Istriku Berubah Menjadi Cantik

Istriku Berubah Menjadi Cantik
Melamar pekerjaan


__ADS_3

Vina kini sudah sampai di kontrakan yang sudah di ceritakan oleh sahabatnya beberapa hari yang lalu.


"Kemarin temanku ngabarin kalau di kantornya ada lowongan pekerjaan menjadi sekretaris, sebelum menikah kan kamu pernah kerja di kantor , coba saja ngelamar di sana." Ucap Dewi, teman dari Vina.


"Sekertaris?" Tanya Vina, lalu menatap tubuhnya dengan sangat tidak percaya.


"Iya, sekertaris." Dewi mengangguk.


"Bukannya sekertaris itu semuanya cantik dan seksi ya. Kalau buat setaf bisa ada nggak?" Tanya Vina memastikan. Kalau melamar menjadi sekretaris dia tidak yakin bakal keterima. Vina kembali mengingat sekertaris suaminya yang berambut pirang dan juga cantik, dengan body gitar gitaran gitu, sedangkan dirinya?


Memang benar kata wanita itu, Vina lebih mirip karung beras.


"Sepertinya tidak ada Vin."


"Aku cari yang lain aja dek wi, aku kurang percaya diri kalau buat ngelamar jadi sekertaris." Ucap Vina tidak percaya diri. Suaminya sendiri saja memandangnya jelek, apalagi di luar sana.


"Eh coba dulu, katanya bos di sana mencari sekertaris yang benar-benar serius untuk bekerja. Soalnya yang aku dengar akhir-akhir ini ya, nggak ada satupun sekertaris yang betah bekerja dengan dia meskipun banyak yang cantik-cantik. Dia itu bos yang gila dengan pekerjaan, dan semua pekerjanya di haruskan bisa seperti dia, termasuk sekertaris yang terus bersama dengan dia. Makanya hanya orang-orang yang terpilih dan serius yang bisa masuk kesana, dan hanya orang-orang yang mentalnya kuat yang masih bekerja di sana, tapi nggak ada satupun sekertaris yang mampu bertahan lebih dari tiga bulan. Semuanya kabur dari kantor gara-gara nggak kuat sama bosnya yang gila kerja itu." Jelas Dewi.


"Apa bos di sana memang segila itu?" Tanya Vina penasaran.


"Kata temenku yang bekerja di sana sih memang iya. Bosnya itu gila kerja, dan karyawan yang bekerja di sana bisa gila di buatnya."


"Ih ngeri juga ya."


"Eits. Gajinya pu tidak kalah gila dari bosnya. Perusahaan itu satu-satunya perusahaan yang berani bayar karyawan lima kali lipat dari bayaran karyawan biasanya. Dan kebanyakan gaji sekertaris brapa? Perusahaan itu setiap setahun sekali mengadakan liburan ke luar negeri, seluruh karyawan di bayarin, gratis tis. Katanya buat apresiasi karyawan yang betah bekerja dengannya selama ini. Gila nggak tuh? Gaji gede, liburan tiap tahun sekali lagi. Apa nggak bikin ngiler.


"Menggiurkan sih." Vina manggut manggut.


"Makanya, tunggu apa lagi?" Kalau kamu bekerja di sana, Kamu bisa tunjukkin ke si Levi brengsek itu kalau kamu juga bisa melakukan sesuatu tanpa dia. Dan kalau kamu bisa bekerja di sana, kamu bisa sedot lemak sekalian biar body kamu bisa lebih seksi dari pelakor yang tidak tahu diri itu." Dewi emosi sendiri kalau mengingat Levi dan Wulan.

__ADS_1


"Tapi kira-kira aku bisa kurus nggak Wi? Aku sangat ragu, berat badanku aja hampir sembilan puluh kilo. Entah apa saja yang sudah kumasukkan selama ini sehingga tubuhku bisa seperti karung beras." Ucap Vina sedih.


"Jangan sedih, setiap usaha pasti akan ada hasilnya kalau kamu giat olahraga dan diet, aku yakin bandanmu pasti bisa kembali seperti dulu."


"Kalau aku nggak bisa langsing selama tiga bulan gimana ya Wi? Apa aku harus merelakan mas Levi sama wanita itu?"


"Ih najis, cowok kayak gitu masih di harepin. Saran aku ya Vin, jangan mengharapkan suami yang sudah pernah berselingkuh dengan wanita lain. Meskipun dia sudah tobat, bukan berarti dia tidak akan melakukan sesuatu yang pernah dia lakuin. Si Levi itu ya, sudah kelihatan kalau cintanya hanya memandang fisik. Cari pasangan itu yang harus bisa menerima kamu apa adanya, kalau cuma nerima pas kamu lagi cantik, berarti kalau kamu nanti sudah tidak cantik lagi, pasti kamu akan di buang lagi." Ucap Dewi menggebu-gebu.


"Tapi aku cinta banget sama mas Levi Wi. Kita berumah tangga sudah hampir lima tahun, nggak mungkin aku ninggalin dia begitu saja. Dia melakukan itu juga karena aku yang tidak bisa menjaga badan, makanya aku harus berusaha lagi supaya dia bisa cinta lagi padaku."


