
Saat ibu sudah masuk ke kamar dan ingin istirahat duluan vina yang sedang duduk di sofa pun termenung karena ia harus memikirkan apakah dia harus lanjut kuliah apa tidak, vina sangat kebingungan di sisi lain ia pengen seperti teman nya namun ia juga mempunyai kedua adik yang harus sekolah juga.
"Kakak kenapa ko kelihatan sedih gitu? "Tanya zahra.
"Engga kenapa -kenapa ko de. "Jawab vina.
"Kalau engga kenapa-kenapa ko kakak kaya sedih gitu. "Ucap zahra.
"Tidur kamu sudah malam juga. "Ucap vina yang mengalihkan pembicaraan.
"Belum ngantuk kak. "Ucap zahra.
"Ini sudah malam de ayo tidur. "Ucap vina dan mengajak zahra untuk tidur.
Dan akhirnya zahra pun mau tidur, di tempat tidur zahra sudah pulas tidur nya namun vina masih saja belum bisa tidur karena ia masih memikir kan kejadian waktu siang.
Di pagi hari.
Sang mentari sudah menyinari kamarnya vina, dan vina pun terbangun dari tidurnya saat vina menengok ke arah samping ternyata zahra sudah tidak ada di samping nya dan ia pun keluar dari kamar nya, saat vina keluar ibu pun menyuruh vina untuk sarapan.
"Udah bangun vin? "Tanya ibu.
"Iya bu udah maaf vina bangun nya telat. "Jawab vina.
"Engga apa-apa lagi pula kamu engga ke sekolahan kan hari ini. "Ucap ibu.
"Engga ko bu. "Jawab vina.
"Yaudah ayo sarapan bareng. "Ucap ibu.
"Engga bu duluan aja vina mau mandi dulu. "Ucap vina.
"Yaudah kalau gitu, Oh iya ibu sekalian pamit yah. "Ucap ibu.
"Ibu mau ke mana? "Tanya zahra.
"Mau kerja lah nak, Yaudah ibu berangkat dulu yah. "Ucap ibu.
"Oh yaudah bu hati-hati. "Ucap vina.
"Denis jagain zahra yah. "Ucap ibu ke denis.
"Iya bu pokok nya aman ko. "Ucap denis.
"Oh bu vina juga mau keluar yah nanti. "Ucap vina.
"Iya vin tapi jangan lama -lama yah. "Ucap ibu.
"Iya bu. "Ucap vina.
"Yaudah ibu pamit yah. "Ucap ibu.
"Iya bu. "Ucap vina dan kedua adik nya.
"Assalamualaikum. "Ucap ibu.
Ibu sudah sarapan nya lalu pergi untuk bekerja sedangkan vina masih di tempat meja makan ia masih menunggu kedua adik nya selesai makan, tak lama kemudian zahra dan denis sudah selesai makan nya dan akan pamit untuk berangkat ke sekolah.
"Kakak aku berangkat dulu yah ke sekolah. "Ucap zahra kepada vina.
"Iya de hati-hati yah di jalan, denis jagain yah zahra. "Ucap vina yang mengingatkan denis.
"Iya kak siap, kita berangkat dulu yah. "Ucap denis dan salaman kepada vina.
"Iya hati -hati di jalan. "Ucap vina.
"Iya kak, assalamualaikum. "Ucap zahra dan denis.
__ADS_1
Setelah kedua adik nya itu pergi ke sekolah vina membereskan piring kotor dan mencuci nya, setelah selesai mencui piring vina menyapu dan mengepel rumah nya, setelah selesai semua nya vina pun mandi.
Tak lama kemudian vina sudah selesai mandi vina membuka ponsel nya ia mengirim pesan ke fenia.
"Assalamualaikum. "Vina mengirim pesan ke fenia.
"Walaikum salam vin,"Balasan dari fenia.
"Fen lagi sibuk engga? "Pesan dari vina.
"Engga vin ada apa emang nya? "Balasan dari fenia.
"Bisa engga kita ketemu di taman. "Vina mengirim pesan.
"Bisa vin mau jam berapa? "Balasan dari fenia.
"Jam 10han aja fen. "Vina mengirim pesan.
"Okeh gue mau siap-siap dulu yah. "Balas dari fenia.
"Iya okeh, assalamualaikum. "Vina mengirim pesan.
Fenia tidak membalas pensan dari vina ia langsung siap -siap karena vina sudah mengirim nya pesan, fenia keluar dari kamar nya sudah sangat rapih.
"Mau ke mana anak bunda sudah rapih gini? "Tanya bunda.
"Mau ketemu sama vina bun. "Jawab fenia.
"Mau ke sekolah yah. "Ucap bunda.
