Istri Sang Workaholic

Istri Sang Workaholic
Bab 9- Serial Drama Mandarin


__ADS_3

Pagi dini hari intan membuka kedua bola matanya, hari ini pagi yang terasa indah tidur semalaman berpelukan dengan suami tercinta. Paginya menatap wajah tampan suami yang rahangnya di penuhi bulu bulu halus.


"Apa kau tak bosan menatap wajahku setiap hari?"tanya Alex dengan Mata masih terpejam.


"Kakak udah bangun?"Intan balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Alex.


"Apa kau tak ingin menjawab pertanyaan ku? hemmb."Alex membuka mata dan menatap Mata Intan.


"Bukan kah sebelum tidur dan saat bangun tidur kau selalu memandangi ku dan berkata, kak Kau sangat tam. ..mmm"


Belum selesai Alex melanjutkan meniru perkataan intan, mulut Alex di tutup dengan tangan kanannya.


"Kak, jadi selama ini kakak tau?"


Alex menjawab dengan anggukan kepala. Intan wajahnya berubah menjadi merah dan berlari ke kamar mandi.


Alex tersenyum melihat tingkah menggemaskan Istrinya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sudah dua minggu berlalu Intan dan Alex sejak berada di mansion kakek stefano. Alex pun disibukan dengan pekerjaan kantor bahkan hampir satu minggu tidak pulang.


Sedangkan Intan sudah memulai membuat konten dengan Friska dan Anita. Kalau siang hari Intan tak merasakan kesepian jika bersama Friska dan Anita.


Saat ini Intan berada di depan TV sedang menyaksikan serial drama mandarin. Saking terlalu fokusnya Intan tidak tahu kalau Alex datang.


Alex yang telah menaiki tangga melihat Intan menangis menatap film itu. Ia mengernyitkan dahinya padahal Drama yang Intan tonton bukan adegan yang membuat menangis.


"Tan, kamu kenapa kok nangis?"tanya Alex sambil duduk di sebelah intan.


Intan terkejut,"Kak Alex kapan pulang? hiks hiks, Udah makan malam belum? hiks" Intan bertanya di sela sela isak tangisnya.


Alex tersenyum dan mengusap cairan bening di wajah Intan."Baru aja, dan aku juga sudah makan bareng Leo tadi. Kamu Kenapa nangis? hemm"


"Ini kak, Aku lagi nonton film sedih. Jadi ikutan nangis deh."


"Oh ya? Emang ceritanya tentang apa?"


"Itu di tinggal suaminya pergi gak ngasih kabar, istrinya ngerasa gak di anggep. Habis bilang sayang-sayang malah di tinggal pergi."


"maaf ya."


"Kak kak Alex kenapa minta maaf? I i itukan alur cerita filmnya. Bukan kak Alex."Gugup Intan karena dia takut ketahuan sedang menyindir Alex

__ADS_1


Alex yang berada di samping intan menggeserkan tubuh Intan agar mereka saling berhadapan. Alex memeluk Intan."Maaf."


Intan merasa aneh dengan Alex, ini bukan seperti Alex yang dia kenal. Maaf? Selama 2 tahun pernikahan Intan baru kali ini mendengar Alex mengatakan maaf.


"Kak Alex jahat (Intan memukul pelan dada bidang Alex) Kenapa kakak gak ngabarin aku sih hiks hiks kak Alex ja. .mmmm" Alex menyambar bibir Intan agar terdiam.


"Eghhh..." lenguhan keluar dari bibir Intan saat Alex meremas gemas salah satu bukit kembar nya.


Intan mendorong pelan dada Alex saat di rasa oksigen dalam dirinya berkurang. Alex pun menghentikan lu matan nya. Dan menempelkan Kening mereka."Intan, Aku menginginkanmu malam ini."Kata Alex dengan suara parau.


Intan menatap dua netra Alex dan menganggukkan kepalanya. Alex pun tersenyum dan melanjutkan meng hisap bibir ranum Intan.


Intan kembali mendorong tubuh Alex.


"Kenapa?"protes Alex


"Jangan di sofa."Intan mengatakan sambil menunduk kan kepalanya.


Alex pun mengangkat tubuh Intan menuju ke kamar mereka.


