
Vina dan adik-adik nya berpamitan kepada ibu nya untuk pergi ke sekolah di karenakan vina tidak mempunyai kendaraan jadi ia dan adik-adiknya pergi menggunakan angkutan umum untuk pergi ke sekolah, vina tidak lupa membawa barang dagangan nya yang akan di jual ke teman-teman sekolah nya.
"Bu kita pamit nya untuk berangkat ke sekolah "Vina pun berpamitan di susul dengan kedua adiknya.
"Iya hati-hati di jalan"Ibu juga akan pergi ke tempat kerjanya.
"Iya bu"Semua anak nya pun menjawab dan mereka pun pergi ke sekolah.
Vina dan kedua adik nya pun berangkat naik angkutan umum, vina dan kedua adik nya berbeda tempat sekolah namun denis dan zahra satu sekolah karena zahra masih SD jadi ia berangkat bersama denis dan ibunya pun sengaja menyekolahkan zahra di tempat yang sama bersama denis biar ibu nya tidak repot untuk mengantar zahra,vina pun sudah sampai di sekolah nya dan ada salah satu sahabatnya vina yang menegur vina.
"Vin tunggu "Ada seseorang yang manggil vina di belakang dan ternyata itu sahabatnya ya siapa lagi kalau bukan fenia si gadis cerewet.
"Eh nia ada apa kamu teriak-teriak ini kan bukan hutan"Jawab vina.
"Abisnya sih luh di panggil engga noleh ke belakang "Fenia pun menjawab sambil nafas tidak beraturan karen ia berlari.
"Kan gue engga tau, luh mau beli engga nih dagangan gue"Vina malah menawarkan dagangannya.
"Etdah luh engga di mana-mana pasti aja promo "Fenia pun protes.
"Hahah promosi itu harus nama nya juga gue dagang kalau diem aja engga ada yang beli dong"Vina pun tertawa kecil.
"Yaudah gue beli deh lagi pula gue belum sarapan juga sih"Fenia pun akhirnya membeli dagangan vina.
"Nih pilih aja mau apaan "
__ADS_1
"Okeh gue pengen ini sama ini"Fenia sambil menujuk ke arah dagangan vina.
...
Fenia ia adalah salah satu sahabatnya vina di sekolah ia pun dari keluarga yang lumayan berkecukupan di banding vina namun fenia engga memandang ia harus berteman sama siapa saja menurut dia berteman itu sama siapa aja engga harus membedakan kasta mereka berdua duduk di bangku 12 ipa,mungkin hanya beberapa bulan lagi saja mereka berdua akan menghabiskan masa putih abu di sekolahan itu. bel sekolah pun berdering dan saat nya semua siswa dan siswi memasuki jam pelajaran.
"Ada Pr engga sih sekarang "Tanya fenia kepada vina.
"Engga ada kayanya "Jawab vina.
"Syukur deh kalau engga ada gue sangat lega"Fenia pun merasa lega karena ia tipikel orang kadang ngerjain kadang engga tugas rumah.
"Luh kan emang biasa nya kaya gitu kalau engga ngerjain ya liat punya gue"Timpal vina.
"Iya gimana luh aja deh"
Tak lama kemudian sang guru pun masuk dan semua murid pun duduk rapih, ketua kelas pun berdiri dan semua murid berdiri dan memberikan salam.
"Baik kita mulai pelajaran hari ini " Sang guru pun memulai pelajaran.
"Baik pak "Semua murid menjawab.
Guru pun menulis di papan tulis setelah menulis sang guru pun menjelaskan materi apa yang di tulis tadi dan mejelaskan secara terperinci oleh guru, setelah guru menjelaskan tak lama kemudian guru pun memberi sesi tanya jawab.
"Apakah kalian mengerti? "Tanya pak guru.
__ADS_1
"Mengerti pak"Murid pun menjawab.
"Baik lah kalau mengerti apakah ada yang di tanyakan soal pembahasan yang tadi? "Tanya pak guru.
"Tidak ada pak"Semua murid pun menjawab.
"Baik kalau tidak ada bapak akhiri saja pelajaran hari ini, "Sang guru pun memebereskan buku nya dari meja.
"Jangan pada keluar yah abis ini ada pelajaran kedua untuk ketua kelas mohon tidak berisik"
"Baik pak"
"Terimakasih nanti di lanjut minggu depan pelajaran bapa"
Guru pun meninggal kan kelas dan seperti biasa kalau di dalam kelas pasti pada berisik apa lagi cewe-cewe pasti ngerumpi ini lah itu lah selagi belum ada guru yang ke dua.
.
.
.
**Happy reading ☺🤗
jangan lupa vote, like and comen☺🙏**
__ADS_1