"Engga bun mau ngapain ke sekolah juga kan udah lulus. "Ucap fenia.
"Iya juga sih, terus mau ke mana dong. "Ucap bunda.
"Bunda kepo ikhh. "Ucap fenia.
"Bukannya kepo cuman pengen tau aja. "Ucap bunda.
"Ya mana bunda tau mungkin mau ngomongin masalah masuk kampus kali. "Ucap bunda.
"Bisa jadi sih bun. "Ucap fenia.
Setelah fenia sudah mengobrol dengan bunda fenia pun pamit ke bunda untuk pergi bersama vina.
"Bun aku pamit ya mau ke vina. "Ucap fenia.
"Mau di anterin sama mang iwan nak? "Tanya bunda.
"Engga usah deh bun kasian ke mang iwan harus bulak balik. "Ucap fenia.
"Terus mau naik apa dong ."Ucap bunda.
"Naik ojol aja bun. "Ucap fenia.
"Yaudah ath. "Ucap bunda.
"Tuh ojol nya udah di depan, aku berangkat yah bun. "Ucap fenia.
"Iya hati-hati. "Ucap bunda.
"Assalamualaikum. "Ucap fenia sambil mencium tangan.
"Walaikum salam. "Ucap bunda.
Fenia berangkat dan menuju ke taman, tak terasa fenia sudah berada di depan taman dan vina pun sudah berada di depan taman sangat kebetulan sekali.
"Hey vin. "Ucap fenia.
__ADS_1
"Hey kirain belum datang hehe. "Ucap vina.
"Kan selalu tepat waktu dong hehe. "Ucap Fenia.
"Kita ke sebelah sana yuk. "Ajak vina.
"Ayo. "Ucap fenia.
Mereka berdua pun berjalan sambil mencari tempat yang enak untuk mengobrol dan mereka pun mendapatkan tempat yang enak.
"Kita di sini aja fen enak nih tempatnya. "Ucap vina.
"Yaudah yuk duduk gue pegel nih. "Ucap fenia.
"Makasih yah fen udah mau luangin waktu nya. "Ucap vina.
"Yaelah luh udah ke siapa aja, ngomong -ngomong luh mau ngomongin apaan pasti mau ngomongin soal kuliah yah? "Tanya fenia sangat antusias.
"Bukan itu fen. "Jawab cina dengan lesu.
"Terus apa dong. "Ucap fenia.
"Gue kaya nya engga jadi deh ngambil beasiswa nya. "Ucap vina.
"Kenapa vin sayang loh kalau engga diambil masa gue doang sih sama anak yang lain. "Ucap fenia.
"Ada beberapa yang harus gue timbangin fen. "Ucap vina.
"Apa yang harus di timbangin vin cerita aja sama gue siapa tau gue bisa bantu. "Ucap fenia .
"Jadi gini fen, waktu kemarin pas gue pulang tiba-tiba ada orang yang mengacak-ngacak rumah gue."Ucap vina.
"Lah kenapa engga lapor sama pak rt atau polis gitu. "Ucap fenia.
"Bukan itu permasalahan nya fen"Ucap vina.
"Terus apa dong?"Tanya Fenia.
"Keluarga gue kelilit hutang fen. "Jawab vina sambil mata nya berkaca-kaca.
"Ko bisa? "Tanya fenia yang tidak percaya.
"Iya bisa karena almarhum bapak gue pinjem uang buat biaya-biaya rumah sakit. "Ucap vina.
"Ya ampun, tenang gue bisa bantu eluh ko. "Ucap fenia yang meyakinkan vina.
"Engga bakalan bisa fen karena hutang nya engga sedikit. "Ucap vina.
"Kita pasti bisa ko cari solusi nya loh sabar aja, nanti pake duit tabungan gue aja okeh. "Ucap fenia.
"Itu kan tabungan loh jangan lah, nanti gue cari kerjaan aja biar bisa membayar hutang. "Ucap vina.
"Ya engga apa-apa vin, itu sebagian aja biar cepat lunas kan kalau di bantu pake duit tabungan gue. "Ucap fenia.
"Makasih yah fen eluh selalu ada di saat gue kaya gini. "Ucap vina sambil nangis karena terharu.
"Iya sama-sama udah jangan nangis lagi ah. "Ucap fenia.
"Engga ko. "Ucap vina dan menghapus air matanya.
Setelah vina selesai curhat masalah nya ke fenia,mereka berjalan ke arah danau di dekat taman sengaja fenia membawa vina ke sana biar rilex saja.
.
.
.
__ADS_1
**Happy Reading 🤗🤗
Jangan lupa vote like and comen☺🙏**