Istri Reinkarnasi Presdir Kejam

Istri Reinkarnasi Presdir Kejam
Hangatnya Angin Malam


__ADS_3

Sebuah cinta yang terpisah dalam waktu yang lama. Keretakan cinta yang memisahkan dua insan yang saling mencintai. Namun takdir memberikan sebuah kesempatan untuk bahagia bagi mereka. Awan yang mendung yang selalu menyelimuti keduanya dan mengeluarkan tangisannya. Kini Awan itu tampak cerah, langit bercahaya.


Sepasang insan yang terpisah dalam waktu yang lama dan menangis dalam kerinduan di iringin sebuah kesakitan.


Hati mereka kini menyatu, lautan netra hangat keduanya saling menyatu, saling menatap dalam penuh kehangatan.


"Aku mencintai mu." Bibir tebal itu mengikuti alunan dalam hatinya.


"Aku juga mencintai mu, Elmer Richard." Wanita yang di sapa Gege itu begitu senang. Dia kini memulai kisah cintanya kembali dalam perjanjian setia sampai mati.


Pria yang di sapa Elmer itu tersenyum. Satu bulan lamanya mereka menjalain kasih kembali dan menyatukan cinta dengan pernikahan sederhana. Mengulang kembali cinta yang belum usai. Kini mereka di satukan dalam kisah yang baru.


Bibir tebal pria itu tertarik ke atas membentuk bulan sabit, sangat cerah mengalahkan ribuan bintang. Bibir itu menempel tepat di bibir seorang wanita yang sangat dia cintai.


Kecupan demi kecupan hangat dan mesra, menarik kehangatan dalam tubuh mereka. Kedua tangan Elmer menarik tengkuk Gege. Aliran hangat itu menarik sesuatu di keduanya.


Tangan Elmer begitu lihat melepaskan satu per satu pakaian Gege. Sementara tangan Gege begitu lembut mengelus dada kekar Elmer di balik kemeja putih itu.


Elmer menarik tubuh Gege, kedua kaki Gege membentuk silang memeluk punggung tegap Elmer.


Kedua tangan Gege di kalungkan ke leher Elmer. Perlahan Elmer maju, dia membaringkan tubuh Gege dengan lembut.

__ADS_1


Hawa panas mulai terasa, di melepaskan kancing kemejanya dan melemparkannya ke sembarangan arah. Dia melepaskan sabuk mahalnya dan melorotkan pakaiannya. Kini Elmer bersih tanpa pakaian apa pun.


Gege melihat sesuatu yang panjang dan tegap siap bertempur dengan gawangnya dan mencetak gol. Jika di ingat, ini kedua kalinya ia akan meraskaannya lagi.


Elmer menarik kain berwarna merah yang menutupi gawang milik istrinya. Dia melemparkan kain itu begitu saja kemudian menarik pinggang Gege.


Kedua kaki Gege menyilang, dalam posisi ini kacung Elmer semakin menegang. Gege merasakan suatu benda yang menekan miliknya.


Dengan rakus Elmer mencium setiap inci bibir Gege. Dia mengecupnya dengan lembut kemudian menuruni leher putih mulus istrinya, mencetak sebuah lukisan terindah malam pertamanya.


Kedua tangannya membuka kain bungkus dua gunubg kembar berwarna navy itu. Melemparnya ke lantai dan dengan lahap dia memperaktekkan bagaimana anak kecil yang kelaparan meminum Asi milik ibunya.


Erangan terdengar jelas dari bibir Gege, gelenjar aneh dalam tubuhnya semakin membuncah, geli di sertai dengan rasa panas.


Lidahnya begitu lihai merasakan kulit putih di perut Gege.


"Em, El .."


Elmer tak tahan, suara merdu itu semakin membuat kacungnya menggila. Dengan perlahan kacungnya ia dorong dalam gawang milik Gege.


"Aaah ...."

__ADS_1


Gege memejamkan kedua matanya, walaupun sudah pernah merasakannya dan merasakan melahirkan, tapi tetap saja masih sakit.


Elmer menahan miliknya, sejenak menenangkan milik Gege agar menerima kacungnya. Nafasya semakin berat, ia mencium setiap inci wajah Gege.


"Aku mencinti Mu, Gerarda Lewis."


Gege tersenyum, Elmer kembali menyerang bibir merahnya. Perlahan namun pasti sesuatu yang mendesak yang di rasakan oleh Gege bagian bawah perutnya.


Elmer mencium leher Gege, ia ajukan kacungnya dengan lembut. Gege terbuai, lama-lama kesakitan itu menghilang di ganti dengan kenikmatan.


"Hah, uumm ...." Sesekali Elmer mengeluarkan suara beratnya. Nafasnya naik turun mengikuti kacungnya yang memompa milik Gege.


"Uh, El emme aku ..."


"Sayang, uh ah ..."


Elmer semakin melajukan kacungnya dengan cepat, suara ******* semakin tak tertahankan. Peluh keringat membasahi tubuh keduanya, seprai yang rapi itu kini lusuh. Elmer semakin di buat gila ketika melihat dua bukit kembar itu naik turun sesuai hentakan yang ia lakukan. Sesekali dia melahapnya, hingga sesuatu itu membuncah.


Gege merasakan sesuatu yang meledak di dalam perutnya, sesuatu yang hangat.


Elmer mengusap peluh keringat di dahi Gege. Kemudian mengecupnya tanpa melepaskan ikatan kacungnya yang masih tertancap.

__ADS_1


"Aku mencintai mu, istri ku."


__ADS_2