
Vina sudah kembali ke rumah nya ia langsung masuk ke dalam kamar ia masih teringat apa yang di katakan simon tadi kepada nya, vina harus segera memutuskan apa yang ia harus lakukan karena ini semua ada di tangan vina.
"Apa gue ambil aja yah tawaran dari pak simon itu, toh kalau pun gue nikah sama dia engga keliatan tua banget sih. "Ucap vina di dalam fikiran nya.
"Ahah gue punya ide gue terima aja apa yang simon mau tapi gue bikin syarat deh. "Ucap vina dengan percaya diri.
Vina sudah memikiran itu dengan sangat matang, tak lama kemudian kedua adik nya pulang dari sekolah.
"Assalamualaikum. "Ucap kedua adik vina.
"Walaikum salam, eh kalian baru pulang sekolah. "Ucap vina.
"Iya kak, oh ya ibu belum pulang kak?"Tanya zahra.
"Belum de. "Jawab vina.
"Biasanya ibu sudah kakak. "Ucap zahra.
"Mungkin lagi banyak kerjaan kali, yaudah masuk yuk ganti baju kamu. "Ucap vina.
"Iya kak. "Ucap kedua adik vina.
Kedua adik vina dan vina masuk ke dalam, hari sudah semakin petang namun ibu nya vina belum juga pulang biasanya sebelum magrib sudah pulang namun jam segini belum pulang juga, vina sangat khawatir dengan ibu nya vina pun akan mencari ibu nya saat vina akan keluar rumah tiba-tiba ponsel vina berdering.
Kring kring, suara ponsel vina dan vina langsung memjawab telepon nya.
"Hallo ini siapa yah. "Ucap vina karena nomor nya tidak di kenal.
"Hallo apakah ini dengan anak nya ibu laras? "Tanya seorang ibu-ibu di sebrang telepon.
"Iya saya anak ada apa ya bu? "Tanya vina.
"Ibu kamu di larikan ke rumah sakit karena tadi pas kerja pingsan. "Ucap seorang ibu itu.
"Apa! "Ucap gisha kaget.
"Di rumah sakit mana bu?. "Tanya vina.
"Nanti saya kirimkan alamat rumah sakitnya. "Ucap seorang ibu tersebut.
"Baik bu saya akan segera ke sana. "Ucap vina.
"Iya secepatnya ya de. "Ucap seorang ibu tersebut.
"Iya bu. "Ucap vina.
Tanpa basa basi lagi vina langsung meraih tas nya dan ia pun mengajak kedua adik nya untuk ikut bersama nya, denis dan zahra masih bingung kenapa kakak nya sepanik itu dan zahra pun memutuskan untuk bertanya kepada kakak nya itu.
"Kak kita mau ke mana emang? "Tanya zahra.
"Iya kak kaya nya buru -buru banget. "Ucap denis.
"Kalian berdua jangan banyak tanya ayo kita pergi sekarang. "Ucap vina.
__ADS_1
Kedua adik vina pun menuruti apa kata kakak nya itu, di sepanjang jalan vina hanya teridam saja ia hanya memikirkan ibu nya. Tak lama kemudian mereka sudah berada di rumah sakit zahra dan denis bingung kenapa mereka berdua di bawa ke sini.
"Bang denis kita ngapain ke sini siapa yang sakit? "Tanya zahra.
"Abang juga engga tau de, kita ikutin ka vina aja. "Jawab denis.
"Iya deh. "Ucap zahra.
Vina berjalan ke arah resepsionis rumah sakit di buntunti oleh kedua adik nya yang dari tadi tidak tau apa-apa, sesampainya di resepsionis vina pun bertanya.
"Semalam sus, apakah ada pasien yang bernama ibu laras? "Tanya vina.
"Sebentar ya mba. "Ucap suster.
"Iya sus. "Ucap vina.
Suster itu pun mencari data dan akhirnya ketemu .
"Atas nama ibu laras yah. "Ucap suster.
"Iya sus. "Ucap vina.
"Ibu laras ada di kamar dahlian nomor 13."Ucap suster .
"Oh iya sus makasih. "Ucap vina.
