
Vina dan fenia sudah mengambil tas nya mereka pun keluar dari kelas dan menuju ke gerbang sekolah untuk pulang, saat vina dan fenia berjalan tiba-tiba fenia pun bertanya kepada vina.
"Vin eluh mau diambil engga beasiswa nya?. "Tanya fenia.
"Kurang tau gue juga fen kaya nya gue mau bilang dulu deh sama ibu gue dulu. "Jawab vina.
"Oh yaudah deh, tapi menurut gue sih mending ambil aja vin sayang juga kan kalau engga di ambil. "Ucap fenia.
"Iya fen nanti gue pertimbangin dulu, tapi emang masuk ke universitas ini emang yang gue ingin kan. "Ucap vina.
"Kapan lagi coba kita bisa bareng-bareng lagi. "Ucap fenia.
"Iya sih mudah-mudahan aja deh ibu gue ngijinin. "Ucap vina.
"Aamiin. "Ucap fenia.
"Angkot nya udah ada gue pulang yah fen. "Ucap vina.
"Iya vin hati -hati yah. "Ucap fenia.
"Bye bye. "Ucap vina dan melambaykan tangan nya.
Vina sudah naik angkot sedangkan fenia masih nunggu di jemput dan tak lama kemudian jemputan fenia pun datang.
"Maaf ya non nunggu lama. "Ucap mang iwan supir pribadi keluarga fenia.
"Engga ko mang baru aja ko nunggu nyab engga terlalu lama. "Ucap fenia.
"Maaf yah non sekali lagi. "Ucap mang iwan.
"Iya engga apa-apa mang ayo pulang. "Ucap fenia.
Fenia masuk ke dalam mobil dan mang iwan pun menyetri, di sepanjang perjalanan fenia hanya memikirkan sahabat nya itu apakah dia akan mengambil kuliah nya atau tidak, Tak lama kemudian fenia sudah berada di rumah nya.
"Eh anak bunda sudah pulang. "Ucap bunda fenia.
"Iya bun. "Ucap fenia sambil salam.
"Gimana hasil nya ?."Tanya bunda.
"Hmm maaf ya bun hasil nya kurang memuaskan. "Ucap fenia dengan lesu.
"Engga apa-apa sayang yang penting kamu lulus. "Ucap bunda.
"Tapi boong. "Ucap fenia tertawa.
"Boong maksudnya. "Ucap bunda yang tidak mengerti.
"Aku lulus bun terus aku masuk ke tiga besar. "Ucap fenia.
"Alhamdulillah. "Ucap bunda.
"Iya bun alhamdulillah terus ini bun aku juga dapat beasiswa di sekolah aku. "Ucap fenia sambil memberikan sebuah map ke bunda.
"Alhamdulillah dong kamu bisa dapat beasiswa sayang. "Ucap bunda.
__ADS_1
"Iya bun. "Ucap fenia.
"Oh iya vina pun dapat juga sayang? "Tanya bunda.
"Iya bun dapat dia juara umum nya loh bun. "Ucap fenia.
"Oh ya alhamdulillah kalau dapat mah. "Ucap bunda.
"Iya bun tapi kaya nya vina engga tau mau diambil atau engga tuh beasiswa nya. "Ucap fenia.
"Kenapa engga diambil sayang loh kalau engga diambil. "Ucap bunda.
"Katanya sih dia engga mau ngebebanin ibu nya terus di juga punya ade yang harus di sekolahin, tapi aku juga kurang tau sih bun. "Ucap fenia.
"Semoga aja yah diambil, sayang kalau misalnya engga di lanjutin. "Ucap bunda.
"Iya bun mudah -mudahan aja. "Ucap fenia.
Setelah Fenia dan bunda nya selesai ngobrol fenia masuk ke kamar nya ia menaruh tas nya dan pergi mandi karena badan fenia sangat gerah.
Di Rumah Vina
Vina sudah turun dari angkot, dan vina pun berjalan ke arah rumah nya sesampai nya di rumah vina menyaksikan rumah bernatakan sekali dan vina melihat adik nya sedang menangis.
"Ada apa ini ko bisa kaya gini?. "Tanya vina ke adik nya.
"Tadi ada orang tiba-tiba mengacak rumah kita kak. "Ucap zahra sambil menangis.
