
Aku sedang berlarian karna aku terlambat sekolah ini sudah yang kedua kali nya.
Aku terlambat karena alasan aku bekerja lembur "hoammm aku sangat mengantuk," bahkan saat berlari pun aku masih menguap.
Aku mendapat biaya siswa karna aku cerdas.
"beruntung aku harus cepat sebelum pak satpam menutup pagar nya"-yura
Bae Yura
"yah akhirnya aku bisa masuk tanpa harus memohon pada satpam," tiba tiba saja ada seorang yang memegang pundak ku dengan segera aku melihat kebelakang "astaga," kaget ku, ternyata itu sahabat ku Keira "Keira kau ini," dan dia hanya terkekeh.
Keira menggendeng tangan ku dan kami masuk ke kelas bersama.
Suara berisik alias suara ciri khas dari kelas ya kalian pasti tau.
Aku dan keira berjalan menuju tempat duduk kami masing-masing.
"Keira apa kau sudah mengerjakan PR?"-keira
"iya.. kenapa?"-yura
"kau tidak mengerjakan?"-yura
"aku? aku mengerjakan dalam mimpi— jadi boleh ku lihat punya mu?"-keira
"baiklah ambil di dalam tas ku"-keira
Dengan cepat iya merogoh tas ku dan mengambil buku tugas ku.
Tak membutuh kan waktu lama untuk Keira menyalin PR, astaga dia ini selama libur melakukan apa?
Ruara bel berbunyi menandakan sudah masuk jam pelajaran.
Guru masuk semua murid berhamburan masuk kekelas dan duduk di tempat nya, astaga mereka sangat berisik.
"selamat pagi," ucap guru, sambil menulis di papan tulis.
Entah lah aku kehabisan bahan percakapan dengan Keira dia tidak seperti dulu dia berubah.
__ADS_1
Beberapa hari ini keira jarang bermain dengan ku, karena sibuk dengan pacarnya.
Bahkan saat aku yang memintanya dia lebih berminat dengan pacarnya.
Dari pada sibuk memikirkan keira, sepetinya aku harus memikirkan masandepan ku.
Aku harus kuliah dan menjadi orsng sukses agar tidak mengecewakan ibu dan ayah di atas.
aku mulai membaringkan kepalaku di atas meja, sambil melihat jendela.
Aku adalah seorang gadis yang di besarkan di panti asuhan, lalu saat umurku 16 tahun aku kabur dari panti asuhan.
Aku hanya ingin bebas dan menjalani hidup ku aku tidak ingin merepotkan berlama lama disana sampai menua? oh tidak, aku pun menjalani hidup ku sendirian di umur 16 tahun.
Saat itu aku tidak tau banyak tentang dunia luar sampai akhir nya aku mencari pekerjaan dan aku diterima bekerja menjadi pelayan cafe.
Saat itu sangat menyenangkan, rasa nya berbeda, aku merasa hidup.
***
"baik anak anak kita akhiri pelajaran hari ini"-pak guru
Aku pun berjalan keluar kekantin tapi aku menengok ke samping di mana ada Keira dia terus menatap benda pipih itu.
"keira mau kekantin bareng?"-yura
"Yura maaf tapi aku—"-keira
"aku tau kau makan dengan pacarmu kan?"-yura
"gak apa. kalau begitu aku duluan"-yura
"terimakasih atas perhatiannya bye bye"-keira
Aku berjalan keluar kelas menuju kantin, wah wah antrian nya sangat panjang.
Aku beranjak ingin mengambil makanan tiba-tiba saja ada seorang pria menyerobot.
"hei! apa kau tau bagaimana cara mengantri?"-yura
"berisik!," pria itu mengambil nampan ku dan menyerobot nya dengan kasar dia mengambil banyak, brengksek.
__ADS_1
"yak! siapa nama mu"-yura
"apa peduli mu?," ucap nya lantang.
"baiklah aku kan melapor kan mu! karena tidak mematuhi aturan! kau bisa dapat poin," ucap ku penuh kemenangan.
Ancaman itu tadi hanya embel-embel mana mungkin aku berani melaporkan kan nya? saat aku berbalik dia menahan tangan ku dengan kasar.
"apa yang kau lakukan! lepaskan," kesal ku pada nya dan dia memajukan wajah nya aku reflek mundur dan dia semakin maju, badan ku menyentuh dinding aku memejamkan mata.
"apa kau berharap aku mencium mu"-jungkook
"tidak!, aku kira kau akan menamparku"-yura
"Hm, nama ku Jungkook," iya berdehem kemudian tangan nya mengambil sesuatu dari tangan ku, dia mengambil handphone ku.
"aku memberikan mu Id line ku,, malam ini chat aku atau kau akan menyesal"-jungkook
'apa-apa an orang ini!? lagi lagi aku mendapat masalah baru'-batin yura
***
Jam menunjukkan pukul 03.42 aku harus cepat-cepat pulang sebelum hari larut malam.
kelas sangat sepi "sangat menyeram kan," kemudian aku berlekas membereskan buku-buku ku.
Sambil menunggu di halte aku berjalan-jalan kesekitar.
Aku melihat ada sebuah mobil warna hitam yang begitu mewah, aku berkaca dan melihat pantulan diriku "astaga kenapa dengan wajah ini?," terlihat sangat lesu aku hampir seperti zombi.
Tanpa ku sadari di dalam mobil itu ada seseorang dan dia membuka jendela nya tangan ku yang ku sandarkan pada kaca itu—
"ap—"
Ada seseorang yang mendorong ku dari belakang, sialan orang yang di dalam mobil itu aku tak sengaja mencium nya..
Tak lama—
Sialan sial sial!! guman ku yang sekarang berada di mobil pria itu..
bersambung....
__ADS_1