Istri Kriteria Mami

Istri Kriteria Mami
di banding-bandingkan


__ADS_3

Berat saat pertama ku tinggalkan anak ku yg masih kecil namun jika aku tak kerja dari mana ku beli susu formula anak ku!


Anak ku Baru selesai pengobatan bronkhitis dokter menyarankan susu formula nya di lanjut sampai berat badan nya normal!


Sementara mantan suami tak pernah membantu sedikitpun!!


Pagi-pagi sebelum anak ku bangun aku sudah mencuci baju, mandi dan berangkat karena jarak ke tempat kerja yang lumayan jauh dan aku naik angkutan umum angkot yang lewat jam 5 sudah berangkat kalau tertinggal lama lagi bahkan stengah 7 baru akan ada lagi angkot jd mau tidak mau aku harus ikut yang jam 5 agar tidak kesiangan jika aku ikut yang stengah 7 sudah di pastikan akan terlambat walaupun sebenarnya jam masuk ker nya jam 7!


Kalau aku ikut angkot yang jam 5 aku sampai stengah 6 ke tempat kerja aku gunakan untuk menimbun/mencuri star karena kalau mau lembur harus dapat target kalau tidak dapat target dan tidak lembur upah yang di dapat hanya bisa mengganti ongkos tiap hari saja!


Pulang kerja selalu habis magrib baru sampai rumah kadang anakku belum mandi dari pagi ya ampuuun kucel banget kadang juga tidak makan nasi cuma jajan saja, aku mandikan anak ku dan aku suapin dia makan dan tak lama kemudian setelah puas dia coret-coret mewarnai buku nya ia pun tertidur!


tiap malam selalu ada drama sebelum tidur air mata ku tak bisa aku bendung, aku membayang kan kalau saja mamah pulang mungkin anak ku akan ada yang menjaga nya dan aku bisa kerja dengan tenang!


Hingga tiba saat nya mamah ku pulang senang banget rasanya ada mamah yang akan jagain anakku dan tentu kerjaan ku di rumah akan berkurang karena ada mamah yang bantu. Namun sungguh di luar dugaan adik nya mamah pulang kampung juga dan memilih tinggal serumah sama kami agar bibi bisa kerja dan nitip anak-anaknya ke mamah!


anak bibi ada 3,


2 perempuan 1 laki-laki 1 SMA 1 SD 1 nya masih seumuran anak ku!


semua nya serba di bandingkan aku yang hanya buruh pabrik yang waktu itu UMR nya di bawah 1 juta sedangkan suami bibi supir yang gaji nya 5 juta/bulan bibi sendiri kerja di rumah makan sebagai pencuci piring tapi mengaku upah nya 300 rb/hari!


mamah ku termasuk orang yang kuper juga jd tidak tahu upah UMK atau upah rumah makan!


Sedangkan aku sejak aku kerja di garment aku tahu macam-macam orang aku jg tau upah di tiap daerah berbeda-beda, rumah makan upah nya di bawah UMR aku tau karena aku juga pernah ngelamar dan tanya-tanya sebelum masuk pabrik.


Yang bisa menghasilkan uang banyak dalam waktu singkat itu di rumah makan tapi yang melayani Plus-plus!


Mamah percaya saja gitu masa cuci piring saja di upah 300 rb/hari 🤦 polos nya mamah ku!


Aku bukan hanya mencari uang saja aku juga mencari keberkahan tidak apa-apa sedikit asal berkah dan bermanfaat untuk anakku!


Sementara di rumah anak ku sering kali dapat cacian dan makian bahkan pukulan dari mamah serta tak jarang mamah mengusir anakku suruh ikut sama bapaknya jangan di sini! padahal anakku baru 2,5 tahun tapi kata-kata buruk selalu terlontar dari mulut mamah!


mamah selalu membandingkan penghasilanku dan bibi,

__ADS_1


memaksa aku untuk ikut kerja sama bibi sampai tak tahan ku bendung amarah yang ku tahan selama ini aku bilang kalau bibi kerja sebagai wanita penghibur di tempat karokean tapi mamah malah marah-marah ga percaya hari-hari ku di rumah selalu bertengkar dengan mamah sampai suatu hari anak bibi ku ketahuan mencuri alat tulis pensil, pulpen, penghapus, Tipe-X dll entah berapa lama dia melakukan itu yang jelas yang punya warung heran alat tulis kok cepat banget habis nya pas di tanya ke penjaga toko hanya sedikit yang beli alat tulis si penjaga toko berinisiatif untuk menjebak anak bibi ku karena hanya dia yang sering beli alat tulis saat itu!


