
"Kak, kak Alex bangun kak."Ucap Intan dengan lembut sembil mengusap usap lengan Alex.
"Jam berapa?"Tanya Alex dengan suara berat khas orang bangun tidur, Dengan Mata yang masih terpejam.
"4.45 kak."
Alex kemudian duduk dan meminum segelas air mineral yang di sodorkan Intan hingga tandas dan menyerahkan gelas ke Intan kembali.
Dari awal pernikahan hingga sekarang Intan selalu konsisten membangunkan suaminya dan membawakan segelas air.
Alex pun kemudian beranjak ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan menggosok gigi. setelah itu ia memulai olahraga paginya dengan ngegym. Sementara Intan di dapur membantu Bi surti dan Chef Ronald menyiapkan sarapan.
"Nyonya Intan, udah jam 6."kata bi surti mengingatkan Intan.
"Oh ya bi, biar saya aja yang nganter susu etawa buat kak Alex."Ucap intan sambil membuat kan susu dengan logo kemasan bergambar kambing.
Intanpun menuju ruangan ngegym alex dengan membawa susu etawa yang ia buat.
ceklek (suara pintu ruangan nge gym)
"Kak Alex, Ini minum dulu!"
glek
Dengan susah payah intan menelan ludahnya. Meskipun sering melihat suaminya ngegym setiap hari Intan masih saja terpesona melihat lekuk tubuh suaminya yang terlihat sempurna.
Celana kolor hijau pendek yang sedikit ngepres, kaos tanpa lengan yang pas badan berwarna abu-abu yang sedikit basah karna keringat menambah keseksian alex yang sedang berlari di atas treadmill.
"A aku letakkan sini ya kak."buru buru intan meletakkan susu etawa di atas meja di ruangan itu. "Aku siapkan air hangat dan baju kerja kakak dulu." Intan langsung berlari keluar tanpa menunggu jawaban dari Alex.
Alex yang melihat intan kabur hanya bisa geleng-geleng kepala
Intanpun berlari ke kamar,"Astaga, kenapa setiap ngeliat kak alex ngegym jantungku berdebar dan pipiku panas. Bisa-bisa aku kena serangan jantung? Ya Tuhan." Gumam Intan sambil menepuk nepuk pipinya.
Intan kemudian menuju Kamar mandi untuk menyiapkan air hangat dan ke walk in closet menyiapkan pakaian kerja.
"Oh iya aku belum ngirim nomer rekening ke kak alex." Ucap Intan sambil menuju ke nakas.
Intan baru selesai mengirim nomer rekening nya melalui wa. Baru selesai ia mengirim pesan dan ingin meletakkan kembali ke atas nakas, hp nya berdering.
"Friska?"gumam Intan sambil menatap layar ponsel nya."Halo Fris, Ada apa?"sapa intan
"mbak intan, bisa jemput aku di stasiun gak?"
"Di stasiun? kamu ke jakarta? kapan? sekarang? Kok gak bilang dari kemaren. ada apa?" Tanya Intan tak sabar.
"hembt. . iya mbak. Mbak Intan bisa jemput aku jam 9 gak? Dan pertanyaan mbak di simpan dulu aja. Nanti jawabnya pas ketemu ya.hehehe" jawab Friska Cengengesan
"Tapi Mbak nanti tanya kak Alex dulu ya."
__ADS_1
"Oke deh mbak. Maacih mbak ku cayang. muah muah. kalau gitu aku bobok dulu ya masih ngantuk banget bye mbak kuuu."
mematikan telpon.
"astaga, ini bocah."gumam intan sambil geleng-geleng.
"hloh ada notifikasi. astaga." Intan menutup mulutnya yang terbuka karna terkejut.
ceklek
Alex masuk ke kamar tapi Intan tak menyadarinya. Alex menatap Intan yang tak bergeming.
"Kenapa lagi dia, bengong sampai sampai gak sadar ada orang masuk."gumam Alex heran
Alexpun tak peduli ia langsung masuk ke kamar mandi.
Brakkkk
Alex menutup pintu kamar mandi sedikit kasar. Ia merasa kesal kenapa intan tak menyadari dia datang.
Intanpun tersadar dari keterkejutan nya saat Alex menutup pintu kamar mandi.
Intan buru-buru ke bawah menuju dapur untuk menyiapkan sarapan. "Astaga beneran deh jantungku."Baru saja mau membuka pintu intan terhenti karna mendengar suara.
Gedubrakkkkk
"Astaga Kak Alex."Intan berlari ke kemar mandi."Kak kakak kenapa?"
