
Intan dan Alex bersiap menuju mansion kakek stefano.
Alex menunggu Intan di mobil.
Saat intan masuk mobil.
"Apa yang kamu bawa?"
"Ini makanan untuk kakek kak."sambil menaruh tas yang berisi makanan disamping dia duduk.
"Kenapa gak taruh di bagasi aja sih?"Kesal Alex
"takut tumpah kak."
"Lagian kenapa harus repot repot bawa makanan sih, di sana udah ada Chef Rizal. Kalau mau makan apapun tinggal bilang."
"Maaf kak."Jawab intan sambil menunduk.
deg
Mendengar kata maaf dari intan entah mengapa membuat perasaan Alexander gundah gulana. Dia hanya merasa kesal kenapa tas nya di taruh di antara Alex dan Intan. Terkesan intan menjaga jarak dengannya. tetapi seperti nya intan tersinggung.
Sepanjang perjalanan menuju mansion kakek stefano intan hanya diam.
Setibanya di mansion kakek Stefano, mereka mendapati di ruang tamu keluarganya berkumpul disana sudah ada Leo, Daddy Anthony, Kakek Stefano, mommy Claudia, dan Seorang perempuan cantik nan mungil berparas blesteran Adik Alexander dia adalah Denada Graham.
Intan di sambut hangat oleh keluarga besar Graham. Meskipun Ibu mertua nya terlihat tidak begitu hangat menyambutnya, tapi dia tak pernah berlaku kasar terhadap intan seperti di sinetron ikan terbang.
"Apa yang kamu bawa nak?" tanya kakek stefano sambil mengusap usap kepala Intan yang duduk di sampingnya.
Kakek Stefano Sangat menyayangi putri asisten nya itu.
"Ini ayam kampung bumbu padang kek. Ini khu. ."
"Tau kakek kolestrolnya tinggi malah di bawaiin makanan kayak gitu."celetuk Mommy Claudia
Semua hanya diam.
"Ihhh Mommy tuh, kalau kakek gak boleh biar Denada aja yang makan."Kesal Denada kepada mommy nya. Denada heran mommy nya itu selalu sinis kalau ada Intan.
"Iya kan mbak intan? Kalau kakek gak boleh makan, buat Denada aja!"Gelayut Denada manja yang duduk di samping Intan.
__ADS_1
Denada sangat menyukai Intan. Intan udah seperti kakak nya sendiri dari pada Alexander.
Alexander yang cuek dan super sibuk sangat jarang berkomunikasi dengan adiknya. Hadirnya Intan bagi Denada tak sekedar kakak ipar melaikan sahabat bahkan hampir setiap hari mereka saling berbalas chattingan.
Intan tersenyum,"Ini Ayam kampung bumbu padangnya pake susu kedelai mom, jadi rendah kolestrol."
"Wah, cucu menatu ku ternyata lebih perhatian ketimbang menantu ku."Sindir kakek Stefano dengan nada bercanda.
"Ayah!"Kesal Mommy Claudia karena di bandingkan dengan menantunya meskipun dia tahu ayah mertua nya hanya bercanda.
"Ihhh. . tapi mbak Intan nggak adil masak cuman kakek aja yang di bawain."Denada memanyunkan bibirnya.
"Mbak Intan bawain dessert kok."sambil mengusap usap rambut adiknya gemas.
"Ya udah kalau gitu ayo ikut mommy ke dapur bikin minuman. Biar gak seret makan dessert mu itu."
Intan hanya menanggapi ajakan mertua nya dengan anggukan dan senyuman.
"Mom, bikin teh bunga telang aja ya."kata Intan memberanikan diri sambil menyerahkan bunga telang yang telah di keringkan.
"Bunga telang?"Beo Mommy Claudia
"Iya mom, ini bunga bagus buat kesehatan ada kandungan kolagennya juga hlo." Terang Intan
Bukan tanpa alasan intan mengatakan hal tersebut. menurut Denada Mommy nya itu akhir akhir ini sering mengkonsumsi minuman berkolagen kemasan. Sehingga mungkin saja dengan membawakan minuman yang mengandung kolagen bisa membuat mertua nya bahagia.
Sore itu dengan di temani secangkir teh bunga telang dan Chocolate caramel puding mereka mengobrol bersama sama dengan suasana hangat, meskipun terkadang kata kata sinis Mommy Claudia yang dilontarkan sedikit mengusik hati tercipta.