"Hati kamu tuh terbuat dari apa sih Vin? Udah tau kalau suaminya selingkuh, tetap saja masih di belain, heran aku."


"Aku berharap nantinya mas Levi bisa berubah Wi. Dia juga sudah berjanji padaku kalau dia tidak akan macam-macam selama tiga bulan kemudian."


"Nih Vin, si Levi kamper itu bakalan ngingkarin janjinya sebelum tiga bulan. Percaya deh, kalau dia memang bisa menahan diri dari siluman akhir zaman itu. Aku rela ganti suami." Keluh Dewi.


"Sembarangan banget kalau ngomong." Ucap Vina dengan wajah kesal.


Dewi memang sahabat Vina dari SMP, mulutnya memang suka ceplas-ceplos, tapi hatinya sangat baik. Dan Dewi adalah satu-satunya sahabat Vina yang masih ada sampai sekarang.


"Pokoknya makasih deh, udah banyak bantuin aku. Aku nggak tau mau ngelakuin apa kalau tidak ada kamu. Pokoknya hanya kamu satu-satunya teman terbaikku." Ucap Vina sambil memeluk sahabatnya.


"Iya kalau kamu membutuhkan sesuatu hubungi aku saja ya Vin, kamu jangan malu. Aku akan berusaha semampuku untuk bantuin kamu." Dewi menepuk pelan punggung Vina.


.............


Keesokan harinya, Vina pun sudah siap, dan menunggu panggilan interview di sebuah kantor sebuah perusahaan yang cukup terkenal, Mateo city. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang ekspor dan impor dengan cabang yang ada di mana-mana.


Ada empat orang yang ingin interview di sebelah Vina dan itu membuatnya tidak percaya diri, karena rata-rata penampilan mereka yang cukup cantik dan seksi. Apa mungkin Vina bisa bersaing dengan orang-orang di sampingnya ini?

__ADS_1


Vina menghirup nafas panjang sambil terus menyemangati dirinya.


"Rejeki tidak akan kemana-mana dan tidak akan ketukar Vina. Kalau kamu tidak di terima di sini, kamu harus yakin kalau masih ada banyak perusahaan yang menunggumu." Ucap Vina dalam hati.


"Eh dengar-dengar CEO nya langsung lo yang bakal interview kita. Menurut gosip yang beredar, dia itu duda dan gantengnya selangit." Ucap salah satu wanita di samping Vina.


"Wah pasti asik kalau jadi sekertaris nya, setiap hari bisa memandang wajah gantengnya itu. Nggak di gaji juga nggak papa deh." Saut yang satunya.


"Eh jangan salah, dengar-dengar bosnya itu killer banget, makanya banyak sekertaris yang tidak betah bekerja bersama dia." Kata wanita yang satunya lagi.


"Gue yakin dia bakal bertekuk lutut di hadapan gue. Semua laki-laki itu sama, kita angkat rok sedikit pasti pada ngiler."


Vina hanya terdiam mendengar wanita-wanita itu ngegosip di sampingnya. Dan tibalah waktunya mereka semua masuk kedalam yang di dalamnya sudah ada dua orang laki-laki dan perempuan di samping Bos tersebut.


Mata mereka tertuju pada satu pria yang duduk di kursi dan menatap para kandidat dengan tajam.


Keempat wanita yang berada di samping Vina seolah terhipnotis dengan pesona pria yang ada di hadapan mereka. Pria dengan raut wajah tegas dengan bola mata yang hitam legamnya bisa membuat semua wanita yang melihatnya pasti jatuh cinta.


"Jessica!" Suara bariton milik pria itu membangunkan lampu keempat kandidat di depannya.


"Baik pak." Wanita yang berada di samping pria itu duduk di kursi dan menyalakan layar besar yang ada di ruangan itu yang terhubung langsung dengan CCTV di seluruh sudut kantor. Dan dengan satu kali klik, percakapan wanita calon sekretaris itu yang berada di ruangan tunggu tadi kini terdengar oleh semua orang yang ada di ruangan tersebut.


Keempat wanita di samping Vina kini melotot semua dan saling memandang, karena mendengar semua obrolannya tentang Bos di perusahaan itu. Wajah mereka memerah akibat malu, kecuali Vina yang memang tidak terlibat dalam percakapan itu.


"Kalian tau? Perusahaan saya itu tidak butuh wanita-wanita gosip seperti kalian."


"Ammar!" Ucap pria itu dengan suara yang lantang.


"Iya pak." Jawab pria yang berada di sampingnya.

__ADS_1


"Usir mereka semua dari sini. Saya hanya butuh sekertaris yang serius bekerja, bukan wanita tukang gosip seperti mereka!" Titah sang bos.


Sean Mateo, pria dengan julukan Bos gila kerja, yang tidak suka dengan karyawan yang main-main dalam bekerja, apalagi wanita tukang rumpi, tidak akan pernah bisa masuk ke dalam perusahaan yang dia pimpin selama ini.


__ADS_2