
Hari ini Alex mengajak Intan menuju suatu tempat.
"Kak, kita mau kemana sih?" tanya Intan penasaran sambil duduk di kursi belakang kemudi bersama dengan Alex.
Alex tak menjawab dia hanya tersenyum dan mengusap usap pucuk kepala Intan. Hal itu ternyata tak luput dari pandangan Pak Dodi sang sopir pribadi. Pak Dodi merasa sangat bahagia menyaksikan kemesraan kedua majikannya. Karena selama ini yang dia tahu kedua majikannya seperti orang asing.
Intan menatap keluar jendela dia terkejut saat Pak Dodi memasuki pintu gerbang tol. Intan mengernyit kan dahinya dan mulai bertanya tanya kemana Alex akan membawa dia pergi.
Alex yang menyadari ekspresi penasaran Intan kembali tersenyum, Namun ia tetap melanjutkan pekerjaannya melalui tablet yang dia bawa. Ternyata meskipun cuti dia tetap tidak bisa meninggalkan pekerjaannya begitu saja. Bahkan saat ini dia sedang melaksanakan rapat online.
Intan tahu Alex seorang yang penggila kerja tak mungkin di dalam mobil hanya diam saja atau ngobrol dan bercanda. Mungkin bagi Alex hal itu hanya membuang buang waktu saja.
Intan sedikit merasa kesal, dia pikir dengan semakin hubungan mereka mengalami kemajuan semakin berkurang porsi kerja Alex tapi ternyata realitanya tidak.
Intan pun akhirnya memutuskan untuk memainkan ponselnya. Ia mulai membuka beberapa video dan senyum senyum sendiri. Hal itu rupanya membuat Alex merasa kesal. Tanpa pikir panjang Alex menyaut ponsel milik Intan.
"Kak!"Protes Intan yang merasa tak terima dengan sikap Alex yang merebut ponsel milik nya.
Alex tanpa menghiraukan Intan dia melihat ponsel Intan. Alex merasa penasaran kenapa istrinya dari tadi senyam senyum sendiri, dia merasa di abaikan.
Iiihhhh Alex gak sadar ya kalau dia dari tadi juga mengabaikan Intan dengan pekerjaannya.
Alex mengerutkan keningnya, dia melihat video cowok yang sedang makan.
"Siapa dia?"tanya Alex penasaran.
"Ya ampunn kak, ini tuh artis korea. Ganteng kan. Coba liat bibir nya seksih banget."Jawab Intan dengan penuh penghayatan, ya dia sedang melihat artis favorit nya itu.
Alex menatap Intan tak suka. Bagaimana bisa istrinya memuji laki-laki lain di hadapan suaminya.
"Ihhh kakak kenapa sih."Intan merasa kesal di tatap Alex seperti itu. Intan pun cemberut dan mengerucutkan bibir nya.
Alex yang melihat Intan pun merasa gemas dan mulai menarik tengkuk Intan mengecup dan menyesap nya.
Intan memukul mukul dada bidang Alex tanda protes nya dia. Mendorong tubuh Alex namun tak di hiraukan Alex justru semakin memper dalam ciuman nya.
"Kak hah hah."Intan kehabisan nafas dan menutup bibirnya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Intan heran akhir akhir ini Alex sangat sering tiba tiba mencium nya tanpa memperdulikan keadaan sekitar nya.
"Kenapa? kamu mau di cium artis idola mu yang bibirnya seksi itu iya?"Tanya Alex dengan Nada cemburu.
"Astaga kak! Ada Pak Dodi tau."Bisik Intan namun masih terdengar Pak Dodi.
"Maaf nyonya saya tak tau apa apa, pandangan saya terus kedepan kok lanjutkan saja. Saya tidak lihat kok. serius." Jawab Pak Dodi yang masih fokus dengan kemudi nya.
"Tuh dengar Pak Dodi gak tau apa apa."Jelas Alex sambil menyandarkan punggungnya.
Intan menatap tajam Alex.
