ISTRI TENGIL CEO KEJAM.

ISTRI TENGIL CEO KEJAM.
TERBALASKAN


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa menit akhirnya dokter pun keluar dari ruang ICU .


Galien yang melihat dokter keluar pun segera berdiri dan menghampiri dokter tersebut.


"Dokter bagaimana keadaan Alexa!!"


"Maaf apa anda keluarga pasien.?"


"Ya! S-s aya calon suaminya" ujar galien gugup


"Baiklah tuan sesuai hasil pemeriksaan pasien tidak  mengalami luka dalam ,hanya saja ia mengalami syok  dan beberapa memar pada wajah pasien." Ujar dokter menjelaskan.


"Baiklah dokter terimakasih, spa saya boleh ke dalam?"


"Boleh tapi saya harap bapak tidak menanyakan hal-hal yang membuat pasien bertambah buruk"


Mendengar ucapan dokter pun galien hanya mengangguk dan langsung masuk ke ruang ICU di mana Alexa di rawat.


Galian yang melihat wajah cantik Alexa membengkak dan memar membuat wajah tampan itu memerah.


"AKU BERJANJI PADAMU ALEXA MEREKA TIDAK AKAN MEMUNCULKAN WAJAHNYA LAGI DI HADAPAN MU!!" ucap galien datar sambil membelai lembut kepala Alexa.


Setelah mengatakan itu galien pun duduk di dekat ranjang tempat Alexa berbaring.


Lagi -lagi tataapn galien masih setia melihat Alexa yang terbaring lemah.


Mauu tak mau galien harus memberi tahu Kedua orang tua Alexa karena ia pun harus menyelesaikan kan tugas nya .


[GALIEN:hhlo om ]


[DIRGA: hallo galien ada apa ?apa Alexa membuat masalah ]


[GALIEN: tidak om Alexa tidak membuat masalah, galien menelfon om karena galien ingin memberi tau bahwa Alexa sedang dirumah sakit ]


[DIRGA: apa!!! Kenapa Alexa masuk rumah sakit ada apa dengan putri ku! ]


Galien yang mendengar ucapan tuan Dirga pun terdiam ia tidak tau harus memberi tahu nya atau tidak, ya tapi walaupun tidak di beritahu Alexa pasti akan di desak oleh ayah nya .


Akhirnya tidak ada cara lain selain berkata sebenarnya.


[DIRGA: galien apa kau mendengar om!! ]


[GALIEN: pertama galien ingin meminta maaf pada om dan Tante karena terlambat menolong Alexa , Alexa mendapatkan buliying dari teman-teman di sekolah nya ]


[DIRGA : apaa!!!! Siapa yang berani melakukan itu pada Alexa galien bicara lah biar om yang memberi perhitungan!! ]


[GALIEN : om jangn memikirkan itu biar aku yang mengurus nya, sekarang om dan Tante datang sajaa kerumah sakit mekar jaya Alexa berada di ruang rawat no 57 ]


[DIRGA : om dan Tante segera kesana ]


Setelah mematikan telfon nya galien kembali mendekati alexa yang msih memejamkan matanya.


"Setelah ini aku tidak akan membiarkan mu terluka kembali Alexa dan mereka akan membayar mahal atas apa yang telah mereka buat padamu" gumamnya lirih


Tak berselang lama tuan Dirga dan nyonya Nia pun datang menghampiri galien.


"Galian Dianna Alexa !!! Apa dia tidak apa-apa?! " Tanya nyonya Nia terisak ,ia takut terjadi apa-apa dengan putri kesayangan itu.


"Alexa di dalam om Tante "


Mereka pun masuk ke ruang rawat Alexa


"Astaga sayang Siapa yang berani melakukan ini padamu " Anita yang semakin menangis melihat memar di wajah cantik putrinya itu


Dirga yang melihat keadaan putri nya pun mengepalkan tangan dengan rahang yang mengeras .


Tapi ia harus bisa mengontrol emosi nya karena melihat Alexa yang membutuhkan nya.


"Tenanglah Bun Alexa akan baik -baik saja" ucap Dirga yang mencoba menenangkan istrinya.