Vina langsung berjalan ke arah kamar yang di sebutkan oleh suster tadi, kedua adik vina hanya membuntuti saja dan akhirnya vina menenukan kamar ibu nya di sana ada teman ibu yang satu pekerjaan.
"Akhirnya kamu datang juga. "Ucap teman ibu.
"Ibu kamu sudah siuman ko. "Ucap teman ibu.
"Alhamdulillah. "Ucap vina dengan lega.
"Sekarang lagi di periksa dulu sama dokter nya. "Ucap teman ibu.
Setelah dokter memeriksa nya dokter pun keluar dari kamar dan akan memberitahukan perhial ke sehatan ibu vina.
"Gimana dok dengan ibu saya? "Tanya vina.
"Ibu kamu sudah sadar, apakah ada sodara yang lain selain anak nya? "Tanya dokter.
"Engga ada dok."Jawab vina.
"Yasudah kalau tidak ada kamu ikut ke ruangan saya. "Ucap dokter kepada vina .
"Baik dok. "Ucap vina.
Vina berpesan kepada teman ibu untuk menjaga kedua adik nya dulu karena vina akan masuk ke ruangan dokter.
"Bu saya titip adik saya dulu yah."Ucap vina.
"Iya. "Ucap teman ibu.
__ADS_1
Vina mengikuti dokter untuk keruangan nya vina sudah berada di ruangan dokter dan dokter pun menjelaskan riwayat penyakit ibunya.
"Silahkan duduk. "Ucap dokter.
"Iya dok, gimana dengan ibu saya dok. "Ucap vina.
"Jadi gini tadi dari hasil lab ibu laras ternyata di dalam tubuh ibu laras terdapat ada tumor. "Ucap dokter.
"Apa dok! Tumor. "Ucap vina.
"Iya, jadi saya saran kan untuk ibu laras untuk kita operasi karena mumpung tumor nya belum begitu ganas maka dari itu kita harus megoperasi nya. "Ucap dokter.
"Apakah itu tindakan yang harus di ambil dok?"Tanya vina.
"Iya karena kalau tidak di ambil nanti makin merembet malah kemungkinan besar akan susah untuk sembuh. "Ucap dokter.
"Lakukan saja dok apa yang terbaik untuk ibu saya. "Ucap vina ,ia pun tidak tau harus berfikir gimana lagi.
"Baik kalau begitu, ibu laras akan di rawat inap terlebih dahulu nanti selebihnya kita bicarakan nanti. "Ucap dokter.
"Iya dok terimakasih. "Ucap vina.
"Iya sama-sama, yang tawakal ya de. "Ucap dokter.
"Iya dok permisi. "Ucap vina.
Vina keluar dari ruangan dokter ia masih tidak percaya kalau ibu nya sakit keras, ia tidak mau kehilangan orang yang sangat ia cintai kedua kali nya cukup ayah nya saja yang meninggal kan nya. Vina masuk ke dalam kamar ibu nya ia tersenyum melihat ibu sudah sadar kembali dan mengobrol dengan kedua adiknya dan teman satu pekerjaan nya.
"Habis dari mana vin? "Tanya ibu.
"Habis dari tolilet bu. "Jawab vina berbohong.
"Oh ya aku pamit dulu yah. "Ucap teman ibu yang berpamit akan pulang.
"Iya tante makasih yah sudah membawa ibu ke rumah sakit. "Ucap vina.
"Iya sama-sama. "Ucap teman ibu.
"Makasih ya cik. "Udah mau nganter saya ke sini.
"Iya sama-sama laras, saya permisi duluan yah. "Ucap teman ibu.
"Iya tante. "Ucap vina.
Tante cika pun keluar dari kamar ibu ia akan pulang karena di rumah sakit juga sudah ada vina dan kedua adik vina juga, vina duduk di dekat ibu sedang kan kedua adiknya duduk di sofa karena zahra sudah ngantuk akhirnya zahra tidur di pangkuan denis, vina melihat ibu nya sedang tertidur ia pun harus memikir kan gimana cara nya untuk mendapat uang untuk operasi ibu pasti memerlukan biaya lagi belum membayar hutang vina hanya bisa pasrah saja dengan ke adaan yang menimpah keluarga nya.
.
.
.
**Happy Readingš¤š¤
__ADS_1
Jangan lupa vote like and comenāŗš**