Intan semakin khawatir mendengar nya. Intan mencoba membuka pintu kamar mandi. ternyata pintu nya tidak terkunci.
ceklek
"Astaga, Kak Alex!!"Teriak intan karena terkejut melihat Alex yang penuh dengan busa duduk di lantai sambil berpegangan pinggiran bathup sambil meringis kesakitan.
Tanpa berpikir panjang intan membantu Alex berdiri. Intan mendudukkan Alex di kloset kamar mandi tersebut.
"Kakak kenapa kok bisa jatuh."
"Aku mau membilas badanku ke bawah shower. Entah kenapa aku ke pleset."
"Ada yang sakit? Sebelah man...." Seketika Intan tersadar bahwa Alex tak menggunakan pakaian sehelai pun.
glekk
Intan melihat sesuatu yang seharusnya tidak ia lihat. Intan seketika itu menjadi salah tingkah.
Alexander yang menyadari akan hal itu ia reflek menutupi bagian yang menjadikan intan salah tingkah.
"Bisakah kau ambilkan handuk dulu."pinta Alex sambil menatap Intan.
__ADS_1
Intan tak menjawab tapi ia tetap mengambilkan handuk untuk Alex. Intan yang di tatap Alex mencoba mengalihkan pandangan dari Alex. Jika ia menunduk maka dia akan melihat dengan jelas benda yang tak seharusnya ia lihat. Jika tak menunduk Dia malu bertatapan dengan Alex.
"Apa kau sakit?"Tanya Alex sambil menutup Aset pentingnya.
"Ti tidak kak."
"Kenapa wajahmu memerah?"sambil memegang pipi intan dengan tangan kirinya."Badanmu demam, nanti akan ku panggilkan dokter Adi."
"Apa?tidak perlu kak. Aku gak sakit kok."
"Baiklah, tapi jika kamu bener bener gak kuat segera periksa! Keluarlah dulu. Aku selesaikan mandi ku dulu." Perintah Alex dengan nada penuh kelembutan.
"I iya kak."Intan pun keluar kamar mandi dengan sedikit berlari.
POV Alexander
"Astaga Kenapa Intan setiap nganter susu selalu buru-buru pergi."
tring ting (suara notifikasi hp Alexander)
"Nomer rekening intan" Gumamku.
Akupun mengirim sejumlah uang untuk intan. setelah itu aku menuju ke kamar untuk mandi dan bersiap siap ke kantor.
Sesampaiku di kamar aku melihat Intan tangan kanan memegang hp dan tangan kirinya memegang bibir. entah apa yang dilakukan intan akupun tak tahu.
Entah kenapa aku merasa kesel karna intan tak menyadari aku masuk ke kamar. Aku yang saat itu mau mandi, ku banting pintu kamar mandi.
Di dalam kamar mandi aku masuk kedalam bathup yang sudah terisi sabun dan busa. Tapi baru saja masuk bathup aku terasa ingin buang air kecil. Aku buru-buru keluar bathup.
Gedubrakkkkk
Akupun Jatuh terpeleset, sepertinya intan terlalu banyak menaruh sabun di bathup.
Pantat ku terasa sangat sakit bahkan tangan kananku terbentur lantai kamar mandi lumayan sakit.
Intan memanggil manggil namaku dari luar. Aku lupa memngunci pintu. Intan pun masuk dengan wajah khawatirnya. Jujur sebenarnya aku sedikit malu dengan keadaanku sekarang. Intan membantuku berdiri.
Tapi siapa sangka, tangan intan yang menyentuh langsung tubuhku tanpa berlapis kain membuat diriku sedikit aneh. Entah mengapa adikku seolah terganggu. Adikku yang tadinya diam saja bobok manis tiba-tiba perlahan berdiri.
Intan terus membantuku duduk di atas kloset. setiap sentuhan tangannya membuat dadaku berdebar. Aku menatap intan sepertinya dia mulai menyadari kehadiran adikku. Dia terlihat salah tingkah. Wajahnya terlihat sangat merah dan menggemaskan. Hal tersebut justru membuat adikku semakin berdiri tegak.
Aku mencoba mengalihkan perhatian dengan menanyakan apakah dia sakit. Aku tahu wajahnya yang memerah dan suhu tubuhnya yang panas bukan karena sakit, melainkan karena adikku.
POV Intan
Aku berlari dari kamar mandi. Jantungku berdetak kencang seperti genderang mau perang.
"Astaga, Kak Alex bener-bener bikin aku serangan jantung. Kenapa besar sekali."Sambil menutup mukanya dan duduk di tepian ranjang.
__ADS_1
Jangan lupa kritik dan sarannya teman teman
😊😊😊😊