Istri Sang Workaholic

Istri Sang Workaholic
Bab 4- Tak Sengaja Bertemu


__ADS_3

Di stasiun


"Kak Intan!!!!"Teriak seorang gadis yang berpakaian tomboy dengan menggeret kopernya. Menghampiri Intan dan memeluknya.


"Friska."Intan menyambut pelukannya.


"Kakak aku kangen."


"Sudah ayo masuk ke mobil dulu." Ajak Intan.


"Kamu ngapain ke Jakarta? Udah ijin paklik sama bulik kan?"selidik Intan


"Hembb hehehhehe."


"Jangan bilang kamu kabur dari rumah?"Tanya Intan lagi.


"enggak kok kak aku gak kabur. Ayah tau kalau aku ke Jakarta. Ayah juga udah ngijinin."Ucap Friska sambil mengalihkan pandangan ke jendela samping.


"Kalau Bulik?"selidiki Intan lagi


"Ahhh.... kakak jangan bahas Ibu kak. Ibu tuh nyebelin. Nyuruh nyuruh aku jadi guru terus." Ucap Friska dengan wajah cemberut.


"Kan kamu bisa jadi guru kesenian dek. Bulik kayak gitu karena berharap masa depan mu lebih baik." Intan mencoba memberi pengertian.


"Coba deh kak liat ini!"Friska menunjukan ponsel nya kepada intan.


"Kamu Food Vlogger dek?"Tanya Intan tak percaya.


"Iya. heheheh."


"Sejak kapan? kok kamu gak pernah cerita?"


"Udah 3 tahun Kak. Tapi kan terkenal nya 1 tahun belakangan ini."


"Keren."


"Beneran kak Intan ngganggep aku keren? Kalau gitu ayo kita kolep!"Mohon. Friska dengan Mata puppy eyes nya.


"haisshhh. . gak pantes tau gak sih, penampilan tomboy Mata kayak barbie."


"Ya kak ya. .ya ya ya.?"


"Kakak gak paham begituan dek. lagian kakak malu."


"Gini, kakak kan jago masak tuh. Nah, kakak fokus aja bikin masakan kue atau apa terser ah gitu. terus Nanti bagian plating masakan atau kuenya aku gitu atau bisa berdua juga. Biar aku kasih sentuhan sentuhan seni gitu kak. Dan yang makan juga aku atau nanti Kita aja siapa gitu. Kakak gak perlu ngomong gak papan kok kalau kakak malu. Yang penting kakak tersenyum manis aja. hehehe."

__ADS_1


"Hembb. ..Iya deh kakak pikir pikir dulu ya."


"Nah, kak sekalian pikirin tempat buat videonya ya kak. hehehe."


"Haishhh. . Dasar kamu tuh."Ucap intan sambil mengaca acak rambut Friska.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah Alexander. Intan menunjukkan kamar Friska dan Intan menyuruhnya untuk istirahat.


"Bi, bi surti."


"I ya nyonya muda."Jawab bi surti yang masih berdiri di depan wastafel mencuci buah buahan untuk di masukan ke da lam kulkas.


"Itu bi, adik intan Friska kan udah dateng. Lagi istirahat di kamar Tamu. nanti kalau dia bangun Kalau laper siapin makan siang ya bi. soalnya Intan Mau beli cat dan Beberapa perlengkapan buat renovasi gudang sama mang jaja dan Pak dodi."terang in tan.


"Tenang nyah, gak usah khawatir. beres pokoknya."


"ya udah bi, Kalau gitu intan tinggal ya. Assalamualaikum."


"Was'alaikumsalam, ati-ati nyonya muda"


Intan yang di temanni pak dodi dan mang jaja pun menuju toko bangungan membeli cat dan kawan kawannya.


Karena toko bangunan itu terkenal dan terlengkap otomatis toko tersebut ngantri puanjang binggo. Dan In tan melihat di samping toko itu ada babang penjual somay. Sambil menunggu giliran Intan membeli somay untuk dirinya, Mang jaja dan pak dodi.


"Ini somay nya 2 di piring komplit, 1 di plastik somay sama kol aja ya neng?"Tanya penjual so may memastikan.


