
Namun simon mempunyai rencana untuk vina karena simon dari awal ketemu vina ia sudah tertarik kepada vina, Simon menyuruh anak buah nya untuk mencari informasi tentang vina dari keluarga nya sampai vina masih sekolah atau pun sudah lulus.
"Saya ingin tau tentang keluarga vina cari tau sekarang. "Ucap simon yang memperintahkan anak buah nya.
"Baik bos."Ucap anak buah nya.
Anak buah simon pun langsung mencari tentang keluarga vina sampai ia pun mencari kesekolah sampai teman nya vina pun mereka dapat kan informasi nya, anak buah simon sangat cepat sekali menemukan informasi tentang keluarga vina, tak lama kemudian anak buah nya simon pun datang ke simon.
"Permisi bos saya ingin memberikan informasi. "Ucap anak buah simon.
"Bicara saja apa yang mau di bicarakan. "Ucap simon.
"Nona vina sedang berada di rumah sakit sekarang karena ibu nya sedang sakit, ibu laras harus segera operasi karena ia mempunyai tumor dan harus di angkat."Ucap panjang lebar anak buah simon.
"Selain itu adakah yang lain. "Ucap simon.
"Ada bos ternyata vina baru lulus dari sekolah menengah atas ia pun di berikan beasiswa oleh sekolah namun ia belum mengambil nya bos. "Ucap anak buah simon.
"Bagus gue suka cara kerja loh."Ucap simon tersenyum puas.
"Oh ya bos ada satu lagi informasi. "Ucap anak buah simon.
"Apa. "Ucap simon.
"Vina di sekolah mempunyai sahabat yang begitu dekat dengan nya. "Ucap anak buah simon.
"Gue engga butuh informasi itu yang gue butuhin itu sekarang informasi bahwa dia sedang kesulitan uang."Ucap simon.
"Maaf bos. "Ucap anak buah simon.
"Ngapain loh masih di sini sana keluar. "Ucap simon.
"Baik bos. "Ucap anak buah nya.
Anak buah simon pun keluar dari ruangan kerja simon, simon tersenyum bahagia ia bisa menekan vina dan memberikan satu pilihan kepada vina ia sudah merencanakan hal ini apa lagi simon sudah mendengar kabar bahwa ibu nya harus di operasi.
Di Rumah Sakit.
Vina masih menatap map yang berisi kertas ia harus menyutuji ibunya harus di operasi namun ia pun terkendala sama biaya nya, vina sangat kebingungan ia tidak mempunyai pekerjaan juga ia pun sangat bingung sekali.
"Ya allah harus bagaimana ini apa yang harus aku lakukan. "Ucap vina dalam hati nya.
"Apa aku kasih tau fenia ya hal ini. "Ucap vina yang memegang ponsel nya.
"Masa ngerpotin fenia mulu ah."Ucap vina dalam hati nya.
Setelah ia mempertimbangkan semuanya vina pun berfikir apa iya akan meminjam lagi kepada simon namun ia juga berfikir hutang yang itu saja belum lunas belum sama bunga nya lagi, vina terus berfikir ia mencari jalan keluarnya dan ia pun tidak tau harus mencari pinjaman ke mana lagi ya mau engga mau vina akan meminjam lagi ke simon.
Vina menelepon seseorang ia menelepon anak buah nya simon ia ingin berbicara sama simon dan vina pun akan menemui nya.
"Hallo. "Ucap vina di sebrang telepon.
"Iya hallo ada apa? "Ucap anak buah simon yang menyeramkan.
"Sa, saya mau mengobrol dengan pak simon. "Ucap vina aga terbata.
"Mau bayar hutang? "Tanya anak buah simon.
"Bukan saya ingin bertemu dengan nya saja. "Ucap vina.
"Nanti saya bilangin ke bos simon. "Ucap anak buah simon.
"Baik pak terimakasih. "Ucap vina.
Vina menutup telepon nya ia pun merasa ragu namun keraguan nya hilang karena ini demi ibu dan kedua adik nya. Vina menatap ibunya dengan lekat ia pun sangat khawatir juga atas kesehatan ibu nya.
__ADS_1
.
.
Anak buah simon menghampiri simon ia akan memberitahu bahwa tadi vina menelepon ia ingin bertemu dengan simon.
"Permisi bos. "Ucap anak buah simon.
"Ada apa? "Tanya simon.
"Gini bos tadi vina menelepon saya dia ingin beretemu sama bos. "Ucap anak buah nya simon.
"Okeh kita kan temui dia sekarang bilang ke dia kita ketemu di cafe."Ucap simon.
"Baik bos. "Ucap anak buah simon.
Anak buah simon langsung menerima perintah dari bos nya tersebut ia langsung melaksanakan perintah dari bos nya tersebut.
"Kata bos simon sekarang ketemu di cafe nanti saya serlok lokasi nya. "Pesan dari anak buah simon.
Vina sedang melamun tiba-tiba ponsel nya berdering.
