Istri Reinkarnasi Presdir Kejam

Istri Reinkarnasi Presdir Kejam
Bagaimana Kabar Gabriel?


__ADS_3

"Apa? Bagaimana dia bisa kesini?" tanya Gabriel. Ia menggeleng, bayangannya ketika Rara bertemu dengan Amelia. Ia takut Rara akan salah paham. "Kau tahan dia, jangan sampai datang kesini dan aku akan membawa mereka pulang."


"Baik Tuan." Jordan membungkuk, dia bergegas menemui Amelia.


Sedangkan Gabriel, dia harus segera membawa istri dan anaknya pulang. Ia tidak ingin terjadi sesuatu pada mereka. "Sayang kita pulanh saja yuk. Em, aku males ingin di rumah saja."


Rara menaikkan sebelah alisnya, tadi suaminya baik-baik saja kenapa sekarang mengatakan dia malas. "Kau lelah? Aku bisa membantu mu."


"Oh tidak sayang. Kita pulang saja, aku ingin makan siang di rumah."


Walaupun merasa aneh, Rara mengikuti keinginan suaminya. Dia pun membawa baby Lucio sementara Gabriel merangkul pinggang Rara.


Sering kali dia mengecup kening Rara dan kadang mencium kepala Lucio yang terasa harum minyak bayi. Bahkan Gabriel tak merasa malu saat para karyawan melihatnya. Ia menghiraukan karyawan melihatnya. Anggap saja dia sombong kalau ia memiliki istri cantik dan perhatian.


"Sayang apa pekerjaan mu banyak? Tidak biasanya kau ingin makan siang di rumah. Ya walaupun kau sering makan di rumah."

__ADS_1


"Aku hanya rindu rumah dan kalian. Apa salah suami merindukan istri yang merupakan rumahanya?" Tanya Gabriel dengan nada cemberut.


Rara mengelus pipi Gabriel. "Tidak, aku senang kau meluangkan waktu untuk kami dan terimakasih karena begitu perhatian pada kami."


Gabriel tersenyum senang, dalam hatinya meledak ketenangan. Ia berhasil membawa Rara dan putranya pergi. Setidaknya nafasnya masih berada dalam tubuhnya.


Sedangkan di tempat lain.


Jordan kembali menemui Amelia, dia membawa Amelia ke kantin perusahaan. Tidak mungkin dia membawa Amelia ke ruangannya. Untung saja, Amelia bertemu dengannya kalau tidak, ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi.


Amelia menunduk, dadanya bergetar. Tanpa rasa malu ia mendatangi Gabriel. Hanya pria itu yang bisa menolongnya. "Aku membutuhkan Gabriel. Aku butuh bantuannya."


"Nona butuh bantuan apa? Biar saya sendiri yang mengurusinya."


"Aku butuh uang untuk pengobatan nenek. Nenek menderita kangker usus." Wanita yang di sapa Amelia menangis terisak. Ia mengingat bagaimana letih kehidupannya. "Aku butuh uang, maaf kalau aku mengganggu Gabriel, tetapi aku sangat membutuhkannya."

__ADS_1


Jordan ikut prihatin, ia kasihan pada Amelia. Dulu mereka sepasang kekasih yang saling bahagia. Akan tetapi karena perjodohan mereka berpisah, namun sekarang untuk kembali pun tidak mungkin. "Biar saya yang mengurusnya, anda tidak perlu khawatir."


Amelia merasa lega. Gabriel memang menunjang kebutuhannya dulu meskipun ia tidak butuh, tetapi karena kedua orang tua Gabriel melarang, Gabriel tidak lagi membantu finasialnya. Mereka hilang kontak dan tak pernah bertemu kembali.


"Bagaimana kabar Gabriel? Aku dengan dia sudah bercerai." Sejujrunya Amelia masih sangat mencintai Gabriel, tetapi karena tidak ingin merusak hubungannya. Ia menghilang dari pandangan Gabriel.


"Kabar Tuan sangat baik."


Amelia tersenyum senang, ia bahagia mendengarkan kabar pria itu baik-baik saja.


"Tuan Gabriel sudah memiliki anak dengan istri keduanya."


Amelia menganga, Gabriel menikah lagi? Tidak ada media yang meliputnya. Justru hanya perceraian tentang Gabriel dan Helena. "Semenjak kapan? Bukankah Gabriel baru bercerai. Anak?"


Jordan menceritakan semuanya, awal kejadian Gabriel dan sekarang. Bagaimana Gabriel saat ini sedang bahagia dan saling mencintai.

__ADS_1


Tidak mungkin Gabriel mencintai secepat itu? Pasti dia hanya merasa bersalah saja.


__ADS_2