
"mami maaf kan aku,aku menjual mobil dan memberi kan semua baju-baju kita untuk menghindari di deteksi oleh intan" kata sinta
"iya mami mengerti sayang" jawab mami
"sekarang kita kemana nih" tanya sendi
"ke tempat semalam" jawab sinta
"pasti Adrian sudah pergi dari sana" kata sendi
"berarti kalian bertemu dengan Adrian?"tanya mami
"iya mi,kami mengantarkan Adrian ke sini" kata sinta
lalu sinta ambil hp dan dia hubungi nomer nya
"hallo,Adrian ini aku sinta" kata Sinta
"Sinta akhirnya kamu menghubungi ku,bagai mana keadaan mami dan papi?" tanya nya
"mereka baik-baik saja sekarang aku akan mengantar mereka ke sana" kata sinta
"iya sin,kalian sudah sampai mana?"tanya nya lagi
"baru di Sumedang" kata sinta
"kenapa tak lewat jalan semalam" tanya nya lagi
" kita coba mengecoh intan jadi kita keliling dulu,aku mau minta maaf ya mas mobil mu aku jual dan ku ganti dengan mobil baru tapi lebih murah karena intan menyimpan beberapa detektor jadi untuk menghindari resiko akhirnya aku ganti mobil dan baju-baju kami pun di sumbangkan! kata sinta
"syukur kalau kamu mengerti apa yang seharusnya kamu lakukan Sinta!" jawab Adrian
"kamu sudah di mana share location mu ya" kata sinta
"ok," jawab nya
" kata intan dia gak akan mencari mu lagi karena semua aset mu sudah atas nama nya bahkan rumah yang kita tempati juga sudah milik nya" kata sinta
"iya kemarin dia minta aku menandatangani surat-surat pindah nama tapi aku sudah suruh pengacaraku membatalkan nya dan menangkap intan dengan bukti-bukti yang ada! jawab Adrian
__ADS_1
"apa kamu akan laporin intan ke polisi,dan membatalkan pengalihan nama itu,apa itu tidak akan mengancam keselamatan anak-anakku mas" kata Sinta mulai khawatir
"anak kamu,apa mami ga salah dengar kamu sudah punya anak?" tanya mami
"iya mih aku punya 2 anak" kata sinta
"kenapa kamu ga pernah cerita Sinta, terus di mana sekarang anak-anak mu?" tanya mami
"mereka di rumah nenek dan kakek nya mi," jawab sinta
" tenang sin,aku belum melakukan nya kamu antar mami dulu kesini baru setelah itu kamu jemput anak-anak kita setelah semua aman baru nanti aku akan bertindak!" kata Adrian
"oh syukur lah kalau begitu karena aku kuat demi mereka jika tak ada mereka aku gak tau aku akan seperti apa" jawab ku
" iya aku mengerti, oh iya hp mami dan papi kok ga aktif? kamu menghubungi mami pakai nomer yang mana pakai nomer baru dan lagi aku privat kok!"jawab Adrian
"aku akan belanja dulu mungkin baru sampai sore yah" kataku
"belanja apa di posisi seperti ini kamu masih memikirkan belanja sungguh terlalu" kata Adrian
"trus menurut mu kita harus pakai baju ini untuk waktu seminggu ke depan gitu? jawab ku
" bisa aku bayangkan lucunya kamu semalam badan Maco tapi bawa tas kain,haha...!" kataku sambil ketawa
mami pun ikut tertawa
"oh no,mami dan papi ikut tertawa kan aku,"jawab Adrian merajuk
di perjalanan aku beli baju-baju untuk kami semua tak banyak hanya beberapa potong saja, dan membeli peralatan mandi, minuman coklat bubuk, makanan Frozen juga cemilan untuk persediaan di sana tak lupa juga beli beras! jam 18.00 kita baru sampai ke tempat tujuan sendi langsung tertidur saat bertemu dengan bantal kasihan hehe...itupun saat aku belanja dia nunggu di mobil dan tidur! aku yang memilih kan baju untuk nya dan tadi pun sempat di gantiin sama papi untuk menyetir mobilnya!!
mami dan papi menangis saat bertemu dengan anak nya
"kenapa semua jadi seperti ini nak?" tanya mami
"mungkin karena aku bodoh aku ga ikutin kata-kata mami maafkan aku mi," kata Adrian memeluk mami nya
"never mind let that woman go away from you you already have a good love for you especially you already have children from her"
kata papi
__ADS_1
"iya Pi" kata Adrian dan merangkul papi nya
"makasih ya sin,atas semua nya berkat kamu aku bisa lepas dari dia" kata Adrian padaku
"it's ok" kata ku
" oh iya ini mobil barunya maaf kalau kamu ga suka tapi ini sudah terhitung mobil bagus yang ada di shorum itu kok!" kata ku
"iya gak apa-apa kok,udah syukur gak kamu bawa kabur" katanya sambil tertawa
"aku nanti besok otw jemput anak-anak yah" kataku
"iya besok jangan sekarang yah kasihan tuh sendi sampai tepar gitu" kata Adrian
"atau kamu pulang saja ke Singapura aku juga pulang ke rumah orang tua ku agar aku bisa hidup normal seperti dulu bersama anak-anakku" kata ku
"kamu jangan menyerah sayang mami gak akan rela kehilangan mantu sebaik kamu" kata mami
aku melirik Adrian ada rasa penyesalan dalam diri ku ingin rasanya aku bongkar semua kalau aku bukan istri nya Adrian namun Adrian melarang ku jujur untuk sekarang ini biarkan mami merasakan kebahagiaan punya cucu
tadi di jalan dia mengirim chat ke aku
"Sinta aku mohon jangan dulu jujur kalau kita bukan suami istri,aku mau kamu jemput anak-anak mu untuk liburan bareng mami dan papi biarkan mereka merasakan bahagianya punya cucu,walaupun aku tau cepat atau lambat mereka akan tau kebohongan kita, aku mohon" begitu lah isi chat nya
aku pun memasak bareng sari kebetulan di samping rumah sari ada rumah kosong yang di kontrakan!
"makasih ya SAR kamu sudah bantuin aku" kata ku
"sama-sama sin kita ini besti lagi pula aku jadi gak takut ke sini biasanya anak ku juga gak betah di sini karena sepi rumah nya terpencil sih" jawab sari
"iya kebayang kalau cuma ada kamu dan keluarga di kampung ini seperti terisolasi" kata ku
"besok aku mau jemput anak-anak ku mami ingin mengajak mereka berlibur di sini dan ke Singapura juga kamu mau ikut ga" tanya ku
"apa kamu yakin Adrian juga mau bawa aku,suami dan anak ku?" tanya sari
"semakin banyak orang akan semakin seru tauuu aku yakin Adrian tak keberatan kok!! jawab ku
"kamu sudah mau bantu kita masa kita tak mau bawa kamu liburan sih" sambungku
__ADS_1
**bersambung