
Denada mendudukan diri di samping intan."Kak Alex sengaja couple an kan sama mbak intan?"
ukhuk uhukk
Alex tersedak makanannya. Buru-buru Intan mengambil kan minum dan mengusap-usap punggu alex. Semua itu tak luput dari pandangan semua orang yang di sana.
"Kau!" Alex melototi adiknya.
"Permisi Nyonya ada Mbak Renata."Ucap Bi Marti memberi tahu Mommy Claudia.
Belum sempat Mommy Claudia menanggapi Bi Marti.
"Yuhhhuuuuuu tante Claudiaaa!!"Teriak Renata sambil berjalan ke ruang makan.
"Renata? kamu ke sini kok gak bilang tante dulu?"Tanya Mommy Claudia tak enak hati karena malam ini malam keluarganya berkumpul tanpa ingin di ganggu pihak luar.
"Wahh. . tante, Renata boleh ikut makan malem gak kayaknya enak nih."Kata Renata tanpa memperdulikan pertanyaan Mommy Claudia. Bahkan dia sampai duduk di sebelah Leo. Membuat semua yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala.
"Haaahhh (menghembuskan nafas berat) Bi Marti tolong siapin peralatan makan Renata!"Pinta Mommy Claudia
"Haishh gak sopan banget sih."gumam Denada pelan namun masih terdengar oleh Intan. Intan pun mengusap usap lengan Denada mengisyaratkan agar sabar.
"Eh, kak Alex belum jawab pertanyaan ku hlo. Hayo ngaku?"Semua orang yang di sana menatap Alex karena penasaran. Berbeda dengan Renata yang menatap Alex karena bingung tak mengerti arah pembicaraan Denada.
"Enggak. Liat aja warnanya beda."Bantah Alex tak mengakui.
"Ya kalik bisa aja. Soalnya baju kakak gak ada yang warnanya mirip. Tapi warna baju kakak yang kakak punya dan yang paling mirip ya ini kan. Iya kan? Wahhh. . tanda tanda nih."
"Lagi ngomongin apaan sih Den? Kasih tau mbak Renata dong!"pinta Renata.
"Ogah."Jawab Denada cepat.
"Hembb. .. Itu hlo bunga bermekaran di bajunya mbak Intan bagus. Kayaknya musim semi akan datang."Kata Leo menjelaskan Ke Renata sambil menahan tawa.
Mommy Claudia, Deddy Anthony, Kakek Stefano yang mendengarkan penjelasan Leo pun hanya bisa tersenyum. Karena mereka paham yang di maksud Leo. Sementara Alex hanya diam saja dengan ekspresi datar.
"Wah tante Ayam Bumbu padang ini enak banget deh, kemampuan Chef Rizal emang gak bisa di ragu kan lagi dan ini kayaknya ayam kampung ya? empuk banget bumbu nya sampai meresap ke tulang tulangnya."Puji Renata jujur tanpa mengetahui siapa yang membuat.
"Ya Iya lah enak ini kan buatan spesial dari menatuku."Jawab Mommy Claudia tanpa pikir panjang. Semua yang di sana nampak terkejut mendengar pernyataan Mommy Claudia.
"Ma maksud tante ini buatannya Intan?"tanya Renata tak percaya.
__ADS_1
"Ya iya lah emang menantu Mommy Selain mbak Intan ada?"Sewot Denada.
"Mulai kapan Intan bisa masak. Halah ini paling beli terus dia ngaku ngaku biar dapet pujian kan? Aku gak percaya."Renata masih tak percaya kalau Intan uang memasak.
"Haaahhhhh kalau mbak Renata gak percaya ya udah."
Renata yang merasa sedikit malu pun akhir nya pamit pulang tanpa menghabiskan makanan nya. Sebelum pulang Renata memberikan bingkisan oleh-oleh untuk mommy Renata, Denada dan Intan.
Deddy Anthony, Kakek Stefano, Leo dan Alex mengobrol tentang bisnis di ruang kerja Daddy Anthony. Sedang kan Mommy Claudia, Denada, dan Intan di bantu Bi Marti membersihkan meja makan.
"Mom, Aku sama mbak Intan ke kamar duluan ya."Pamit Denada di ikuti Intan.
Sesampainya di lantai dua,"Mbak Intan."
"Ya?." Intan menatap manik Mata Denada.
