
Galien memperhatikan dengan seksama apa yang tengah wanita itu sampaikan dan menatap tajam pada layar di hadapannya.
ketika wanita itu selesai melakukan presentasi terdengar suara gemuruh tepuk tangan dari para peserta rapat yang hadir di ruangan itu.
"Laba perusahaan naik pesat aku memberimu apresiasi sebesar-besarnya, tapiii.."
seketika tenggorokan wanita itu seakan tercekat saat mendengar kata tapi di ujung kata pemilik perusahaan itu.ketakutan menguasai dirinya. apalagi ia melihat tatapan matanya yang sangat mengerikan seolah akan menerkam nya hidup-hidup.
galien berdiri dan melangkahkan kakinya menuju wanita itu dengan tatapan datarnya. jangan tanya bagaimana perasaan wanita itu karena sudah pasti kalian juga mengetahuinya.
Ya! tentu saja ia sangat ketakutan hingga keringat dingin mulai mengucur deras membasahi tubuhnya.ia takut jika hari ini adalah hari terakhirnya bekerja karena ia tahu tidak ada kata maaf dari tuanaya meski kesalahan sekecil apapun.
galien sudah berada di depan wanita itu dan menepuk pelan pundaknya. " kau tentu masih bisa mendapatkan persen lebih pada laba perusahaan jika kau mau mengeluarkan semua kemampuanmu.aku melihat,kau tidak sepenuhnya berusaha kali ini."
" Mm-maaf tuan. saya pasti akan bekerja lebih keras lagi."
" Maaf ..aku tidak butuh kata maaf .tentu kau harus mendapatkan hukuman bukan?. hukuman mu yaitu .kau harus bisa menaikkan laba perusahaan sepuluh kali lipat dari tahun ini, dan aku akan menunggunya akhir tahun depan."
mendengar ucapan galien wanita itu membolakan matanya .mana bisa ia harus menaikkan laba perusahaan sepuluh kali lipat dari tahun ini. " ya Tuhan bisa-bisa dia memberikan beban seberat ini ." batinya prustasi.
" kenapa apa kau merasa tidak sanggup?..jika memang bicaralah sekarang.banyak orang yang dengan senang hati menerima tanggung jawab yang kuberikan."
"Ti-tidak tuan! eh maksud saya, saya sanggup .saya juga berjanji akan mendapatkan laba sesuai yang tuan inginkan."
" Baguslah!.aku menggaji mu mahal-mahal bukan untuk duduk manis saja,jadi bekerja keraslah mulai saat ini dan ingat aku menunggu hasil laporan mingguan mu Minggu depan."
" baik tuan " ucap wanita itu tertunduk.
" Oke baiklah rapat ini cukup sampe sini dan kalian boleh kembali ke ruang kerja masing-masing ."
ada perasaan lega dalam diri wanita itu saat mendengar keselesaian rapatnya " Hufth.. setidaknya sekarang aku masih bisa bernafas lega kali ini. biar masalah laba aku harus berjuang sampai mati mungkin untuk mencapai target yang sepuluh kali lipat itu. rasanya benar-benar membuat otakku mau pecah ." batinnya prustasi.
di tempat lain Dirga sedang duduk di depan teras dengan teh hangat di tangannya. namun seketika ketenangan nya menajdi terganggu karena kedatangan adiknya yang bernama Matthew Sayersz .
Dirga Sanjaya dan Matthew Sayersz memang tidak pernah akur dan selalu bertentangan.apalagi setelah kejadian beberapa tahun lalu saat Matthew rela menghabisi ayahnya sendiri karena ingin mengambil dokumen Mega bisnis terbesar. karena keserakahan nya membuat Dirga sangat membenci adiknya itu.
" ku kira siapa yang datang?. ternyata seorang pemilik perusahaan yang hasilnya dari membunuh dan mencuri ." ucap Dirga datar sembari meminum tehnya.
mendengar ucapan Dirga. bukanya tersinggung Matthew malah membalasnya dengan hanya tersenyum sinis.
" Maaf karena kedatanganku membuat mu terganggu KAKA " ucap Matthew angkuh dengan menekan kata terakhirnya.
" Maaf.. aku tidak menerima permintaan maaf hari ini.lebih baik kau pergi dan kembali ke kediaman mu!."
__ADS_1
" Tapi aku ini adikmu . sudah lama kita tidak bertemu apakah kau tidak merindukan kehadiran adikmu ini?."
" Tak perlu. adikku sudah mati beberapa tahun yang lalu!. dan sekarang lebih baik kau pergi dari sini. rumahku tidak menerima seorang pencuri dan serakah sepertimu."
" HAHAHA..Dirga ..Dirga.. apa kau pikir kau tidak serakah?. bahkan kau mengambil belahan jiwaku, Seseorang yang aku cintai dan kau pun tau itu . Ya! kau yang pertama mengambil semuanya dariku! Mulai dari ayah Nia dan juga perusahaan semua menjadi milikmu dan apa aku salah karena ingin mengambil hak ku! " ucap Matthew dengan nada tinggi.
mendengar ucapan Matthew Dirga pun berdiri dan meletakkan gelas yang berisi teh itu ke atas mejanya.
" kau tidak bisa memaksa Nia untuk bersamamu Matthew dia tidak mencintai mu dan kau pun tau itu . Dan satu lagi aku tidak merebutnya dan itu sudah takdir tuhan untuk kami bersama!. jika sudah tidak ada yang di bicarakan silahkan pergi dari sini! atau aku akan menyuruh pengawalku untuk menyeretmu keluar! "
mendengar teriakan suaminya Nia pun bergegas turun untuk melihat apa yang terjadi. setelah sudah berada di bawah ia sangat terkejut saat melihat Matthew .seorang laki-laki yang mengejar dan memohon cintanya dulu.
