Istri Sang Workaholic

Istri Sang Workaholic
Bab 13- Londo


__ADS_3

Alex tidur dengan gelisah. Udara dingin terasa menusuk tulangnya. Padahal kamar yang dia tempati tak menggunakan AC semua jendela dan pintu tertutup rap at.


"Kakak kedinginan?"Tanya Intan yang menyadari kegelisahan Alex.


"he em."Jawab Alex me ganggukan kepala.


"Aku ambilin Jaket ya kak."Saat Intan akan beranjak dari kasur tubuhnya di bekap dari belakang oleh Alex.


"Kemarilah! Ada yang lebih hangat dari Jaket."Tangan Alex Mulai meremas puncuk gunung himalaya.


"aghh. Kak!"Protes Intan.


Tanpa memperdulikan Intan, Alex mulai meciumi ceruk leher Intan. Dan mulai melancarkan Aksinya.


Benar Saja kata Alex, suhu tubuh mereka mulai Teresa panas. Ding in yang tadi nya Terasa menusuk tula ng nya kini berganti dengan panas yang membara.


"Pelankan suaramu jika tak ingin membangukan semua orang!"Pinta Alex yang mendengar ******* suara Intan yang lolos dari bibirnya.


Intan mulai menahan dengan menggigit bibir bawahnya. Alex terus mencumbui tub uh Intan, member ikan kenikmatan duniawi kepada sang istri tercinta.


Keduanya pun sama sama tebang ke awan. Permainan merekapun tidak berlangsung lama, Karena merekapun sejati nya juga sang at mengantuk.


Alex yang telah mencapai puncak kenikmatan setelah pelepasan Intan pun Ambruk di samping Intan. Membawa tubuh Intan ke dalam dekapannya.


Mereka pun akhirnya tertidur.


...----------------...


Jam dinding menunjukkan pukul 08.15 di saat semua orang telah sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing. Namun berbeda dengan sepasang suami istri yang masih terlelap di balik selimut yang tebal. Rasa hangat membuat mereka semakin mengeratkan pelukan.


drak drak drak (suara pintu di gedor dari luar bukan di ketuk)


drak drak drak


"Duhhh. .. Siapa sih pagi pagi gedor gedor pintu."gumam Alex


Intan yang mendegar pintu di gedor terbangun. Ia melihat jam di ponselnya. Be tapa terkejut nya dia.


"Astaga kesiangan, aww."Intan me rasa pinggangnya sakit


Alex yang mendengar keluhan intan pun terbangun."Ada apa sayang?"Tanya Alex khawatir.

__ADS_1


"Ini kak pinggangku sakit. Mungkin karena tadi bangun tidurnya agak kaget mungkin pinggangku terkejut."Ucap Intan polos.


Alex yang mendengar jawaban Intan hanya tersenyum.


Alex menawar kan untuk menggendong Intan jika Intan akan ke kamar mandi. Tentu Saja Intan langsung menolak karena kamar mandi di rumah paklik nya itu hanya ada satu dan terletak di samping dapur. Jika Intan di gendong Alex dia akan me rasa sangat malu. Intan memilih duduk sebentar di at as kasur dan menyuruh Alex buru buru Mandi.


Alex dan Intan yang telah mandi dan mengganti pakaian menuju ke Arah dapur hendak sarapan.


Saat menuju Ruang makan di Sana ada bulik Ayu dan Ibu puspa.


"Astaga akhirnya kalian bangun juga. Kalian tau gak ini jam berapa. Paklikmu aja udah berngkat ke kebun."Omel bulik Ayu.


"maklum yu namanya juga habis perjalanan jauh. Sudah pasti capek. Ayo tan ajak suamimu sarapan. Ndang di jipukne sarapane!"perintah Ibu Puspa kepada Intan.


Intan pun dengan telaten menyiapkan sarapan mengambilkan nasi dan lauk pauknya.


"Neng kene ono ne sego ojo goleki roti koyo neng kutho."Grutu bulik Ayu dengan Bahasa Jawa.