"Om Tante galien minta maaf karena telah terlambat menolong Alexa"


"Tidak nak ini bukan kesalahan mu , terimakasih karena telah mau menjaga laexa di rumah sakit."


Galien pun hanya mengangguk ketika mendengar ucapan dari ayah Alexa itu.

__ADS_1


" Om Tante saya ingin keluar sebentar karena ada utusan yang harus di selesaikan"


"Baiklah nak hati hati lah"ujar Dirga yang langsung di angguki oleh galien.


Setelah sampai di luar rumah sakit galien segera masuk ke dalam mobil dengan rahang yang mengeras dan mata yang memerah.


Ia membawa mobil dengan kecepatan tinggi dan berhenti di sebuah bangunan tua di tengah hutan.


Brakkkkkkkk*


Galien menendang pintu dengan keras hingga Ter buka.


Ia masuk kedalam sebuah ruangan ia melihat leo dan erlnao sedang berdiri di  ambang pintu ruangan itu.


"Apa mereka di dalam" tanya  galien dingin.


"Ya tuan mereka ada di dalam" jawab erlano pada


Galien segera masuk ke dalam ruangan gelap dan lembab itu , terlihat senyum menyeringai melihat ketiga perempuan yang ada di hadapannya itu.


Jesica dan kedua temannya melotot sempurna melihat sosok laki-laki tampan yang ia lihat itu.


"Buka ikatan dan penutup mulut mereka! " Suruh galien pada kedua anak buah nya itu


Tanpa menjawab leo dan erlnao segera membuka tali dan penutup mulut mereka dengan kasar.


"Akhhhh"


Teriak Jesica kesakitan ketika erlano menarik lakaban di mulutnya dengan kasar.


"Selain pengecut kau juga sangattt lemah nona"  ucap galien Dengan datar .


"Mau apa kau membawaku kesini!!! " Teriak Jesica pada ketiga peria yang berada di ruangan tersebut.


" KECILKAN SUARA MU ATAU AKU AKAN MEROBEK MULUT JELEKMU ITU!!!!"  Tekan galien dengan tatapan tajam mengarah pada jesica.


Jesica ,via dan Eli yang melihat tatapan tajam galien pun seakan sulit untuk menelan seliva nya,  mereka melihat tatapan itu seakan tatapan iblis yang hendak menelan nya hidup-hidup.


"LEO AMBILKAN KEJUTAN YANG TELAH KU SIAPKAN UNTUK WANITA INI!!" titah galie yang langsung di lakukan oleh leo.


Setelah lima menit leo kembali dengan membawa kan cairann di sebuah botol dan langsung di berikan pada galien.


"Sekarang aku tanya kepadu nona kenapa kau menyakiti wanita ku" tanya galien santai dengan tangan yang memainkan  tutup botol.


Mendengar pertanyaan galien Jesica pun tersenyum sinis.


"Dia pantas mendapatkan itu!!"


Plakkkkkkk


Dengan keras galien menampar Jesica hingga ia terhayung.


"Aku meminta mu untuk menjelaskan alasan mu menyakitkan wanita ku nona ,kenapa kau menjawab yang sama sekali tak ingin ku dengar" ujar galien dengan nada yang masih santai.


Namun Jesica hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan galien.


"Erlano cepat dudukan dia  ke kursi dan ikat kembali" titah galien yang langsung di lakukan oleh ajudan nya itu.


"Akhhhh lepaskan aku berengs*KK!!!" Teriak Jesica saat ia di tarik kasar oleh Erlano.


Setelah jesica kembali di dudukan dan di ikat galienn segera menghampiri nya dan mengeluarkan pisau kater kecil dalam kantong jas nya.


"Aku dengar kau dan keluarga mu tidak pernah tersentuh hukum? ,Karena setiap kesalahan kalian selalu menukarnya dengan uang  bukan begitu? Ya aku juga akan meminta imbalan padamu nona" Ujar galien sembari mainkan pisau kecilnya.


Mendengar ucapan galien Jesica pun tersenyum menang karena ia pikir galien akan meminta imbalan dengan uang.


"Berapa uang yang kau mau aku kan memberinya" ucap Jesica pada seorang di hadapan nya itu.


