
" Jadi begitu ceritanya.. tapi apa alasan mama Monic dan papa Jordan menentang hubungan galien dan Laura?." ucap Alexa menopang dagu seolah mencoba memecahkan teka teki.
" hufth.. Ntahlah nyonya. mengapa kau terus mendesak ku seperti ini. dari tadi kau selalu menghalangi pekerjaan ku karena masalah Laura."
" Haha kau sangat jelek bila cemberut seperti itu ghena. baiklah-baiklah aku tidak akan akan bertanya lagi, dan terimakasih sudah menceritakan tadi. Oh y sepertinya kau cocok jika menjadi pendongeng, ceritamu tadi begitu detail bagi ku hahah.." ucap Alexa kembali ke sipat tengilnya.
mendengar ucapan Alexa ghena pun hanya menggelengkan kepalanya.
saat ghena hendak pergi dengan cepat Alexa berlari kedepan nya dan merentangkan kedua tangannya.
"Eh eitssss!!. tunggu dulu beib. aku ingin bertanya lagi, apa kau tau di mana Laura berada sekarang?."
ghena menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu,hanya sebatas itu saja yang ghena tahu tentang kisah percintaan antara Laura dan tuanya.
"Hem... begitu yah. apa kau tahu seperti apa wajahnya?."
"aku tidak tahu . tapi kata orang-orang dia wanita yang cantik. hufth... apa kau masih ingin bertanya nyonya?." ucap ghena yang mulai kesal dengan pertanyaan-pertanyaan nyonya nya itu.
" Hehehe kalem dong bos!, oke sekarang pergilah aku tidak akan bertanya lagi."
setelah kepergian ghena, Alexa pun duduk di sofa kamarnya, ia masih penasaran dengan mantan kekasih suaminya itu." aku penasaran. Secantik apa si Laura itu?. ahh! sepertinya dia masih kalah jauh dengan ku, tentu saja Alexa yang paling cantik disini."
kini di perjalanan .Monica dan Jordan sedang menuju kediaman galien untuk mengunjungi anak dan menantu kesayangan mereka.
" pah,apa ini benar jalannya?,mengapa galien memilih rumah di pertengahan hutan begini." ucap Monica yang heran dengan jalan yang mereka lewati.
" ntah lah sayang.papa juga masih bingung, tapi mungkin galien mempunyai alasan untuk ini."
" hufth.. semoga saja semua baik-baik saja."
" ya sayang.sudah jangan terlalu di pikirkan,galien sudah dewasa dia tau apa yang baik untuk dirinya dan Alexa. dan mungkin ini cara dia untuk berlindung dari musuh-musuhnya.kau pun tau Bagaskara adalah perusahaan yang memiliki banyak musuh di luar." ucap Jordan mencoba menenangkan.
mendengar ucapan suaminya. Monica pun tidak bisa berkata apa-apa lagi.ya mungkin saja ini jalan terbaik untuk anak dan menantunya.
setelah menempuh perjalanan tiga jam, kedua orang tua galien pun sampai di kediaman. Jordan dan Monica turun dari mobil dan melangkah ke pintu utama paviliun itu, terlihat dua lelaki bertubuh besar berdiri di dekat pintu,yang memang di tugaskan untuk menjaganya.
melihat kedatangan Jordan dan Monica ,pengawal galien pun menundukan kepalanya .sebagai rasa hormat kepada orang tua tuanya itu .
__ADS_1
" apa galien dan menantuku ada di dalam?." tanya Monica kepada dua lelaki bertubuh tinggi di hadapannya.
" tuan sedang di kantor untuk rapat penting nyonya. sedangkan nyonya mungkin ada di kamarnya.." ucap salah satu pengawal yang langsung di angguki oleh kedua orang tua galien.
"Nyonya ada yang ingin bertemu denganmu." ucap ghena kepada Alexa.
" siapa?."
