Istri Sang Workaholic

Istri Sang Workaholic
Bab 12- Tanah Kelahiran


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan 8 jam yang membuat badan pegel pegel karena hanya duduk di mobil dan berhenti di rest area sebanyak 2 kali.


Kini mobil yang mereka tumpangi memasuki area yang sangat familiar bagi Intan. Intan mengamati ke luar jendela meskipun banyak bangunan baru tapi dia paham betul bahwa ini adalah tanah kelahiran nya. Tanah kelahiran yang sangat Intan rindu kan.


Jantung Intan berdebar semakin kencang saat mobilnya memasuki area pelataran sebuah rumah. Rindu itu yang dia rasakan.


"Ayo turun."Pinta Alexander yang entah sejak kapan sudah membukakan pintu mobil untuk Intan.


"Ayo, kenapa malah diam saja? gak mau turun? atau kita balik lagi."Lanjut Alex


Tanpa menjawab pertanyaan Alex Intan pun turun. terlihat Pak Dodi sedang menurun kan beberapa kantong kresek dan kardus dari bagasi mobil. Intan juga tidak tau sejak kapan di bagasi mobilnya ada banyak kantong kresek dan kardus.


"Assalamualaikum"Ucap Intan di depan pintu kayu yang terlihat usang namun masih kokoh.


Intan membuka sandalnya dan menginjakan kakinya di lantai keramik yang terasa dingin. Suasana pegunungan yang asri nan sejuk bahkan sangat terasa dingin dilantai berkramik hijau tua.


"wa'alakumsalam."Jawab seorang laki-laki dari dalam rumah tersebut.


ceklek


"Intan?"Lelaki itu sedikit terkejut.


Intan pun menyalami dan mencium tangan Lelaki itu."Assalamualaikum Pak lik."


"Wa'alaikumsalam. Intan, Alex kenapa tak bilang kalau mau datang?"


"Kejutan pak lik."Ucap Alex sambil menyalami Paklik


"Ya sudah ayo masuk. Ibu mu pasti seneng ngeliat kamu datang. Ayo Alex dan Pak Dodi juga."Ajak paklik Syarif sambil menarik tangan Intan perlahan diikuti Alex dan Pak Dodi.


"Paklik, Ibu sama Bulik di mana ya?"tanya Intan lagi.


"Ibumu di Kamar. Kalau Bulik mu lagi di rumah Pak RT pengajian paling bentar lagi pulang."


"Intan pamit ke kamar Ibu dulu ya."Tanpa memperdulikan jawaban dari paklik nya intan buru-buru ke kamar Ibu nya. Rindu sekali rasanya ingin bertemu Ibu tercinta nya. Selama ini hanya bisa bertukar kabar melalui pesan saja.


"Dasar sudah punya suami juga suaminya malah di tinggal. Piye tho bocah iki?"Gumam Paklik namun masih bisa di dengar Alex dan Pak Dodi.


"Gak papa paklik, Intan pasti udah rindu sekali sama Ibu."kata Alex.

__ADS_1


"Yo wis duduk dulu, Istirahat dulu. Paklik ambilin minum nanti baru temuin Ibu mertuamu. Biarin mereka melepas rindu dulu."Paklik Syarif meninggalkan Alex dan Pak Dodi di Ruang tamu.


Sementara Intan di dalam kamar tidur Ibunya. Dia duduk di tepi ranjang Ibunya, Ia memandangi Ibunya yang terlelap. Terlihat keriput di wajah dan tangannya menandakan dia semakin menua. Intan menciumi punggung tangan Ibunya dengan penuh kerinduan. Tak terasa giliran bening keluar dari kedua sudut matanya membasahi punggu tangan Ibu Intan.


Ibu Intan yang merasa terusik tidurnya pun terbangun."Intan?"


"Iya bu, Ini intan."


"Kapan kamu datang nak?"Ibu Intan yang bernama Puspa berusaha untuk bangun dan bersandar di headboard.


Intan pun dengan sigap membantu Ibunya."Baru aja kok bu."


Intan dan Ibu Puspa berpelukan melepaskan rasa rindu yang ter pendam selama ini. Hening tanpa suara hanya buliran buliran bening yang keluar dari sudut kedua Mata meraka.


"Kamu sendirian?Suamimu?"Tanya Ibu Puspa yang merasa khawatir sambil melepaskan pelukannya.


