
Brruuummm...Brrruuummmm.. suara deru mobil di halaman paviliun. setelah dua hari menghilang, akhirnya galien kembali. tepat pada pukul sembilan malam kini ia sudah berada di kediamannya.
galien turun dari mobil dan melangkah masuk ke paviliun tempat ruang kerjanya.
" Gelien..." galien menghentikan langkahnya ketika mendengar seseorang memanggil namanya. galien pun menoleh ke arah suara.
"A-alexa..." galien menghampiri Alexa yang masih berdiri di tempatnya.
" sedang apa kau disini, ini sudah malam, kembali ke kamar dan beristirahat lah, aku akan menyusul setelah membersihkan diri." ucap galien pada Alexa.
" apa kau tidak berniat menjelaskan kemana selama dua hari ini kau pergi??, bahkan kau tidak membalas satu pun pesan dariku."
mendengar itu galien mengampiri dan menggenggam tangan Alexa. " maafkan aku lexa, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan, maaf juga karena tidak mengabarimu." jelas galien dengan lembut.
Alexa melepaskan genggaman galien, ia merasa galien lebih mementingkan pekerjaannya, memangnya seberapa memakan waktu untuk hanya membalas pesan darinya." apa pekerjaan itu begitu penting bagimu?, apa aku tidak terlalu penting?, aku hanya ingin sebuah kabar darimu, memangnya se sibuk apa kau di sana,hingga membalas satu pesan saja tidak bisa!." ucap Alexa yang mengeluarkan gejola di dalam hatinya.
" Tidak begitu Alexa, tolong mengerti lah."
Alexa menarik nafas panjang,ia juga tidak bisa egois, bagaimanapun galien ada CEO pengusaha terbesar,ia harus mencoba memaklumi hal ini.
" hemm maafkan aku, aku hanya khawatir,aku takut terjadi apa-apa denganmu." ucap Alexa kini.
" Iya aku mengerti, terimakasih karena telah mengkhawatirkan ku."
"mengapa kau berbicara seperti itu, aku istrimu jelas mengkhawatirkan mu." ketus Alexa.
melihat Alexa ,yang sepertinya kesal galien tersenyum tipis, itu yang ia suka dari Alexa, sangat menggemaskan pikirnya.
" seperti kau mulai mencintai ku." goda galien mengedipkan sebelah matanya.
"Ishh!, apaan si ,udah sana mandi kamu bau." ucap Alexa dengan wajah merah merona.
" haha baiklah,aku mandi dulu yaa."
" yaa pergilah, aku akan menunggu di meja makan, kau juga pasti belum makan kan?."
" iya aku akan segera mandi, yasudah aku mandi dulu ya." ucap galien yang langsung di angguki oleh Alexa.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1
di sebuah ruangan yang bewarna chat biru, terlihat seorang wanita yang sedang duduk di sofa dengan nyillang salah satu kakinya.
Ceklek..
terdengar suara pintu terbuka. terlihat seorang laki laki muda yang tampan dan berhidung Bangir, dengan jas hitam yang terkesan menambah elegant pada diri pria itu.ia masuk dengan langkah santai memasuki ruangan.
melihat seseorang yang memasuki ruangan rawat nya, Laura pun menoleh pada pria yang sedang berjalan ke arahnya. " kenapa kau baru datang?." tanya Laura pada laki laki itu.
" ada sedikit pekerjaan yang harus aku lakukan dulu di kantor." ucap pria itu datar.
" hufth... baiklah sekarang katakan, apa lagi yang harus aku lakukan." Laura kembali bertanya.
" apa sebelumnya, kau sudah melakukan perintah ku?."
" kau tenang saja, aku sudah melakukan semua yang kau perintahkan.bahkan sekarang galien sudah berada dalam kendali ku." Jawa Laura bangga.
mendengar jawaban dari Laura, terlihat senyuman tipis dari wajah tampan pria itu. " bagus!, kau harus bisa mendapatkan hati galien kembali, dan buat dia berpaling dari Alexa, agar aku dengan mudah mengambil Alexa kembali." ucap Vicky pada Alexa.
mendengar ucapan Vicky, Laura tersenyum sinis. " itu mudah saja, aku bahkan bisa merebut perhatian galien dengan waktu yang singkat. tapi apa ke untunganku jika aku berhasil memisahkan galien dengan istrinya."
" kau tak perlu khawatir, aku akan memberikan imbalan setimpal untuk mu."
" oke baiklah, kau tenang saja aku akan mengerjakan tugas ku dengan baik. tapi sebelum itu aku ingin bertanya."
" apa kau benar-benar mencintai Alexa?. aku liat kau sangat ingin memilikinya, apa kau se cinta itu.?".
mendengar pertanyaan Laura, Vicky mengernyitkan dahinya, namun dalam sekejap ia mengubah ekspresi seperti biasa. " ntahlah, dulu memang aku menyukai Alexa, namun dia berani menolak ku, tapi aku tidak menerimanya, aku tidak menerima penolakan!, apa yang aku mau harus menjadi milikku dengan apapun caranya." ucap Vicky dengan raut wajah menahan emosi, Karena mengingat ketika Alexa sangat sangat membencinya.
Laura, menanggut manggut mendengar penjelasan dari Vicky, " ambisi mu memang sangat besar, tapi sampai kapan aku harus pura-pura sakit seperti ini?, kau tahu?, rasanya aku seperti wanita bodoh yang berpura-pura penyakit an, aku sudah muak melihat ruangan ini." ketus Laura.
