
Sudah 1 Minggu berlalu dan aku juga sudah menemukan sekolah baru.
Kehidupan sekolah baru tugas menumpuk.
Ya aku juga bersama Daniel sekarang.
Jungkook dia bekerja di perusahaan Vee sebagai Cleaning servis.
"Yura melamun?"-daniel
"Maaf,aku sedang memikirkan berbagai masalah"-yura
"Aku bisa bantu"-daniel
"Kau masih an.."-yura
Jangan buat hari nya sakit.
"Maksud ku teman ku sedang butuh pekerjaan"-yura
Aku tidak mau melihat Jungkook menjadi tukang pel padahal aku sudah menyuruh Vee untuk menjadikan dia sebagai karyawan tapi dia meminta satu syarat.
Dan tentu Syarat nya kalian pasti tahu.
"Oke, Daniel bisa membantu Yura"-daniel
"Benarkah!"-yura
"Iya"-daniel
Dia tersenyum sampai mata nya menghilangkan
Blussss-yura
Dia begitu imut "sudah cepat kita masuk kelas"-yura
Aku menarik tangan Daniel.
~
jungkook.
"Ternyata bekerja itu melelahkan"-jungkook
"Pantas saja ayah dan ibu marah saat aku membuang buang uang"-jungkook
"Kau berbicara sendiri"-vee
"Hm"-jungkook
Sangat malas meladeni boss seperti dia.
"Kau sedang mengumpulkan uang untuk bayar sekolah kau dan Yeri kan dan tentu untuk menikah dengan nya"-vee
"Iya,jadi..?"-jungkook
"Aku akn menaikkan kau menjadi karyawan"-vee
__ADS_1
"Woahh Daebak terima kasih!"-jungkook
"Sudah lepaskan"-vee
Maaf terlalu senang aku memeluk nya.
.
.
"Sore yang panas"-jungkook
Aku sedang beristirahat karna kelelahan tentu kalian tahu kan bagai mana luas nya gedung ini.
"Halo?"-yeri
Si manis menelpon Yeri dia pasti merindukan ku.
"Kenapa sayang"-jungkook
"Kau belum pulang! Pasti lelah ya.."-yeri
"Sebaik nya.. kau kembali ke keluarga mu saja"-yeri
"Ssstt kau ini aku memang lelah tapi aku seorang pria tidak boleh lemah"-jungkook
Terdengar isakan tangis Yeri dari telpon "sudah ya aku akn memasak"-yeri
"I..."-jungkook
Tutttt tutttt
~
"Daniel ayok pulang"-yura
"Ehm"-daniel
Kami perjalan menuju keluar gerbang sekolah,aku begitu menyukai Yura.
Dia sangat cantik mata nya begitu indah sampai aku bisa mimisan jika terus menatap nya.
Dan sekarang kami akan menyebrang,dia menggenggam tangan ku.
"Ayok" pinta Yura dan kami berjalan bersama rasa nya aku ingin seperti ini terus.
Pikiran ku tentang ayah dan ibu pun menghilang hanya ada Yura dalam tempat itu hanya Yura.
"Kau"-renita
"Hah siapa?"-yura
Dan kami kembalikan badan melihat sumber suara.
"Wow apa kau masih kekurangan uang sampai mendekati Daniel"-renita
"Aku hanya berteman"-Yura
"Lalu genggaman tangan itu"-renita
__ADS_1
"Aku membatu nya menyebrang"-yura
"Terserah,tapi ingat lingkungan mu sekarang tikungan tajam" lalu Renita pergi dia tidak menyapa ku dia hanya menyapa Yura.
Kenap?kenapa hati ku sakit.
"Yura kenapa hatiku sakit ketika kak Renita, tidak menyapaku"-daniel
Dan Yura dia tersenyum sambil tertawa dia bahkan harus sampai bersandar di tembok toko.dimana letak lucu nya?
"Jika kau ingin tahu.."-yura
"Sayang"-vee
"Eoh kau!"-yura
Yura berlari ke arah pria itu dan memeluk nya.
"Siapa bocah ini?"-vee
"Dia teman ku"-yura
"Hey om"-daniel
Dia langsung melotot kan mata nya,kepada ku aku sangat terkejut.
"Sudah sudah, Daniel aku pulang duluan bye"-yura
"Dadah"-daniel
~
yura.
"Jangan dekat dengan anak itu"-vee
Baru saja aku membaringkan tubuh di kasur Vee langsung berkata seperti itu.
"Dia hanya teman"-yura
"Tapi dia pria! Bagai mana jika dia suka dengan mu"-vee
Beberapa hari ini aku tahu dia sedang mengawasi Renita karna yang membunuh orang tua Vee adalah Renita.
Tapi dengan uang siapakah dia berhasil keluar dari hukuman itu.
Seberapa kaya dia sebenarnya.
Aku pun memejamkan mata dan berasa ada seseorang di atasku.
Aku pun membuka mata.
"Vee"-yura
"Aku mohon"-vee
"Arrasoyeo"-yura
*(Arrasoyeo\=baiklah)
__ADS_1
Bersambung...