Istri Reinkarnasi Presdir Kejam

Istri Reinkarnasi Presdir Kejam
Permintaan Nenek Amora


__ADS_3

"Nenek."


"Coba lihat, aku bawa siapa?" Amelia tak sabar ingin mengatakannya dan memperlihatkan pada nenek tercintanya itu.


Mata yang awalnya terpenjam itu menolaeh ke arah Amelia. Air matanya mengalir di sudut matanya. Antara sakit dan bahagia, tapi kebahagian lebih mendominasinya saat ini. "Gabriel."


Amelia mengangguk, "Iya Gabriel datang Nek."


Gabriel merasa iba melihat wanita tua yang terbujur lemah itu. Dia tersenyum dan sedikit membungkuk. "Maaf baru menjenguk Nenek."


Nenek Amora tersenyum, sejujurnya ia sangat merindukan Gabriel. Ia bersyukur Gabriel datang menjenguknya. "Bagaimana kabar mu, Nak?"


"Aku baik Nek, sangat baik." Gabriel menyeka air mata di sudut matanya. "Nenek harus sembuh." Gabriel menyemangati wanita tua di depannya itu.


Senyum nenek Amora memudar. Bagaimana ia bisa sembuh, memikirkan cucunya yang tidak memiliki siapa-siapa. Harus ia titipkan pada siapa. "Gabriel, nenek tidak memiliki banyak waktu. Sebelum aku pergi ...."


Amelia menyela, ia menangis terisak-isak. "Nenek jangan mengatakannya lagi. Nenek pasti sembuh. Aku yakin, Amelia tidak memiliki siapa pun di dunia ini kecuali Nenek."


Gabriel sangat kasihan pada mantan kekasihnya itu. Dulu hidupnya tidak seperti ini. "Saya akan berusaha membantu nenek untuk sembuh."

__ADS_1


Nenek Amora tersenyum, jika pun ia harus pergi. Ia iklas, mungkin sudah takdirnya. "Aku senang kau baik-baik saja."


Nenek Amora menatap lekat ke arah Amelia kemudian menoleh pada Gabriel di samping kirinya. "Gabriel, boleh aku meminta sesuatu, tapi nenek mohon berjanjilah."


Gabriel merasa tertekan seolah ia merasakan apa permintaan itu. Wajah Jordan sudah pias, ia berharap tuannya bisa memilih. Bukankah setiap orang yang mau sekarat akan menitipkan pesan terakhirnya. Ia menggeleng, semoga firasatnya salah.


"Apa Nek? Saya berjanji jika permintaan itu memberatkan saya, saya akan menurutinya dan sebaliknya." Gabriel tidak ingin terjadi sesuatu pada pernikahannya. Amelia hanyalah sepenggal masa lalunya saja.


Nenek Amora yakin, Gabriel pasti bisa menurutinya. "Menikahlah dengan Amelia."


Jeedarrrr


"Nenek akan tenang kalau kau bisa menjaga Amelia."


"Nenek," Amelia ingin menghentikan. Neneknya tidak tau kalau Gabriel sudah menikah. Dia hanya tau Gabriel sudah bercerai.


"Kalian saling mencintai, pernikahan pertama mu mungkin bukan takdir mu."


Gabriel menarik nafas dalamnya. Pikirannya saat ini senyumannya Lucio dan Rara. "Maaf Nek, aku tidak bisa. Aku sudah menikah dan sudah memiliki anak," ucap Gabriel mempertegas statusnya saat ini kalau ia seorang suami dan seorang ayah.

__ADS_1


"Nenek jangan berpikir yang macam-macam. Gabriel sudah menikah, Nenek harus fokus pada kesembuhan nenek."


Seketika air mata nenek Amora terjatuh, lalu ia harus memasrahkan pada siapa cucu kesayangannya ini.


"Saya tidak bisa Nek, maaf."


"Bukannya kau masih mencintai Amelia."


Amelia seketika menatap Gabriel dengan perasaan tak menentu.


"Dulu, tapi sekarang tidak. Saya mencintai istri saya." Gabriel menjawab formal. Ia harus membatasi masa lalu dan masa depannya. "Saya akan membantu pengobatan Nenek dan Nenek akan sembuh."


"Gabriel, Amelia tidak memiliki siapapun. Apa kau tidak kasihan? Jadikan dia istri kedua mu. Amelia, aku yakin dia tidak akan menuntut apapun. Hidup ku tidak banyak lagi Gabriel."


Gabriel menghela nafas, ia tidak mau menukar perasaan istrinya dan anaknya demi Amelia, akan ada dua orang yang ia sakiti.


Glek


Bukan hanya dua orang saja, tapi lebih tepatnya Gege yang akan membakarnya hidup-hidup. Ia teringat bagaimana wajah buasnya Gege lebih menyeramkan daripada Elmer.

__ADS_1


"Maaf Nek, saya tidak ingin menukar kebahagiaan istri saya. Nenek tenang saja, saya akan membantu pengobatan Nenek." Gabriel membungkuk hormat dan bergegas pergi menuju ruang dokter.


__ADS_2