Istri Kriteria Mami

Istri Kriteria Mami
sfv ganteng


__ADS_3

"Ngomong-ngomong namanya siapa teh" tanya wanita itu


"oh iya kenalkan nama ku Sinta ini anakku Raina" jawab ku sambil ku sodorkan tangan kanan ku untuk bersalaman


"Aku intan ini suamiku namanya Adrian" ucapnya menyambut uluran tangan ku


"Adrian" ucap laki-laki bertubuh tinggi putih bersih sambil bersalaman denganku


tiba-tiba sari datang


"Hay pa jangan lama-lama ngobrol sama Sinta nanti naksir loh" ucapnya dengan lagak sok kenal pada laki-laki itu


"apaan sih SAR mulutmu bicara asal jiplak saja" sambil jari tanganku meniru kan bicara nanana


"iya kan benar setiap laki-laki yang dekat denganmu pasti menyukaimu,termasuk pa sfv yang Ono noh" ucapnya sambil memonyongkan bibir nya seakan menunjuk seseorang dengan bibirnya


"ouhhhh astaga sari jaga mulut mu ntar jatuhnya fitnah tauuuu" sambil ku usap mulutnya dengan tangan ku setelah ku alihkan pandangan pada arah yang di tunjukan oleh bibirnya itu.


kulihat sosok laki-laki bertubuh tinggi hitam manis yang berdiri tak jauh dari tempatku berdiri,tak ku sangka dia pun turut hadir dihari ini!!!


dulu orang ini selalu di takuti orang lain tapi tidak untukku, bagiku dia sosok untuk di hormati bukan di takuti!


setiap kali aku meminta izin aku tak di marahin karena memang jelas izinku karena sakit, jika tak sakit tak pernah aku absen,


pernah sekali terlambat dan melanggar aturan pabrik saat ada pohon yang runtuh karena hujan angin serta tersambar petir pohon yang runtuh menghalangi jalan yang ku lalui hingga ku langsung berhenti dan berlari saat berada depan pabrik dan langsung masuk karena ku lihat jam di tangan ku sudah menunjukan jam 06.50 walaupun aku sudah berlari menuju gedung tempatku bekerja namun karena memang gedung nya berada di ujung dekat parkiran dan aku bekerja di lantai 2 jadi butuh waktu lumayan untuk sampai di tempatku untuk absen!


06.58 masih ada waktu tersisa 2 menit tapi sfv itu sudah menunggu ku di tepi tangga sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya,menatapku dengan mata sangar!!!


dengan kepala tertunduk ku dekati sang sfv langsung terdengar suaranya menggelegar di antara bising nya suara mesin


"kenapa pakai sandal mau kerja apa mau jalan-jalan??"teriaknya kini tangannya berada di kedua belah pinggangnya


"maaf pa tadi ada pohon tumbang jadi jalan nya macet karena takut kesiangan saya langsung lari ke sini tidak ke kost an dulu pa"


jawab ku masih menunduk


"kenapa ga dari rumah pakai sepatunya??" tanya nya lagi


"sepatunya di kost an semua pa pas hari Sabtu kemarin pulangnya hujan-hujanan jadi pakai sendal"jawab ku


"berdiri depan meja kerja saya gabung sama yang lain nya" katanya sambil menunjuk ke arah meja kerjanya ternyata bukan hanya aku yang memakai sendal ke tempat kerja dengan alasan yang sama!


"alasan kalian sama, sama-sama ga mutu" ucapnya dengan mata melotot


"nanti istirahat saya ganti deh pak pake sepatu sekarang kan buru-buru karena takut telat,jadi ga memikirkan sepatu pak yang ada dalam otak hanya takut kesiangan pas lihat jam tangan pak" jawab ku saat yang lain tertunduk tanpa suara karena takut


"bagus bisa menjawab kamu yah,berani menjawab saya" katanya sambil mendekat dan mata melotot ke arahku

__ADS_1


"iya maaf pak saya hanya menjelas kan jika di izinkan sekarang untuk pulang dulu ke kost an untuk ganti sepatu pak,kalau memang harus banget pakai sepatu mah pak" jawabku polos


"ok,saya kasih kamu waktu 5 menit untuk ganti sepatu" ucapnya


"5 menit ya gak mungkin bisa lah pa tadi saja di luar saya lihat jam 06.50 saya lari ke sini pas absen sudah jam 06.58! 8 menit hanya dari luar gerbang sampai ke sini pak itupun saya lari tadi pak, 5 menit mah cuma PP sampai kantin pak" jawab ku sambil menggaruk kepala yang sebenarnya tak gatal dan dengan wajah kebingungan


"8 menit dari gerbang ke sini??? kamu lari ga mungkin lah kamu fashion show kali jalan nya makanya 8 menit baru sampai" ucapnya sambil sedikit tersenyum!!!


ya ampuuun pas kulihat dia lagi senyum tampan sekali, hal langka bisa lihat dia tersenyum selama ini dia terkenal garang


"lari pak ini aja masih ngos-ngosan cape pak" jawab ku apa adanya sambil memegangi dadaku


Tak tahan lihat sikap ku akhirnya dia menyuruhku pergi ke line ku


"iya sudah minum dulu sana terus langsung kerja nanti jam istirahat ganti sandal pake sepatu yah!" ucap nya dengan tawa yang tertahan berusaha tetap terlihat galak didepan yang lain nya, karena cuma aku yang di bebaskan!


teman-teman di line menertawai ku setelah lihat aku di strap tadi


"teh kenapa di berhentikan kok aku nggak td kita barengan di jalan nya kan" tanya salah 1 teman ku


