Istri Sang Workaholic

Istri Sang Workaholic
Bab 3- Korupsi?


__ADS_3

Di Kantor Alex


Alex duduk di kursi kebesaran nya sambil bersandar dan memejamkan Mata.


Tok tok tok


"masuk!" perintah Alex dengan mata masih tertutup.


"Tuan, apakah anda galau?"Tanya asistennya sekaligus sahabatnya bernama Leo dengan Nada bercanda.


"berisik!! mana dokumennya."Kata Alex sambil menegakkan posisi duduknya.


Leo pun menyerahkan dokumen dokumen yang hendak di tanda tangani.


"Leo."panggil Alex


"Ya?"Jawab Leo sedikit heran.


"Apa aku terlihat seperti orang yang kekurangan?"


"Ya?(Leo sedikit terkejut) hemb menurutku bener kau memang terlihat kekurangan yaitu kekurangan sen-yum. Coba deh loe tuh senyum sedikit aja."Ucap Leo dengan Mode sahabat bukan asisten.


"Kampret lu."Umpat Alex sambil melempar bolpen ke arah Leo.


Refleks Leo menangkap bolpen yang Alex lempar"hhahha. .. coba deh lu ceritain dulu problemnya ape?"


flashback on


"Kak Alex."


Alex yang tengah ingin meminum kopi nya terhenti.


hemm. Alexander kembali menyeruput Kopinya.


"Kak Alex gak korupsi kan?"tanya Intan dengan penuh selidiki.


uhuk uhuk uhuk


Alexander terbatuk batuk karena tersedak kopi yang dia minum.


"Kak, kakak gak papa?" tanya Intan khawatir.


"Gak gak papa. apa maksud kamu aku korupsi?" Heran Alexander dengan pemikiran istrinya itu.


"kakak transfer uang 100 jt. Ini kebanyakan kak. Kakak dapet uang dari mana coba?"padahal aku juga gak butuh uang se banyak ini aku kan minta nya 10 juta. Apa kakak salah ngetik nol?"

__ADS_1


"Udah pake aja. Habiskan juga gak papa. Yang jelas itu bukan uang hasil korupsi itu halal kok. Udah aku mau berangkat." Kata Alexander kesal.


"Oh ya kak,aku nanti ijin jemput Friska ya di stasiun."


"jam berapa?"


"Jam 9 an kak."


"Oke, Ajak Pak dodi. Jangan pulang terlalu malam."


"Iya kak, makasih ya."


hemm..


Flashback off


"hahhahahha. . hahhaha aduh perutku. hahahaha astaga. hufttt." Leo yang mendengar cerita Alexander tertawa sampai menangis.


"puas ketawa nya?"tanya alex kesal


"Puas banget Lex, dari umur 7 tahun sampai sekarang gue baru bisa ngetawain elu kayak gini ya cuman sekarang ini." Jelas leo sambil geleng geleng


"Gue cuman gak habis pikir kenapa intan bisa berpikir kayak gitu."


"wajar lex."


"Gini ya, pertama waktu loe nikah dengan intan, elu kan nikah cuman di masjid deket rumah intan tuh. Terus ngumpulin warga sekitar makan makan sederhana duduknya aja lesehan."Jelas Leo sambil mendudukan bokongnya di sofa.


"Trus nih ya yang kedua Pas kalian kesini elu ama kakek kan cuman ngadain jamuan makan bukan pesta. Ya meskipun jamuan itu lebih memakan buget yang fantastis. Tapi kan sekilas terlihat sederhana. Dan aku yakin kakak ipar gak tau harga gaun yg dia pake saat itu sama cincin pernikahannya. Kalau dia tau mungkin dia bakal pingsan." Jelas Leo sambil cekikikan.


"Terus nih ya, kakak ipar gak pernah datang ke sini ke perusahaanmu. gue yakin kalau kakak ipar setidaknya sekali aja datang kesini dia pasti gak akan berpikir kayak gitu. Karena kakak ipar itu gadis polos jadi cara berpikir nya juga sederhana."


"Apa iya intan belum pernah datang ke perusahaan?"gumam Alexander namun masih terdengar oleh Leo.


Leo yang mendengarkan hal itu hanya geleng geleng kepala.


...****************...


