Istri Kriteria Mami

Istri Kriteria Mami
mengatur strategi


__ADS_3

aku pun berangkat pulang di antar Dika temannya sendi,sesampai nya di rumah pintu pagar di jaga oleh orang-orang suruhan intan, setelah masuk aku di arah kan ke pintu utama seperti nya intan menunggu ku di sana! ternyata benar intan sudah duduk di sofa menunggu dengan wajah marah nya!!


"ada apa ini Tan kenapa banyak orang di sini? dan kenapa mami tampak sedih? mana Adrian?" tanya ku


"jangan sok b*d*h Sinta kamu sekarang habis sembunyiin Adrian kan?" tanya intan


"mana ada kamu yang bilang Adrian akan hubungi mami tapi mana sampai sekarang Adrian tak ada kabar berita nya,mami jadi sedih tuh" jawab ku


"Adrian sudah nelpon mami nya aku yang suruh dia kok" kata intan


"intan kalau Adrian sudah menghubungi mami tak mungkin mami sedih,tak mungkin juga aku harus pergi cari Adrian ke rumah mu" kataku


"rumah ku?? memang nya kamu tau rumah ku?" tanya intan


"aku ga tau rumah mu makanya tadi aku bilang aku cari, kamu pernah bilang punya rumah di area pasar perbatasan itu


maka nya aku cari kesana muter-muter sampai sendi kelelahan karena ga tidur semalaman kita hampir saja menabrak pembatas jalan" jawab ku


"aku juga mencari di area kantor,sore tadi juga aku nelpon kamu saat aku berada di kantornya Adrian karena aku tak menemukan Adrian akhirnya aku telpon kamu" sambungku


"mulai hari ini jangan cari Adrian sama aku karena Adrian sudah ga sama aku lagi,dia sudah kabur tadi malam" jawab nya


"kok bisa begitu kamu yang mulai kamu juga yang harus mengakhiri jangan angkat tangan gitu aja dong gimana kalau Adrian kenapa-kenapa?" kata ku


"dia sudah berani ninggalin aku dan kabur dari ku berarti di sudah ga cinta lagi sama aku" kata intan


"intan,sejak Adrian nikah sama Sinta di saat itu sudah terbukti kalau Adrian sudah tak cinta sama kamu,jadi kamu harus terima kenyataan nya" kata mami


"ok,aku terima tapi mami juga harus terima anak mami yang sudah gak punya apa-apa itu,aku sudah mengalih kan semua aset nya Adrian menjadi atas nama ku,SEMUANYA" kata intan


"apa maksud mu intan?" tanyaku


"aku sudah gak butuh Adrian karena kemarin dia sudah menandatangani surat perubahan nama jadi nama ku, jadi bodo amat kamu yang status istrinya juga tapi kamu gak akan dapat apa-apa" kata intan

__ADS_1


" aku ga nyangka kamu sejahat itu intan bukan kah kamu sudah di angkat derajat nya sama mas Adrian dari kamu yang awalnya hanya cleaning servis sekarang coba lihat dirimu, kamu kaya kacang lupa kulit nya!" kata ku


"WHATEVER" kata intan melotot


" intan setidak nya kamu bantu cari mas Adrian dong jangan lepas tangan gitu aja" kata ku


"ogah sekarang mendingan kamu bawa tuh mami nya Adrian pergi dari sini bawa mobil itu juga karena hanya mobil itu yang belum di balik nama jadi milik ku,aku ga akan mengganggu mu Sinta,kamu urus tuh suami dan mertua mu! "jawab nya sinis


" intan kok kamu jadi seperti ini sih Tan sadar dong" kata ku


"sekarang cepat pergi,oh iya nih uang upah mu intan memberi ku uang kira-kira 20 juta di dalam amplop cokelat,aku sudah baik hati walau pun kamu baru seminggu di sini aku gaji kamu 1 bulan full dan buat sendi di potong dari gaji mu itu, ngerti!" kata intan menjelaskan tanpa menyebut kan nikah pura-pura nya


"jadi sudah selesai nih" tanya ku


"iya kamu boleh pulang tapi bawa tuh mertua kesayangan mu itu" jawab intan


"aku benar-benar ga nyangka kamu seperti ini intan!" kata ku sambil ku ambil koper yang sudah di sediakan intan dan ku ajak mami dan papi ikut aku juga, mereka pun sudah mengemas pakaian mereka!!!