"Ck! kau akan menyesal karena telah berani menantang ku!!." ucap Matthew penuh amrah dan langsung meninggalkan kediaman Dirga.
" aku takut jika dia akan mencelakai anak-anak kita."
mendengar suara itu Dirga pun menoleh kepada Nia dan menggenggam pergelangan tangannya.
" Dia tidak akan bisa mencelakai anak kita sayang. ingat Alvin dan Alexa anak yang sangat kuat ,apa kau lupa bagaimana mereka bertahan saat Matthew mencoba membunuhnya dulu?."
" tentu saja aku ingat, bahkan itu selalu menjadi bumerang terburuk yang selalu aku takuti. aku takut jika dia akan benar-benar melakukan hal itu lagi ." ucap Nia raut wajah cemasnya.
" percayalah padaku mereka akan baik-baik saja. sekarang Alvin sudah menjadi pria yang tangguh ia pasti bisa menjaga dirinya .dan juga Alexa sudah mempunyai pelindungnya, kau tentu tau bagaimana cara Jordan mendidik galien dan menyerahkannya pada pengawal tangguh untuk melatihnya. jadi kau tidak perlu khawatir kita doa kan saja mereka baik-baik saja." ucap Dirga yang langsung di angguki oleh istrinya.
........
"Sial*n!!. berani sekali dia berbicara itu padaku! sepertinya dia benar-benar ingin aku habisii sekarang.kurang ajar!! "
" sepertinya tuan Dirga memang sudah tidak menganggap anda sebagai adiknya ." ucap Daniel pengawal pribadi Matthew.
" Lihat saja, saat aku berhasil menguasai seluruh aset-asetnya.semua keluarganya akan aku binasakan! termasuk anak-anaknya yang tidak berguna itu.!"
____
" hai Kaka ku sayang.." ucap Alexa yang sedang video call dangan alvin .
"hufthhh.. ada apa? tumben banget kamu nge video call Kaka, pasti ada maunya."
"Haishhh Kaka ini tidak boleh suuzon sama adik sendiri.memangnya Kaka tidak kangen sama Alexa atthaillah marlano yang cantik dan menggemaskan ini."
" gak usah di sebutin juga kali namanya lagian semua orang juga tau nama kamu itu panjang kaya kereta .pantas saja orang nya keras kepala mungkin separuh nya nyangkut di ujung sana."
"Ishh apaaan sih kak nyebelin bangettttt udah ah males ngomonng sama kak Alvin" rajuk Alexa sembari memajukan bibirnya.
__ADS_1
melihat kekesalan adiknya Alvin hanya terkekeh. ia memang selalu suka membuat adiknya seperti itu.
" Hehehe utututu ternyata adikku ini tidak berubah ya.meski sudah mempunyai suami tapi masih saja seperti bocil.mudah merajuk! ."
mendengar ucapan kakaknya Alexa Hanya memutar bola matanya malas. " huh menyebalkan!,kalo saja dekat sudah ku jitak kepalanya!." batin Alexa.
"sudah jangan cemberut seperti itu lihat wajahmu terlihat seperti nenek sihir.apa adikku yang cantik ini mau mukanya kaya nenek sihir?."
"Kaka!..mana ada aku seperti nenek sihir!" pekik Alexa dengan wajah yang sudah seperti kepiting rebus.
gelak tawa Alvin pun terdengar keras dalam layar handphone milik Alexa, membuatnya sangat-sangat kesal Terhadap kakanya itu.
"Ahhhk! sudahlah Kak Alvin memang menyebalkan! " ucap Alexa yang langsung memutuskan sambungan video call nya. niat hati ingin meminta Alvin mengajaknya jalan-jalan pun terpaksa ia urungkan karena kekesalannya.
" Hufthhhh... rasanya aku bosan sekali.setiap hari hanya melihat pemandangan rumah ini. "
"Ghenaa.." teriak Alexa.
Mendengar panggilan dari nyonynya ghena segera berlari ke arah sumber suara yang memanggil namanya" Iya nyonyaaa!."
"Ghenaa tolong kau buatkan aku mie pedas.hari ini mod ku sangat tidak baik."
" tapii tuan melarang kami memberikan makanan instan pada Anda nyonya."
" Sudahlah ghenaa jangan kau dengar ucapan galien itu. memangnya dia siapa beraninya mengaturku.apa dia belum puas membuatku prustasi karena bosan Disn!. bahkan dia tidak pernah mengajak ku keluar untuk jalan-jalan!!."
" Tapi nyonya dirumah ini tidak ada mie instan "
" Ya ampun ghena...apa kau lupa di paviliun ini banyak para pelayan. suruh mereka membelinya."
" Hehe iya juga ya. aku sampai lupa." ucap ghena cengengesan.
" yasudah cepatlah. aku sudah tak sabar ingin segera menyantap mie pedas itu ."
" jika kau memberi yang ia inginkan maka kau kau harus mengangkat karung yang berisi pasir penuh dan berkeliling dua puluh kali putaran di halaman paviliun ini!."
"Degh ...
Baru saja ghena akan membalikan badannya. tiba-tiba saja galien sudah berdiri di ambang pintu depan tatapan mengerikannya.
Tubuh ghena bergetar hebat saat melihat tatapan galien yang seolah akan menerkamnya hidup-hidup"Tu-tuan..."
" Apa kau sudah melupakan perintah ku ghena!."
__ADS_1
"Mm-maaf tuan.." ucap ghena menundukkan kepalanya.
" kau juga sepertinya sudah lupa bahwa aku orang yang tidak menerima kesalahan sekecil apapun dan untuk itu kau harus menerima hukumannya."