan ke arah yang di tunjukan petugas itu.
"permisi, pak bisa perbaiki hp ini gak" tanyaku sambil menyerahkan hp ku yang rusak tadi
"sebentar saya cek dulu yah" jawab bapak itu
tak berselang lama bapak itupun langsung berkata
"ouh ini bisa di perbaiki ko tapi mungkin ada yang harus di ganti"
" kira-kira berapa yah" tanya ku
"kurang lebih 300 an" jawab bapak itu
__ADS_1
"lama ga pak?" tanyaku lagi
"sekitar 2 jam-an kebetulan tidak ngantri jadi akan saya kerjakan sekarang juga" jawabnya
" kalau saya tinggal dulu boleh, saya ada urusan dulu nanti saya ambil lagi" tanya ku lagi
"mangga" jawab nya
*mangga di sini artinya silahkan yah bukan buah mangga!!!
aku pun kembali menghampiri intan dan sari "yah sudah ayo mau bicara di mana??" tanyaku
"Ayo ke kontrakan ku aja gak jauh dari sini kok," ajak intan
"ayo aku sudah pengen selonjoran nih dari tadi pegel juga gendong anak bawa motor pula" jawab sari
"ayo motor nya titip di sini aja kita ke sana nya naik mobil ku aja nanti kalau mau pulang baru aku anterin ke sini untuk bawa hp dan motor nya gimana, biar nyaman juga anak teteh nya! kata intan
"iya benar juga ya sudah ayo berangkat" ajak ku
terus kita masuk ke mobil putih yang berada di pinggir jalan ternyata Ardian ada dalam mobil itu!
Sesampainya di rumah kontrakan intan ku baring kan anakku berdekatan dengan anaknya sari di kamar yang sudah di sediakan intan!
Setelah itu aku dan sari kembali menemui intan dan Ardian yang berada di ruang tengah rumah tersebut!
"begini teh Sinta seperti yang sudah aku ceritakan tadi, orang tua Ardian tak merestui hubungan kami, mami ingin punya menantu yang jangan terlalu menor, jangan pake high heels,yang irit, yang nurut, yang mau berusaha sendiri jangan bergantung sama Ardian" terang intan
"kalau menurut ku ini konyol kamu nyuruh Sinta jadi istri pura-pura Ardian itu sama saja kamu memberikan Ardian ke Sinta,kamu ga tau yah Sinta ini sang penakluk walaupun tampilan nya apa ada nya tapi banyak yang klepek-klepek sama dia,apalagi kalau dia sudah di dandani kamu lewat lah" ucap sari menjelaskan
"apaan sih SAR sang penakluk apanya, klepek-klepek emangnya burung di kelepek" jawab ku
"bayaran nya berapa" tanyaku
20 JT sampai mami pulang lagi ke Singapura" jawab intan
"waw,,tapi aku ga bisa bahasa Inggris" jawabku
"ga apa-apa mami sebenarnya orang Indonesia dan nikah sama papi yang orang Amerika tapi sedang bekerja di Singapura papi pun mengerti bahasa Indonesia namun sulit untuk mengucapkan" jelas intan
"Aku harus izin dulu ke suami ku" jawabku
"nanti aku anterin pulang atau suruh suami teteh ke sini biar sekalian aku jelaskan" jawab intan
" boleh bawa anak ga" tanyaku lagi
" sebaik nya jangan bawa teh aku takut nanti ke bongkar teh anak-anak kan gak bisa bohong dan lagi gak baik bohong depan anak-anak nanti di tiru" jawab intan
"terus aku harus beres-beres rumah Segede gini sendiri gitu,masak,nyuci,ngepel oh tidak aku ga akan sanggup,jujur aku ga biasa dengan kaya begituan! di rumah aku masih sanggup karena rumah ku kecil dan beres-beres keseringan sama mamah aku paling nyuci baju,nyuci piring,masak jarang beres-beres rumah alergi debu soalnya" jelasku
" Gampang nanti aku suruh bibi yang ada di rumah untuk ke sini 1"
"Memang nya ada berapa ART di rumahmu?" tanyaku
"Ada 2" jawab nya
__ADS_1
Iya aku pikirkan dulu yah sambil aku ceritakan nanti sama suami ku, aku minta nomer mu saja untuk nanti aku kabarin ke kamu" pinta ku
"ok,ini nomer aku" jawab intan
Kami pun bertukar nomer telpon dan intan menjelaskan sedetail nya tugas-tugas ku nanti
lama juga kami berbincang-bincang hingga anak-anak pun terbangun dan ngajak pulang!