Dika kita kembali ke kosan mu dulu untuk jemput sendi dan membicaran ini," kata ku pada dika


" permisi" kata ku sambil pergi meninggalkan rumah itu


" mami ada yang aneh ga mi" tanya ku


"mami,hanya geleng-geleng


kami pun pergi menuju kosan nya Dika


"mi,kenapa mami diam saja,aku yakin tadi mami bisa saja nelpon polisi" tanya ku ke mami


lalu mami mendekatkan wajah nya ke telingaku lalu berbisik


"intan menyimpan alat deteksi agar tau kemana kita pergi dan penyadap suara agar dia bisa dengar yang kita bicarakan" ucap mami

__ADS_1


"oh jadi gitu"pikir ku


" mami,makasih yah sudah sabar sama intan dan ga laporin dia ke polisi walaupun aku tau sebenarnya nya dengan mudah mami lakukan itu"kata ku sengaja nampak wajah mami yang marah aku mengedip kan mata memberi kode ke mami berharap mami ngerti dengan ku


"oh iya,sayang mami takut dia apa-apain Adrian itu saja kok" jawab mami


"oh iya mi, hari ini kita lanjut bikin konten yah biar dapat cuan nanti aku Carikan kontrakan buat mami dan nanti kita juga teruskan pencarian adrian yah" kata ku


" ok,makasih sudah mau baik sama mami,walaupun kamu tau kamu ga akan dapat apa-apa" kata mami


" sudah lah mi, jangan bahas itu lagi,kan mami bilang uang bukan segalanya yang penting bisa berkumpul sama anak" kata ku sambil ku cari alat deteksi yang intan simpan di koper ku, begitu pun mami yang membuka kopernya dan mulai mencari alat deteksi itu!


"mami aku ngantuk boleh ga aku tidur dalam perjalanan ini mi" suara ku sengaja ku perbesar untuk mengecoh agar intan ga dengar suara krasak krusuk


"Dika bisa ka putar lagi aku ga bisa tidur kalau dengar suara mobil yang rame gini mendingan dengar suara musik yang kencang" kata ku


Dika menyetel musik yang lumayan kencang dan berhenti di jalan yang aga sepi


setelah ku bongkar isi koper ku akhir nya ku temukan detektor jejak jadi intan bisa melacak kemana aku pergi dari barang ini mami pun menemukan nya di koper nya! selain itu penyadap suara juga aku temukan tadi nya aku mau membuang semua itu tapi aku kepikiran untuk membawa salah satu detektor dan membuangnya di dekat kantor polisi agar dia menyangka kita akan melaporkan nya! lekas ku ambil detektor suara dan ku buang ke tengah jalan sengaja agar terlindas kendaraan yang lewat sementara untuk detektor lokasi aku lempar di sekitar kantor polisi jadi kita muter dulu sebelum ke kosan nya Dika!! dan aku juga tiba-tiba ingat kata Adrian hp nya juga bisa di lacak akhirnya aku minta mami dan papi mematikan hp mereka karena takut intan melakukan hal yang sama pada hp kita! ya hp kita karna hp ku juga td di periksa sama dia!


setelah merasa aman baru aku ke kosan Dika untuk mengajak sendi kembali melanjutkan perjalanan!


kita pun pergi dari kosan Dika menuju tempat Adrian


"tunggu kita ke shorum itu dulu yah sen" bisik ku pada sendi


dia pun nurut


aku menjual mobil itu dan menukarnya ke mobil baru itu mobil mahal di tukar ke mobil biasa tentu ada uang lebihan nya itu alasan ku menjual mobil itu pada pemilik shorum yang bertanya kenapa menjual mobil ini!!


"kami pun melanjutkan perjalanan dengan mobil baru dan tak mau ambil resiko aku pergi ke tempat penggalangan bantuan bagi yang membutuh kan dan aku sumbangkan semua baju yang ada di dalam koper dan hanya mengambil barang yang penting nya saja,mami,papi dan sendi mengikuti apa yang aku lakukan setelah itu kita lanjutkan kembali perjalanan kita!!!


**bersambung

__ADS_1


__ADS_2