Istri Sang Selir

Istri Sang Selir
Epson 32


__ADS_3

Vina masih kelihatan bingung dengan kedua lelaki tersebut kenapa seperti itu tadi aja mereka biasa saja terhadap vina kenapa sekarang seperti ini, dan salah satu lelaki tersebut pun berbicara.


"Selamat siang pak silahkan duduk. "Ucap lelaki tersebut.


"Selamat siang. "Ucap simon.


Tanpa basa basi lagi simon duduk di hadapan vina, vina hanya terdiam saja karena ia tidak tau di hadapan nya itu siapa dan simon pun mengulurkan tangan nya ia pun berkenalan.


"Perkenalankan nama saya Simon. "Ucap simon dan mengulurkan tangan nya.


"Oh iya pak, nama saya vina. "Ucap vina tanpa basa basi pun.


"Kita langsung makan saja yah. "Ucap simon.


"Tapi pak bukan nya kita akan membicarakan soal. "Ucap vina yang menggantung.


"Saya ingin makan terlebih dahulu. "Ucap simon.


Tanpa berbicara vina pun mengiakan apa yang di katakan simon, mereka pun makan dengan sangat lahap kedua anak buah simon di meja yang terpisah vina tidak sungkan-sungkan ia makan seperti biasanya nya.


Saat masih makan vina memperhatikan simon dari tadi ia fikri simon itu lelaki tua yang sangat menyebalkan karena tidak mau meringankan beban yang berhutang pada dia namun ia sedikit aga baik tapi tidak tau lah baik nya beneran apa hanya tanpang saja.


"Kamu masih sekolah apa sudah lulus? "Tanya simon yang membuyar kan lamunan vina.


"Saya udah lulus pak. "Jawab vina.


"Oh begitu, terus kamu ingin bertemu sama saya menginginkan apa? "Tanya simon.


"Jadi gini pak saya bertemu sama bapak ingin membicarakan soal hutang keluarga saya. "Ucap vina.


"Bukan itu sudah urusan dengan anak buah saya. "Ucap simon.


"Saya mohon pak beri saya keringanan agar saya bisa melunasi saya janji ko pak akan melunasi nya. "Ucap vina dengan memohon.


"Anak buah saya sudah meringankan bukan tempo hari namu keluarga kamu tidak ada niatan tuh untuk membayar nya. "Ucap simon.

__ADS_1


"Bukan begitu pak saya ingin sekali membayarnya namun ekonomi keluarga saya sangat sulit. "Ucap vina.


"Kalau begitu saya punya solusi nya. "Ucap simon.


"Apa pak solusi nya. "Ucap vina dengan antusias.


"Kamu harus nikah sama saya. "Ucap simon.


Vina begitu kaget dengan perkataan simon ya kali solusi nya seperti itu, vina kira dia akan di pekerjakan di rumah nya atau pun apa gitu biar bisa melunasi hutang nya .Namun ini malah di ajak nikah sama dia vina sangat kaget ini solusi apa nama nya.


"Kalau kamu nikah sama saya hutang kamu akan lunas semua nya. "Ucap simon.


"Tapi pak saya harus berfikir dulu sebelum mengambil keputusan ini. "Ucap vina dengan tenang walaupun dia masih kaget.


"Okeh nanti saya tunggu jawaban kamu, kalau semisalnya kamu nolak ya siap-siap saja. "Ucap simon.


"Ayo kita pergi dari tempat ini. "Ucap simon kepada kedua anak buah nya.


Vina di tinggal kan di restoran tersebut oleh simon dan kedua anak buah nya ia masih bingung apa yang ia harus lakukan, dan vina pun memutuskan untuk keluar dari restoran tersebut dan pulang ke rumahnya.


Anak buah simon memberikan informasi tentang keluarga vina ke simon ia memberikan foto keluarga ibu vina ke simon, simon memperhatikan foto vina ia pun belum tau di dalam foto itu namanya siapa yang hanya dia tau hanya ibu nya vina saja.


"Iqbal. "Panggil simon ke salah satu anak buah nyah.


"Iya bos ada apa? "Tanya iqbal.


"Saya ingin tau di dalam foto ini ada siapa saja. "Ucap simon.


"Ini, yang tengah ini bu laras di sebelah kiri ini anak pertama nya dan di sebelah kanan anak lelaki nya dan satu anak perempuan yang paling kecil. "Jawab iqbal.


"Anak pertama nya siapa nama nya. "Ucap simon.


"Nama nya vina bos dia baru saja lulus dari sekolah menengah atas dan dia pun mendapatkan beasiswa dari sekolah nya. "Ucap iqbal.


"Oh begitu rupa nya. "Ucap simon.

__ADS_1


"Iya bos adakah yang mau di tanyakan lagi. "Ucap iqbal.


"Tidak ada silakan keluar. "Ucap simon.


"Baik bos. "Ucap iqbal.


Setelah anak buahnya keluar dari ruangan nya, simon menatap foto vina ia pun sangat tertarik dengan vina ia ingin memiliki nya karena vina sangat cantik ,simon pun mempunyai ide biar vina bisa menjadi milik nya ia pun tersenyum sangat bahagia.


"Kau pasti akan menjadi milikku. "Ujar simon dengan senyuman penuh arti.


Simon menaruh foto vina kembali di lacinya ia sangat sudah tidak sabar ingin bertemu vina, karena ia baru saja melihat foto nya sudah jatuh cinta apa lagi kalau sudah bertemu.


Di rumah vina.


Vina sudah sampai di rumah nya ia masih ke fikiran dengan perkataan simon tadi namun ia masih bingung apakah dia harus menikah dengan simon atau tidak, kalau vina menolak menikah dengan simon antinya ia akan kehilangan semua nya tapi kalau menikah sama simon ia juga tidak mau menikah muda.


"Ah gue jadi bingung gimana yah ini."Ujar vina.


"Okeh gue engga boleh egois ini semua buat ibu dan kedua adik gue, nanti gue kasih persyaratan aja sama dia. "Ucap vina dalam hati nya.


Setelah vina menimbangkan beberapa hal akhirnya ia mendapatkan jawaban juga, ia pun berfikir simon tidak tua-tua amat masih Mending lah engga kaya apa yang di fikirkan vina sebelum bertemu dengan simon.


Simon adalah seorang yang kaya raya di kota tersebut ia mempunyai banyak tanah di mana-mana selain tanah ia pun punya beberapa restoran di kota tersebut bahkan ia pun terkenal di penjuru wilayah tersebut, simon juga suka meminjam-minjamkan uang kepada orang -orang termasuk keluarga vina dan pada akhirnya keluarga vina kelilit hutang karena meminjam uang ke simon ada bunganya.Namun orang-orang di situ kebanyakan mau meminjam ke simon ya mau gimana lagi karena tidak ada orang sekaya simon.


Simon sudah mempunyai keluarga ia mempunyai dua anak yang satu lalaki-lalaki yang satu perempuan, ciri fisik badan simon ia mempunyai badan yang sangat ideal tubuhnya tinggi, alis lumayan tebal hidung mancung ia mempunyai sifat yang sangat arogan siapa saja yang menentang simon dia akan habis.Orang -orang kira simon adalah orang yang sudah tua bangka karena mereka fikir simon seorang yang banyak harta namun siapa kira simon masih kelihatan seperti anak muda.


.


.


.


**Happy Reading 🤗🤗


Jangan lupa vote like and comen☺🙏**

__ADS_1


__ADS_2