"Siapa ko bisa mengacak-ngacak rumah kita. "Ucap vina.
"Mana ibu?. "Tanya vina.
"Ibu di dalam kak. "Jawab zahra yang masih ketakutan.
Vina langsung masuk ke dalam ia melihat seisi rumah sudah tidak karuan, ibu sedang merapihkan barang -barang yang di ubrak abrik.
"Ibu ini kenapa ko bisa kaya gini? "Tanya vina kepada ibu.
"Nanti ibu ceritain, bantuin ibu untuk membereskan ini. "Jawab ibu sambil membereskan barang-barang.
"Iya bu. "Ucap vina.
Vina tidak bisa banyak bertanya lagi ia pun maneruh tas berserta map yang di pegang dia tadi, ia pun membantu ibu nya untuk membereskan rumah nya biar seperti semula lagi.
Vina dan ibu sudah memberskan rumah nya hari pun sudah gelap vina, dan kedua adik nya sedang duduk di ruangan tamu. Ibu datang mengahampiri ke tiga anak nya itu.
"Maafkan ibu ya kalian jadi susah kaya gini. "Ucap ibu.
"Ibu jangan ngomong kaya gitu. "Ucap zahra adik vina.
"Vina mau nanya bu tadi kenapa ko bisa rumah kita kaya gini?"Tanya vina.
"Jadi gini vin maaf ibu baru jujur ke kamu tadi ada orang yang menaggih hutang ke ibu. "Jawab ibu.
"Ibu punya hutang sejak kapan?. "Tanya vina yang kaget karena ibu nya punya hutang.
__ADS_1
"Sebenar nya ini bukan hutang ibu tapi ini hutang bapak mu nak. "Ucap ibu.
"Ko bisa sih bu bapak punya hutang banyak gitu. "Ucap vina.
"Karena waktu dulu bapak mu sakit keras. "Ucap ibu.
"Terus mereka baru nagih sekarang. "Ucap vina.
"Iya karena bulan -bulan kemarin ibu belum bisa membayar nya. "Ucap ibu.
Tiba-tiba zahra membawa map yang berisi surat untuk beasiswa vina, karena zahra penasaran dengan map tersebut zahra pun bertanya kepada vina.
"Kakak ini map isi nya apa?"Tanya zahra ke vina yang sedang mengobrol bersama ibu.
"Itu surat kelulusan kakak de. "Jawab vina.
"Tapi ko di sini di tulis mendapatkan beasiswa sih ka?."Tanya zahra lagi.
"Bawa sini map nya biar kakak jelasin. "Ucap vina.
Zahra pun membawa map tersebut kedepan vina dan ibu nya.
"Jadi gini bu tadi vina sudah menerima surat kelulusan dari sekolah. "Ucap vina.
"Alhamdulillah kamu lulus nak. "Ucap ibu yang senang walaupun lagi keadaan sedih.
"Iya bu alhamdulillah, dan alhamdulillah nya juga aku dapat juara umum. "Tutur vina.
"Alhamdulillah bangga ibu sama kamu. "Ucap ibu.
"Dan di dalam map ini isinya surat beasiswa aku bu. "Ucap vina.
"Yaudah kamu ambil aja beasiswa nya apa lagi ini kan kampus yang kamu ingin kan. "Ucap ibu yang menutuji vina masuk kuliah.
"Tapi bu keadaan kita aja sekarang kaya gini. "Ucap vina.
"Engga apa-apa vin pasti ada rezekinya ko tenang aja jangan takut, kamu ambil saja yah. "Ucap ibu.
"Tapi bu. "Ucap vina.
"Ibu istirahat duluan yah. "Ucap ibu dan masuk ke kamar.
"Iya bu. "Ucap vina.
Vina merasa tidak enak ke ibunya karena ia sudah ngomong ini seharusnya vina tidak usah ngomong kaya gini, Vina merasa menyesal karena sudah ngomongin kaya gini ke ibu namun di hati kecil vina ia pun ingin sekali kuliah di kampus itu dan jarang pula yang mendapat beasiswa.
.
.
.
.
**Happy Reading 🤗🤗
__ADS_1
Jangan lupa vote like and comen☺🙏**