Alex terus merenung kan kata-kata Leo, Entah mengapa kata-kata leo mengganggu pikirannya hingga dia sulit fokus. Tak hanya itu Alex kembali teringat kejadian tadi pagi sontak saja adik Alex yang tadinya anteng anteng saja kembali bangkit.


"Shitt!!"Umpat Alex sambil menuju Kamar mandi untuk mendinginkan tubuhnya.


..."Gila! Kayaknya aku bener-bener gila, padahal dulu banyak wanita yang menggoda tapi aku malah merasa jijik, sedangkan sekarang Intan tak menggodaku tapi aku merasa tergoda."batin Alex di bawah guyuran air shower....


"Selama 2 tahun, aku menganggap intan bukan sebagai istri melainkan udah ku anggap adikku sendiri. Tidur bersama pun tak pernah ada hasrat untuk menyentuh karena aku terlalu lelah bekerja. Tapi hanya dengan sentuhan tangannya saja tubuhku merespon terlalu berlebihan, bahkan adikku seperti ingin mengeluarkan sesuatu. Shittt!!!!"masih dengan monolognya di bawah guyuran shower.

__ADS_1


Cukup lama Alex untuk menidurkan adiknya kembali di bawah guyuran air dingin. Ia kembali mengenakan pakaian kerja yang tersedia di lemari kamar istirahatnya.


Ceklek


Alex terkejut ketika membuka pintu kamar istirahatnya menjumpai Leo yang telah duduk di sofa tamu kantornya.


"Ada Apa?"tanya Alexander sambil menuju kursi kebesarannya.


Leo yang di tanya tidak langsung menjawab, Ia justru menatap Alex penuh selidik Rambut yang terlihat basah, baju kerja yang telah berubah.


"Kenapa? Gue mandi badan gue gerah."berusaha menyangkal


"Gila lu, ruangan elu se dingin ini elu bilang ger... ohhhhh... oke oke gue paham kok."Kata Leo sambil menganggukkan kepalanya.


"Gak usah sotoy."sewot Alex."Ada Apa elu ke ruangan gue gak ngetok pintu. Gak sopan tau.


"Ye gue udah ngetok pintu sampai tangan gue sakit. Gue kira elu pingsan. ya udah gue masuk deh. Ehh. . ternyata ada yang lagi bangun ya."


"Ada apa?"tanya Alex lagi tanpa menanggapi perkataan Leo


glek


Leo menelan ludahnya kasar, jika bosnya sekaligus sahabatnya sudah pasang wajah datar seperti itu dia bener-bener takut.


"Saya cuman mau bilang kalau nanti jam makan siang kita akan bertemu dari pihak perusahaan Pak Samsudin. Sekedar Informasi yang akan datang nanti adalah Putra Sulung nya."


"Baiklah. Ada lagi?"


"Tidak ada tuan, kalau begitu saya permisi dulu."Baru hendak membuka pintu Leo menghentikan langkahnya."Lex"


hemmm


"Sebaiknya elu segera jadiin kakak ipar istri mu seutuhnya biar elu gak tersiksa di bawah guyuran air dingin."


brakkk


Leo tak memperdulikan ekspresi ataupun menunggu jawaban dari Alex ia langsung kabur menutup pintu dengan kasar.


"Brengse k lu!!!" umpat Alex


Bagaimana Leo tau kalau Alex belum menyentuh Intan karena Leo bisa dibilang orang yang paling mengerti bagaimana pernikahan Alex dan Intan.


Terkadang Leo merasa kasihan pada Intan dia tahu Intan adalah gadis yang baik bahkan Leo menyadari bahwa Intan mencintai Alex. Tapi Alex yang selalu sibuk dan orang yang cuek tak menyadari hal tersebut.


Tetapi Leo juga merasa bersyukur Alexander meskipun dia workaholic tapi tak pernah sembarangan mencari wanita malam, seperti yang dilakukan bos bos besar lainnya. Alex juga bukan tipe pemabuk. Tapi dia tipe perokok berat yang kadang membuat orang terdekatnya resah, mengkhawatirkan kesehatan Alex.

__ADS_1


Hai temen temen jangan lupa ya beri dukungan kalian untuk cerita kak Oceana. Jangan lupa juga kritik dan sarannya supaya karya karya kak Oceana bisa jadi lebih baik lagi. Terima Kasih 😊😊😊


__ADS_2