
Di Ruang Makan
Di sebuah ruang makan terdengar suara dentingan sendok dan garpu yang saling beradu. Pasangan suami istri duduk berhadapan sembari menikmati makan malam dalam diam.
"kak Alex, aku ingin meminta sesuatu." Ucap istrinya yang bernama Intan memecah keheningan.
Sang suami yang bernama Alexander Graham nampak terkejut, ini pertama kalinya istrinya meminta sesuatu. Karena selama dua tahun pernikahan dia tidak pernah meminta apapun semua kebutuhan material istrinya tercukupi dan sang istri hanya di rumah saja sangat jarang keluar rumah.
"katakanlah!" kata Alexander
"Bisakah gudang di sebelah taman itu untukku. Ma maksudku untuk ruangan pribadiku." Jawab intan gugup, karena ia bingung bagaimana menjelaskannya.
Alexander nampak terkejut, untuk apa istrinya meminta gudang, kenapa tidak meminta dibuat kan ruangan kenapa harus gudang?"Baiklah lakukan sesukamu."
"terima kasih kak."Ucap Intan dengan tersenyum bahagia.
Lagi-lagi Alexander terkejut, ternyata istrinya bisa berekspresi seperti itu."Apakah ada lagi?"tanya Alexander penasaran.
"Apakah aku boleh meminta uang? Aku, aku ingin membeli sesuatu. Tapi aku tak memiliki uang."Intan mengatakan sambil menggigit bibir bawahnya dia merasa tidak enak hati. Meskipun selama dua tahun dia menikah tanpa di beri uang, semua kebutuhannya telah tercukupi bahkan lebih. Tetapi selama ini intan hanya di beri dalam wujud barang.
Alexander kembali terkejut,"Bukankah aku telah memberikan mu black card? kau bisa gunakan itu!" Alexander tahu bahwa selama ini intan tak pernah menggunakan black card yang ia berikan.
"Aku tidak bisa menggunakan nya kak. Aku tidak tau caranya. Aku lebih suka uang tunai. Aku akan kembalikan kartu kakak. Dan. .." Intan menghentikan perkataannya sejenak dan menurunkan tangannya yg td di atas meja kini beralih meremas pakaiannya untuk menyalurkan kegugupan nya.
__ADS_1
"Dan apa? katakanlah!"Desak Alexander tak sabar.
"Dan dan bisakah kakak memberikan nafkah bulanan kepadaku berupa uang tunai."Jawab Intan sambil menundukkan kepalanya. Intan tahu selama ini ia belum pernah memenuhi kewajiban melayani suami sebagai istri secara batin. Ada rasa sebenarnya dia tidak pantas meminta nafkah secara materi. Tapi mau bagaimana lagi dia membutuhkan uang tunai. Intan perempuan normal yang membutuhkan hiburan seperti shopping.
"Apa?! haaahhh." Alexander menghembuskan nafas dengan kasar,"Baiklah katakan berapa uang yang kau butuhkan? dan berapa uang bulanan yang kau inginkan?"
"Aku, aku butuh untuk merenovasi gudang dan beberapa perlengkapan. Mungkin sekitar 10 jt. Ta tapi kakak gak usah ngasih semuanya juga gak papa 5jt juga gak papa. Nanti aku bisa bertahap merenovasi nya. Untuk uang bulanan aku minta 2jt saja. Ta tapi itu 1 jt atau 500 ribu juga gak papa kak."Jelas Intan sambil melirik suaminya yg nampak kesal.
Alexander diam menahan kesal entah mengapa ia merasa di remehkan. Tapi berbeda dengan Intan yang menyadari kekesalan dari raut wajah Alex, ia berpikir bawah ke kesalan suaminya karena dia terlalu banyak meminta uang padahal ia sendiri tak memenuhi kewajiban melayani suami secara batin.
"Tapi kak kalau misal uang itu terlalu ban,,,,".
"oke oke, oke nanti kau kirimkan saja nomer rekening mu biar aku transfer. Dan untuk black card nya kamu simpan aja. siapa tau nanti klu uang pemberianku kurang kau bisa menggunakan nya." Jawab Alexander dengan Nada kesal sambil meninggalkan meja makan.
