Istriku Berubah Menjadi Cantik

Istriku Berubah Menjadi Cantik
Hari pertama bekerja


__ADS_3

Bu Ningsih pun mengantar Vina untuk pulang ke rumahnya, meskipun Vina agak nggak enak sama Bu Ningsih, Vina pun tetap menuruti Bu Ningsih ketika dia menawarkan diri untuk mengantarkan pulang.


"Besok jangan sampai terlambat untuk berangkat kerja. Putraku sangat membenci orang yang tidak disiplin, jadi kamu harus sampai di kantor sebelum jam operasional kantor, kalau bisa kamu harus datang sebelum Sean sampai di kantor, biasanya dia sampai di kantor sekitar pukul jam tujuh pagi." Jelas Bu Ningsih sebelum mereka pulang.


"Baik Bu," jawab Vina dengan lemah.


"Dan satu lagi, Kamu harus bersungguh-sungguh kalau berkerja sama Sean, saya tidak mau kalau dia mendapatkan celah sedikitpun untuk mengusirmu dari kantornya. Karena kalau kamu mendapatkan kesalahan dan kamu di keluarkan dari kantornya, maka kamu harus membayar denda."


"Baik Bu, akan saya usahakan."


Bu Ningsih pun meninggalkan Vina yang sedang masuk ke dalam rumahnya dengan tubuh yang lemas.


"Ini adalah musibah, bagaimana bisa aku satu kantor dengan pria itu? gila, galak, dan juga mesum! Ya Tuhan." Vina meremas rambutnya dengan frustasi.


Dia bahkan tidak bisa tidur nyenyak semalaman, dia sedang membayangkan hari-hari yang berad bersama Bos gila itu.


.........


Azan subuh berkumandang, dia pun bangun untuk mandi dan bersiap-siap. Setelah bersiap Vina pun mengambil dompet dan mengeceknya. Matanya pun tiba-tiba melebar saat melihat uang di dalam sana. Hanya tinggal beberapa lembar dan hanya cukup untuk makan satu bulan, kalau dia memakainya untuk ongkos hari ini dan seterusnya, sudah pasti dia tidak akan bisa makan sampai akhir bulan.


Vina pun mengeluarkan ******* panjang. dia keluar dari rumah untuk menghirup udara yang masih segar. "Jalan kaki itu kan sehat, nggak ada salahnya kalau aku coba jalan kaki sampai kantor sekali-kali. Semangat Vina!" Vina menyemangati dirinya sendiri lalu berjalan menuju ke kantor.


"Kalau seperti ini, bisa-bisa aku sampai kantor jam delapan, bisa tamat riwayatku." Gumam Vina.

__ADS_1


Vina mempercepat jalannya, dan bahkan lari-lari kecil agar bisa sampai ke kantor dengan cepat. Tapi sialnya saat beberapa meter lebih sampai ke depan kantor, dia malah kecipratan genangan air karena mobil yang melaju dengan kencang.


"Hah.. sial!" Pekik Vina.


Rok dan kemeja putihnya pun terkena noda, dan dia bingung harus melakukan apa. "Ini pasti akan hilang kalau segera di cuci." Vina pun bergegas masuk ke dalam gerbang, untuk membersihkan kemeja serta roknya yang terkena noda,


"Hei.. Tunggu!" Teriak seorang. Dan Vina pun sudah tau siapa orangnya.


"Iya pak, Bapak memanggil saya."


"Kamu mau kemana?"


"Masuk ke kantor pak." Jawab Vina


"Kamu pikir kantor saya ini tempat perkumpulan orang-orang gembel? Pulang sana, ganti pakaian yang bersih dan rapi!"


"Tapi ini akan hilang jika di cuci Pak, nodanya tidak banyak kok."


"Nggak bisa! Pokoknya kamu harus ganti, kalau tidak kamu akan saya pecat! Tidak ada karyawan yang berpenampilan gembel dan kotor di kantor ini."


"T-tapi pak.."


"Cepat!" Triak Sean.

__ADS_1


Tangan Vina pun mengpal kuat, jika bukan karena perjanjian, Vina pun tidak akan pernah bekerja di sini. Vina pun berlari sekencang-kencangnya agar bisa dengan cepat sampai ke rumah.


Saat sampai di rumah, nafasnya pun ngos-ngosan sampai hampir terputus. Mungkin seumur hidupnya, ini baru pertama kali dia lari sekencang ini, dia bahkan tidak sadar kalau dia bisa lari juga.


Tidak banyak berpikir lagi, Vina pun mengganti pakaiannya dengan yang baru. Untung saja dia membeli dua kemeja, sehingga dia tidak kelimpungan saat ini.


Setelah memakai pakaiannya Vina melihat jam yang berada di dinding, dan jam sudah menunjukkan pukul delapan kurang tiga puluh menit. Mata Vina melotot, saat wanita itu berlari kembali menuju kantor dia tidak menggunakan sepatunya saat berlari supaya langkahnya bisa lebih cepat untuk sampai ke kantor.


Vina pun sampai tepat waktu saat pintu gerbang sudah hampir di tutup. "Maaf Pak, tadi saya di suruh kembali sebentar sama Pak Sean." Ucap Vina memelas.


Karena kesihan melihat Vina yang selesai berlari, Security itu pun membuka sedikit agar tubuh Vina bisa masuk.


Vina pun berlari menuju lift, dan ternyata lift nya sedang penuh. Tak ada pilihan lain karena waktu tinggal sedikit lagi. Vina pun menggunakan tangga darurat supaya bisa sampai dengan cepat ke ruangan bosnya.


Pukul delapan lebih dua menit, Vina membuka pintu ruangan bosnya dengan nafas yang terengah-engah serta keringat yang bercucuran.


"Ammar!"


"Iya Pak." Jawab Ammar.


"Cepat usir dia dari sini. Dia tidak pantas bekerja di sini. Dia tidak bisa tepat waktu." Ucap Sean.


Ammar diam sejenak.

__ADS_1


"Maksud bapak apa? Saya di pecat?" Ucap Vina dengan wajah yang terkejut, bingung tak menyangka.


__ADS_2