Dan ternyata benar setelah di intip dia memasukan banyak alat tulis ke tas nya namun yang di perlihatkan untuk di beli hanya 1 pcs setelah itu penggeledahan di lakukan di sekolahan nya juga ternyata banyak pulpen dan pensil yang sudah terjual sama teman sekelas nya dan sebagian di kasih gratis bilang nya itu adalah oleh-oleh dari ayah nya!


Setelah di usut dan di total semua nya 600 rb an, mengetahui kejadian tersebut mamah ku hanya bicara


"Jangan di ulangi yaaa ya sudah da sekarang mah sudah ganti rugi kan mamah na banyak uang!"


Gitu aja ya Allah sedangkan anak ku yang tidak sengaja menjatuhkan gelas terus pecah di maki-maki sampai di pukul padahal gelas ku pun masih banyak kalau lagi pula yang di pakai juga gelas ku!


Aku kecewa seharusnya anak ku yang di lindungi dan dipikirkan takut dia terluka ini malah membuatnya semakin kena mental nya sudah kaget dengan gelas yang pecah, dimarahin dan di pukul juga, sungguh tidak adil sakit hati sudah pasti dan sulit untuk melupakan kejadian itu walaupun aku tak melihat secara langsung hanya cerita dari nenek dan tetangga ku yang menolong anakku tapi hati tetap sakit mendengarnya!


Sampai akhirnya emosiku memuncak aku jelaskan pekerjaan bibi apa aku jelaskan juga pertemuan bibi sama suami barunya yang sekarang kenal nya di mana??


Di l*kalis*si di Jakarta dan ku perjelas lagi pekerjaannya apa supaya mamah tahu sebenarnya apa pekerjaan bibi!


aku tahu dari mana bibi kenal sama paman karena paman cerita dan bibi ku yang lainnya juga sudah pada tahu itu!


*


karena marah tak terima dengan perkataan ku akhirnya bibi ku pergi dari rumah ngontrak di tempat lain masih di daerah yang sama hanya saja bisa di bilang di kota nya!


**


ku pikir semua akan kembali normal namun ternyata tidak penghasilan ku hanya sebatas UMR masih kurang menutupi untuk kehidupan ku! ingin rasanya aku cepat nikah lagi tapi setiap kali dekat dengan laki laki selalu tak di restui orang tua nya karena statusku yang single mom!


hingga aku sakit dan tidak bisa bekerja lagi asma ku kambuh dan perlu berobat rutin sampai waktu yang tidak bisa di tentukan karena bukan TBC,beberapa kali rontgen hasilnya baik-baik saja ini murni asma turunan!


Di saat aku sakit butuh dana untuk berobat aku pinjam teman-teman 1 pabrik aku akan ganti pas aku kerja lagi dan mereka percaya pada ku bahkan kasih suport mereka meyakinkan aku bisa lewati ini semua!


Namun berbeda dengan mamah saat aku kerja saja tak sedikitpun aku di anggap apalagi saat aku nganggur baginya aku hanya beban, bapak berkata padaku uang 50 rb minta aja ke mamah buat berobat hari ini jangan pinjam lagi pada orang lain malu, terus bapak berangkat kerja


siang nya bukan nya memberi uang mamah malah mengusir ku dan anakku karena sudah tak tahan dengan caci-maki mamah akhirnya aku membereskan baju-bajuku dan baju anakku ada 2 tas ransel yang akan ku bawa nanti!


sore hari sepulang nya bapak,

__ADS_1


bapak marah karena mamah tidak memberiku uang untuk berobat sedangkan dokter bilang jangan putus kalau putus harus ulang dari awal dan sekarang adalah bulan ke 3 aku berobat!