" kau tenang saja, aku sudah menyusun rencana dan tugas baru untuk mu. agar kau bisa keluar dari sini." ucap Vicky tersebut sinis.
"apa rencana mu?."
" aku akan menyuruh, dokter yang kita suap, untuk mengatakan bahwa kau sudah membaik, dan bisa di bawa pulang. setelah itu kau harus memberi tahu keadaan mu kepada galien. dengan itu kau harus membuat dia iba dengan derawa mu, agar kau bisa masuk ke dalam kediamannya, disitu kau bisa dengan mudah mengambil perhatianya, buat dirimu semakin dekat dengannya,aku yakin Alexa tidak akan kuat Dengan adanya kau di sana, setelah itu aku baru akan memikirkan rencana selanjutnya." ucap Vicky dengan serius.
" haha kau memang pintar menyausun strategi, tapi sebelum itu aku ingin meminta uang padamu, uang yang kau berikan sudah menipis, aku ingin merilekskan otak ku dengan berbelanja yang ku mau." ujar Laura kepada Vicky
mendengar itu , Vicky memutar bola matanya malas, " cih!, uang dan uang saja yang kau mau.memang aku ini bapak mu, hingga kau terus meminta uang padaku hah.! " ketus Vicky.
__ADS_1
" O-oohhhhh jadi kau tidak mau memberikannya?, ingat Vicky berderama juga memerlukan tenaga. oke baiklah kalo begitu aku tid_ _"
belum sempat Laura melanjutkan ucapannya, Vicky lebih dulu memotong " sudah!, kau tak perlu pake ngancem-ngancem segala!, dasar wanita matre." gerutu Vicky sembari menyodorkan black card kepada Laura.
" Aaaaa maaciw, aku pasti akan menjalankan tugasku dengan baik." ucap Laura tersenyum puas, dan langsung mengambil black card itu lalu menciumnya.
" ingat, aku tidak mau mendengar kegagalan! dan masalah sedikitpun!. ingat aku sudah mengeluarkan uang banyak untuk mu!." tekan Vicky pada Alexa
" Iya! iya!, kau tenang saja, kau tak perlu meragukan ekting ku, aku sudah populer untuk itu, dan akan kupastikan Alexa pasti akan membenci galien." ucap Laura meyakinkan.
"baiklah, aku pegang ucapanmu. kalo begitu aku tak punya banyak waktu, aku harus kembali.ada beberapa hal yang harus aku lakukan." ucap Vicky sembari melangkah menuju keluar.
setelah kepergian Vicky, Laura beranjak dari tempat duduknya dan melangkah ke arah meja yang berada di sisi bangkar tempat tidur nya. ia mengambil ponsel dan akan segera memulai rencana yang di ucapkan oleh Vicky.
Â
di meja makan kini galien dan Alexa sedang mengisi asupan pada tubuhnya. sesekali Alexa melirik galien yang sedang menikmati makanannya. entah mengapa ia merasa ada sesuatu yang suaminya itu sembunyikan.
" saat hari pertama kamu pergi, mama Monica dan papa Dirga kemari." ucap Alexa membuka suara.
mendengar itu galien pun menghentikan kegiatan makanya, " benarkah?, tapi kenapa mama papa tidak mengabari ku." tanya galien, yang kembali memasukkan suapannya.
" mereka bilang, mereka ingin memberikan kejutan. namun sayangnya kamu tidak pulang, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk pulang dan akan kembali jika ada waktu senggang."
" hmm, aku akan meminta maaf pada mama papa, aku akan menjelaskannya agar mereka tidak kecewa."
Alexa yang mendengar ucapan galien pun hanya mengangguk mengiyakan.
" oh ya bisa kah besok kamu menganta__"
Drtttt...Drttt.. belum sempat Alexa menuntaskan ucapannya, terdengar suara dering ponsel milik galien.
galien yang menyadari itu pun, mengambil ponsel dihadapannya, seketika wajahnya berubah ketika melihat layar benda pipih itu, sekilas ia melirik Alexa yang masih memandangnya.
"A-aku angkat telepon dulu, sepertinya ada sedikit masalah di kantor." ucapnya.
Alexa yang melihat kegugupan dari suaminya pun menautkan kedua alisnya, ia semakin curiga dengan tingkah galien, tidak biasanya dia seperti itu, bahkan semua juga tau galien akan selau bersikap tenang tentang pekerjaan,meski terlihat kejam dan tegas ,galien tidak pernah sepanik itu ketika ada masalah kantor.
kini galien berlalu, menjawab panggilan telepon yang Alexa tidak tau siapa. " kenapa akhir-akhir ini dia terlihat sangat berbeda." batin Alexa.
__ADS_1
belum sempat Alexa menyuapkan makanan terlahir ke mulutnya,galien kembali dengan tergesa-gesa dan sudah memakai pakaian rapih serta membawa kunci mobil dalam tangannya. " Aku harus pergi,ada beberapa hal yang harus aku lakukan dan seperti malam ini aku tidak pulang. kau lngsung sebaiknya istirahat beristirahat saja." ucap galien tanpa menoleh pada Alexa dan lngsung menuju pintu utama untuk keluar.
Alexa, yang mendengar itu mengurungkan niatnya untuk kembali menyantap makanannya. Entah kenapa ada perasaan nyeri di dalam hatinya ketika merasa di abaikan begitu saja oleh galien. " sebenarnya apa pekerjaan yang sangat penting itu?, hingga melihat ku saja kau tak sempat." lirih Alexa.