"non intan makan somay di plastik?" Tanya pak dodi heran.


"Iya pak nostalgia jam an sekolah di desa dulu."


"oalah."kata pak dodi sambil mengangguk angguk.


"semuanya berapa pak?"


"30 ribu neng."


"ini pak (menyerahkan uang pecahan 100 ribu) kembaliannya buat Bapak Saja. saya baru dapet rejeki pak."ucap intan sambil tersennyum. I ya dia Baru Saja Dapat rejeki uang kaget dari Suaminya.


"alhamdulillah makasih atuh neng. semoga rejekinya lancar."


"aamiin" jawab pak dodi, mang jaja, dan intan serentak.


intan kini telah membeli semua keperluan di toko bah an bang un an tersebut. Ia menyuruh pak dodi mengantar dia ke mall untuk membeli barang bar a ng lainnya.


setibanya di mall intan menyuruh pak dodi dan mang jaja pula ng terlebih dahulu. Dia tidak ingin nembuat pak dodi dan mang jaja menunggu terlalu lama.

__ADS_1


Brukkkh


"Astaga maaf maaf Saya tidak senga. ..ja. Kak Alex?"Ucap Intan yang tak sengaja menabrak seseorang yang ternyata Alexander.


"Intan?kamu ngapain di sini?"Tanya Alexander yang juga terkejut.


"oh aku mau beli Beberapa barang untuk keperluan gudang dan Beberapa bahan makanan Kak. Kak Alex sendiri ngapain?"Tanya intan basa basi.


"Aku Mau ketemu klien."Jawab Alex datar.


sekitika itu Suasana sedikit canggung.


"Hai kakak ipar! Lama tak jumpa"Sapa Leo dengan mode adik ipar yang tadi pura pura sibuk dengan ponselnya, menyadari kecanggungan antara Alex dan intan.


"Eh Leo. Iya lama ya gak ketemu. Hemb. .. Kalau gitu aku permisi dulu ya."pamit intan Sambil tersenyum


"Mau kemana?"tanya Alex


"hah?"Intan terkejut dengan pertannyaan Alex. karena dia tadi tel ah menjelaskan keperluaannya tidak mungkin Alex Lupa kan?


"Ikut lah dengan Ku!"Ajak Alex


"hah?"Intan yang merasa bingung hanya bisa mengatakan hah.


"Sebentar lagi jam makan siang, ikutlah denganku bertemu klien. Setelah itu aku akan menemanimu."terang Alex dengan nada penuh penekanan.


"hah?" beo intan yang kemudian mendapatkan tatapan ta jam dari Alex. "A aku takut ganggu kak Alex. Terus bukannya kak Alex Sibuk."


"Tidak. Ikutlah. kebetulan aku hari ini gak sibuk."jelas Alex.


Leo yang mendengar perkataan Alex mengernyitkan dahi. Sedangkan intan pun hanya Diam dan dia menatap Leo sang asisten dan Leo yang cukup peka dan tanggap langsung tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


"Baiklah kak."Intan pun dengan sedikit rasa tak enak hati mengikuti kemauan Alex.


Mereka bertiga menuju restoran jepang yang ada di dalam mall itu. Mereka Bertiga menuju ruangan VIP yang biasanya digunakan untuk pertemuan bisnis.


Di dalam ruangan tersebut sudah ada seseorang lelaki yang merupakan klien Alexander.


"Selamat siang pak Andre"sapa Leo membuka pembicaraan"Ini bos saya Tuan Alexander Graham dan ini nyonya Graham."terang Leo


Orang yang disapa leo yang bernama Andre menjabat tangan intan dan Alexander bergantian dan memperkenalkan diri. Dan mempersilakan mereka duduk.


"Tuan Alex mohon maaf sebelumnya bos Saya Tuan Gilang sedang ke kamar Mandi. Sebelum kita membahas proposal Kerja sama dan menunggu Beliau sebaiknya kita memesan maknan terlebih dahulu."pinta Andre.


Sreeeekkkk (bunyi pintu geser)

__ADS_1


Udah dulu ya. Jangan lupa dukung terus karya kak Oce dan jangan lupa kritik sarang nya. maacihhhh


😇😇😇😇😇


__ADS_2