
Selesai makan kami pun kembali mengobrol bagja mantan sfv pun dari tadi tak jauh-jauh dariku tiba-tiba datang seorang wanita dengan wajah marah datang mendekat dengan terburu hingga anakku yang sedang berdiri di depan ku saja tak dia hiraukan dan di tubruk nya hingga jatuh dan hp yang di pegang anakku pun melayang dan bruk jatuh depan sari wanita itu langsung menyiramkan air yang dia bawa dari luar ke wajah dan bajuku namun tak ku hiraukan aku segera menggendong dan ku peluk anak ku yang di tabrak wanita itu!
"kamu siapa sih? kenapa kamu ngelakuin ini? aku ga kenal sama kamu kenapa kamu sepertinya marah sama aku???
"ouh,jadi kamu yang namanya Sinta? perempuan miskin dan jelek seperti kamu kenapa bisa kamu membuat cowok seganteng dan se-mapan Bagja jatuh cinta sama kamu dan tidak bisa melupakan kamu selama ini,kamu pasti pakai pelet kan untuk mendapatkan cintanya Bagja??" kata-kata itu terdengar begitu lantang
"hah...Bagja cinta aku??" ucapku pelan karena kaget mendengar ucapan itu
dengan sekilas bagja langsung menyeret wanita itu menjauh!
dari kejauhan kulihat sepertinya mereka bertengkar hebat
"ini sin hp nya" ucap sari mengagetkanku
"astagfirullah hp ku rusak padahal belum lunas nih" kataku dengan wajah tertunduk sedih
"mamah hp nya rusak eueueu..."tangis anakku pecah saat melihat hp nya rusak
"nggak ko nggak rusak sayang ini cuma layar nya saja yang pecah nanti mamah ganti kok cup cup berhenti nangis dong malu di lihatin orang banyak" kataku coba menenangkan anakku yang terus menerus menangis
"teh kok diam saja sih teteh harusnya marahi maki tuh nenek lampir minta ganti rugi 10x lipat hp yang rusak" terdengar suara intan yang tiba-tiba ada di belakang ku
"kamu kenal dia" tanyaku
"tidak,tapi melihat tingkah nya aku geram banget teh! kalau aku jadi teteh sudah ku tampar bolak balik pake sandal tuh nenek lampir" kata intan dengan mengadu kan kedua tangan nya yang sudah mengepal
"untungnya sih Sinta bukan kamu,dia ga mungkin melakukan itu diakan malaikat gak kaya kamu syetan" kata sari kepada intan
"diam kau l*NT*" terdengar cukup sadis memang kata-kata mereka tapi aku tau itu hanya candaan mereka
"teh gimana kalau aku tantang teteh,teteh marahin dia buat dia minta maaf sama teteh dan ganti rugi hp yang sudah di rusak sama dia kalau teteh berani nih aku kasih teteh 5 juta" kata intan sambil menyodorkan uang yang cukup tebal
tak berselang lama Bagja kembali bersama wanita itu
"cepat minta maaf sama Sinta" perintah Bagja pada wanita itu
"ogah ga level seorang dara minta maaf sama wanita miskin dan jelek kaya gini" ucap nya dengan sombong
"cepat minta maaf kalau tidak aku akan batalkan pernikahan kita,aku gak mau punya istri angkuh dan sombong kaya kamu" ancam Bagja sama wanita itu
"ishh ko gitu ok,,ok,,aku minta maaf"
katanya pelan
__ADS_1
"apa?? aku ga denger" kataku sambil memajukan kepala dengan tangan di telinga
"aku minta maaf dasar budek" ucap nya
"kok kamu gitu apa ga pernah di ajarin sopan santun iya kata nya kamu orang pintar masa gak tau caranya minta maaf" sindir ku dengan memalingkan wajahku!!
"yang benar dara apa kamu gak tau caranya minta maaf???''tanya Bagja
"ok, fine teteh Sinta yang baik hati aku dara mau minta maaf sama teteh,tolong di maaf kan yah" dengan menjulurkan tangan di depanku
"ok aku maaf kan kamu tapi tetap kamu harus bertanggung jawab karena sudah merusak hp ku dan melukai anakku" ucapku
"sudah ku duga ujung-ujung nya duit juga kan nih cukup buat beli 5 hp seperti punya mu itu dan cukup buat periksakan anak mu yang memang ga apa -apa gitu kok!!" kata nenek lampir sambil melempar sejumlah uang
"menurut mu dia tak apa-apa tapi sebenarnya dia itu trauma tau bukti nya dari tadi dia tak mau menoleh ke arah mu,itu karena dia takut sama kamu yang kaya nenek lampir" jawab ku ngeles
"ayo sin aku antar kamu beli hp baru"ucap Bagja
"what??? ngapain sih ja kita anter dia repot banget udah kasih saja uang nya apa susah nya sih,nanti dia ke GR-an" kata nenek lampir itu
"ayo sin aku anterin dan pastiin kamu dapat ganti untuk hp mu itu" bujuk Bagja
"iya aku mau kok kamu anterin untuk beli hp baru tapi suruh pacar mu mungutin uang yang dia lempar itu,karena kamu tau kan itu jauh dari kata sopan,,,itu namanya brengsek" kataku sambil sedikit maju mendekat wajahku ke nenek lampir itu
"what, kurang ajar kamu meminta aku dasar ga tau malu udah miskin kelakuan nya sok jadi bos!" ucap nya
"benar kata Sinta gak seharusnya kamu bersikap seperti itu,sekarang cepat pungut uang itu dan ayo berangkat biar cepat selesai masalah nya" ajak Bagja sambil membantu memungut uang yang berserakan di lantai.
