Istri Sang Workaholic

Istri Sang Workaholic
Bab 6- Makan bersama


__ADS_3

Sudah hampir seminggu semenjak Alex menemani Intan. Friska pun juga sudah seminggu menginap di rumah Intan.


Saat ini Friska, Intan dan Alex sedang sarapan.


"Mbak intan aku nanti siang kalau gak sore pindah ke kos an temen ya."Ucap Friska memecah keheningan, entah mengapa setiap ada Alex suasana terasa mencekam menurutnya.


"Bukan gitu mbak, aku gak enak aja ngerepotin mbak intan dan kak Alex. Lagian temen aku itu sendiri kok Mbak yang nawarin. Dia takut fitnah kalau tinggal sendirian."


"Katanya kamu mau bikin konten sama mbak mu. Mungkin seminggu lagi gudang juga selesai pengerjaan nya." Alex menimpali.


Ya, Intan sudah menceritakan semuanya ke Alex dari mulai rencana intan membuat gudang menjadi dapur pribadi nya, kemudian di ajak bikin konten oleh Friska. Intan berencana menjadikan gudang sebagai dapur sekaligus studionya bersama Friska.


Hubungan intan dan Alex mulai ada kemajuan saling mendengarkan cerita satu sama lain.


"Iya kak, tapi aku juga harus mikirin konsep nya. nah rencana nya aku juga mau ngajakin temen aku itu." Jawab Friska.


"Sebetulnya aku takut kalau di sini. Kak Alex kan nyeremin. Trus aku juga gak mau kayak di senetron sinetron. Aku Masih Waras."Batin Friska


"Ya udah gak papa. Tapi kamu harus janji ya jaga diri, ini jakarta bukan di kampung kita!"Tegas Intan


"Siap Mbak Intan kuhhh. Makasihhh ya."Kata Friska manja


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sudah menjelang makan siang tapi seperti biasa Alexander masih berkutat dengan tumpukan dokumen nya.


tok tok tok


"Masuk!"


"Permisi tuan, Tuan Anthony datang."Kata Leo sambil membuka pintu dan di ikuti Daddy Anthony.


"Ohhh. .. astaga, apa kau tau? ini terasa menyebalkan menemui anak sendiri susahnya minta ampun." Keluh daddy Anthony sambil mendudukan bokong nya di sofa ru ang an Alexander.


"Apaan sih dad, Kayak deddy gak tau aja aku tuh sibuk. Lihat ini berkas yang perlu aku periksa." Gerutu Alexander sam bil menunjuk kan tumpukan berkas di atas meja nya.


"Ck. Anak durhaka."


"Daddy ke sini ada apa?"Alexander mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Ajak Istri mu nanti untuk makan malam di mansion utama. Menginap lah di sana! Sepertinya ka kek sangat merindukan cucu menantunya. Dan kau juga Leo datanglah! Semenjak Alexander menikah kau sangat jarang datang bi bi mu sangat merindukanmu."Terang Daddy Anthony


"Akan aku usaha kan Dad, semoga saja hari ini tak ada yang menyodorkan tumpukan berkas untuk di koreksi." Jawab Leo dengan Nada menyidir Alexander.


Ya, Leonel Harun Admaja adalah anak dari kakak laki laki ibunya Alexander. Kedua orangtuanya meninggal akibat kecelakaan pesawat saat Leo berumur 7 tahun.


Saat itu Leo di titipakan di rumah Anthony sementara kedua orangtuanya akan melakukan perjalanan bisnis ke negera tetangga. Tapi yang namanya tak di r kita tak pernah tahu. Kedua orangtua Leo mengalami kecelakaan pesawat.


Semenjak itu Leo di rawat Ibunya Alexander bahkan Leo di perlakukan sebagai anak kandung. Meskipun Leo hanya asisten Alex dia memiliki saham 20% di perusahaan pemberian kakek stefano. Setelah beranjak dewasa dia tak ingin merepotkan bi bi nya. dia memilih tinggal di apartemen yang dia beli dengan kerja kerasnya sebagai asisten Alex.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kak kenalin ini temen aku namanya Anita."Friska memperkenalkan temannya kepada intan sambil menyeruput jus jeruk yang di sajikan bi surti.


