Istri Reinkarnasi Presdir Kejam

Istri Reinkarnasi Presdir Kejam
Ciuman Hangat


__ADS_3

Seperti biasa, Joe datang ke rumah tuan Hardiand karena Elmer. Dia harus meminta tanda tangan Elmer. Semenjak menemani Krystal Elmer jarang masuk kerja.


Krystal melihat Elmer yang sedang membubuhkan tanda tangan dengan penuh tanda tanya. Dia tidak tau apa isi kertas itu, tapi sepertinya ayahnya sangat sibuk. "Daddy, kenapa Daddy tidak kerja?"


"Karena ingin menemani Krystal," jawab Elmer dengan jujur. Ia ingin menghabiskan waktunya untuk Krystal. Ia tidak mau membuang-buang waktu seperti sebelumnya.


Krystal tampak berpikir, kasihan juga dengan Joe yang sering bolak balik demi meminta tanda tangan ayahnya itu. "Bagaimana kalau Krystal ikut Daddy saja? Setelah pulang sekolah bagaimana?"


"Krystal pasti capek, biar Daddy saja yahg ambil cuti."


Melihat tatapan Joe dengan permohonan, Krystal sepertinya menyadari kalau pekerjaan ayahnya di limpahkan ke sekertarisnya itu.


Nona Muda tolonglah aku, kalau seperti ini terus aku bisa kurus kering batin Joe.


"Kasihan Om Joe Dad."


Elmer menoleh ke arah Joe, ia curiga Joe memohon pada putrinya dan menatapnya dengan tajam. Sedangkan di tatap pun memasang wajah biasa dan terpaksa tersenyum.


"Tidak masalah Nona, ini pekerjaan saya."


Walaupun saya terpaksa Nona


Joe melanjutkan perkataannya di dalam hatinya.


"Aku memberikan mu bonus Joe, jadi jangan memasang ekspresi menjijikkan di hadapan putri ku," ucap Elmer. Ia tau putrinya merasa kasihan pada Joe. Hatinya sangat baik seperti Gege.


Klek


"Krystal," sapa Gege. Dia masuk ke kamar putrinya dan melihat Joe dan Elmer. "Kalian sedang sibuk?"

__ADS_1


"Tidak,"


Elmer menutup berkas-berkas yang belum di tanda tangani itu. Dia menyerahkannya pada Joe dan seperti biasa ia di usir secara halus dan harus balik lagi.


"Saya permisi Nyonya, semoga hari kalian menyenangkan."


"Ya terimakasih Joe," Elmer merasa ada yang salah. Dia menoleh dan kembali memasang wajah garangnya. Joe sepertinya sedang menyindirnya.


Joe tak peduli, dia capek dari kantor, bolak balik hanya meminta tanda tangan. Beginilah kalau bucin, pekerjaan pun sirna.


Gege merasa bingung, memangnya ia datang di waktu yang salah?


"Ehem, El kau sudah selesai dengan pekerjaan mu?"


"Iya sudah," jawab Elmer merubah wajahnya dengan wajah santai. "Kita mau kemana? Bagaimana kalau kita keluar makan malam?" tanya Elmer. Dia ingin menghabiskan waktu malam di luar bersama Gege dan Krystal.


"Gege?"


"Baikalah."


Mendengarkan jawaban Gege, Elmer tersenyum senang. Ia harus menghidupkan lampu hijaunya itu.


"Mom, aku ingin kerumah Daddy." Walaupun sudah lama berada di Italia, ia tidak pernah kerumah ayahnya. Ia takut, ibunya tak mengijinkannya.


Gege menyadari kesalahannya, ia kurang peka terhadap putrinya. Selama sebulan ini Krystal tidak mengungkit keinginannya. Ia merasa menjadi ibu yang jahat. "Iya sayang."


"Tapi sama Mommy,"


Elmer tersenyum senang, "Bibi Ang sangat merindukan mu. Kau tidak ingin menemuinya?" tanya Elmer. Ia berniat menyudutkan Gege. Tapi memang benar, Bibi Ang sangat merinduakan Gege. Berkali-kali Bibi Ang menyuruhnya untuk membawa Gege kembali.

__ADS_1


Gege teringat Bibi Ang, sejujurnya ia rindu. Tetapi ia tidak memiliki keberanian untuk menginjakkan kedua kakinya di kediaman Elmer.


"Mommy diam, berarti Mommy setuju donk." Krystal bersorak senang membuat Gege dan Elmer ikut senang. Keduanya saling tatap.


"Sekarang cium Krystal, Mommy dan Daddy bareng-bareng ciumnya ya ...."


"Baiklah, tidak sulit," ucap Gege. Dia tidak sadar niat selubung putrinya itu.


"Satu, dua, tiga ...."


Gege dan Elmer bersamaan mencium pipi Krystal, bukannya pipi tapi malah kedua bibir mereka bersentuhan menimbulkan gelenjar hangat di tubuhnya. Keduanya mematung seakan mengingat masalalu yang indah.


Cekrek


Krystal bertepuk tangan, "Ye Daddy dan Mommy ciuman." Dia sengaja melakukannya untuk mengambil foto keduanya.


"Krystal!" pekik Gege. Ia malu setengah mati, kedua pipinya bagaikan kepiting rebus yang siap di santap. "Awas kamu ya,"


Krystal langsung berlari, Gege ingin mengejar. Namun Elmer menarik lengan Elmer hingga tubuh Gege jatuh ke dalam pangkuan Elmer.


"El, nanti ...."


Mulut Gege langsung terdiam ketika sebuah bibir mendarat sempurna di bibirnya. Rasa hangat itu kembali mengalirinya, bagaikan mana kekuatan sihir yang menghipnotinya untuk mengikutinya. Tubuhnya terasa hangat, ia menbuka sedikit mulutnya hingga lidah itu bergerilya mengabsen setiap inci gigi putihnya.


Bibir Gege yang terasa manis pun membangkitkan jiwa kelakiannya. Ia menggendong tubuh Gege dan menaruhnya ke atas kasur milik Krystal. Dia menatap wajah cantiknya Gege, mengusap bibirnya.


Rasa enak yang tak pernah ia rasakan di mana pun, manisnya lebih manis gula dan madu. Ia menyantap bibir kenyal itu, menciumnya setipa inci.


Elmer merapatkan dadanya ke dada Gege hingga Gege merasa semakin panas, kegeliaan di atas dadanya membuatnya tubuhnya seakan di tarik. Elmer melakukannya dengan lembut, tanpa menyadari tangannya mengalungi leher Elmer.

__ADS_1


__ADS_2