
Setelah menyelesaikankan ujian nya waktu pun berjalan hingga ta terasa sudah satu Minggu Alexa setelah kelulusan nya.
"Alexa ayah ingin berbicara denganmu dan cepatlah turun kebawah ayahmu sudah menunggu "ujar nia kepada Alexa .
"Mau bicara apa bun?."
"Bunda juga tidak tau sayang jadi cepat lah turun tidak baik membuat orang tua menunggu "
"Hem baiklah aku akan turun" ucap Alexa yang langsung kluar kamar untuk menemui sang ayah.
Setelah Alexa turun ia di kaget kan oleh ketiga seseorang yang duduk bersama ayahnya ..
" Malam Om Tante " ucap Alexa tersenyum meski dalam pikiran ia bertanya-tanya dengan kedatangan Galien dan kedua orang tuanya.
" Hai sayang apa kabar , sudah lama rasanya tante tidak bertemu dengan mu "ujar Tante Monica dan langsung memeluk dan mencium kedua pipi Alexa.
" Aku baik Tante " jawab Alexa yang perlahan mengurai pelukannya bersama calon mertuanya itu.
" Syukurlah sayang" ucap Monica yang langsung di angguki oleh Alexa sembari tersenyum.
"Dirga bagimana resepsi pernikahan Alexa dan galien apa kau sudah mengaturnya "
Degh
Seketika jantung Alexa berhenti beberapa detik saat mendengar ucapan sahabat ayahnya itu.
" Aku sudah mempersiapkan semuanya kau tak perlu khawatir." Jawab Dirga.
Sementara Alexa dan galien hanya diam mendengarkan ucapan kedua orang tua mereka berbicara.
Karena pikir Alexa membatah juga percuma karena ia tau sipat keras kepala ayahnya.
Setelan lama berbincang dan membahas untuk pernikahan putranya Jordan,Monica dan galien pamit untuk pulang karena waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam.
_____ ____ ___
Hari ini sudah menunjukkan pukul sembilan siang namun Alexa masih setia berada di bawah selimut tebalnya.
Nia yang belum melihat keberadaan putrinya pun naik ke atas menuju kamar Alexa
Kleeek.....
__ADS_1
"Astaga bocah ini masih tidur di jam segini " gumam Nia
"Alexa bangun ini sudah jam berapa apa kau akan tidur sepanjang hari ini hah! " Ucap Nia dengan nada tinggi untuk membangunkan anaknya.
"Aduuh bundaaa aku ini sudah tak sekolah untuk apa aku bangun pagi dan oh ya tadi bilang apa tadur sepanjang hari? Ahh seeprtinya menyenangkan." Jawab Alexa dengan nada khas bangun tidur dan langsung menarik selimut tebal untuk menutupi tubuhnya .
" Apa kau bilang mau tidur sepanjang hari! Mau jadi perempuan apa kamu hah " teriak Nia yang sudah kesal dengan putrinya itu.
" Mau jadi Putri tidur bundaa.."
"ALEXA ATTHAILLAH MARLANO!!! "
"I-i ya bundaaaa aku bangun!. " Ucap Alexa yang langsung duduk dari tempat tidur nya.
" Bagus cepat mandi dan turun kebawah! ." Ucap Nia yang langsung keluar dari kamar putrinya.
" Hufthh.. menyebalkan sekali " gerutu Alexa yang langsung beranjak ke kamar mandi.
Setelah beberapa menit Alexa telah siap dengan mengenakan baju dress se lutut berwarna lavender yang sangat cocok dengan kulit putihnya, apalagi dengan rambut sepinggang yang teruraikan dan makeup tipis dengan menggunakan sedikit liptint membasahi bibir mungilnya.
" Hallo bunda Putri cantikmu ini sudah turun." Ucap Alexa yang masih berjalan di anak tangga .
"eh kamana bunda tadi nyuruh turun, giliran sudah turun malah ngilang"
"Bisakah kau tidak berteriak-teriak seperti itu!"
"Eh bundaa hehe ,maaf abisnya bunda nngilang si mangkanya deh lexa teriak ." Ucap Alexa cengengesan yang menampakkan gigi rapi nya.