"Hai Anita, aku intan mbak nya gadis tomboy ini." Ucap intan seraya menjabat tangan Anita.


Anita tersenyum dan mengangguk.


Anita berpenampilan berbeda jauh dengan Friska. Anita sangat feminim dan sedikit berbicara. sementara Friska tomboy dan sedikit bar bar.


"Kalian tunggu kak Alex dulu ya kita sekalian makan siang bersama."


Beberapa menit kemudian terdengar suara deru mobil memasuki halaman rumah Intan.


"Itu kayaknya kak Alex."


"Assalamu'alaikum."Ucap Alex dan Leo bersamaan ketika melihat para perempuan duduk di ruang tamu.


"Waalaikumsalam."Jawab para perempuan itu serentak.


"Eh kak Alex udah pulang, sama Leo juga ya?"


"Iya kakak ipar, kebetulan hari ini sedikit longgar jadi aku kesini sekalian mau makan gratis."Jawab Leo cengengesan yang tak memperhatikan sekitar.


"Leo?"Beo Anita


sontak semua menatap Anita


"Kalian saling kenal? tanya Alex sambil mendudukan bokongnya ke sofa single sebelah intan.


"Tidak." ucap Leo tegas


"Ya."


jawab mereka bersamaan tetapi jawaban mereka berbeda.


Alexander mengernyitkan dahi dan menatap Leo.


"hufffttt( membuang nafas kasar) dia satu sekolahan dulu waktu SMA."Kata Leo akhirnya


"Katanya gak kenal."Sindir Alex.


"Cuman tau tapi gak kenal."Elak Leo sementara Anita hanya diam.


Intan hanya menyimak. sementara Friska menatap Leo terpesona.


"Gila ni cowok keren banget. Selera gue banget gustiiii."Batin Friska.


"Udah yuk, kita makan siang sekarang."Ajak Intan.

__ADS_1


Mereka pun makan siang dengan keheningan dan suasana canggung.


Biasanya jika suasana canggung Leo lah yang mencairkan suasana. tapi tentang mengapa kali ini Leo memilih diam.


"Kak Alex tadi naik mobil Leo? mobil kakak kenapa?"Tanya intan memecah keheningan.


"Mobilku aku tinggal di kantor. Aku sedikit lelah. Oh ya nanti kita ke mansion utama. Kakek minta kita menginap."


"Kita menginap berapa hari kak?"


"entahlah. Liat nanti saja."


Suasana kembali hening


"Leo, nanti kau antar Friska dan temannya ya. Aku nanti ke mansion sama Pak dodi aja." perintah Alex.


"Ya"Jawab Leo singkat.


selesai makan pun Leo, Friska dan Anita pergi menuju Kos an Anita.


Sementara Alex di ruang kerja nya menyelesaikan pekerjaan yang dia bawa pulang.


tok tok tok


"Masuk!"


"Kak, ini aku bawakan jus mangga."Intan masuk dan meletakkan jus mangga di atas meja Alexander.


"hemm." Jawab Alex tanpa melihat ke arah alex.


"ehmmm. . kak."Alex menatap intan


pandangan mereka terkunci, da da intan berdetak kencang. Intan buru buru menunduk kan kepala nya.


"Ada apa?"


"I itu kita kan mau menginap? apa perlu aku bawakan baju untuk kakak."


"Tidak perlu, di sana sudah ada. Kau juga tak perlu bawa baju."


"Emmmm. .. baiklah kalau begitu. kakak lanjutin aku keluar dulu kak."pamit intan.


klek (suara pintu tertutup).


"huuufffttt. Apa aku punya penyakit jantung?"gumam alex.


Intan menutup pintu bersandar sejenak di sana. "Astaga mata kak Alex kenapa bikin deg deg an perasaan dulu biasa aja deh. Astaga astaga." gumam intan sambil menepuk nepuk pipinya yang memerah dan terasa panas.


Udah dulu ya, Jangan lupa dukungan kalian untuk karya kak oce ana. Jangan lupa kritik dan saran kalian supaya karya kak oceana bisa lebih baik lagi.

__ADS_1


😇😇😇😇


__ADS_2