"Apapun yang di katakan mbak Renata, mbak Intan gak boleh langsung percaya ya! karena Mbak Renata itu ular berbisa."Terang Denada menggebu gebu.
Intan hanya tersenyum menanggapi perkataan adik iparnya itu,"Mbak masuk kamar, istirahat dulu ya."
Denada hanya mengangguk, Ia tau bahwa Intan sedang tak baik-baik saja. Waktu Renata membagikan oleh-oleh Denada melihat Renata berbisik ke Intan. Setelah itu Intan nampak gelisah dan tak bersemangat.
Alexander memasuki kamar tidur. Dia melihat intan yang telah berganti mengganti pakaian dengan baju tidur duduk termenung di tepian ranjang.
Glek
Pandangan Alex tertuju pada paha putih mulus intan yang terpampang di depan nya. Intan saat ini menggunakan piyama setelan pendek, dengan celana panjang di atas lutut. Sehingga ketika Intan duduk celana nya terangkat.
Alex mencoba menetralkan de baran dada nya.
"Kok belum tidur tan?"tanya Alex karena sekarang menunjukkan pukul 21.30. sedangkan Intan biasanya sudah terlelap. Alex pun mendudukkan dirinya di samping Intan.
Deg
Saat Intan memalingkan wajahnya menatap Alex jantung nya berdebar sangat kecang. Pandangan mereka bertemu. Ini merupakan pertama kalinya dia dan Alex duduk dengan jarak paling dekat.
Buru-buru Intan menundukkan pandangannya."Gak papa kak, Aku aku nungguin kak Alex."Bohong Intan karena sejujurnya dia terusik dengan perkataan Renata.
Alex tersenyum dan mengusap usap pucuk kepala Intan. Ia juga menyelip kan rambut Intan ke belakang telinganya.
Tindakan Alex membuat tubuh intan meremang, Jantungnya berdebar serasa ingin melompat.
__ADS_1
Alex memegang dagu intan dan menuntun agar mereka saling bertatapan. Alex mengecup sekilas bibir Intan. Intan membelalak kan matanya terkejut.
"Ke kenapa kak Alex menciumku?"tanya intan memegang bibirnya dengan tangan kirinya.
Alex tersenyum,"Karena kau istriku. Dan perlu kamu tau itu kecupan bukan ciuman. Ciuman itu seperti ini."
Alex menekan tengkuk Intan agar lebih dekat, ia mulai menyesa ap, melum at, dan lida h nya mulai bermain main di dalam rongga mulut intan.
Intan yang baru pertama kali melakukan itu terbilang pasif, nafasnya terengah engah merasakan kurangnya oksigen Alex pun melepas kan,"bernafas lah!"pinta Alex sejenak dan memulai aksinya lagi.
Tangan intan meremas seprai menyalurkan ke gugupannya. Sedang kan tangan kanan Alex meremas gemas salah satu bukit kembar Intan dari luar.
"eghhh." lenguhan ke luar dari mulut intan.
Intan pun mendorong pelan tubuh Alex dengan nafas terengah engah.
"Kenapa sayang?"tanya Alex dengan suara parau. Dia telah di selimuti kabut gairah.
"Maaf kak, aku aku pengen pi pis."Intan berlari menuju kamar mandi.
Alex bengong dan kemudian dia tertawa melihat aksi Intan.
Di dalam kamar mandi Sambil buang air kecil intan menepuk nepuk pipinya dan mencoba menetralkan detak jantung nya dengan nafas terengah engah."sayang?"gumam Intan sambil tersenyum.
Intan pun keluar kamar mandi. Ia melihat Alex berbaring di kasur sambil mengontak atik ponselnya.
"Kemarilah!"perintah Alex sambil menepuk nepuk kasur di sisinya.
Intan pun menurut dan berbaring di sana. Alex meletakkan ponsel nya di atas nakas dan membawa Intan kedalam pelukannya. Intan membelalak matanya karena sangat terkejut.
"Intan, mari memulai semuanya dari Awal, menjadi suami istri yang sesungguhnya buah sekedar saling menghargai melainkan berbagi cinta dan membangun rumah tangga sesungguhnya"pinta Alex
Intanpun mengangguk dan meneteskan buliran bening dari kedua bola matanya karena terharu. Alex menghapus dengan tangannya dan membawa intan kembali ke pelukannya mereka terlelap bersama.
Sudah dulu.
Jangan lupa dukung terus
Kritik dan sarannya juga kakak
😇😇😇😇
__ADS_1