****** ***
Di Kamar Utama
"astaga apa intan meremehkanku? apa dia kira aku kekurangan uang? apa selama dua tahun ini dia tidak tahu telah menikah dengan siapa? astaga Arrrggghh." gumam Alexander sambil menghempaskan tubuhnya di ranjang.
Dia tidak habis pikir dengan istrinya itu. tetapi dua tahun lebih menikah ini adalah komunikasi ter panjang mereka. selama ini mereka hanya mengatakan beberapa kata seperlunya saja. Karena pada dasarnya pernikahan mereka hanya karena perjodohan kakek Alexander yaitu kakek Stefano Graham. Meskipun pernikahan mereka hanya perjodohan tapi mereka saling menghargai.
Alexander yang merupakan seorang penggila kerja tak mengenal apa itu cinta, bahkan teman wanita pun dia tak punya. Bagi dia Kerja adalah segalanya. Berbeda dengan pengusaha sukses lainnya yang bahkan jajan di luar sana. Dia hanya kerja kerja dan kerja.
__ADS_1
Kakek Stefano Graham merasa resah dengan Alexander ia takut kalau Alexander tidak segera menikah garis keturunan Graham akan terputus. Tetapi Kakek Stefano Graham tak ingin sembarangan memilih cucu menantunya. Ia tetap menginginkan wanita yang baik, berakhlak baik dan pilihan itu jatuh kepada Intan Nur Anggraeni.
Intan adalah putri tunggal dari Aldo orang kepercayaan Kakek Stefano. Tapi sayangnya saat intan berusia 10 tahun Aldo dan Istri kakek Stefano Nenek Dahlia mengalami kecelakaan. Kejadian itu terjadi saat Aldo akan mengantaran Nenek Dahlia ke rumah teman Nenek Dahlia.
Kakek Stefano yang mengenal Intan tumbuh menjadi gadis yang baik meskipun tanpa kasih sayang seorang ayah, Ia sabar berharap agar intan mau jadi cucu menantunya.
Saat sang kakek menawarkan perjodohan pada Alexander, ia tak keberatan, asalkan dia bukan wanita yang ribet. Dan intan merupakan wanita yang masuk kriteria nya itu.
Meskipun pernikahan mereka tanpa dasar cinta, mereka selalu menghargai dan menghormati. melakukan peran mereka masing-masing sebagai pasangan suami istri tapi tidak dalam urusan ran jang.
Alexander yang terbuai dengan pemikirannya sambil terbaring pun lama lama tertidur.
ceklek (anggap aja suara pintuπ)
Intan masuk ke kamar ia melihat di atas ranjang suaminya tertidur pulas sambil terlentang. Intan pun mendekat dengan hati hati ia membenarkan posisi kaki dan tangan suaminya. kemudian menyelimuti sang suami.
Intan pun ke kamar mandi untuk melakukan Rutinitas malam seperti cuci muka dan menggosok gigi. Dan kemudian ia menyusul suaminya berbaring di atas ranjang.
Intan berbaring menghadap suaminya."Kapan lagi aku bisa menatapmu se dekat ini kak kalau kakak gak terlelap? tampan tapi jutek."gumam Intan sambil tersenyum. Hampir setiap malam sebelum Intan terlelap salah satu rutinitas malam nya adalah menatap dan mengngagumi wajah tampan suaminya.
Selama dua tahun pernikahaan Intan juga tidak pernah menuntut untuk di cintai atau perhatian Alexander. Dia benar-benar menjalankan perannya sebagai istri.
Namun, bohong jika intan tak jatuh hati dengan Alexander. Meskipun Alexander selalu sibuk di kantor, cuek, dan terlihat tak peduli dia selalu berperilaku baik dengan Intan. Dan Alexander sangat menghargai Intan tak seperti cerita di novel yang Karna perjodohan dia diperlakukan kasar.
__ADS_1
Hai semua ini karya kehaluan aku yang pertama. Jangan lupa kritik dan sarannya ya!πππ