Tink, suara ponsel vina yang membuyarkan lamunan nya.
"Pesan dari siapa yah ."Ucap vina dan meraih ponsel nya.
"Okeh saya akan ke sana. "Balasan pesan vina kepada anak buah nya simon.
Vina memasukan ponsel nya kembali ke tas nya ia pun berpamitan dulu kepada kedua adik nya dan ibu nya ia akan keluar sebentar.
"Bu, vina mau keluar dulu ya sebentar. "Ucap vina ke ibu nya.
"Mau ke mana kamu nak?"Tanya ibu.
"Ada perlu bu. "Jawab vina.
"Iya bu, vina keluar dulu yah. "Ucap vina.
Vina menghampiri kedua adik nya dan ia pun berpesan kepada adik nya untuk menjaga ibu.
"Denis, zahra kalian berdua jaga ibu ya dengan baik. "Ucap vina.
"Siap kak. "Ucap zahra sambil hormat kepada vina.
"Tenang aja kak kan ada denis. "Ucap denis.
"Kakak percaya ko ke kalian berdua, kak pamit dulu yah. "Ucap vina.
"Iya kak."Ucap denis dan zahra berbarengan.
Vina keluar dari kamar ibu ia berjalan keluar dari gedung rumah sakit, vina sudah berada d depan rumah sakit ia sedang menunggu angkut an umum tak lama kemudian vina sudah mendapat kan angkot vina pun naik ke angkot tersebut.
Vina sudah sampai di tempat tujuan sesuai dengan serlok dari anak buah nya simon vina pun masuk ke dalam sebuah cafe, setelah vina masuk ke dalam ia pun mencari keberadaan simon.
"Hey. "Ucap anak buah simon ke vina sambil mengarahkan nya.
"Oh ternyata di situ. "Ucap vina dalam hati nya, ia pun tersenyum dan berjalan ke arah simo.
"Maaf pak menunggu lama. "Ucap vina kepada simon dan anak buah nya.
"Tidak apa-apa. "Ucap simon.
Anak buah simon pun meninggal kan simon dan vina di situ hanya ada vina dan simon saja.
"Apa yang mau anda sampai kan ke saya, apa mau bayar hutang ?"Tanya simon dengan total the point.
__ADS_1
"Ja, jadi gini pak. "Ucap vina terasa gugup.
"Iya kenapa? "Tanya simon dengan baik.
"Sa, saya. "Vina mengatur nafas nya.
"Saya ingin meminjam lagi uang."Ucap vina yang tidak berani menatap simon.
"Mau pinjam berapa lagi?"Tanya simon.
"30 juta pak. "Ucap vina dengan lantang.
"Oh 30 Juta okeh."Ucap simon dengan santai.
"Boleh pak saya meminjam kepada bapak lagi? "Tanya vina.
"Iya boleh tapi apa jamianan anda kalau anda telat membayar hutang."Ucap simon.
"Sertifikat rumah. "Ucap vina.
"Apa bukan nya sertifikat rumah mu ada di saya. "Ucap simon.
"Duhh bego baget sih gue usah tau sertifikat ada di tangannya. "Ucap vina dalam hati nya.
"Gini saja saya mempunyai syarat buat kamu. "Ucap simon.
"Syarat apa? "Tanya vina.
"Saya mau tanya dulu ke kamu?"Tanya simon.
"Mau tanya apa. "Jawab vina.
"Anda sangat butuh sekali uang ini. "Ucap simon.
"Iya pak saya sangat butuh sekali uang ini. "Ucap vina.
"Baik lah kalau gitu, saya akan kasih uang ini ke kamu habis ibu kamu sembuh dan sudah operasi kamu harus jadi selir saya. "Ucap simon.
"Apa! "Ucap vina sangat kaget dengan perkataan simon.
"Ada yang salah kalau tidak mau siap-siap saja anda kehilangan ibu anda. "Ucap simon.
Vina terdiam sebentar perkataan simon ada benar nya juga, namun kenapa harus jadi selir nya, tanpa perfikir panjang vina pun menyetujui nya karena ini semua demi ibu nya.
"Baiklah saya setuju apa yang anda bilang namun ada syarat nya. "Ucap vina.
"Kamu mau apa pun saya akan berikan. "Ucap simon.
"Okeh kalau gitu, saya ingin melanjutkan kuliah saya dan anda harus menjamin kedua adik saya. "Ucap vina.
"Hanya itu saja. "Ucap simon.
"Iya. "Ucap vina.
"Baik lah jangan banyak-banyak juga sih kan anda juga punya hutang ke saya."Ucap simon.
"Sepakat. "Ucap vina menyodorkan tangan nya.
Simon pun menjabat tangan vina setelah mereka meyutuji kesepakatan itu mereka pun pergi dari cafe tersebut, vina pun tidak percaya bahwa dia akan menyetujui hal ini namun gimana lagi.
.
.
.
__ADS_1
**Happy Reading 🤗🤗
Jangan lupa vote like and comen☺🙏**