"aku gak pakai sepatu tadi langsung berhenti depan pabrik sementara sepatu ku di kost an!" jawab ku sambil cemberut


"iya udah cepat duduk kerjakan tuuuhh bahan mu numpuk" kata Lider ku


"Masya Allah numpuk banget mbak siapa yang tega menimbun bahan segini banyak nya" ucapku kaget dan sambil memegang kepala ku dengan 2 tangan


serentak teman yang lain tertawa melihat ekspresi ku yang kaget begitu!!!


dengan mulut menganga aku kaget mendengar sebelum istirahat harus sudah selesai


"yang benar aja mbak bahan segini numpuk nya dari Sabang sampai Merauke harus selesai sebelum istirahat bunuh saja aku mbak bunuh" candaku pada Lider ku sambil duduk membereskan benang yang ada di mesin ku.


ucapku di sambut gelak tawa dari teman-teman yang langsung terhenti dan berubah jadi hening sesaat ternyata sfv garang itu berjalan kearah line kami!


itu lah obrolan ku dengan sari mengenang hari itu dimana aku selalu menjawab perkataan sfv


"yang lain mah pada diem dia sendiri berani menjawab setiap perkataan sfv itu dan aneh nya biasa nya dia marah kalau ucapan nya di jawab lah ini sama si Sinta mah malah ketawa! pasti dia suka kamu tuuuuhhh" ucap sari menggoda ku


"apa sih SAR sudah ah tuh orang na lihatin kita tauuu" kata ku setengah berbisik karena orang itu semakin mendekat sambil terus memperhatikan


"Hay Sinta bukan?" tanya nya sambil menyodorkan tangan untuk berjabat tangan


"Hay pak, i iya aku Sinta pak" jawab ku gugup


"gimana kabarnya" tanya nya lagi


"baik pak Alhamdulillah, bapak gimana kabarnya pak" tanya ku kembali

__ADS_1


"Alhamdulillah baik juga sin,ini anak mu yang ke berapa sin?" tanya nya sambil mencolek pipi anak ku


"oh ini Raina pak anak ke dua ku" jawabku sambil memperkenalkan anak ku


"oohhh iya Raisa udah kelas berapa?" tanya nya lagi


"kelas 7 pak" jawabku


"waaaah sudah besar yah" ucapnya


ehem- ehem...


"ada orang loh di sini bukan cuma berdua saja kali pak aku nya mah gak di sapa jahat nya si bapak mengacuhkan ku nging heeeeemheemmmm" si sari nyeroscos sambil menirukan orang menangis


"ouh iya maaf sari ga kelihatan" jawab pak Bagja sambil tertawa


"alah siah Ken, badan Segede gajah gini ga kelihatan Ari si bapak cageur, itu mata nya perlu kontrol tuh pak" kata sari sambil menunjuk-nunjuk mata pak Bagja


"kan terpana sama Sinta,ngerti dong ngerti dong" kata pak Bagja dengan mata yang berkedip-kedip ke sari


"iya...iya... iya yang lain mah cuma ngontrak kok pak dunia milik bapak" kata sari


sontak kita tertawa bersama sari memang orang nya seru dengan cara ngomong nya yang nyeroscos dan sok akrab membuat suasana lebih hidup!!!


kami pun berlanjut berbincang mengenang masa lalu bersama, aku baru tersadar bahwa intan sudah tak berada di sana mungkin dia segan untuk mengobrol bersama sfv sangar itu!!!


"Sinta nanti aku antar kamu pulang yah" ucap pak Bagja kepada ku


"ouh tidak bisa pak Sinta ke sini sama saya pulang pun sama saya dong nanti kalau Sinta pulang sama bapak,saya yang di gantung suami Sinta pak" kata sari main jawab saja


"biarlah kau yang di gantung agar berkurang 1 racun di dunia ini" kata pak Bagja


"kurang ajar si bapak ga tau aja dunia akan sepi tanpa saya pak, matahari akan mendadak hilang bulan pun akan segan keluar pa karena malu mereka pak kalau bersinar sendirian" jawab sari


Pede nya kawan ku yang 1 ini tapi justru ini yang bikin aku nyaman temenan sama dia pokonya ga ada kata galau jika sedang bersama nya dia selalu menciptakan tawa di sekelilingnya! hidup seperti tak punya beban


"Makan yu lapar nih dari tadi ceramah ga di suguhi nih" teriakan sari membuat orang-orang terfokus padanya


"ayo kapan makan nya si ini waktunya NGAWADANG nih" ucapnya


*NGAWADANG\=makan siang (bahasa Sunda)


yang punya rumah mempersilahkan semua nya untuk mengambil makan yang di hidang kan seperti dalam acara kondangan!


aku pikir akan "ngaliwet" acara masak-masak dan makan bersama ternyata seperti ke acara reuni dan makanan terhidang secara prasmanan sudah tertata rapi dengan piring rotan yang sudah bertumpuk di lapisi kertas nasi di tengah nya!


aaahhhh kurang seru sih kalau menurut aku mah ngaliwet lebih menyenangkan tapi mungkin akan sangat ribet dengan orang sebanyak ini!!!

__ADS_1


akhirnya kami pun makan seperti orang prasmanan di acara hajatan sambil menonton hiburan organ tunggal ala-ala anak pabrik ada yang bernyanyi dan bergoyang walaupun hanya di iringi sound seadanya lumayan lah untuk karaoke an bersama!!


**bersambung


__ADS_2