
Intan bisakah selesai makan kau bikin kan aku teh dan bawa ke ruang kerja ku?"
"Tentu saja kak."
"Baiklah aku tunggu di ruang kerjaku."Kata Alex meninggalkan Intan.
"Kak Alex aneh."gumam intan
Setelah Intan selesai makan dia pergi ke walk in closet untuk mengganti pakaiannya. Intan menggunakan dress hitam dan menggunakan Syal di lehernya.
Bukan tanpa sebab dia menggunakan syal. Dia malu dengan lehernya yang penuh warna merah kebiruan ulah Alex.
"Bi, bikin minuman buat siapa?"Tanya Intan kepada Bi Surti.
"Ini buat den Leo nyonya."
"Oh Leo dateng. orangnya mana bi?"Sambil membuatkan Teh untuk Alex.
"Den Leo lagi di ruang kerja Tuan Alex nyonya."
"Mau di bawa ke ruang kerja Kak Alex juga bi minuman nya?"
"Enggak nyonya, kata Tuan Alex di taruh di meja makan aja sambil siapin sarapan buat den Leo. Katanya kasian jomblo gak ada yang ngurusin."Jawab Bi Surti sambil cekikikan.
"Ealah ya udah Bi, Intan nganter teh nya kak Alex dulu."Pamit intan sambil berlalu meninggalkan Bi Surti.
tok tok tok
"Masuk!"
ceklek
"Kak ini teh nya! Eh Leo udah lama?"Tanya Intan basa basi sambil meletakkan teh di atas meja Alex.
"Lumayan. Kakak Ipar sakit? Cuaca panas cetar membahana kok pake syal"tanya Leo menggoda.
"Ah itu enggak embt."Jawab Intan salah tingkah
"Loe keluarlah!"Alex yang tau istrinya ke bingungan mencoba membantu.
"Ngusir nih ceritanya?"Sindir Leo
"Ya kalau gak mau keluar gak papan."Kata Alex sambil menarik Intan ke pangkuannya.
"Aw. .Kak!"protes Intan karena merasa malu dengan Leo.
"Kenapa hemb?"Alex bertanya sambil mengusap usap bibir Intan.
"Shitt!!"Leo pun keluar dengan kesal, dia tidak menyangka jika Alex akan bertindak sangat Intim dengan Intan di depannya.
Brakkkkk
__ADS_1
"Iihhh. . Kak Alex sih, Leo ngambek tuh. Lagian malu ih ada Leo."protes Intan
"Sekarang kan udah gak ada." Menyambar bibir Intan dan menyesap nya.
Intan mendorong dengan pelan."Kak"
hah hah hah. . nafas Intan terengah engah.
"Ngomong-ngomong apa masih sakit?"
"Apanya?"
"Tubuhmu setelah semalam."
"sakit kak, se seluruh tubuhku sakit."
"Biar aku liat tubuhmu yang sakit."
"A apanya?
"Bagian tubuhmu yang sakit."
"Ta tapi. ."
"Duduk lah di meja ini!"Pinta Alex sambil menggeser beberapa berkas menyisakan ruangan kosong untuk Intan duduk.
Tanpa berkata kata lagi Intan pun menurut duduk di atas meja. Ia menyingkap roknya ke atas dengan wajah yang sangat merah karena malu dan gugup.
Intan pun membuka kakinya. Paha putih mulusnya yang berada di depan Alex membuat pandangan Alex di penuhi kabut gairah.
Alex membantu membuka dalaman Intan. Kemudian memajukan wajahnya. Dan memainkan Lidahnya di Inti tubuh Intan bagian bawah.
"aahhh." Lenguhan kecil keluar dari bibir Intan dan meremas roknya.
Suara Intan membuat Alex semakin bersemangat. Dengan pelan namun pasti lidahnya mulai menari nari seperti sedang memakan es krim.
Cukup lama Alex melakukannya hingga Intan mencapai pelepasan nya yang pertama.
"eghhhh kaaakkk."Ucap Intan seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Intan benar benar merasa malu. Wajahnya sudah sangat memerah. Alex pun berdiri dan menggendong Intan.
Alex mengangkat dan menidurkan Intan di atas sofa yang ada di ruang kerja Alex tersebut.
