Istri Reinkarnasi Presdir Kejam

Istri Reinkarnasi Presdir Kejam
Patah


__ADS_3

Setelah mendengarkan tentang kehamilan Gege. Betapa bahagianya tuan Hardiand, tuan Arthur dan Mommy Becca. Mereka selaku sebagai orang tua Gege merasa bersyukur di berikan kesempatan untung menimang cucu lagi.


Apa lagi dengan Elmer Richard, dia begitu bahagia dengan kehadiran anak keduanya dan dengan tangannya sendiri ia menjaga Gege dan anaknya itu. Walaupun ia belum tau jenis kelamin anaknya, yang penting sehat untuknya.


Setiap harinya, Elmer turun sendiri untuk membuatkan susu dan makanan kesukaan Gege. Walaupun terkadang ia mual dan merasa pusing dengan aroma masakan, tapi tidak menyulitkan semangatnya untuk memberikan yang terbaik pada sang buah hati.


Tak terasa sudah tiga bulan. Kehamilan Gege kini menginjak tiga bulan. Elmer selalu menemani Gege ke rumah sakit. Ia tidak ingin membuang waktu demi buah hatinya itu. Sama halnya dengan hari ini, setelah selesai dari rumah sakit. Kini Gege memakan buah melon.


Gege mengusap perutnya yang mulai membuncit. Ia merasa tubuhnya semakin gemuk. "Sayang, aku gemuk ya?" tanya Gege.


Elmer menoleh, dia telah selesai memakai kaos oblongnya. Hari ini jadwalnya untuk bersantai menemani istri tercintanya. Semenjak Gege hamil, ia membuat jadwal untuk Gege dan kadang membawa pekerjaannya ke rumah.

__ADS_1


Elmer tersenyum, istrinya memang terlihat gemukan sedikit. Tangannya sering mencubit kedua pipi gembulnya itu. "Iya," jawab Elmer. Dia menatap istrinya yang tengah bersandar ke sisi ranjang.


Hidung Gege kembang kempis, tidak bisakah suaminya menghiburnya sedikit saja. "Kau jahat sekali, aku tidak mau makan." Gege menaruh piring yang terdapat buah melon itu ke atas nakas.


"Eit, kenapa marah? gemuk, tapi imut bagi ku loh sayang, hemm..."


Elmer mengecup kening Gege dan mengelus pipi tembemnya. "Bagiku kau tetap wanita tercantik di dunia ini." Elmer duduk berjongkok di samping ranjang. Digenggamnya kedua tangan Gege dan menciumnya dengan lembut. "Kau bidadari ku, pemilik hati dan jantung ku."


Gege tersenyum, dia sedikit menunduk, kedua tangannya melingkar di leher Elmer. "Terimakasih."


Sementara itu.

__ADS_1


Disebuah ruangan, seorang wanita perlahan membuka kedua matanya. Dahinya berkerut saat cahaya silau matahari menerpa kedua netranya. Ia menoleh, lalu melihat ke arah jendela. Kepalanya terasa cenat-cenut karena tadi malam ia sempat ke klub bersenang-senang dengan temannya. Awalnya ia tidak mau minum, tapi temannya memaksanya hingga berakhir goyah.


"Aku dimana? Aakh pusing sekali ..." Wanita yang di sapa Rara itu menggelengkan kepalanya. Ia memijat pelipisnya seraya memejamkan kedua matanya.


Namun saat kedua matanya terbuka, kedua bola mata itu membulat. Ia langsung melihat ke bawah selimut, tubuhnya sangat jelas tanpa sehelai pakaian apa pun. Dia meneguk ludahnya secara kasar, kedua matanya melihat ke arah lantai.


Mulutnya menganga, selimut itu ia naikkan sampai ke dadanya untuk menutupi tubuhnya. Ia mengingat kejadian tadi malam, ia hanya teringat ia ke hotel dan sudah memesan kamar.


"Mimpi, ini mimpi." Rara memejamkan kedua matanya dan menampar pipinya, kemudian membuka kedua matanya dan tetap sama. Keadaannya tetap sama tak ada yang berubah.


"Ya Tuhan ... Apa yang aku lakhkan?" Dengan hati terpukul, ia bergegas mengambil pakaiannya di lantai sambil memegang selimut menutupi bagian tubuhnya. Dia memungut dress merah yang ia gunakan semalam itu. Dress itu sobek menjadi dua. Ia tidak ingat kejadian tadi malam dan laki-laki yang telah menjamah tubuhnya.

__ADS_1


"Apa? Apa ini?" Kedua matanya memanas, ia bagaikan orang linglung yang tidak tau apa-apa. Ia mengusap wajahnya dan perhatian teralih sebuah paper bagh. Ia pun mengambilnya dan melihat sebuah dress berserta pakaian dalamnya.


Di samping paper bagh itu terdapat sebuah cek dengan nominal 300 ratus juta. Rara tak bisa mengucapkan apa pun. Tubuhnya lemas dan duduk ke lantai.


__ADS_2