Setelah itu mereka semua pamit menuju kamar masing-masing untuk membersihkan diri.
Alex terduduk di tepian ranjang menunggu giliran mandi, ya saat ini intan sedang mandi. Alex melamun entah mengapa perkataan keluarganya tentang keturunan sedikit mengusik pikirannya.
"Kak, kak Alex."Suara intan membuyarkan lamunan nya.
"Buruan mandi gih!"Intan yang baru keluar kamar mandi menggunakan bathrode model kimono panjang tak sampai lutut dan rambut yang dililitkan ke atas menggunakan handuk itu terlihat sangat seksi.
glek
Alex susah payah menelan ludahnya."Oh oke."Buru-buru Alexander berlari ke kamar mandi.
Intan bingung dengan sikap suaminya. Dia hanya mengangkat kedua bahunya dan langsung menuju walk in closet untuk mengenakan pakaian.
__ADS_1
Hari ini intan mengenakan dress berbahan chiffon motif bunga bunga yang sangat serasi dengan kulit putih nya.
Alex yang baru keluar dari kamar mandi terpesona melihat penampilan intan yang duduk di sofa kamar sedang memainkan ponsel nya. Padahal biasanya dia sering melihat penampilan intan yang seperti itu. Akhir akhir ini dia baru menyadari jika istrinya itu cantik nan mempesona. Karakternya yang baik dan ramah membuat orang nyaman di dekatnya.
Intan yang merasa ada yang mengawasi nya mendongak menatap ke arah pintu kamar mandi. Seketika itu pandangan mereka bertemu, sejenak saling mengunci. Intan yang sadar bahwa Alex hanya menggunakan handuk putih kecil yang dililitkan di tubuh bagian bawah dan menampakkan bagian atasnya membuat intan kembali menundukkan pandangan.
"Ka kakak ganti baju gih! Aku duluan ke bawah bantuin mommy nyiapin makan malam"pinta intan dengan wajah yang memerah sambil berlari ke luar.
"Astaga Roti sobek lagi."gumam intan sambil memegangi dasa nya yang berdebar.
"Astaga kenapa pipinya sangat merah? rasanya pengen ku cubit."batin Alex sambil menggelengkan kepala.
Alex pun buru-buru menuju Walk in closet. Di sana ia tidak mengenakan pakaian yang telah di siapkan intan. Tapi mengambil celana pendek atas lutut dan mencari cari kaos yang warnanya senada dengan intan. Tapi dia tidak memiliki kaos yang warnanya senada seketika ia ingat kaos pemberian Denada.
Di Ruang makan terlihat Intan, Denada, Mommy Claudia dan Bi Marti sedang menyiapkan makanan yang telah di buat oleh chef Rizal.
Daddy Anthony berjalan di samping Kakek Stefano dan mendudukan kakek di kursi Utama. Sedangkan Daddy Anthony duduk di samping kanan Kakek Stefano. Dan Mommy Cloudia duduk di samping Daddy Anthony. Mommy Claudia mengambilkan makanan Kakek dan Daddy.
Tak lama kemudian Alex dan Leo berjalan beriringan sambil mengobrol seputar pekerjaan. Leo duduk di samping Mommy Claudia sedangkan Alex duduk di samping kiri Kakek Stefano. Baru Alex hendak menggeret kursi.
"Wah akhirnya di pake juga."Seru Denada yang membuat semua orang menatapnya tanda tanya.
Alex pun tak menghiraukan Denada. Ia meminta Intan mengambil kan makanan. Dan melahap makanannya.
Denada mendudukan di samping intan."Kak Alex sengaja couple an kan sama mbak intan?"
ukhuk uhukk
Alex tersedak makanannya. Buru-buru Intan mengambil kan minum dan mengusap-usap punggu alex. Semua itu tak luput dari pandangan semua orang yang di sana.
Sampai sini dulu ya. .
Kita sambung lagi nanti. .
Jangan Lupa dukungan nya ya biar tambah semangat.😇😇😇
Kritik dan sarannnya juga biar tambah lebih baik lagi.
oh ya kurang lebih pakaian intan dan Alex katak gini nih warna dan motifnya.
__ADS_1