Alex yang mendengar dan tak paham maksud dari bulik Ayu pun hanya diam Saja. Ia tau bulik Ayu bicara dengan Nada tak mengenakkan. Alex Memilih tak memperdulikan justru asik menikmati sarapannya, karena ini pertama kalinya dia sarapan dengan nasi bukan roti.


Setelah sarapan Alex dan Intan berkat omelan dari bulik Ayu menyusul Paklik Syarif menuju kebun setroberi yang saat ini akan di panen.


"Endi? Woh lah kae ki bojone Intan. Mantune bu Puspa Kui."Jawab pekerja bernama mbok Inah.


"Wooo Buagusee Puoll tenan yo. Guedi dhuwur."Timpal Sri lagi.


"Apane tho yu Sri ki sing Guedi?"Goda pekerja yang bernama Latri.


"Kae hlo yu Guedi tenan tho?" Sri melirik ke arah Alex sambil cekikian.


"Sri sajak e kowe ki kesuwen dadi Rondo yo kat mau kok gur ngomong geda gedi wae. Risih aku. Latri barang ke melu-melu."Protes mbok Inah.


"Lah mbok Inah ki ngeres, wong kene bahas awak e gedhe kok."Bantah Latri.


Intan yang mendengar candaan para pekerja wajahnya sudah benar benar memerah semerah stroberi yang dia petik.


Alex yang awalnya tak mengerti perkataan para pekerja hanya diam saja meskipun dia tahu, bahwa bahan gibahan ibu ibu itu adalah dia. Namun ketika mereka mengatakan gedhi dan Alex paham bahwa gedhi artinya besar. Serta dia melihat ekspresi Intan kurang lebih dia tahu apa yang di katakan para ibu-ibu pekerja tersebut.


Alex mendekatkan bibirnya ke telinga Intan dan berbisik,"Punyaku memang benar-benar besarkan?"


Intan Reflek menatap tajam Alex.

__ADS_1


Intan terkejut karena Alex mengetahui apa yang di bicarakan oleh para pekerja. Meskipun Intan tau bahwa punya Alex besar tapi mendengar dari mulut Alex sendiri yang mengatakan secara lugas Terasa aneh dan semakin membuat intan tersipu malu. Ia rasanya ingin bersembunyi di balik pohon stroberi yang berjajar rapih di dapanya.


"Kalian disini?"Paklik Syarif menghampiri Alex dan Intan.


Intan bernafas lega saat paklik nya datang. Setidak nya kedatangan beliau membuat para pekerja berhenti berbicara yang aneh-aneh. Dan Alex pun tidak akan berlanjut menggoda nya.


"Iya paklik. Ini buat aku ya. Aku mau bikin Kue."Kata Intan sambil menunjukkan keranjangnya yang setengahnya terisi buah setrberi.


"Petik yang banyak, bikin kuenya yang banyak juga. Kita bagi ke tetangga. Mereka udah kangen kue buatanmu itu. Mumpung panen kali ini buahnya besar besar."


"Iya paklik bener. Intan juga suka yang besar."Kata Alex yang langsung dapet sorotan mata tajam dari Intan.


"Iya kan? Aku suka buah yang besar kok."Lanjut Alex santai.


"Kak!"Protes Intan sambil memukul lengan Alex.


"Kenapa?"Alex pura-pura bodoh.


"Kalau ngomong itu yang bener."


"Lah? Salahnya dimana? Ini apa?"Alex memegang sebuah stroberi.


"Stroberi."


"Masuk dalam kategori apa? Buah atau sayur?"


"Ya jelas buah lah."Sewot Intan.


"Tuh kan, bener. salahnya dimana coba kalau aku suka buah yang besar. Buah yang besar mengandung kadar air dan vitamin yang tinggi."Jawab Alex sok tau dengan Santai.


"Kak! kakak tuh...."Belum sempat Intan membantah


Paklik Syarif membuka suara,"Di sini paklik kok malah jadi nyamuk.Hadeh." Keluh paklik syarif sambil meninggalkan mereka berdua.


Udah dulu ya. .


Jangan lupa ya dukungan kalian. .


Jangan Lupa juga kritik dan saran nya supaya karya kak Oce lebih baik lagi. .


😇😇😇😇

__ADS_1


__ADS_2