akhirnya aku di antarkan lagi ke counter tadi untuk mengambil hp dan motor sari! kali ini kita hanya di antar intan Ardian tertidur di sofa ruang tamu tampak kelelahan jadi kami tak mau membangunkan nya!
Aku masuk ke counter itu untuk menanyakan hp ku
"Bagaimana pak sudah selesai?" tanyaku
"ouh si neng sudah nih neng sudah selesai casing nya pun sudah bapak ganti juga" katanya
"berapa pak?" tanyaku lagi
"300 aja neng" jawab bapak nya
"ini uang nya pak"ku sodorkan uang nya dan ku ambil hp nya
"terima kasih neng" ucapnya
"sama-sama pak saya permisi ya pak" pamit ku
Aku dan sari segera pulang karena hari semakin sore! sari mengantarku sampai depan gang ku tawari sari untuk mampir tapi sari tak bisa mampir takut di marahin sama suaminya karena hari sudah sore!!
sesampainya di rumah Raina anakku yang gemoy ini bercerita apa yang terjadi tadi pada Ema,Abah,teteh dan ayah nya!
malam nya aku jelaskan pada suami ku tentang tawaran intan berapa bayaran nya dan tugas-tugas nya apa saja aku cerita kan semua yang Ardian nya akan tinggal di Cirebon sama intan pun aku ceritakan agar tak ada gagal fokus!!!
"iya itu sih gimana mamah aja kalau menurut ayah sih mending ambil saja jarang-ada tawaran seperti ini dalam waktu sebulan kita dapat 20 juta kita bisa bayar hutang online dan ke bank belum lagi ke orang-orang dekat kita yang pinjam uangnya! jelas suamiku
Tentu suami ku mengizinkan aku terima pekerjaan ini toh kemarin-kemarin saja dia nyuruh aku kerja lagi di pabrik agar bisa bantu dia untuk lunasin hutang-hutang kita yang menumpuk!!
"Tapi nanti ga di izinkan bawa anak gimana dong?" tanya ku
"ya titip aja ke Ema yang penting kita kasih uang jajan nya dan susunya! kata suami ku
yah memang saat aku kerja di pabrik yang terakhir juga anakku aku titip ke mertua ku
aku cuma kerja 2 bulan saja karena kesehatan ku yang ga stabil di musim hujan & musim angin seperti ini!!!
"Ya Allah inikah jalan keluar yang selalu aku pinta dalam setiap do'a dan sujud ku?" bathin ku
"serius nih di izinin" tanyaku menegaskan
"iya gunakan kesempatan sebaik mungkin, kesempatan ga datang 2x kapan lagi bisa dapat 20 juta dalam sebulan" katanya
"iya sudah kalau begitu aku aka hubungi intan dan bilang aku terima tawaran nya" ucap ku yang di sambut bahagia sama suami ku
aku tidak bercerita tentang uang yang ku dapat tadi dan tentang hp Apple ku lupa karena terlalu semangat membicarakan tentang tawaran intan yang bisa aku pakai untuk melunasi hutang-hutang ku! dan lagi suamiku pun terburu buru untuk pergi bersama temannya yang meminta nya menemani ke pasar untuk beli celana
setelah selesai berbincang suami ku langsung pergi bersama teman nya!
__ADS_1
yah itu lah suami ku setiap hari hanya numpang tidur saja di rumah hidup nya banyak dia lalui bersama teman-teman nya dari siang saat bangun tidur sampai pagi dini hari dia baru pulang!!
**bersambung