Astaga Pak dodi ketika dia mengatakan itu betapa sangat malu nya intan ia merasawajahnya sudah mirip seperti tomat.
Alex yang paham Istrinya tengah malu meminta Intan tidur."Tidur lah dulu perjalanan kita masih lama!"
Intan buru buru memposisikan tubuhnya senyaman mungkin dan mulai memejamkan matanya siapa tau dengan tidur dia dapat mengurangi rasaalunya kepada Pak dodi.
Tapi ternyata Intan justru tidak bisa tidur karena perutnya meraung raung minta diisi. Bahkan sampai berbunyi. Intan merasa malu tapi ia tetap berpura pura memejamkan matanya. Rasa malu nya akibat ulah Alex belum mereda sekarang malu karena ulah perutnya.
"Siap tuan." Jawab Pak Dodi tanpa mengalihkan pandangan ke arah depan.
"astaga jangan jangan kak Alex dengar suara perutku. Astaga malu nya."batin Intan
Sesampainya di rest area, Alex mematikan tabletnya. Tapi Intan justru tertidur pulas. Melihat Intan yang sudah hanyut dalam lautan mimpi. Alex keluar bersama Pak Dodi membelikan beberapa minuman, camilan dan makanan yang bisa di makan di dalam mobil. Setelah itu mereka pun melanjutkan perjalanan.
"Eghhh"Intan membuka kedua bola matanya dan menegangkan otot otot tubuhnya.
"Rest Area nya masih jauh ya kak?"Tanya Intan dengan polosnya.
Alex menyerahkan plastik ke Intan."makanlah!"
Intan menatap Alex."Kok gak di bangunin sih kak."
"Kamu kan capek dari semalam aku gempur, paginya masih lanjut."Jawab Alex enteng sambil meletakkan bungkusan ke pangkuan Intan.
"Kak Alex apaan sih bahas kayak gitu malu tau di depan orang pula" Bisik Intan namun masih terdengar.
__ADS_1
"Lah kenapa harus malu kan gak ada siapa siapa."
"Ihhh kan ada Pak Dodi kak."masih berbisik.
"Pak Dodi tuh nyetir yang dia liat cuman jalan, yang dia denger juga cuman klakson kendaraan. Iya kan Pak Dodi?"
"Betul nyonya kata tuan."
"Haissshhh."Intan kesal dengan Pak Dodi dan Alex.
Tanpa berkata-kata lagi di memakan makanan yang di beli Alex tadi karena perutnya sudah tak bisa di ajak bertahan.
Alex melihat Intan makan dengan lahap tersenyum dan berbisik."Makan yang banyak ya sayang. Siapkan tenaga mu!"Goda Alex
Intan pun melotot menatap Alex. Bukannya terlihat seram justru terlihat menggemaskan.
"Astaga makan dulu sayang jangan goda goda deh, kita masih di mobil."Goda Alex lagi.
"Kak? yang godain siapa coba?"protes Intan.
"Hemb. . kayaknya di mobil boleh di coba deh."Alex masih saja menggoda Intan.
Intan pun memukul lengan Alex, Sementara Alex pun hanya ter ke ke h dan pasrah menerimanya.
Ternyata dari tadi Pak Dodi memperhatikan perdebatan romantis kedua majikan nya. Ia merasa sangat senang, bahkan ia bisa melihat sosok tuan nya yang biasanya selalu serius sekarang bisa bercanda bahkan menggoda.
Intan yang puas memukuli Alex pun lanjut memakan makanannya. sementara Alex tetap berkutat kembali dengan tablet nya.
Intan dalam hati masih penasaran akan kemana mereka pergi. karena sudah 3 jam tapi belum juga sampai tempat tujuan mereka.Akan tetapi dia juga tak ingin bertanya kepada Alex lagi. karena Alex hanya akan menjawab dengan senyuman dan itu membuatnya semakin kesal
Udah dulu ya. .
Jangan lupa ya dukungan kalian. .
Jangan Lupa juga kritik dan saran nya supaya karya kak Oce lebih baik lagi. .
😇😇😇😇
__ADS_1