
kini dalam perjalanan galien melajukan mobilnya dengan kencang, melaju dengan kecepatan mendekati 100 km/jam di jalan tol menuju ke luar kota.kurang lebih sudah tiga jam lebih tangannya sibuk mengemudikan mobilnya.
tepat sore hari galien sampai di tempat tujuannya.
RUMAH SAKIT BHAKTI PURNAMA. begitulah tulisan yang tertera di depan nama gedung besar tempat kali ini kaki galien terpijak.
dengan raut wajah yang cemas dan gelisah ia melangkahkan kakinya memasuki rumah sakit itu.
terlihat pandangannya mencari-cari salah satu ruangan yanng sudah di beritahu lewat ponselnya.
" maaf suster ruang Bougenville nomor 102 di mana.?? " tanya galien pada salah satu perawat rumah sakit.
" oh iya, ruangan nomor 102 ada di lantai dua pak. bapak bisa menaiki lift untuk kesana."
"baik sus! terimakasih."
setelah mengetahui ruangan itu, gegas galien pergi ke arah yang diberi tahu suster tadi.perasaan campur aduk melandanya kali ini.bahkan keringat dingin sudah bercucuran membasahi tubuhnya.
" diamana ruangan Bougenville nomor 102?..ah itu dia!."
galien langsung melangkahkan kakinya ke arah ruangan .perlahan ia membuka pintu yang masih rapat.ia indorong sedikit demi sedikit . seketika raut wajahnya berubah sendu saat melihat sosok seorang wanita yang terbaring tak berdaya di atas ranjang rumah sakit.
"Laura..." panggil galien dengan lembut.
perlahan wanita itu membuka matanya,sampai ia berhasil menatap galien dengan sempurna.
tak ada jawaban, wanita itu hanya menangis ketika ia melihat pria yang dulu pernah menjadi pengisi hatinya itu.
galien mendekati ke arahnya. "Laura..apa yang terjadi padamu?. mengapa kau membohongiku." lirih galien yang menggenggam erat tangan Laura.
" siapa yang memberi tahumu aku disini?. pergilah galien aku tidak mau bertemu denganmu."
" Laura apa yang kau katakan.." ucap galien dengan tatapan tulus di matanya.
" A-aku..."
" Sssssttt, sudahlah. aku sudah tau semuanya dari Sisil."
" maafkan ak__" belum sempat Laura menyelesaikan ucapannya, galien sudah lebih dulu memeluk erat tubuhnya.
galien merasakan sesak di dadanya, setelah melihat yang dulu ia cintai tidak berdaya di atas ranjang rumah sakit.
" kenapa kau berbohong padaku Laura??." tanya galien.
" Maaf galien, aku sama sekalitidak bermaksud membohongimu. aku sakit galien .. umurku tidak akan lama lagi setelah ini."
galien membelai lembut wajah Laura.perasan yang dulu sempat hilang kini sudah kembali berlipat-lipat di hatinya. " seharusnya kau tidak melakukan hal bodoh ini."
" aku ingin melihat mu bahagia galien, aku tidak mau membuat mu menderita karena terus bersamaku, apalagi orang tua mu tidak pernah merestui hubungan kita, itu cukup membuat ku merasa aku tidak pantas untuk mu ." ucap Laura dengan Isak tangisnya.
" apa kau meragukan cinta ku dulu??. kita bisa sama-sama meyakinkan mama papa ku, perlahan mereka pasti akan menerimamu."
mendengar ucapan galien,dengan cepat Laura menggelengkan kepalanya. ia juga bingung bagaimana mana menjelaskannya, semua adalah keputusan Laura yang sangat mencintai galien, sehingga ia tak tega jika harus membuatnya cemas dengan penyakitnya.
__ADS_1
" aku akan menjaga,dan mencarikan dokter terbaik di kota untuk pengobatan mu." ucap galien.
" tapi kau sudah menikah galien, aku tak enak dengan istrimu."
seketika jantung galien berhenti beberapa detik, ia baru sadar tentang Alexa, tidak bisa di pungkiri, galien memang sudah mencintai Alexa .namun ia juga masih menyayangi Laura , apalagi dengan kondisinya seperti ini.
" kau tenang saja, dia pasti akan mengerti." galien mencoba meyakinkan.
" dimana orang tuamu?. aku akan meminta izin untuk membawamu ke rumah sakit terbesar di kota."
" Mereka sudah meninggal galien.." lirih Laura.
mendengar itu galien pun tersentak kaget, begitu banyak hal yang ia tidak ketahui tentang Laura selama ini .
" maaf Laura, aku tidak tau." sesal galien
Laura tersenyum tipis " sudahlah galien,aku tidak apa-apa."
galien membalas senyuman Laura dengan manis. kini ia akan mengajak Laura untuk ke taman rumah sakit untuk jalan-jalan.setelah menerima persetujuan dari dokter galien pun memindahkan tubuh Laura pada kursi roda.
setelah itu galien pun mendorong kursi roda tempat yang sudah di janjikan.