Alex meletakkan Intan dengan hati-hati dia kembali mencium bibir kemudian beralih ke leher meninggalkan jejak kepemilikan di sama. Tangan kirinya meremas salah satu pucuk gunung himalaya, sementara tangan kananya sudah meraba raba di bagian inti bawah Intan.


De sahan dan lenguhan mulai keluar dari bibir Intan. Cukup lama Alex memberikan pemanasan hingga Intan berkali kali mencapai pelepasan.


Sangat susah untuk membobol gawang pertahanan Intan hingga akhirnya dia sedikit menghentakkan dan berhasil lolos. Intan meneteskan buliran bening dari kedua sudut Mata nya merasakan inti tubuhnya yang terasa perih.


Alex mencoba mengalihkan perhatian intan dengan mencium bibir ranumnya. Menunggu beberapa saat agar adik nya terbiasa dengan rumah barunya. Setelah di rasa cukup Alex menggerakkan tubuhnya secara bertahap menambah kecepatan gerakannya.


Dengan beberapa kali hentakan Alex akhirnya mencapai puncak kenikmatan nya. Dia ambruk di atas tubuh Intan. Alex kecup kening Intan,"Terima kasih sayang."


Alex tidur di samping intan dan membawa intan dalam pelukannya."tidulah!"Intan hanya mengangguk karena ia merasakan lelah dan sangat mengantuk.


...----------------...


Sinar Mentari memaksa memasuki sudut kamar kediaman Alexander Graham. Intan melenguh merasakan sorot nya sinar mentari pagi. Intan membuka matanya.


"Tidur lah lagi kau pasti lelah."pinta Alex sambil mengeratkan pelukannya.


"Kakak gak ke kantor?"Heran Intan. Karena dia tahu bahwa suaminya adalah penggila kerja, Bahkan tak peduli sakit pun di tetap berangkat.


"Tidak. aku telah menyelesaikan pekerjaanku satu minggu ya lalu."


Intan terharu mendengar nya. Kini Ia paham suaminya seminggu tak pulang lembur demi hari libur.

__ADS_1


"Kak, awas dulu aku mau mandi. Badanku lengket."mencoba mengalihkan tangan Alex yang melingkar di perutnya.


"Tunggu lah disini! Aku siapkan air hangat dulu."Alex beranjak menuju kamar mandi mengisi bathup dengan air hangat.


Alex kemudian mengangkat tubuh Intan polos tanpa busana.


Intan pun refleks menutupi bagian bawah dan atasnya dengan kedua tangannya. Meskipun ia paham tak dapat menutupi secara sempurna


Alex hanya tersenyum melihat tingkah intan. Alex pun meletakkan Intan di dalam bathup."Ingin mandi sendiri atau di mandiin?"tanya Alex jahil.


"mandi sendiri, kakak keluar lah!"Jawab Intan cepat


Alex mencium pucuk kepala intan dan membiarkan intan sendiri. Intan merilekskan dirinya di dalam rendaman air hangat.


Setelah selesai ritual mandinya intan menggunakan bathrode berbentuk kimono. Intan berjalan ke luar kamar mandi dengan mennggangkang. Intan merasakan perih di Intinya.


Alex yang melihat Intan berjalan seperti itu tersenyum geli. "kemrilah! Kita sarapan dulu."


Tanpa menjawab Intan duduk di sofa dan menyantap makanannya."Apa masih sakit?tanya Alex kembali. Intan hanya menjawab dengan menganggukkan kepala, karena mulutnya penuh dengan makanan.


Alex hanya melihat Intan dengan sesekali tersenyum tanpa menyentuh makanannya.


"Kak Alex gak makan?"tanya Intan heran.


"Makan, tapi aku masih menunggu makanan ku siap dulu."Kata Alex sambil tersenyum devil.


"Oh baiklah terserah kakak."Intan yang tak mengerti maksudnya pun melanjutkan kembali menyantap makanan.


"Intan bisakah selesai makan kau bikin kan aku teh dan bawa ke ruang kerja ku?"


"Tentu saja kak."


"Baiklah aku tunggu di ruang kerjaku."Kata Alex meninggalkan Intan.


"Kak Alex aneh."gumam intan


bersambung dulu ya...


Jangan lupa dukungan nya supaya tambah semangat!!!


Kritik dan sarannya juga ya biar lebih baik lagi


😇😇😇😇😇

__ADS_1


__ADS_2