"Harus nya kau mencari bukan malah berteriak-teriak seperti orang gila, hadehh lama-lama darah tinggi ku naik gara-gara anak ini. "
" Apa gila yang benar saja!, Bunda mana ada orang gila secantik diriku!." Ucap Alexa yang tak terima dengan perkataan bundanya itu.
" Kau cantik karena ayahmu menikah dengan ku!, Toh aku ini cantik tidak mungkin aku melahirkan anak jelek kecuali ayahmu menikah dengan wanita lain."
Sedangkan seseorang yang sedari tadi melihat perdebatan ibu dan anak itu pun hanya tersenyum tipis dengan wajah datar nya.
" Yayaaya terserah bunda saja , eh eits dari kapan kau di situ " tanya Alexa yang baru menyadari keberadaan galien.
Nia baru sadar dengan adanya galien di sisinya pun menepak dahinya .
"Astaga aku sampai lupa ada galien di sini, ini semua gara-gara anak bakal itu " cetus Nia kapada putri kesayangannya.
__ADS_1
Sedangkan galien yang mendengar celotehan calon mertuanya pun hanya tersenyum tipis.
"Oh ya Alexa kau harus ikut bersama galien untuk mencari gaun pengantin yang cocok untukmu, karena seminggu lagi kau akan menikah."
Sontak perkataan Nia pun membuat Alexa tersentak .
" Apa!! M-m enikah Minggu depan! ,Mana bisa seperti itu bunda, bahkan aku saja belum mempersiapkan diri untuk menikah ." Senggah Alexa tak terima dengan keputusan kedua orang tuanya.
"Sudah jangan membantah apa kau mau bunda menelfon ayah mu karena kau tidak mau ikut dengan galien,kau Taukan seperti apa ayahmu jika sudah marah. "
"Cih bunda menyebalkan sekali mana bisa aku melawan ayah bisa-bisa badanku penuh oleh luka oleh sapu lidi ayah yang menyeramkan itu " umpat Alexa dalam hati.
" Kenapa kau diam apa kau dengar apa yang bunda ucapkan. "
" Iya iya! Aku mau mengambil tas ku dulu!,dasar tukang ngadu ." Cibir Alexa yang langsung menaiki tangga dengan menghentak-hentakan kakinya.
"Ana yang melihat tingkah putrinya pun hanya menggelengkan kepalanya.
"Tante minta maaf Alexa dia memang sangat keras kepala entah lah mungkin dia sama keras nya dengan ayahnya. "
"Tidak apa-apa tante saya bisa memaklumi." Ucap galien dengan wajah datarnya.
Tak berselang lama Alexa pun turun dan siap untuk ke butik untuk memilih gaun pernikahan nya.
"Baiklah ayo! " ketus Alexa pada galien.
Setelah mereka berpamitan kepada Nia , galien pun langsung berlaju membawa mobilnya untuk menuju ke butik ternama di Jakarta.
Suasana di dalam mobil cukup hening karena tidak ada obrolan atau kata-kata dari galien maupun Alexa.
" Kenapa kau menerima perjodohan ini " ketus Alexa yang akhinya membuka suara.
Namun galien hanya diam dan tidak mengeluarkan sepatah katapun, ia juga bingung harus mengatakan apa karena memang sejujurnya dia memang telah mencintai wanita yang ada di sebelahnya itu.
" Hei apa kau tuli pak tua datar " ucap Alexa kesal karena tidak mendapat jawaban dari galien.
Mendengar panggilan baru dari Alexa galien sedikit mengernyitkan dahinya , dalam pikiran nya apa dia se tua itu , padahal umurnya hanya terpaut 7 tahun dengan Alexa
Apa kau bisa tidak jika tidak berteriak gadis kecil , teriakan mu bisa membuat kuping ku pecah! " Ketus galien dengan wajah dinginya.
" Itu karenamu menyebalkan!, Sekarang a-k...."
__ADS_1
Belum sempat Alexa menyelesaikan ucapannya galien langsung turun dari mobilnya,karena tanpa Alexa sadari ia sudah sampai di depan butik yang cukup megah.
BERSAMBUNG.