Alex mulai mencumbu intan kembali. Karena sudah di selimut i kabut gairah Alex segera memulai aksi menyeberang i lautan api.
air conditioner di dalam ruangan Alex terasa tak berfungsi untuk mendingin kan suhu tubuh Alex dan Intan.
"Kak"Seolah tau apa yang di Ingin kan Intan, Alex mulai bergerak dengan cepat.
"aaahhhhh" Intan dan Alex mencapai pelepasan secara bersama.
__ADS_1
Alex ambruk di atas tubuh Intan. Nafas mereka terengah engah. Peluh keringat membanjiri tubuh mereka.
Alex pun membersihkan sisa percintaan nya yang berada di inti tubuh Intan dengan tisu basah. Setelah itu ia mengambil sebuah botol. dan menuangkannya di tangannya Saat akan mengoleskan cairan itu tangannya di cegah Intan.
"Kak, Itu apa? kakak mau apa? Badanku sangat lelah kak, Aku tak sanggup lagi. Biarin aku istirahat." pinta Intan dengan wajah memelas.
Alex pun tersenyum mendengarkan perkataan istrinya itu."Ini minyak zaitun. Kata Leo ini bagus untuk area milik mu yang lecet. Asalkan tidak di masukan melainkan di oleskah di tempat yang lecet bagian luar."Terang Alex sambil mengoleskan minyak zaitun.
"Kata kakak, Leo? Kakak tanya Leo? Astaga." Intan menutup kedua wajah nya dengan kedua tangannya dia sudah benar benar malu.
Bahkan Intan tak tahu bagaimana jika dia berhadapan dengan Leo. Bukan kah sangat memalukan karena Leo mengetahui bahwa dia telah melakukan malam pertama dengan Alex. Pantas saja tadi Leo bertanya perihal Syal.
Sementara itu di Ruang Makan.
"Den Leo kenapa muka nya di tekuk gitu?"Tanya Bi surti sambil meletakkan buah buahan di depan Leo.
"Gak papa bi. Cuman mata ku yang suci ini telah terkontaminasi."Gerutu Leo sambil memasukan makanan ke dalam mulutnya.
"Maklum den namanya juga menikah karna di jodohkan. Percikan cintanya baru kerasa. Kayak di sinetron sinetron itu Hlo."
"Astaga bibi nih ada-ada aja."
"Eghem" dehem Alex dari belakang Leo.
"Eh Tuan Alex."Bi Surti salah tingkah takut tuan nya itu dengar.
"Bi bawakan makanan ke ruang kerja saya ya. Saya sama Intan mau makan di ruang kerja!" Perintah Alex sambil duduk di kursi makan sebelah Leo dan mengambil jeruk.
"Baik Tuan." Jawab Bi Surti tersenyum.
"Ngisi amunisi teruuuuussss."Ledek Leo
Alex melempar kulit jeruk ke arah Leo. Leo pun semakin kesal di buat nya. Bagaimana tidak Alex yang biasanya Workaholic bahkan saat sakit pun, kini melimpah tugaskan kerjaan kepada Leo.
Pekerjaan Leo pun menumpuk 2 kali lipat. Leo tak habis pikir Alex rela cuti demi ingin berbulan madu dengan Intan. Yah, meskipun bulan madu mereka di bilang telat setelah 23 bulan menikah baru bulan madu.
Meskipun Alex beberapa hari ini telah menyelesaikan pekerjaan nya. Masih banyak projek projek yang membutuhkan koreksi Alex. Bahkan Alex memberikan wewenang sepenuhnya kepada Leo. Jika itu orang lain akan merasa senang. Leo malah merasa sangat frustasi.
Tapi di sisi lain Leo merasa sangat senang, Alex yang telah ia anggap kakak sendiri akhirnya menemukan kebahagiaan dalam kehidupan nya.
Alex yang memiliki sifat seperti kakeknya kini mewarisi perusahaan kakek nya sementara Ayah nya memilih untuk menjadi dosen karena ayahnya tidak ahli dalam berbisnis.
Bahkan Alex telah menjalankan bisnis saat masih duduk di bangku SMA.
Udah dulu ya. .
Kita sambung lagi nanti. .
Jangan lupa dukungan kalian biar tambah semangat. ..
Kritik dan sarannya juga biar lebih baik lagi. .
__ADS_1
😇😇😇😇