"bagaimana kabarmu selama ini." tanya Laura di sela-sela jalan-jalannya.
" seperti yang kau lihat, aku baik." jawab galien.
" sudah berapa lama kau menikah?."
" sudah hampir mau tujuan bulan."
galien mengehentikan langkahnya. " tidak." jawab galien, ia terpaksa berbohong karena tidak ingin membuat Laura bersedih.
" benarkah? lalu untuk apa kau menikahinya?." tanya Laura kembali.
" Ya-iya..kami menikah hanya karena perjodohan." jawab galien sedikit ragu.
" mengapa kau tidak mencoba mencintainya??."
" dia tidak sebaik se hebat dirimu." ucap galien .
Laura tersenyum tipis saat mendengar Jawaban galien, bagaimana tidak? sampai sekarang Laura masih setia dengan perasaannya untuk pria yang dulu sudah memikat hatinya itu. galien adalah cinta pertamanya. dan ia selalu berharap, walaupun nanti mereka tak bisa bersama dan tidak akan pernah bertemu lagi, dengan ikhlas Laura pergi bersama dintanya yang abadi.
🌸🌸🌸🌸
kini waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, namun Alexa belum melihat kedatangan galien.bahkan chat dan telfonnya tidak mendapatkan respon apapun dari galien. " tumben sekali beruang itu tidak membalas pesanku, telfon juga tidak di angkat. apa dia sesibuk itu?." gumam Alexa seorang diri.
" sudahlah mungkin ada sedikit masalah di kantor." ucap Alexa meyakinkan.
karena sudah tak tahan dengan ngantukk yang melanda, akhirnya Alexa memutuskan untuk merebahkan tubuhnya, tak membutuhkan waktu lama kini kedu matanya terpejam dan menikmati dunia mimpi.
.....
"Enghhh hoooaaammm... oh ya Tuhan kepala ku sakit sekali." lirih Alexa yang baru bangun dari tidurnya..
__ADS_1
" siapa di luar, masuklah." teriak Alexa.
mendengar teriakann nyonya nya gegas ghena berlari untuk menemui Alexa.
kini ghen masuk kedalam kamar Alexa " ya nyonya anda sudah bangun?."
" ghena plis jangan bodoh!, aku memanggil karena aku sudah bangun,ah kau ini ." .
" heheh iya juga ya, kenapa sekarang aku jadi sedikit oon begini." ucap ghena cengengesan yang menunjukkan gigi putihnya.
" hufth...O ya ghena, apa galien tidak pulang semalam?."
" sepertinya tidak nyonya, saya hanya melihat tuan erlano pulang sendiri."
" benarkah?..kmna galien."
" mungkin sedang ada urusan pekerjaan nyonya."
" hmm..kau benar, baiklah tolong siapkan air untuku mandi ya."
" siap nyonya."
setelah menunggu beberapa menit, akhirnya ghena telah menyiapkan sesuai yang nyonya nya inginkan.
setelah melakukan rutinitas mandinya Alexa pun turun untuk ke ruang kerja galien.
Alexa pergi ke paviliun galien setelah lelah berjalan mengitari sekitar kediaman.tak di sangka Alexa kali ini sangat merindukan suaminya,karena sudah hampir dua hari ia tidak bertemu.
baru saja ia sampai di depan ruang kerja galien, Alexa di kejutkan oleh erlano yang baru keluar dari ruangan dengan tangan yang memegang map berwarna coklat.
" Erlano." panggil Alexa.
"Mendengar namanya di panggil erlano pun menoleh ke arah suara. " iya nyonya anda memanggil ku.?" tanya erlano
" Ya! memang ada orang lain yang bernama erlano di kediaman ini."
" maaf nyonya."
" sudahlah. aku kesini ingin menanyakan galien, bukankah kemarin kau pergi bersamanya?, lalu kenapa dia tidak pulang,bahkan telfon ku saja tidak di angkat."
" Ya memang saya kemarin ada acara rapat penting dengan klien, namun di saat hendak rapat kedua tuan pergi saat setelah menerima telfon dan menyerahkan rapat itu kepada saya, agar mewakilkannya." jelas erlano
" benarkah?, kemana dia pergi?."
" saya tidak tau nyonya, mungkin tuan ada sedikit masalah kerjaan di cabang lain."
" mungkin saja, oh ya kau mau kemana?."
" saya harus pergi ke kantor untuk menyerahkan dokumen penting." jawab erlano
" oh yausudah kalo begitu,kau boleh pergi."
"baik nyonya,saya permisi." pamit galien yang langsung di angguki oleh Alexa
__ADS_1
"keman dia, kenapa dia tidak mengabariku." batin Alexa