Belum sempat Intan menjawab."Saya disini bu."Alex masuk ke kamar Ibu Puspa yang pintunya tidak di tutup oleh Intan saat masuk tadi.


Intanpun tersenyum ke arah Alex. Alex menghampiri kedua wanita berbeda generasi itu."Assalamualaikum Ibu." Alex mencium punggung tangan Bu Puspa.


"Wa'alaikumsalam nak Alex."


"Sudah nak."


"Ibu istirahat lagi ya, Alex boleh pinjam Intan dulu. Intan belum makan dia juga harus Istirahat. Besok lagi ya Ibu sama Intan ngobrol nya."Kata Alex dengan penuh hati-hati.


"Iya nak. Ajak lah Intan."


"Tapi kak, aku masih kangen Ibu. Kakak aja yang makan malam aku di sini ya."


"Intan, ikutlah suami mu. Jangan seperti itu nak. Besok kita ngobrol lagi. Lagian Ibu juga masih ngantuk banget." Kata Ibu Puspa berbohong, sebenarnya dia tak mengantuk hanya saja dia tak Ingin anaknya mengabaikan permintaan suaminya itu.


Ibu Puspa merasa sangat senang melihat perlakuan Alex kepada Intan. Awalnya dia sangat takut dan khawatir kalau saja Alex tak menyayangi Intan bagaimana nasip anaknya.


Intan pun menurut dan mengikuti Alex menuju ruang makan paklik syarif. Disana sudah ada paklik syarif, Bulik Ayu dan Pak Dodi.


"Intan, Pak Dodi, Alex silakan makan dulu ya. Saya tinggal dulu."Kata Paklik syarif yang di jawab senyuman dan anggukan mereka bertiga.


"Bulik apa kabar?"Tanya Intan sambil mengalami bulik ayu.

__ADS_1


"baik."Jawab bulik Ayu singkat.


"Bulik biar Intan aja yang nyiapin makanannya. Bulik Istirahat aja."Jawab Intan mengambil alih alat masak yang bulik ayu pegang.


"Gak usah, kamu duduk aja!"perintah bulik Ayu.


"Maaf ya bulik Intan jadi ngerepotin."Intan merasa tak enak hati.


"Udah tau ngerepotin, masih nekat aja datang tanpa kabar. Lain kali tuh ngabarin dulu. Biar bulik masak nya sekalian banyak dari tadi siang. Kalau kayak gini kan bulik juga yang repot."Gerutu bulik Ayu yang terdengar judul di telinga yang ada di situ.


Pak Dodi yang mendengarkan merasa tak enak hati. Tapi apa mau dikata dia kan hanya ikut majikan nya. Tiba di rumah orang sudah malam. Minta makan pula.


Sementara Alex yang mendengarnya merasa kesal dengan bulik ayu. Kenapa bulik Ayu ini lisan nya pedas sekali. Tapi Alex cukup menahan diri.


Intan hanya meneundukan kepalanya. Kemudian mereka makan malam pun dengan suasana hening. Rasanya ingin segera cepat cepat selesai.


"Oh ya, Intan nanti jangan lupa di cuci piringnya. Bulik sudah ngantuk. Mau tidur dulu."Sambung bulik ayu sambil meninggalkan mereka tanpa menunggu jawaban dari Intan.


Intanpun hanya tersenyum menanggapi perkataan Bulik Ayu karena dia sudah terbiasa.


"Nanti biar saya saja nyonya yang cuci piring."Pak Dodi inisiatif menawarkan diri karenanya merasa tak enak hati.


"Gak usah Pak, Saya aja. Pak Dodi langsung Istirahat aja. Tadi udah di kasih tau paklik kan kamarnya dimana. Kebetulan Saya juga belum ngantuk."Intan menolak dengan halus.


Setelah selesai makan Pak Dodi pun pamit pergi Meninggalkan kedua majikannya.


Sementara Intan mencuci piring di Bantu Alex.


"Astaga, air nya dingin sekali."Keluh Alex


"Namanya juga air pegunungan kak."Jawab Intan Santai.


Hal itu justru membuat Alex semakin kesal dengan bulik Ayu karena telah membuat istrinya mencuci piring dengan air yang sang at ding in.


Udah dulu ya. .


Jangan lupa ya dukungan kalian. .


Jangan Lupa juga kritik dan saran nya supaya karya kak Oce lebih baik lagi. .

__ADS_1


😇😇😇😇


__ADS_2