Sia-sia perjuangan ku selama 3 bulan ini pinjam sana sini akhirnya putus tengah jalan masa harus ulang dari awal berapa banyak lagi uang yang harus keluar????


bapak mengajak aku mencari obat rutin ku ke apotek siapa tahu saja ada tapi tak satupun apotek yang menjual obat tersebut obat itu khusus tidak di jual dengan bebas harus pakai resep dokter! aku bicara pada bapak tidak apa-apa aku sudah sehat kok besok mau kerja lagi sampainya di rumah, mamah dan bapak berantem ini gara-gara aku,iya aku yang ga berguna dari kecil hanya sakit-sakitan tangis ku tak bisa ku tahan rasa sakit sesak, sakit hati juga dengan perilaku mamah yang seperti bukan sifat ibu!


Bukan inginku jadi orang yang penyakitan!


Esok harinya aku mendandani anak ku sekolah ku jinjing tas ransel berisi baju-baju ku awal nya hanya 1 terus aku kembali ke rumah untuk membawa yang 1 nya lagi aku sembunyikan tas aku di tepi jalan agar dekat untuk menyetop angkot lalu aku pergi ke rumah nenek ku sambil ku cari loker di Fakebuk tanya-tanya pada teman-teman akhirnya ada tawaran di Cirebon dan Purwakarta !


Di Cirebon salah 1 pabrik coklat tapi yang jelas tidak bisa bawa anak, yang di Purwakarta di laundry di izinkan bawa anak asal tidak mengganggu pekerjaan.


Aku putuskan besok berangkat ke Purwakarta namun malam ini aku akan menginap di rumah nenek yang agak jauh dari rumah!


Tapi ternyata bapa tak tinggal diam menyadari aku tak ada dan baju-bajuku juga tak ada bapa langsung mencari ku walaupun hari sedang hujan mudah saja bapa menemukan ku karena tak ada lagi keluarga ku yang memungkin kan aku datangi!


Rumah nenek memang kalau aku ada masalah ke sini lah tempat ku mengadu!


Bapa membujuk anakku untuk ikut pulang sampai anakku pun nangis dan ingin ikut pulang sama Abah nya maklum dari kecil anakku terbiasa sama abah nya jarang sama aku karena aku kerja! lain dengan ku yang di kuasai amarah dan dendam pada saat itu aku tak mau melihat mamah aku benci mamah!


Aku izinkan anakku di bawa pulang sama Abah nya karena dia juga nangis mau pulang tapi aku tak bisa ikut aku akan kerja biar bisa memberi apa yang anakku butuhkan!


itu tekad ku!


Esok nya aku berangkat hanya membawa uang yang bapa beri untuk berobat kemarin yang hanya bisa ku pakai untuk ongkos saja! untungnya makan sudah di sediakan di tempat mes! aku pun di beri kasbon 100 rb untuk beli keperluan ku di sana! teman-teman ku di sana ada 4 orang karyawan semuanya single mom!


***


hari-hari berlalu setiap malam di hiasi tangisan mengingat nasib anakku di rumah inbox, SMS, kadang telpon dari orang sekampung yang memberi kabar tentang anakku yang selalu di siksa oleh mamah sakit hati ini mendengar kabar itu rasanya semakin tak mau aku kembali ke rumah seandainya anakku mau ikut dengan ku sekolah di sini!


***


sebulan berlalu anak ku sakit ingin bertemu dengan ku dan lagi dia ingin tablet yang saat itu teman-temannya sudah punya hanya dia yang belum punya tablet!


Setelah minta izin pulang majikan ku memberiku izin pulang 2 hari di rumah aku membawa pulang uang 1,5 juta ku pakai beli tablet Miko yang baru harga 750 rb pada saat itu uang sisa ku berikan ke mamah untuk biaya anakku selama di tinggal aku hanya menyisakan 50 rb untuk ongkos ku kembali berangkat kerja!

__ADS_1


Begitu tiap bulannya uang yang 1,5 juta sebulan aku berikan ke mamah sekitar 1 JT,100 rb untuk ongkos PP, sisa nya aku pakai buat bayar utang sama teman-teman yang aku pinjam untuk berobat! hanya 7 bulan aku bekerja di sana dengan di beri waktu pulang 2 hari /bulan ada teman fakebuk yang mengajak ku kembali kerja di pabrik tapi beda bagian kerjanya di jamin lembur UMR nya pun sudah naik 1,8/bulan tapi kalau lembur terus segitu tuh bisa cuma 2 Minggu katanya jadi 3 juta/bulan sudah di pastikan masuk rekening karena tergiur tawarannya akhirnya balik lagi deh ke pabrik!


bersambung....


__ADS_2