" sebaiknya nyonya lihat saja kebawah, mereka sudah menunggu di ruang utama."
mendengar jawaban dari pelayan nya Alexa sedikit mengerutkan keningnya, pasalnya selama empat bulan Alexa tinggal bersama galien baru kali ini ada seseorang yang mau menemuinya. "baiklah aku akan segera turun, tolong kau suruh saja pelayanan yang lain untuk memberikan pelayanan terbaik,aku tidak mau orang bertamu kesini merasa tidak nyaman."
" baik nyonya. kalo begitu saya izin permisi." pamit ghen yang lngsung di angguki oleh Alexa.
setelah kepergian ghena,Alexa pun keluar dari kamarnya dan turun untuk menuju ruang utama.
"Mama,papa!. ..sejak kapan mama dan papa datang, maaf karena telah membuat mama,papa menunggu." sesal Alexa . andai ia tahu orang yang akan bertemu dengannya adalah mertuanya, mungkin ia akan secepat kilat untuk turun kebawah.
" tak apa sayang..mama rindu dengan mu." ucap Monica yang langsung memeluk Alexa lalu di lakukan hal yang sama oleh Jordan.
" Aku juga rindu sama mama.lihatlah galien selalu mengurungku disini, sudah bagai burung dalam sangkar. saja" adu Alexa sambil mencerutkan bibir mungilnya.
Monica dan Jordan pun hanya terkekeh kecil melihat menantunya merajuk." kau masih sama seperti dulu nak.masih suka ngambek." ucap Jordan pada Alexa.
" ishhh papa gitu, lagian kenapa galien beli rumah di tengah-tengah hutan gini kan Lexa gapunya tetangga."
" maafin ya sayang, mungkin dia mempunyai alasan untuk ini,dan pasti kamu juga akan tau alasan kenapa galien untuk ini."
__ADS_1
" hemm.. semoga saja nanti galien mau bercerita pada Alexa..oh ya .mama dan papa kenapa tidak mengabari kami dulu jika mau kesini, tau begitu aku akan masak besar untuk penyambutan kalian."
" mama mertua mu ingin memberikan surprise untuk mu nak." ucap Jordan menimpali.
"Ahhh soswetttt thnkyou mam ." ucap Alexa yang kembali memeluk Monica.
🌸🌸🌸🌸
setelah menyelesaikan rapat penting.galien duduk dengan erlano yang setia di sisinya. memijit pelipisnya dengan mata yang terpejam,entah mengapa erlano melihat ada beban pikiran yang tengah mengganggu tuanya itu.
"Lano apa setelah ini ada meeting lagi." tanya tuan galien yang masih memejamkan matanya.
" ada satu meeting lagi tuan."
terdengar suara helaan nafas dari galien. " apa kau sudah menyiapkan semua keperluan meeting ini? jangan lupa juga untuk mengecek dokumen yang harus di bawa."
" saya sudah menyiapkan semuanya tuan,semua telah saya check, kita hanya tinggal menunggu waktu meeting itu saja." jawab erlano.
" bagus! kau memang bisa di andalkan." ucap galien yang hanya di balas dengan senyuman tipis dari erlano.
Dert...dert...dert... tak berselang lama,telfon galien berbunyi. galien mengambil benda pipih itu dari saku jas nya , setelah mengusap layar itu galien pun langsung menempelkan handphone itu ketelinganya.
Entah siapa yang menelepon,seketika saja ia langsung membuka matanya . raut wajah yang langsung berubah menjadi tegang dan memucat. " Oke!. tolong lakukan yang terbaik, Aku akan segera kesana!."
" Erlano tolong kau urus meeting ini, aku tidak bisa hadir.ada urusan yang harus aku selesaikan!."
erlano merasa ada yang aneh dengan tuanya, seperti ada sesuatu hal yang ia sembunyikan. "Ba-baik tuan."
" Oke!. aku harus pergi sekarang." ucap galien yang langsung melangkah keluar ruangan.
__ADS_1
" ada apa dengan tuan,siapa yang meneleponnya.? hufth.. tapi entah lah, biarkan saja. lambat laun tuan pasti akan akan bercerita. lebih baik aku bersiap untuk meeting ini." lirih erlano.