Istriku Berubah Menjadi Cantik

Istriku Berubah Menjadi Cantik
Kepergian Vina


__ADS_3

Saat di tengah malam, Levi keluar dari kamar untuk minum. Biasanya dia tidak pernah keluar kamar kalau hanya sekedar untuk minum, karena biasanya Vina sudah menyiapkan minuman di dalam kamar, agar Levi tidak perlu capek-capek pergi ke luar kamar kalau haus.


Levi membuka pintu kulkas dan matanya tertuju pada kue ulang tahun yang masih utuh di dalam sana. Levi pun mengeluarkan kue itu dan menaruhnya di atas meja makan. Levi pun memotong kue tersebut sebut dengan pisau khusus untuk memotong kue, lalu memakannya.


Rasanya masih sama seperti biasanya, tetap enak. Vina memang hebat kalau memasak kue atau masakan lainnya. Levi mengakui hal tersebut.


Tapi satu kelemahannya, saat dia melahirkan putri mereka, Vina tidak bisa menjaga berat badan dan penampilannya. Sehingga membuat Levi bosan dan membuat matanya mencari keindahan lain.


Dan Wulan sang sekertaris bisa menyegarkan mata Levi. Dia seorang janda beranak dua, tapi tubuhnya seperti kuda Australia. Levi pun sering kali membandingkan istrinya dengan sekertaris nya, yang pada akhirnya Levi pun terpesona dengan sang sekertaris.


Setelah memakan sebagian kue tersebut, Levi pun masuk ke dalam kamar dan tidur.


Dan keesokan harinya seperti biasa, Vina pun menyiapkan sarapan di atas meja untuk suaminya. Seolah tidak terjadi apa-apa, Vina masih melayani suaminya seperti hari-hari sebelumnya.


Kedua pun sarapan bersama tanpa berkata apa-apa, dan setelah selesai sarapan Vina pun membuatkan kopi untuk Levi dan membawa ke rumah tamu. Tapi bersamaan dengan itu, Vina menyodokkan selembar kertas, dan menyodorkannya di depan Levi.


Levi mendongak menatap Vina yang kini juga menatapnya. "Apa ini?" Tanya Levi penasaran.


"Aku sangat mencintaimu mas. Aku ingin menyelamatkan pernikahan kita, meski ini menyakitkan, tapi aku sadar kalau ini adalah salahku. Jadi.. Aku ingin memperbaiki semuanya." Vina menarik nafas panjang.


"Mari kita buat perjanjian. Jika dalam waktu tiga bulan aku tidak bisa tampil cantik di hadapanmu, aku ikhlas melepaskanmu bersama wanita itu. Tapi selama tiga bulan janjilah kalau mas tidak akan menyentuh gadis itu. Apa lagi sampai tidur dengannya."


Levi tersedak kopi yang dia minum saat itu.


"Tidak bersentuhan? Selama tiga bulan?" Ucap Levi dalam hati. Levi menelan ludah sambil membayangkan tidak bersentuhan dengan Wulan selama tiga bulan, rasanya itu tidak mungkin. Karena setiap inci tubuh Wulan adalah candu baginya.


"Wulan itu sekertaris ku, kami selalu bekerja bersama dan terkadang kami terlibat bersentuhan," elakan Levi


"Aku tidak masalah kalau hanya sebatas kerja, yang aku maksud jangan sampai berhubungan suami istri, karena kalian bukan pasangan yang halal!" Tegas Vina kesal.

__ADS_1


Levi menggeram kasar


"Kalau mas tidak setuju, aku akan melaporkan perselingkuhan mas ke keluarga besar mas, terutama ibu. Mas taukan kalau ibu paling benci perselingkuhan ? Kalau sampai tahu putranya berselingkuh dengan wanita lain.."


"Iya oke, oke. Aku akan menyetujuinya. Aku akan tanda tangan." Levi pun menanda tangani kertas yang di bawakan oleh Vina.


"Selesai," ucap Levi.


"Selama tiga bulan aku akan pergi ke sesuatu tempat. Rumah dan vanilla kamu yang urus!"


"Apa! Kamu sudah gila? Gak usah aneh-aneh Vina. Kalau kamu tidak mengurus rumah dan vanilla, lalu siapa yang mengurus semuanya?" Protes Levi.


"Kamu bisa memakai jasa asisten rumah tangga, dan baby sitter untuk mengurus rumah dan vanilla."


"Kamu gila! Untuk apa aku harus buang-buang uang untuk semua itu kalau aku masih punya istri!'