Akhirnya dia dan Bagja berjongkok memungut uang yang berserakan itu dan semua mata yang melihat nya menjadi terbelalak seakan tak ingin berkedip untuk menyaksikan kejadian langka ini.
Ya ampuuun seorang manager dan tunangan nya berjongkok mungutin uang di depan seorang Sinta yang pengangguran ouh astaga
Setelah selesai mengumpulkan uang tersebut mereka lalu berdiri dan mengajakku pergi ke konter hp terdekat!
"SAR anter yuk" ajak ku pada sari
"Ayo" jawab sari
Dara,Bagja dan sari melangkah menuju mobil nya dara di luar, aku pun hendak mengikuti nya namun ku balikan badanku menghadap intan
"challenge selesai bukan?" berarti uang itu sah jadi milikku" kataku sambil menunjuk ke uang yang di pegang intan
"ouh sure, ini ambilah aku senang melihat teteh yang gak biarkan teteh di injak-injak sama nenek lampir itu" kata intan sambil memberi ku uang nya
__ADS_1
"ok,makasih yah lumayan buat bayar hutang" gumam ku pelan
"aku pergi dulu yah bye" ku lambaikan tangan ku ke intan dan melangkah menuju keluar ruangan
"silahkan masuk"ucap Bagja sambil membuka pintu belakang mobilnya
"what,,,oh no,,kamu naik angkot saja lah ikutin mobil ku jangan naik mobil ini gak Sudi aku semobil dengan mu"
"Lagipula siapa yang mau naik mobil mu aku mau naik motor sama sari kok ,aku juga gak Sudi semobil sama wanita sombong kaya kamu! sambil berlalu pergi naik motor
sesampainya di counter hp segera ku pilih hp yang sama seperti hp ku yang dulu tapi sayang di sana stok habis!
Bagja menghilang entah kemana
"sudahlah kamu ambil ini dan kamu pilih sendiri hp nya kamu pikir kamu siapa hingga aku harus nemenin kamu beli hp" kata dara sambil menyodorkan uang mungkin sekitar 6 jutaan lalu langsung pergi menuju mobilnya
di ikuti langkah Bagja yang berlalu begitu saja tanpa ada kata yang terucap!
"Hah kok gitu sih aku keterlaluan yah SAR?? sampai Bagja jadi marah gitu?"" tanyaku dengan tatapan lurus menatap Bagja yang telah berlalu
"entahlah mungkin Bagja melihat kamu terima challenge nya si intan" jawab sari yang sama-sama masih melihat mobil Bagja yang mulai melaju pergi
"Selamat siang teteh email nya mau bikin atas nama ka Siapa nih??" suara petugas counter memecah pikiran ku yang sedang melayang mempertanyakan tentang Bagja
"maaf yah kita malah jadi melamun ya sudah viva saja yang harga 2 jutaan saja ada ga mbak" tanyaku
"hah Viva terus ini nya gimana teh??"tanya petugas itu memperlihatkan hp gambar apel
"loh itu siapa yang milih mbak" tanyaku sambil berpandangan dengan sari yang sama keheranan
"si mas yang tadi naik mobil merah yang memilih kan dan sudah membayar lunas ini bukti pembayaran nya katanya hp nya untuk si teteh yang sedang gendong anak
"Masya Allah Bagja itu alasanya kenapa kamu langsung pulang karena kalau kamu ke sini dulu kamu tau aku akan menolak hp ini!" ucapku dalam hati
"ouh jadi pak Bagja langsung pulang karena dia sudah tau kalau ke sini dulu kamu bakal nolak hp ini sin" kata sari yang sepemikiran sama aku
"iya, ternyata Bagja itu..."tak ku teruskan kata-kata ku ya sudah lah lupakan saja
"mbak berapa harga hp ini" tanyaku
"25 juta teh teh ini Apple terbaru kata petugas counter
"jamin gak nih gak bakal ada ulat nya!! hehe...kata ku cengengesan
__ADS_1
"si teteh bisa aja" jawab petugas itu
**bersambung**