"Seperti nya kau salah menilai nona, aku tidak membutuhkan uang mu, bahkan semua harta yang kau dan semua keluarga mu punya masijauh di bawahku, jelas hartaku lebih berlimpah dari yang kau kira ." Tekan galien tersenyum menyeringai.


"Lalu kau meminta imbalan apa dariku jangan kau!"


"Jangan berpikir terlalu jauh nona bahkan melihat tubuh mu saja aku tidak selera apalagi berpikir untuk menikmati tubuhmu , membayangkan nya saja sudah membuatku mual." Ucap galian datar.


"Kau!!!"  Pekik Jesica tak terima dengan ucapan galien.

__ADS_1


Srettttttttt


"Arghhhhhhh"


 


Darah segar mengalir deras dari pipi Jesica yang telah tersobek oleh pisau kecil milik galien.


"Via dan Eli yang melihat itupun melotot dengan wajah pucat pasi, mereka tidak menyangka peris berwajah tampan itu bak iblis yang hendak mencabut nyawa.


"Sudah ku katakan jangan pernah berteriak kepada ku!" Tegas galien menatap tajam ke arah Jesica


"Akh A-a ku tidak menyangka di balik wajah tampan mu tersimpan soso seperti iblis" ucap Jesica bergetar karena merasakan sangat sakit di wajahnya.


"Ya kau benar aku bisa menjadi iblis pencabut nyawa jika ada seseorang yang menyakiti orang yang ku sayang, dan jangan pernah menyalahkan ku nona kau sendiri yang telah memulai nya.!"


"Haha seharusnya aku membunuh wanita sialan itu namun sialannya kau datang membantunya!." Ucap Jesica yang di iringi gelak tawa.


Mendengar ucapan Jesica seketika rahang galien mengeras dan terdengar suara bergerutuk gigi di dalamnya.


Sretttttttttttt


"Arghhhhhhhhhhhh" 


Kini sebelah pipi Jesica kembali di koyak oleh pisau kecil galien hingga robekan nya sampai tembus ke mulut Jesica .


"Kau benar-benar harus mati di tanganku Jesica!!"


pekik galien yang menggema di seluruh ruangan.


Galien yang tadinya tidak mau menyebut nama  orang yang ia benci pun sudah tak kuat dengan Amarah yang sudah di ujung tanduk.


"LEO AMBILKAN BOTOL YANG TADI KU LETAKAN DI MEJA! " Teriak galien yang langsung menatap tajam


Jessica.


Kini sebotol air keras itu sudah di tangan galien.


"Cepat kalian bukan ikatan nya!!"


Leo dan erlano pun langsung membuka tali yang  mengikat tubuh Jesica.


Brukkkk


Jesica terjatuh dan ambruk tak berdaya.


Melihat ketidak berdayaan Jesica galien pun tersenyum sinis.


Tanpa aba-aba galien pun langsung  menyiram wajah Jesica dengan air keras yng dia pegang.


Byurrrrrrrrr


"Arghhhhhhhhhhhhhhhhhh"


BUGH


BUGH


BUGH


Setelah menyiram wajah Jesica dengan air keras galien pun menginjak-injak muka Jesica hingga hancur tidak terbentuk.


Jessica pun mati di tangan Gallen.


Via dan Eli yang menyaksikan kejadian tragis temannya pun bergetar ketakutan.


"Bawa wanita ini bergabung dengan temannya,dan siram mereka dengan bensin lalu bakar bersama bukti-bukti, jangan sampai meninggal jejak sedikit pun" ucap galien lalu keluar dari ruangan lembab itu.


Leo segera menarik tubuh Jesica ke dekat teman-temannya, sedangkan elvano mengambil dua  kompan bensin lalu membanjur kan pada ketiga wanita itu.


Via dan Eli menggelengkan kepalanya saat elvano menyampaikan korek api miliknya ,ada rasa sesal di dalam diri Eli dan via karena sudah menuruti perintah Jesica ,namun semuanya sudah terlambat.


Elvano pun segera melempar korek api itu dan


Burrrrrrrh

__ADS_1


Dengan cepat api melahap ketiga wanita itu dan hanya tersisa tulang-tulang yang hangus terbakar.


BERSAMBUNG.


__ADS_2