"Terserah kamu sajalah. Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, tapi jangan meminta uang sepeser pun dariku. Karena kamu tidak mengerjakan apa-apa."


Sedikit kecewa dengan jawaban Levi, tapi Vina sudah bertekad untuk mengubah dirinya dalam tiga bulan.


"Baiklah jika mas tidak mau memberikan uang, aku akan mencarinya sendiri. Mungkin kamu lupa, sebelum menikah, aku juga pekerja kantoran."


"Kamu kira kantor mana yang mau mengerjakan wanita sepertimu? Lihatlah dirimu. Tidak ada yang mau menerima wanita gendut sepertimu."


Perih, bagai luka yang tersiram air deterjen, itulah yang Vina rasakan saat ini. Luka yang kemarin belum sembuh, kini Levi menyiram air panas di hatinya.


"Kamu tidak perlu memikirkan ku mas. Aku bisa mengurus diriku sendiri. Perjanjian kita akan di mulai hari ini. Aku sudah mengemasi barangku semalam, dan hari ini juga aku akan pergi dari rumah ini."


"Secepat itu? Lah bagaimana dengan vanilla?"

__ADS_1


"Itu terserah padamu mas. Karena kamu sudah menanda tangani perjanjian yang di dalamnya berisi kalau selama tiga bulan Kamu yang akan mengurus rumah dan vanilla."


"Kamu benar-benar tidak waras Vina."


"Hanya tiga bulan mas, setelah itu aku akan kembali dan menjadi istri sekaligus ibu seperti biasanya, asal mas tidak melanggar apa yang sudah kita sepakati." Ucap Vina.


Vina pun meninggalkan Levi dan masuk ke kamar, lalu keluar dan menyeret kopernya.


"Aku sudah bilang sama ibu kalau nanti sore mas aku menjemputmu Vanilla di rumah ibu. Jadi nanti sore mas tidak boleh lupa untuk pergi ke sana."


"Kamu seriusan ingin pergi dari rumah ini?" Tanya Levi seolah tidak percaya.


"Hanya sementara, sampai aku pantas untuk berdiri di sampingmu, maka saat itu aku akan kembali ke rumah ini."


"Apa kamu pikir menurunkan berat badan semudah membalikkan telapak tangan? Berat badanmu itu sudah over, dan aku yakin, waktu sepuluh tahun pun tidak akan cukup untuk menurunkan berat badanmu."


Vina tidak mendengarkan perkataan Levi namun Vina mendekatinya meraih tangan Levi dan menciumnya. "Aku berangkat dulu mas, kuharap kamu bisa menjauhkan diri dari sesuatu yang di larang agama." Ucap Vina, lalu meninggalkan Levi kini berdiri mematung di tempatnya.


Levi menatap punggung Vina yang kini perlahan menghilang dari pandangannya. Setelah pintu rumahnya tertutup, bersamaan dengan itu Levi teringat saat pertama kali dia membawa Vina datang ke rumah ini, rumah yang dia beli sebelum menikahi Vina.


Lima tahun lalu Vina terlihat sangat cantik dan mempesona dengan tubuh yang langsing dan indah. Vina Hanya wanita bisa yang bekerja sekantor dengannya, dan saat pertama kali Levi melihat Vina, Levi jatuh cinta pada pandangan pertama dan memutuskan untuk melamarnya.


Pernikahan mereka sangat bahagia. Levi merasa menjadi pria paling beruntung yang bisa menikahi wanita begitu cantik. Selain cantik dia juga pandai memanjakan perutnya , dan ibu Levi pun sangat menyukai Vina.


Tapi itu sebelum mereka memiliki Vanilla. Setelah melahirkan Vanilla Levi merasa Vina sudah tidak lagi menarik, dan membosankan. Vina bahkan sudah tidak bisa lagi memanjakan dirinya di atas ranjang karena putrinya yang cukup rewel saat itu, sehingga Levi mulai jenuh dan malas jika berada di dalam rumah.


Saat Levi mendapatkan sekertaris baru, yaitu Wulan. Levi semakin malas untuk brada di rumah, bahkan dia selalu menghabiskan waktunya untuk bersama Wulan dengan alasan bekerja. Sampai pada akhirnya di malam ulang tahunnya, Levi menyatakan cintanya kepada Wulan dan Wulan pun menerimanya.


Levi sangat senang saat itu, tanpa di sadari dia mencium bibir Wulan dengan sangat mesra, tanpa dia sadari ternyata di sana juga ada istrinya yang sedang menyaksikan semuanya.

__ADS_1


__ADS_2