Istri Reinkarnasi Presdir Kejam

Istri Reinkarnasi Presdir Kejam
Seharusnya Aku Elmer


__ADS_3

Dahi Krystal berkerut, dia melihat seorang anak laki-laki yang ia kenal. Tidak ingin ia kenal, tapi anak laki-laki itu selalu menempelinya. Dia selalu mendatanginya saat pulang sekolah. Kebetulan sekolah mereka jaraknya cukup dekat.


"Sayang siapa dia?" tanya Elmer. Ia mengubah panggilannya untuk Gege, tidak peduli dengan jawaban Gege yang menerimanya kembali, tapi ia percaya Gege masih mencintainya.


Gege menggeleng, dia tak menyadari panggilannya karena fokus pada bocah laki-laki itu.


"Selamat malam tante, om," sapanya dengan ramah.


Bocah laki-laki itu tersenyum pada Krystal, melihat wajah Krytal yang cemberut membuatnya terlihat menggemaskan.


Tanpa permisi, dia duduk di samping Krystal. Kursi kosong di sampingnya itu. "Ekhem, maaf mengganggu waktu tante dan om. Sebenarnya saya kesini hanya ingin menyapa Krystal saja."


Gege tersenyum, wajahnya lumayan tampan. Bisa jadi bocah di depannya menjadi jodoh Krystal. "Di mana kedua orang tua mu?" tanya Gege.


"Oh, ibu saya sedang ke toilet."


Gege mengangguk, Krystal masih memasang ekspresi jengah.


"Ya sudah sana pergi," ujar Krystal.


Tidak merasa tersinggung sedikit pun, bagi bocah laki-laki itu sikap judes dan ketus dari Krystal selalu menarik perhatiannya.

__ADS_1


"Tante Mommy Krystal?"


"Iya," ujar Gege mengangguk.


Bocah laki-laki itu tersenyum. "Pantas saja cantik seperti Krystal."


Wajah Krystal merona, ia tidak suka dengan bocah itu yang selalu saja menggoda. Ia telah mendengar beberapa siswi yang sering membicarakannya. Bilang tampan dan segalanya.


Krytal mencibir, namun Gege merasa senang dengan kehadiran bocah itu, ia merasa terhibur.


Sedangkan Elmer, ia tidak suka istrinya di rayu oleh bocah ingusan seperti di depannya itu. "Sebaiknya kau pergi, ibu mu pasti mencari mu."


"Oh iya, aku lupa Om," ucapnya menepuk jidatnya. Seolah ia melupakan sesuatu yang penting, padahal sejatinya tidak. "Tante harus jaga anak tante dengan baik ya, entar saya jemput loh."


Bocah laki-laki itu pun mengajungkan jempolnya dan tersenyum. Dia pun pergi ke arah mejanya yang tampak berada di pojokan.


"Sayang jangan tersenyum,"


Gege merasa aneh, kedua telinganya menangkap panggilan asing. "Siapa?" tanya Gege.


"Kamulah sayang, jangan tersenyum seperti itu pada laki-laki lain," ucap Elmer dengan lembut.

__ADS_1


"Siapa yang mengijinkan mu memanggil ku sayang?"


"Tidak ada, aku saja yang mau." Elmer segera mengalihkan pembicaraannya. Bisa bahaya kalau Gege terus membahas panggilannyan itu. Ia tidak ingin makan malam ini kacau. "Krystal, bocah tadi kau harus jauhi, sepertinya tidak baik."


Gege tidak terima, ini peluang bagi Krystal dan juga dirinya mencarikannya jodoh. Jodoh untuk putrinya harus baik-baik mulai sejak dini. Jangan sampai ia salah pilih.


"Hey, apa maksud mu? bocah tadi baik, tampan kok untuk Krystal."


"Sayang, apanya yang baik? Sudah Krystal harus mencari yang lebih baik."


"Memangnya kau baik, kau tidak," ketus Gege.


Perkataan Gege menohok lubuk hati Elmer. Namun pria itu hanya tersenyum, yang di katakan Gege memang benar.


Elmer meraih tangan Gege dan menggenggamnya. "Tapi aku akan berusaha menjadi baik, suami yang baik, suami idaman seperti kemauan istri ku."


Gege terdiam, dunia seakan berbunga dan menerbakan aroma harum di sekelilingnya. Tanpa di sadari di sebuah jendela kaca seorang wanita mengalirkan air matanya. Tubuhnya bergetar melihat keromantisan Elmer.


Dia yang selama ini berusaha keras mendapatkan hati Elmer. Namun tidak mendapatkan apa pun. Elmer tidak membiarkannya masuk, tapi pada orang lain, Elmer membuka hatinya. Di lihat dari senyumannya yang menatap wanita itu seperti seorang jatuh cinta dan tangannya yang menggenggam erat.


"Wajah ku mirip dengan Gege. Aku hidup seperti Gege, apa yang tidak aku sukai, aku tidak akan menyukainya. Apa yang di sukai Gege aku menyukainya, walaupun bertolak belakang dengan ku. Selama ini aku yang berada di samping mu, saat kamu kehilangan Gege. Akulah yang menemani mu, tapi apa kau memilih wanita lain? Tidak Elmer ..."

__ADS_1


Wanita itu terisak, niat hati ia pulang ingin melihat Elmer dan kedua orang tuanya. Ia begitu merindukan mereka dan memberanikan pulang ke Italia.


"Seharusnya aku yang berada di sana Elmer."


__ADS_2